๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan smartphone entry-level 2026: Samsung Galaxy A07, Redmi A7 Pro, Infinix Smart 20, Poco C71, dan Poco C81 Pro

Perbandingan Samsung A07 vs Redmi A7 Pro vs Infinix Smart 20

Terbit:
โฑ๏ธ13 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dalam perbandingan ini, kita melihat lima smartphone entry-level yang bersaing di rentang harga Rp1,8 juta hingga Rp2,2 juta. Samsung Galaxy A07 keluar sebagai pemenang dengan skor 82, diikuti Redmi A7 Pro (78), Infinix Smart 20 (72), Poco C81 Pro (68), dan Poco C71 (65). Mari kita bedah satu per satu. Dari sisi Display & Design, semua produk menggunakan panel IPS/PLS LCD dengan refresh rate 120Hz โ€” sebuah standar yang sudah bagus di kelas ini. Namun, ada perbedaan signifikan pada kecerahan: Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro menawarkan 800 nits peak, Infinix Smart 20 700 nits HBM, Samsung Galaxy A07 800 nits HBM (650 nits typ), dan Poco C71 hanya 600 nits HBM โ€” yang terakhir akan kesulitan di bawah sinar matahari langsung. Resolusi semuanya 720p, dengan densitas piksel berkisar 254-262 ppi; tidak ada yang menonjol. Bobot bervariasi: Poco C71 paling ringan (193g), Infinix Smart 20 tidak mencantumkan bobot tapi dimensinya paling tipis (7.7mm), sementara Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro paling berat (210g dan 208g). Samsung Galaxy A07 berada di tengah (199g). Untuk Connectivity, Samsung Galaxy A07 dan Redmi A7 Pro adalah satu-satunya yang mendukung 5G โ€” sebuah keunggulan besar untuk future-proofing. Infinix Smart 20, Poco C71, dan Poco C81 Pro hanya 4G. NFC tersedia di Infinix Smart 20 dan Poco C81 Pro (region dependent), sementara Samsung, Redmi, dan Poco C71 tidak memiliki NFC. Bluetooth: Redmi A7 Pro menang dengan 5.4, disusul Samsung 5.3, lalu Poco C71/C81 Pro 5.2, dan Infinix yang tidak jelas versinya. Semua memiliki jack audio 3.5mm dan FM radio, kecuali Samsung yang tidak mencantumkan FM radio (tapi ada di spesifikasi). Port USB Type-C 2.0 di semua perangkat. Navigasi: Samsung dan Redmi paling lengkap (GPS/GALILEO/GLONASS/BDS/QZSS untuk Samsung; GPS/GALILEO/GLONASS/BDS untuk Redmi), sementara Infinix hanya GPS โ€” sangat minim. Baterai adalah salah satu keunggulan grup ini. Redmi A7 Pro memimpin dengan 6300 mAh, disusul Samsung Galaxy A07 dan Poco C81 Pro dengan 6000 mAh, lalu Infinix Smart 20 dan Poco C71 dengan 5200 mAh. Namun, kapasitas besar tidak berarti apa-apa tanpa charging cepat: Samsung Galaxy A07 menawarkan 25W wired โ€” tercepat di grup ini. Sisanya hanya 15W. Poco C81 Pro dan Redmi A7 Pro memiliki reverse wired charging 7.5W (bisa jadi power bank), Infinix Smart 20 memiliki 5W reverse wired. Tidak ada wireless charging di semua perangkat โ€” wajar di kelas ini. Daya tahan: dengan 6300 mAh dan chipset 6nm, Redmi A7 Pro kemungkinan memiliki daya tahan terbaik, diikuti Samsung dengan 6000 mAh dan Dimensity 6300 yang efisien. Performance adalah medan pertempuran yang paling tidak seimbang. Samsung Galaxy A07 dengan Dimensity 6300 (6nm) mencatat skor Antutu device 533.135 โ€” sebuah angka yang fantastis untuk kelas entry-level. Skor SoC-nya 264.289 (CPU 218.143 + GPU 46.146). Redmi A7 Pro dengan Unisoc T8300 (6nm) memiliki skor SoC 287.761 (CPU 245.947 + GPU 41.814) โ€” CPU-nya lebih tinggi dari Dimensity 6300, tapi GPU-nya lebih rendah. Sayangnya, tidak ada skor Antutu device untuk Redmi A7 Pro, jadi perbandingan langsung sulit. Infinix Smart 20 dengan Helio G81 Ultimate (12nm) tidak memiliki data Antutu, tapi berdasarkan arsitektur dan proses fabrikasi, performanya akan jauh di bawah Dimensity 6300 dan T8300. Poco C71 dan Poco C81 Pro sama-sama menggunakan Unisoc T7250 (12nm) dengan GPU Mali-G57 MP1 โ€” GPU 1 core yang sangat lemah. Untuk gaming, Samsung Galaxy A07 dan Redmi A7 Pro adalah satu-satunya yang layak untuk game kelas menengah; sisanya hanya untuk game ringan. Software: Samsung Galaxy A07 menang telak dengan 6 major Android upgrades + One UI 8. Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro menawarkan 4 major upgrades + HyperOS 3. Poco C71 hanya 2 major upgrades (Android 15). Infinix Smart 20 menjalankan Android 16 + XOS 16 tapi tidak mencantumkan jumlah upgrade โ€” biasanya hanya 1-2. Untuk investasi jangka panjang, Samsung adalah pilihan terbaik, diikuti Xiaomi (Redmi/Poco). Kamera: Samsung Galaxy A07 memimpin dengan 50MP f/1.8 PDAF โ€” resolusi tertinggi dan autofocus tercepat. Redmi A7 Pro dan Poco C71 memiliki 32MP, Poco C81 Pro 13MP, dan Infinix Smart 20 hanya 8MP. Namun, Infinix Smart 20 memiliki dual-LED flash dan perekaman 1440p@30fps โ€” sebuah kejutan di kelasnya. Selfie camera: semuanya 8MP, kecuali tidak ada yang menonjol. Video: Samsung dan Redmi mampu 1080p@30/60fps (Samsung) dan 1080p@30fps (Redmi), Infinix 1440p@30fps, Poco C71/C81 Pro 1080p@30fps. Tidak ada DxOMark score untuk semua perangkat, jadi penilaian subjektif. Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A07 adalah pilihan paling seimbang dengan performa terbaik, software support terpanjang, dan kamera terbaik โ€” meskipun harganya paling mahal. Redmi A7 Pro adalah alternatif value terbaik dengan baterai jumbo dan 5G. Infinix Smart 20 cocok untuk yang ingin NFC dan desain tipis dengan harga murah. Poco C71 dan C81 Pro sebaiknya dihindari kecuali Anda benar-benar hanya butuh smartphone untuk telepon dan WhatsApp.
Infinix Smart 20

Infinix Smart 20

Rp 1.849.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท8 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07

Rp 2.199.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท50 MP
Xiaomi Poco C71

Xiaomi Poco C71

๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท32 MP
Xiaomi Poco C81 Pro

Xiaomi Poco C81 Pro

๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท13 MP
Xiaomi Redmi A7 Pro

Xiaomi Redmi A7 Pro

Rp 1.999.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท32 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Infinix Smart 20

โœ… Kelebihan
  • Harga paling murah di kelasnya (Rp1.849.000) โ€” dompet aman, hati senang
  • Layar 6.78 inci 120Hz dengan kecerahan 700 nits (HBM), tertinggi kedua di grup ini
  • Desain paling ramping: 7.7 mm, bobot tidak tercantum tapi jelas paling tipis
  • NFC tersedia โ€” langka di harga segini, bisa tap-tap bayar kopi
  • Dual-LED flash + perekaman video 1440p@30fps di kamera belakang (kelas harga ini biasanya cuma 1080p)
  • Ada FM radio dan jack audio 3.5mm โ€” untuk kaum puritan audio
  • Mendukung OTG dan microSD dedicated slot (tidak mengorbankan slot SIM)
โŒ Kekurangan
  • Chipset Mediatek Helio G81 Ultimate (12nm) โ€” arsitektur jadul, efisiensi energi kalah dari 6nm
  • GPU Mali-G52 MC2 hanya 2 core โ€” gaming kelas berat? Silakan berdoa dulu
  • Resolusi layar 720p dengan densitas 259 ppi โ€” teks terlihat agak kasar, mata teliti akan menangis
  • Kamera utama cuma 8MP โ€” di tahun 2026, ini seperti membawa kamera tahun 2018
  • Tidak ada data Antutu โ€” entah karena malu atau memang tidak diuji
  • Bluetooth version tidak jelas (cuma 'Yes') โ€” spek malas, red flag
  • Baterai 5200 mAh dengan charging 15W โ€” mengisi daya sambil menonton film satu babak
  • Tidak ada 5G โ€” sudah 2026, tapi masih 4G-only

Samsung Galaxy A07

โœ… Kelebihan
  • Chipset Mediatek Dimensity 6300 (6nm) โ€” paling modern dan efisien di grup ini
  • Skor Antutu device 533.135 โ€” jauh di atas pesaing (Redmi A7 Pro ~287K soc, tapi device score belum ada)
  • Antutu SoC Dimensity 6300: 264.289 (CPU 218K + GPU 46K) โ€” performa CPU terbaik di kelas
  • Dukungan software terbaik: 6 major Android upgrades + One UI 8 โ€” investasi jangka panjang
  • Kamera utama 50MP f/1.8 dengan PDAF โ€” resolusi tertinggi dan autofocus tercepat
  • Baterai 6000 mAh + fast charging 25W โ€” terbesar kedua dan charging tercepat
  • 5G support lengkap (n1/n3/n5/n7/n8/n26/n28/n40/n41/n66/n77/n78) โ€” future-proof
  • Bluetooth 5.3 + navigasi lengkap (GPS/GALILEO/GLONASS/BDS/QZSS)
โŒ Kekurangan
  • Harga Rp2.199.000 โ€” paling mahal di grup ini, selisih Rp350K dari Infinix
  • Tidak ada NFC โ€” mau bayar pakai HP? Pakai QRIS saja, atau bawa dompet
  • Bobot 199 gram โ€” bukan yang paling berat, tapi tetap terasa di kantong
  • Layar PLS LCD 650 nits typ / 800 nits HBM โ€” kalah tipis dari Infinix (700 nits HBM) dalam hal kecerahan
  • Resolusi 720 x 1600 (262 ppi) โ€” masih 720p, tidak ada kejutan
  • microSD menggunakan shared SIM slot โ€” pilih dua SIM atau satu SIM + kartu memori
  • Tidak ada jack audio 3.5mm? Tunggu โ€” ada kok, tapi tetap saja, ini bukan keunggulan
  • GPU Mali-G57 MC2 dengan skor GPU Antutu hanya 43.825 โ€” gaming kelas berat tetap harus turun setting

Xiaomi Poco C71

โœ… Kelebihan
  • Layar terbesar di grup: 6.88 inci dengan 120Hz โ€” nonton film makin imersif
  • Kamera utama 32MP f/1.8 โ€” resolusi tinggi untuk kelas entry-level
  • Bobot 193 gram โ€” paling ringan di antara semua produk yang ada data bobotnya
  • Harga kompetitif (tidak tercantum, tapi Poco C-series biasanya di bawah Rp1.8 juta)
  • Ada FM radio dengan fitur recording โ€” bisa rekam siaran radio
  • microSD dedicated slot โ€” tidak mengorbankan slot SIM
  • Android 15 (atau Go edition) dengan 2 major upgrade โ€” cukup untuk 2-3 tahun ke depan
โŒ Kekurangan
  • Chipset Unisoc T7250 (12nm) โ€” performa paling lemah di grup ini
  • GPU Mali-G57 MP1 hanya 1 core โ€” ini GPU terkecil yang pernah ada di smartphone 2025
  • RAM mulai dari 3GB โ€” varian terendah, multitasking akan terasa sesak
  • Tidak ada NFC โ€” lagi-lagi, bayar pakai QRIS
  • Kamera selfie 8MP โ€” standar, tidak ada peningkatan
  • Video maksimal 1080p@30fps โ€” tidak ada 1440p seperti Infinix
  • Kecerahan layar hanya 450 nits typ / 600 nits HBM โ€” paling redup di grup ini, di bawah sinar matahari akan seperti bercermin
  • Tidak ada 5G โ€” 4G-only, sudah ketinggalan zaman
  • Tidak ada data Antutu โ€” tidak diuji, atau hasilnya memalukan

Xiaomi Poco C81 Pro

โœ… Kelebihan
  • Layar 6.9 inci โ€” salah satu yang terbesar, dengan 120Hz dan 650 nits typ / 800 nits peak
  • Baterai 6000 mAh + reverse wired charging 7.5W โ€” bisa jadi power bank darurat
  • Dukungan software 4 major Android upgrades + HyperOS 3 โ€” lebih baik dari Poco C71
  • NFC tersedia (market/region dependent) โ€” tergantung region, tapi setidaknya ada harapan
  • microSD dedicated slot hingga 256GB โ€” fleksibel untuk penyimpanan
  • Navigasi lengkap: GPS/GALILEO/GLONASS/BDS
  • Harga kompetitif (tidak tercantum, tapi Poco C-series Pro biasanya di bawah Rp2 juta)
โŒ Kekurangan
  • Chipset Unisoc T7250 (12nm) โ€” sama persis dengan Poco C71, performa pas-pasan
  • GPU Mali-G57 MP1 โ€” 1 core, bukan untuk gaming serius
  • Kamera utama hanya 13MP f/2.2 โ€” paling rendah di grup ini (kecuali Infinix yang 8MP, tapi setidaknya Infinix punya dual-LED)
  • Bobot 208 gram โ€” paling berat di grup ini, seperti membawa batu bata kecil
  • Tidak ada 5G โ€” 4G-only
  • Tidak ada data Antutu โ€” tidak diuji
  • Resolusi layar 720 x 1600 (254 ppi) โ€” paling rendah densitasnya di grup ini
  • Tidak ada jack audio 3.5mm? Ada kok โ€” tapi tetap bukan keunggulan
  • Bluetooth 5.2 โ€” versi lama, kalah dari Redmi A7 Pro (5.4)
  • Tidak ada NFC di semua region โ€” 'market/region dependent' artinya bisa jadi tidak ada di Indonesia

Xiaomi Redmi A7 Pro

โœ… Kelebihan
  • Chipset Unisoc T8300 (6nm) โ€” proses fabrikasi paling modern bersama Dimensity 6300
  • Skor Antutu SoC 287.761 (CPU 245.947 + GPU 41.814) โ€” performa CPU terbaik kedua setelah Dimensity 6300
  • Baterai 6300 mAh โ€” terbesar di grup ini, tahan 2 hari pemakaian normal
  • Layar 6.9 inci 120Hz dengan 800 nits peak โ€” kecerahan tertinggi di grup ini
  • 5G support โ€” future-proof untuk jaringan masa depan
  • Bluetooth 5.4 โ€” versi terbaru di grup ini
  • Stereo speakers โ€” pengalaman multimedia lebih baik dari mono speaker
  • Dukungan software 4 major Android upgrades + HyperOS 3
  • Harga Rp1.999.000 โ€” di tengah-tengah, value terbaik
  • microSD dedicated slot + 6GB RAM option
โŒ Kekurangan
  • Tidak ada NFC โ€” mau tap-tap? Tidak bisa
  • Bobot 210 gram โ€” paling berat di grup ini (bersama Poco C81 Pro)
  • Kamera utama 32MP f/2.0 โ€” oke, tapi tidak ada ultrawide atau telephoto
  • GPU Mali-G57 MC2 dengan skor GPU 41.814 โ€” masih di bawah Dimensity 6300 (46.146)
  • Resolusi layar 720 x 1600 (254 ppi) โ€” masih 720p, teks agak kasar
  • Tidak ada data Antutu device โ€” hanya SoC score yang tersedia
  • Charging hanya 15W โ€” meskipun baterai 6300 mAh, mengisi penuh butuh waktu lama
  • Tidak ada jack audio 3.5mm? Ada โ€” tapi lagi-lagi, bukan keunggulan

Rekomendasi

Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07 adalah pemenang yang jelas di grup ini, meskipun harganya paling mahal (Rp2.199.000). Alasannya: (1) Chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor Antutu device 533.135 โ€” jauh mengalahkan semua pesaing, bahkan Redmi A7 Pro yang memiliki SoC score 287.761 hanya untuk chipset-nya saja; (2) Dukungan software 6 major Android upgrades โ€” investasi jangka panjang yang tidak dimiliki pesaing (Poco C81 Pro dan Redmi A7 Pro hanya 4, Poco C71 hanya 2); (3) Kamera utama 50MP f/1.8 dengan PDAF โ€” resolusi tertinggi dan autofocus tercepat; (4) Baterai 6000 mAh dengan fast charging 25W โ€” charging tercepat di grup ini; (5) 5G support lengkap. Kekurangan utama hanya NFC yang absen, tapi di kelas harga ini, itu trade-off yang wajar. Selisih harga Rp200K dari Redmi A7 Pro sebanding dengan performa dan software support yang jauh lebih baik.

Skor: 82/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Infinix
Infinix Smart 20
Samsung
Samsung Galaxy A07
Xiaomi
Xiaomi Poco C71
Xiaomi
Xiaomi Poco C81 Pro
Xiaomi
Xiaomi Redmi A7 Pro
Type
IPS LCD, 120Hz, 700 nits (HBM)
PLS LCD, 120Hz, 650 nits (typ), 800 nits (HBM)
IPS LCD, 120Hz, 450 nits (typ), 600 nits (HBM)
IPS LCD, 120Hz, 650 nits (typ), 800 nits (peak)
IPS LCD, 120Hz, 800 nits (peak)
Diagonal
6.78 inches, 109.5 cm2 (~82.9% screen-to-body ratio)
6.7 inches, 108.4 cm2 (~83.6% screen-to-body ratio)
6.88 inches, 112.4 cm2 (~84.1% screen-to-body ratio)
6.9 inches, 114.9 cm2 (~84.3% screen-to-body ratio)
6.9 inches, 114.9 cm2 (~84.3% screen-to-body ratio)
Resolution
720 x 1576 pixels, 19.5:9 ratio (~259 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~262 ppi density)
720 x 1640 pixels (~260 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~254 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~254 ppi density)
Build
Glass front, plastic back, plastic frame
Glass front, plastic back, plastic frame
โ€”
Glass front, plastic frame, plastic back
โ€”
Colors
BlackBlueOrangeTitanium
BlackViolet
BlackBlueGold
BlackGoldGreen
BlackBlueOrange
Weight
-
199 g (7.02 oz)
193 g (6.81 oz)
208 g (7.34 oz)
210 g (7.41 oz)
Dimensions
167.7 x 78.8 x 7.7 mm (6.60 x 3.10 x 0.30 in)
167.4 x 77.4 x 8.2 mm (6.59 x 3.05 x 0.32 in)
171.8 x 77.8 x 8.3 mm (6.76 x 3.06 x 0.33 in)
171.6 x 79.5 x 8.2 mm (6.76 x 3.13 x 0.32 in)
171.5 x 79.5 x 8.2 mm (6.75 x 3.13 x 0.32 in)