Telset.id – Ukraina secara resmi membuka program pendanaan untuk robot humanoid tempur, menandai langkah pertama di dunia yang mengkategorikan robot berkaki dua sebagai alat perang. Keputusan ini diambil melalui program Brave1, namun data medan perang menunjukkan bahwa teknologi robot beroda dan rantai masih mendominasi operasi militer di Ukraina.
Ukraina telah menjadi negara pertama yang mendanai pengembangan robot humanoid untuk keperluan pertempuran. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang mungkin belum memberikan hasil optimal dalam waktu dekat. Pasalnya, data dari medan perang Ukraina menunjukkan bahwa robot beroda dan rantai telah menjalankan lebih dari 66.000 misi sepanjang tahun 2026, sementara satu-satunya robot humanoid yang telah diuji tempur hanya mampu bertahan selama tiga jam dalam sekali pengisian daya.
Program Brave1 dan Pendanaan Robot Humanoid
Pengumuman ini disampaikan dalam acara Brave1 Advantage di Kyiv pada 2 Juli 2026. CEO Brave1, Andriy Hrytsenyuk, mengumumkan kompetisi hibah untuk robot humanoid berkaki dua buatan dalam negeri yang dirancang khusus untuk tugas militer. Desain yang memenangkan kompetisi dapat menerima hibah lebih dari ₴100 juta (sekitar $2,4 juta).
Brave1 sendiri didirikan pada April 2023 oleh enam kementerian dan kini sedang dalam proses transisi dari Kementerian Transformasi Digital ke Kementerian Pertahanan. Lembaga ini telah menjadi mekanisme utama Kyiv untuk menerjemahkan kebutuhan garis depan menjadi proyek rekayasa yang didanai.
Hrytsenyuk menggambarkan industri ini sebagai suatu keharusan bagi Ukraina. “Kami melihat seberapa cepat industri robotika humanoid berkembang di seluruh dunia, di China dan Amerika Serikat. Kami melihat bahwa robot semacam itu memiliki nilai untuk memperkuat kemampuan militer kami. Itulah sebabnya kami bergerak ke arah ini,” ujarnya.

Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov juga telah memberikan pandangannya menggunakan tiga kata: perang harus menjadi format di mana “teknologi melawan teknologi.” Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang Ukraina dalam mengadopsi teknologi canggih di medan perang.
Realitas Medan Perang: Robot Beroda vs Robot Humanoid
Meskipun ambisius, data medan perang menunjukkan kesenjangan yang signifikan antara teknologi yang ada dan yang diimpikan. Ukraina saat ini menjalankan ekosistem robot darat terbesar di perang aktif mana pun, dan tidak ada satupun yang berjalan dengan dua kaki.
Satu-satunya robot humanoid yang pernah dikerahkan di Ukraina adalah Phantom MK-1, buatan Foundation Future Industries yang berbasis di San Francisco. Robot ini hanya mampu membawa sekitar 20 kg, tidak memiliki lapisan anti air, dan menyediakan daya baterai sekitar dua hingga tiga jam. Sebagai perbandingan, misi infanteri biasanya berlangsung delapan hingga dua puluh empat jam, membuat robot ini kurang cocok untuk sebagian besar operasi tempur yang dilakukan Ukraina di sepanjang garis depan.
Ukraina telah mencapai kemajuan signifikan dengan robot beroda dan rantai, termasuk menahan serangan Rusia di posisi-posisi kunci dan merebut seluruh posisi benteng Rusia dengan bantuan drone dan robot darat. Ini menandai perebutan wilayah pertama di dunia yang dilakukan sepenuhnya oleh robot.
Investasi Ukraina dalam robot humanoid mungkin tidak menghasilkan keuntungan jangka pendek yang signifikan. Langkah ini justru menunjukkan bahwa Ukraina mengambil sikap berbeda, bahkan ketika Goldman Sachs memproyeksikan hampir 50.000 hingga 100.000 pengiriman robot humanoid non-tempur secara global tahun ini, sementara perencana militer membayangkan menempatkan satu robot di parit dalam waktu dekat.
Keputusan Ukraina untuk mendanai robot humanoid tempur menunjukkan bahwa negara tersebut bersiap untuk masa depan pertempuran yang lebih maju secara teknologi. Meskipun teknologinya masih terbatas saat ini, langkah ini menempatkan Ukraina di garis depan pengembangan robotika militer dunia.





Komentar
Belum ada komentar.