
Samsung Galaxy S26 Ultra
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy S26 Ultra
- Layar Dynamic LTPO AMOLED 2X 6.9 inci dengan resolusi 1440 x 3120 (500 ppi) dan refresh rate 120Hz adaptif, dilindungi Corning Gorilla Armor 2 dengan ketahanan gores Mohs level 6.
- Kamera quad 200MP (f/1.4, OIS) + 10MP telephoto 3x + 50MP periscope 5x + 50MP ultrawide, dengan DxOMark 157 (kamera) dan 142 (selfie) โ salah satu yang tertinggi di kelasnya.
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan skor AnTuTu device 3.548.336 (CPU 1.058.739, GPU 1.367.199) โ performa tertinggi di antara ketiga produk.
- Dukungan software terpanjang: Android 16 + 7 major upgrade One UI 8.5, plus build premium (Gorilla Glass Victus 2 + frame aluminium) dan IP68.
- Fitur konektivitas terlengkap: Wi-Fi 7 tri-band, Bluetooth 6.0, USB 3.2 DisplayPort 1.2, eSIM ganda, dan dukungan band 5G internasional yang luas.
- S Pen terintegrasi (tipikal seri Ultra) dan ekosistem Samsung yang matang, plus 60W wired + 25W wireless Qi2.2 + reverse wireless 4.5W.
- Harga paling mahal di antara ketiganya (sekitar Rp22.249.000 untuk 256GB) โ premium yang signifikan.
- Baterai 5000 mAh paling kecil di kelasnya, meski efisiensi Snapdragon 8 Elite Gen 5 membantu daya tahan.
- Pengisian daya 60W wired tertinggal jauh dari 100W milik Poco F9 Ultra dan iQOO 15 Ultra.
- Bobot 214 g dan dimensi 163.6 x 78.1 x 7.9 mm โ cukup berat untuk penggunaan satu tangan dalam waktu lama.
- Zoom optik hanya 5x (meski 200MP memungkinkan crop), sementara kompetitor menawarkan pendekatan serupa dengan harga lebih murah.
Xiaomi Poco F9 Ultra
- Baterai raksasa 8050 mAh Si/C Li-Ion โ kapasitas terbesar di antara ketiga produk, berpotensi memberikan daya tahan 1.5-2 hari penggunaan normal.
- Pengisian daya 100W wired + 50W wireless + 27W reverse wired + 22.5W reverse wireless โ kombinasi tercepat dan terlengkap.
- Layar AMOLED 6.9 inci dengan refresh rate 185Hz (tertinggi di kelas) dan peak brightness 4500 nits โ sangat baik untuk gaming dan outdoor.
- Kamera utama 200MP f/1.7 OIS + 50MP periscope 5x + 50MP ultrawide, dengan kemampuan video 8K@30fps dan slow-motion hingga 1920fps.
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan skor SoC AnTuTu 2.449.060 (CPU 1.096.583, GPU 1.352.477) โ hampir identik dengan iQOO 15 Ultra.
- Harga diprediksi jauh lebih agresif dibanding Samsung (khas lini Poco), menjadikannya value flagship yang menarik.
- Status masih 'Rumored' โ belum ada tanggal rilis resmi, sehingga ketersediaan dan harga final belum pasti.
- Bobot 238 g โ paling berat di antara ketiganya, dan back panel menggunakan glass-fiber reinforced plastic (bukan kaca penuh).
- Resolusi layar hanya 1200 x 2608 (416 ppi) โ paling rendah di kelas, meski refresh rate 185Hz mengimbangi.
- Dukungan software tidak disebutkan secara eksplisit (HyperOS 3), tetapi biasanya Poco hanya 3-4 major update, lebih pendek dari Samsung (7) dan iQOO (5).
- Kamera selfie 32MP tanpa autofocus, dan tidak ada skor DxOMark yang tersedia untuk validasi objektif.
- Tidak ada USB 3.2 (hanya USB Type-C standar) dan tidak ada DisplayPort โ transfer data lebih lambat.
vivo iQOO 15 Ultra
- Layar AMOLED 6.85 inci dengan resolusi 1440 x 3168 (508 ppi) โ densitas piksel tertinggi, plus refresh rate 144Hz dan peak brightness 8000 nits (tertinggi di kelas).
- Baterai 7400 mAh Si/C dengan 100W wired + 40W wireless + bypass charging โ kombinasi kapasitas besar dan pengisian cepat.
- Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan skor SoC AnTuTu 2.449.060 โ performa puncak setara Poco F9 Ultra, dan RAM hingga 24GB (varian 1TB).
- Kamera triple 50MP konsisten (wide f/1.9 OIS + periscope 3x f/2.7 OIS + ultrawide f/2.1 AF) โ fleksibel untuk berbagai skenario.
- Dukungan software 5 major Android upgrade (OriginOS 6) โ lebih baik dari Poco, meski masih di bawah Samsung.
- Sudah tersedia (rilis Februari 2026) dengan band 5G paling lengkap (termasuk 79, 80, 81, 83, 84, 89, 91-94) โ cocok untuk pengguna global.
- Refresh rate 144Hz + Dolby Vision + HDR10+ + HDR Vivid โ kombinasi terbaik untuk konsumsi konten HDR.
- Tidak ada skor DxOMark yang tersedia โ validasi objektif kualitas kamera tidak ada.
- Bobot 227 g dan ketebalan 8.7 mm โ cukup tebal dan berat, meski masih lebih ringan dari Poco F9 Ultra.
- Zoom optik hanya 3x (paling rendah di antara ketiganya) meski sensor 50MP membantu crop.
- Tidak ada slot microSD dan tidak ada jack audio 3.5mm โ sama seperti kompetitor, tapi tetap minus untuk sebagian pengguna.
- Bluetooth 5.4 (bukan 6.0 seperti Samsung dan Poco) โ sedikit tertinggal untuk konektivitas masa depan.
- Harga belum tersedia di data (null) โ sulit menilai value for money secara pasti.
Rekomendasi
Samsung Galaxy S26 Ultra memenangkan perbandingan ini karena kombinasi performa tertinggi (AnTuTu device 3.548.336 โ 45% lebih tinggi dari skor SoC mentah pesaing), kamera terverifikasi DxOMark 157/142, dukungan software terpanjang (7 major upgrade), dan ekosistem paling matang. Meskipun harganya paling mahal (Rp22.249.000) dan baterainya paling kecil (5000 mAh), efisiensi Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang dioptimalkan Samsung plus layar LTPO 120Hz membuat daya tahan tetap kompetitif. Untuk pengguna yang menginginkan flagship 'tanpa kompromi' dengan nilai jual kembali tinggi dan update jangka panjang, S26 Ultra adalah pilihan paling aman. Namun, jika prioritas adalah daya tahan baterai ekstrem dan harga agresif, Poco F9 Ultra atau iQOO 15 Ultra bisa menjadi alternatif yang sangat kuat โ dengan catatan Poco masih berstatus rumor.



