
Samsung Galaxy A07
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Smart 20
- Harga paling murah di kelasnya (Rp1.849.000) โ dompet aman, hati senang
- Layar 6.78 inci 120Hz dengan kecerahan 700 nits (HBM), tertinggi kedua di grup ini
- Desain paling ramping: 7.7 mm, bobot tidak tercantum tapi jelas paling tipis
- NFC tersedia โ langka di harga segini, bisa tap-tap bayar kopi
- Dual-LED flash + perekaman video 1440p@30fps di kamera belakang (kelas harga ini biasanya cuma 1080p)
- Ada FM radio dan jack audio 3.5mm โ untuk kaum puritan audio
- Mendukung OTG dan microSD dedicated slot (tidak mengorbankan slot SIM)
- Chipset Mediatek Helio G81 Ultimate (12nm) โ arsitektur jadul, efisiensi energi kalah dari 6nm
- GPU Mali-G52 MC2 hanya 2 core โ gaming kelas berat? Silakan berdoa dulu
- Resolusi layar 720p dengan densitas 259 ppi โ teks terlihat agak kasar, mata teliti akan menangis
- Kamera utama cuma 8MP โ di tahun 2026, ini seperti membawa kamera tahun 2018
- Tidak ada data Antutu โ entah karena malu atau memang tidak diuji
- Bluetooth version tidak jelas (cuma 'Yes') โ spek malas, red flag
- Baterai 5200 mAh dengan charging 15W โ mengisi daya sambil menonton film satu babak
- Tidak ada 5G โ sudah 2026, tapi masih 4G-only
Samsung Galaxy A07
- Chipset Mediatek Dimensity 6300 (6nm) โ paling modern dan efisien di grup ini
- Skor Antutu device 533.135 โ jauh di atas pesaing (Redmi A7 Pro ~287K soc, tapi device score belum ada)
- Antutu SoC Dimensity 6300: 264.289 (CPU 218K + GPU 46K) โ performa CPU terbaik di kelas
- Dukungan software terbaik: 6 major Android upgrades + One UI 8 โ investasi jangka panjang
- Kamera utama 50MP f/1.8 dengan PDAF โ resolusi tertinggi dan autofocus tercepat
- Baterai 6000 mAh + fast charging 25W โ terbesar kedua dan charging tercepat
- 5G support lengkap (n1/n3/n5/n7/n8/n26/n28/n40/n41/n66/n77/n78) โ future-proof
- Bluetooth 5.3 + navigasi lengkap (GPS/GALILEO/GLONASS/BDS/QZSS)
- Harga Rp2.199.000 โ paling mahal di grup ini, selisih Rp350K dari Infinix
- Tidak ada NFC โ mau bayar pakai HP? Pakai QRIS saja, atau bawa dompet
- Bobot 199 gram โ bukan yang paling berat, tapi tetap terasa di kantong
- Layar PLS LCD 650 nits typ / 800 nits HBM โ kalah tipis dari Infinix (700 nits HBM) dalam hal kecerahan
- Resolusi 720 x 1600 (262 ppi) โ masih 720p, tidak ada kejutan
- microSD menggunakan shared SIM slot โ pilih dua SIM atau satu SIM + kartu memori
- Tidak ada jack audio 3.5mm? Tunggu โ ada kok, tapi tetap saja, ini bukan keunggulan
- GPU Mali-G57 MC2 dengan skor GPU Antutu hanya 43.825 โ gaming kelas berat tetap harus turun setting
Xiaomi Poco C71
- Layar terbesar di grup: 6.88 inci dengan 120Hz โ nonton film makin imersif
- Kamera utama 32MP f/1.8 โ resolusi tinggi untuk kelas entry-level
- Bobot 193 gram โ paling ringan di antara semua produk yang ada data bobotnya
- Harga kompetitif (tidak tercantum, tapi Poco C-series biasanya di bawah Rp1.8 juta)
- Ada FM radio dengan fitur recording โ bisa rekam siaran radio
- microSD dedicated slot โ tidak mengorbankan slot SIM
- Android 15 (atau Go edition) dengan 2 major upgrade โ cukup untuk 2-3 tahun ke depan
- Chipset Unisoc T7250 (12nm) โ performa paling lemah di grup ini
- GPU Mali-G57 MP1 hanya 1 core โ ini GPU terkecil yang pernah ada di smartphone 2025
- RAM mulai dari 3GB โ varian terendah, multitasking akan terasa sesak
- Tidak ada NFC โ lagi-lagi, bayar pakai QRIS
- Kamera selfie 8MP โ standar, tidak ada peningkatan
- Video maksimal 1080p@30fps โ tidak ada 1440p seperti Infinix
- Kecerahan layar hanya 450 nits typ / 600 nits HBM โ paling redup di grup ini, di bawah sinar matahari akan seperti bercermin
- Tidak ada 5G โ 4G-only, sudah ketinggalan zaman
- Tidak ada data Antutu โ tidak diuji, atau hasilnya memalukan
Xiaomi Poco C81 Pro
- Layar 6.9 inci โ salah satu yang terbesar, dengan 120Hz dan 650 nits typ / 800 nits peak
- Baterai 6000 mAh + reverse wired charging 7.5W โ bisa jadi power bank darurat
- Dukungan software 4 major Android upgrades + HyperOS 3 โ lebih baik dari Poco C71
- NFC tersedia (market/region dependent) โ tergantung region, tapi setidaknya ada harapan
- microSD dedicated slot hingga 256GB โ fleksibel untuk penyimpanan
- Navigasi lengkap: GPS/GALILEO/GLONASS/BDS
- Harga kompetitif (tidak tercantum, tapi Poco C-series Pro biasanya di bawah Rp2 juta)
- Chipset Unisoc T7250 (12nm) โ sama persis dengan Poco C71, performa pas-pasan
- GPU Mali-G57 MP1 โ 1 core, bukan untuk gaming serius
- Kamera utama hanya 13MP f/2.2 โ paling rendah di grup ini (kecuali Infinix yang 8MP, tapi setidaknya Infinix punya dual-LED)
- Bobot 208 gram โ paling berat di grup ini, seperti membawa batu bata kecil
- Tidak ada 5G โ 4G-only
- Tidak ada data Antutu โ tidak diuji
- Resolusi layar 720 x 1600 (254 ppi) โ paling rendah densitasnya di grup ini
- Tidak ada jack audio 3.5mm? Ada kok โ tapi tetap bukan keunggulan
- Bluetooth 5.2 โ versi lama, kalah dari Redmi A7 Pro (5.4)
- Tidak ada NFC di semua region โ 'market/region dependent' artinya bisa jadi tidak ada di Indonesia
Xiaomi Redmi A7 Pro
- Chipset Unisoc T8300 (6nm) โ proses fabrikasi paling modern bersama Dimensity 6300
- Skor Antutu SoC 287.761 (CPU 245.947 + GPU 41.814) โ performa CPU terbaik kedua setelah Dimensity 6300
- Baterai 6300 mAh โ terbesar di grup ini, tahan 2 hari pemakaian normal
- Layar 6.9 inci 120Hz dengan 800 nits peak โ kecerahan tertinggi di grup ini
- 5G support โ future-proof untuk jaringan masa depan
- Bluetooth 5.4 โ versi terbaru di grup ini
- Stereo speakers โ pengalaman multimedia lebih baik dari mono speaker
- Dukungan software 4 major Android upgrades + HyperOS 3
- Harga Rp1.999.000 โ di tengah-tengah, value terbaik
- microSD dedicated slot + 6GB RAM option
- Tidak ada NFC โ mau tap-tap? Tidak bisa
- Bobot 210 gram โ paling berat di grup ini (bersama Poco C81 Pro)
- Kamera utama 32MP f/2.0 โ oke, tapi tidak ada ultrawide atau telephoto
- GPU Mali-G57 MC2 dengan skor GPU 41.814 โ masih di bawah Dimensity 6300 (46.146)
- Resolusi layar 720 x 1600 (254 ppi) โ masih 720p, teks agak kasar
- Tidak ada data Antutu device โ hanya SoC score yang tersedia
- Charging hanya 15W โ meskipun baterai 6300 mAh, mengisi penuh butuh waktu lama
- Tidak ada jack audio 3.5mm? Ada โ tapi lagi-lagi, bukan keunggulan
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 adalah pemenang yang jelas di grup ini, meskipun harganya paling mahal (Rp2.199.000). Alasannya: (1) Chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor Antutu device 533.135 โ jauh mengalahkan semua pesaing, bahkan Redmi A7 Pro yang memiliki SoC score 287.761 hanya untuk chipset-nya saja; (2) Dukungan software 6 major Android upgrades โ investasi jangka panjang yang tidak dimiliki pesaing (Poco C81 Pro dan Redmi A7 Pro hanya 4, Poco C71 hanya 2); (3) Kamera utama 50MP f/1.8 dengan PDAF โ resolusi tertinggi dan autofocus tercepat; (4) Baterai 6000 mAh dengan fast charging 25W โ charging tercepat di grup ini; (5) 5G support lengkap. Kekurangan utama hanya NFC yang absen, tapi di kelas harga ini, itu trade-off yang wajar. Selisih harga Rp200K dari Redmi A7 Pro sebanding dengan performa dan software support yang jauh lebih baik.






