๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan Tecno Spark Go 3 Pro, Samsung Galaxy A07, dan Xiaomi Redmi A7 Pro tampak depan dan belakang

Perbandingan Tecno Spark Go 3 Pro vs Samsung A07 vs Redmi A7 Pro

Terbit:
โฑ๏ธ11 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Mari kita mulai dari Display & Design. Ketiga ponsel ini bermain di resolusi 720 x 1600 piksel, yang di tahun 2026 sudah seperti membeli TV tabung di era 4K. Tecno Spark Go 3 Pro punya layar 6.78 inci IPS LCD 120Hz dengan densitas 259 ppi, Samsung Galaxy A07 6.7 inci PLS LCD 120Hz dengan 262 ppi dan brightness 650 nits (typ) / 800 nits (HBM), sedangkan Xiaomi Redmi A7 Pro 6.9 inci IPS LCD 120Hz dengan 254 ppi dan 800 nits peak. Samsung unggul tipis dalam densitas dan brightness, Xiaomi unggul dalam ukuran layar tapi dengan konsekuensi bobot 210g dan dimensi 171.5 x 79.5 mm yang seperti membawa tablet mini. Tecno tidak memberikan informasi dimensi dan berat, yang secara strategi pemasaran berarti mereka tidak ingin Anda tahu betapa tebal dan beratnya. Semua menggunakan plastik di back dan frame, jadi jangan berharap sentuhan premium. Samsung punya bobot 199g, Xiaomi 210g, Tecno entah berapa tapi kemungkinan di antara keduanya. Untuk Connectivity, di sini ceritanya jadi menarik. Samsung Galaxy A07 dan Xiaomi Redmi A7 Pro sama-sama mendukung 5G, sementara Tecno Spark Go 3 Pro hanya LTE. Samsung menang telak dengan dukungan band 5G yang sangat lengkap (n1, n3, n5, n7, n8, n26, n28, n40, n41, n66, n77, n78) dan 4G LTE 16 band, sedangkan Xiaomi hanya 8 band 4G untuk ROW dan 8 band 5G. Bluetooth juga berbeda: Samsung 5.3, Xiaomi 5.4, Tecno hanya tertulis 'Yes' yang artinya kemungkinan versi lawas. NFC? Tidak ada di ketiganya, jadi siap-siap bayar parkir secara manual. Navigasi Samsung paling lengkap (GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS), Xiaomi tanpa QZSS, Tecno hanya GPS. Semua punya USB Type-C dan audio jack 3.5mm (kecuali Xiaomi dan Samsung yang tidak eksplisit menyebutkan, tapi umumnya ada). Baterai adalah medan pertempuran yang sengit. Xiaomi Redmi A7 Pro menang kapasitas dengan 6300 mAh, disusul Samsung 6000 mAh, dan Tecno 5200 mAh. Tapi kapasitas bukan segalanya. Samsung menang di fast charging 25W, dua kali lipat Tecno dan Xiaomi yang hanya 15W. Xiaomi punya keunggulan unik: reverse wired charging 7.5W, artinya Anda bisa mengisi daya perangkat lain dari ponsel ini. Dalam hal daya tahan, dengan chipset 6nm (Samsung dan Xiaomi) versus 12nm (Tecno), efisiensi energi Samsung dan Xiaomi jauh lebih baik. Tecno dengan 5200 mAh dan chipset 12nm kemungkinan besar akan habis lebih cepat meskipun kapasitasnya tidak terlalu jauh berbeda. Samsung dengan 6000 mAh + 25W charging + chipset 6nm adalah kombinasi paling seimbang. Performance adalah di mana perbedaan menjadi sangat jelas. Samsung Galaxy A07 menggunakan MediaTek Dimensity 6300 (6nm) dengan skor Antutu total 533.135 (CPU 221.188, GPU 43.825, MEM 118.387, UX 149.735). Xiaomi Redmi A7 Pro menggunakan Unisoc T8300 (6nm) dengan skor SoC 287.761 (CPU 245.947, GPU 41.814). Tecno Spark Go 3 Pro menggunakan Unisoc T7250 (12nm) tanpa skor benchmark yang tersedia. Perhatikan bahwa skor SoC Xiaomi (287.761) lebih tinggi dari skor SoC Dimensity 6300 (264.289 berdasarkan data antutuSoc), tapi skor device total Samsung (533.135) jauh lebih tinggi dari yang bisa dicapai Xiaomi. Ini menunjukkan optimasi software Samsung (One UI 8) jauh lebih matang. GPU Mali-G57 MC2 di Samsung dan Xiaomi setara, tapi Tecno hanya Mali-G57 MP1 (single core!) yang artinya gaming akan sangat terbatas. Untuk RAM, Samsung dan Xiaomi menawarkan opsi 6GB, Tecno hanya 4GB. Dalam gaming, Samsung dan Xiaomi bisa menjalankan game seperti PUBG Mobile di setting rendah dengan lancar, sedangkan Tecno akan struggle bahkan di game casual. Software adalah pembeda utama. Samsung Galaxy A07 menawarkan 6 major Android upgrades dengan One UI 8, Xiaomi Redmi A7 Pro 4 major upgrades dengan HyperOS 3, Tecno Spark Go 3 Pro hanya Android 16 dengan HIOS 16 tanpa informasi berapa lama update akan diberikan. Dalam jangka panjang, Samsung adalah investasi paling aman. Bayangkan Anda membeli ponsel ini di 2026, Samsung akan tetap mendapat update hingga 2032, Xiaomi hingga 2030, Tecno entah sampai kapan. One UI juga jauh lebih kaya fitur dan matang dibanding HIOS atau HyperOS di kelas entry. Security patch juga akan lebih konsisten di Samsung. Kamera: Samsung Galaxy A07 menang dengan 50 MP f/1.8 PDAF + auxiliary lens, video 1080p@30/60fps. Xiaomi Redmi A7 Pro 32 MP f/2.0 + auxiliary lens, video 1080p@30fps. Tecno Spark Go 3 Pro 13 MP + dual-LED, video 'Yes' (tidak jelas resolusinya). Selfie: Samsung dan Xiaomi sama-sama 8 MP f/2.0, Tecno 8 MP tanpa detail aperture. Dalam kondisi cahaya cukup, Samsung akan menghasilkan foto paling detail berkat 50 MP dan PDAF yang lebih cepat fokus. Xiaomi di posisi kedua, Tecno jauh di belakang. Tidak ada DxOMark score untuk ketiganya, tapi berdasarkan spesifikasi, Samsung adalah pemenang jelas. Fitur AI? Tidak ada yang menonjol di kelas ini, tapi Samsung biasanya punya AI photo processing yang lebih baik berkat NPU Dimensity 6300. Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A07 adalah pilihan paling seimbang dan future-proof, Xiaomi Redmi A7 Pro adalah alternatif solid jika Anda prioritaskan baterai dan performa CPU, dan Tecno Spark Go 3 Pro hanya untuk yang benar-benar budget-conscious dan tidak peduli dengan performa atau update jangka panjang.
Tecno Spark Go 3 Pro

Tecno Spark Go 3 Pro

Rp 1.999.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท13 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07

Rp 2.199.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท50 MP
Xiaomi Redmi A7 Pro

Xiaomi Redmi A7 Pro

Rp 1.999.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท32 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Tecno Spark Go 3 Pro

โœ… Kelebihan
  • Harga paling murah di antara ketiganya, hanya Rp1.999.000
  • Layar 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz, halus untuk kelas entry-level
  • Speaker stereo ganda, jarang ditemukan di harga ini
  • Audio jack 3.5mm masih tersedia
  • Slot microSD dedicated (tidak mengorbankan slot SIM)
  • Desain warna variatif: Black, Gray, Orange, Burgundy Red
  • Android 16 dengan HIOS 16, versi OS terbaru
โŒ Kekurangan
  • Chipset Unisoc T7250 (12nm) paling lemah di kelasnya, fabrikasi lawas dan performa tertinggal
  • Hanya 4GB RAM tanpa opsi 6GB, multitasking akan terasa sempit
  • Tidak ada 5G sama sekali, hanya LTE
  • Tidak ada NFC, Bluetooth versi tidak jelas (hanya tertulis 'Yes')
  • Baterai 5200 mAh paling kecil di antara ketiganya
  • Fast charging hanya 15W, tidak ada reverse charging
  • Kamera utama 13 MP paling rendah resolusinya, hanya single camera
  • Resolusi layar 720p dengan densitas 259 ppi, paling rendah
  • Tidak ada informasi dimensi dan berat, build quality tidak transparan
  • Tidak ada benchmark Antutu yang tersedia, mencurigakan
  • Sensor hanya fingerprint + accelerometer, minim fitur

Samsung Galaxy A07

โœ… Kelebihan
  • Chipset MediaTek Dimensity 6300 (6nm) dengan performa solid untuk kelas entry
  • Dukungan 5G lengkap dengan band yang luas (n1, n3, n5, n7, n8, n26, n28, n40, n41, n66, n77, n78)
  • Baterai 6000 mAh dengan fast charging 25W, tercepat di antara ketiganya
  • Update OS hingga 6 major Android upgrades, komitmen software terbaik di kelasnya
  • One UI 8 dengan ekosistem Samsung yang matang
  • Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan PDAF, resolusi tertinggi
  • Layar 650 nits (typ) / 800 nits (HBM), paling terang di kelasnya
  • Bluetooth 5.3 dengan A2DP dan LE, versi terbaru
  • Navigasi lengkap: GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS
  • Sensor paling lengkap: fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass
  • Benchmark Antutu total 533.135 poin, performa terbukti
  • Dimensi dan berat jelas: 167.4 x 77.4 x 8.2 mm, 199g
  • Dukungan 4G LTE band sangat lengkap (16 band)
โŒ Kekurangan
  • Harga paling mahal: Rp2.199.000, selisih Rp200.000 dari Tecno
  • Tidak ada NFC
  • Speaker hanya mono, bukan stereo
  • Slot microSD menggunakan shared SIM slot (mengorbankan slot SIM kedua)
  • Tidak ada informasi audio jack secara eksplisit (meski umumnya ada)
  • GPU Mali-G57 MC2 dengan skor 43.825, masih kelas entry
  • Bobot 199g cukup berat untuk ukuran 6.7 inci

Xiaomi Redmi A7 Pro

โœ… Kelebihan
  • Harga sama dengan Tecno: Rp1.999.000, tapi spesifikasi jauh lebih baik
  • Chipset Unisoc T8300 (6nm) dengan skor SoC Antutu 287.761, tertinggi di antara ketiganya
  • CPU score 245.947, tertinggi di kelasnya
  • Baterai 6300 mAh, terbesar di antara ketiganya
  • Ada reverse wired charging 7.5W, bisa jadi power bank darurat
  • Layar terbesar: 6.9 inci dengan 800 nits peak brightness
  • Dukungan 5G lengkap (n1, n3, n5, n8, n28, n40, n41)
  • Bluetooth 5.4, versi terbaru di antara ketiganya
  • Speaker stereo ganda
  • Update OS hingga 4 major Android upgrades dengan HyperOS 3
  • Slot microSD dedicated (tidak mengorbankan slot SIM)
  • Kamera utama 32 MP, lebih baik dari Tecno
  • Desain warna menarik: Black, Mist Blue, Sunset Orange
  • Dimensi dan berat jelas: 171.5 x 79.5 x 8.2 mm, 210g
โŒ Kekurangan
  • Bobot 210g paling berat di antara ketiganya
  • Dimensi paling besar: 171.5 x 79.5 mm, kurang nyaman untuk tangan kecil
  • Tidak ada NFC
  • Fast charging hanya 15W, kalah dari Samsung (25W)
  • Resolusi layar masih 720p dengan 254 ppi, paling rendah densitasnya
  • Tidak ada benchmark Antutu device total, hanya SoC
  • Update OS 4 tahun, kalah dari Samsung (6 tahun)
  • Tidak ada gyro dan proximity sensor, hanya fingerprint, accelerometer, compass
  • GPU Mali-G57 MC2 dengan skor 41.814, paling rendah di antara ketiganya
  • Band 4G LTE terbatas (hanya 8 band untuk ROW)
  • Tidak ada informasi audio jack secara eksplisit

Rekomendasi

Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07 menang bukan karena spesifikasi mentahnya yang paling tinggi, tapi karena keseimbangan dan ketahanan jangka panjangnya. Dengan harga Rp2.199.000 (hanya Rp200.000 lebih mahal dari Tecno dan Xiaomi), Anda mendapatkan chipset Dimensity 6300 6nm yang terbukti dengan skor Antutu 533.135, dukungan 5G lengkap dengan band luas, baterai 6000 mAh dengan fast charging 25W (tercepat), kamera 50 MP dengan PDAF (resolusi tertinggi), layar 800 nits HBM (terang), dan yang paling krusial: komitmen update OS hingga 6 major Android upgrades. Dalam jangka panjang, ini berarti ponsel Anda akan tetap relevan dan aman hingga tahun 2032. Xiaomi Redmi A7 Pro memang menggoda dengan baterai 6300 mAh dan SoC T8300 yang lebih kencang di benchmark, tapi update OS hanya 4 tahun dan tidak ada gyro/proximity sensor. Tecno Spark Go 3 Pro? Maaf, dengan chipset 12nm dan RAM 4GB tanpa opsi lain, ini adalah pilihan yang hanya masuk akal jika Anda benar-benar tidak punya budget lebih dan tidak peduli dengan performa. Samsung A07 adalah pilihan paling rasional untuk mayoritas pengguna.

Skor: 87/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Tecno
Tecno Spark Go 3 Pro
Samsung
Samsung Galaxy A07
Xiaomi
Xiaomi Redmi A7 Pro
Type
IPS LCD, 120Hz
PLS LCD, 120Hz, 650 nits (typ), 800 nits (HBM)
IPS LCD, 120Hz, 800 nits (peak)
Diagonal
6.78 inches, 111.0 cm2 (~85.1% screen-to-body ratio)
6.7 inches, 108.4 cm2 (~83.6% screen-to-body ratio)
6.9 inches, 114.9 cm2 (~84.3% screen-to-body ratio)
Resolution
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~259 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~262 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~254 ppi density)
Build
Glass front, plastic back, plastic frame
Glass front, plastic back, plastic frame
โ€”
Colors
BlackBurgundyGrayOrangeRed
BlackViolet
BlackBlueOrange
Weight
-
199 g (7.02 oz)
210 g (7.41 oz)
Dimensions
-
167.4 x 77.4 x 8.2 mm (6.59 x 3.05 x 0.32 in)
171.5 x 79.5 x 8.2 mm (6.75 x 3.13 x 0.32 in)