Ilustrasi pengemudi menggunakan sistem Full Self-Driving Tesla di jalan tol dengan tangan tidak memegang kemudi

NTSB Konfirmasi Pengemudi Tesla Override FSD di Kecelakaan Fatal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • NTSB konfirmasi pengemudi Tesla Model 3 secara manual override sistem Full Self-Driving (Supervised) dengan menginjak pedal akselerasi 100%
  • Kecelakaan fatal terjadi di Texas, menewaskan Martha Avila di rumahnya sendiri
  • Kecepatan kendaraan mencapai lebih dari 70 mph saat kecelakaan terjadi
  • Pedal rem tidak pernah diinjak dalam beberapa menit terakhir sebelum kecelakaan
  • Pengemudi Michael Butler didakwa manslaughter, keluarga korban ajukan gugatan wrongful death
  • NHTSA juga melakukan investigasi terpisah terhadap kecelakaan ini dan teknologi self-driving Tesla

Telset.id – Investigasi terbaru National Transportation Safety Board (NTSB) mengonfirmasi bahwa pengemudi Tesla Model 3 secara manual meng-override sistem Full Self-Driving (Supervised) sebelum kecelakaan fatal yang menewaskan seorang wanita di Texas. Temuan ini membantah laporan awal otoritas setempat yang menyebut sistem bantuan mengemudi otomatis Tesla masih aktif saat insiden terjadi.

Michael Butler, pengemudi Tesla Model 3, dilaporkan menginjak pedal akselerasi hingga 100 persen, yang secara otomatis menonaktifkan sistem FSD. Menurut penyelidikan awal NTSB, akselerasi tersebut membuat kecepatan kendaraan mencapai lebih dari 70 mph saat kecelakaan terjadi. Insiden ini terjadi pada Juni lalu ketika Butler menabrak rumah Martha Avila di Texas.

Temuan awal investigasi ini sejalan dengan pernyataan Kepala AI Tesla, Ashok Elluswamy, yang diunggah di X pada Juni lalu. “Dalam kasus ini, pengemudi secara manual meng-override self-driving dengan menekan pedal akselerasi hingga 100 persen di area perumahan ini,” tulis Elluswamy.

Yup. In this case, the driver manually overrode self-driving by pressing the accelerator all the way to 100% of the accel pedal in this residential area. They reached a speed of 73 mph during the crash, and had the accelerator pressed even after the crash.
— Ashok Elluswamy (@aelluswamy) June 22, 2026

Misteri terbesar yang masih belum terungkap adalah apa yang menyebabkan Butler menginjak pedal akselerasi hingga batas maksimal. Menurut laporan The Wall Street Journal, Butler mengaku sedang menyelesaikan pengiriman DoorDash saat kecelakaan terjadi. Ia mengatakan mengaktifkan FSD sambil mengganti musik di layar sentuh Tesla sebelum akhirnya “pingsan.”

Otoritas setempat tidak menemukan alkohol atau obat-obatan dalam sistem Butler. Namun, fakta mengejutkan lainnya adalah pedal rem tidak pernah diinjak sama sekali dalam beberapa menit terakhir sebelum kecelakaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengemudi tidak melakukan upaya pengereman sama sekali saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah korban.

Keluarga Avila telah mengajukan gugatan wrongful death pada 24 Juni, menuduh Butler dan Tesla lalai serta menuntut ganti rugi atas kematian wanita tersebut. Tidak lama kemudian, pada Juli, Butler didakwa dengan tuduhan manslaughter atau pembunuhan tidak berencana.

Kasus ini kembali menyoroti kelemahan sistem FSD (Supervised) yang seharusnya memerlukan pengawasan aktif dari pengemudi untuk melakukan belokan, perubahan jalur, dan navigasi ke tujuan. Meskipun ada perlindungan tersebut, beberapa kecelakaan yang melibatkan FSD telah menarik perhatian National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Seorang pengemudi menggunakan FSD di jalan tol dengan tangan tidak di kemudi

NHTSA saat ini sedang melakukan investigasi sendiri terkait kecelakaan di Texas ini. Sebelumnya, pada Oktober 2025, NHTSA juga membuka investigasi lebih besar terhadap teknologi self-driving Tesla. Hal ini menunjukkan bahwa regulator semakin serius mengawasi sistem bantuan mengemudi yang dikembangkan oleh produsen mobil listrik tersebut.

Investigasi NTSB konfirmasi bahwa sistem FSD tidak bertanggung jawab langsung atas kecelakaan tersebut, melainkan tindakan pengemudi yang meng-override sistem. Namun, pertanyaan mendasar tetap muncul: mengapa seorang pengemudi dengan sengaja menginjak pedal akselerasi hingga batas maksimal di area perumahan?

Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi self-driving terus berkembang, faktor manusia tetap menjadi variabel kritis dalam keselamatan berkendara. NHTSA investigasi terhadap kecelakaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana sistem FSD berinteraksi dengan pengemudi dalam situasi nyata.

Dampak dari kecelakaan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga korban, tetapi juga oleh industri otomotif secara keseluruhan. Kepercayaan publik terhadap teknologi self-driving bisa terpengaruh jika regulator menemukan kelemahan sistemik dalam cara Tesla memasarkan dan mengimplementasikan fitur FSD-nya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.