Honda Prologue berwarna biru terparkir di area parkir

Honda Resmi Hentikan Penjualan EV Satu-satunya di AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Honda resmi menghentikan penjualan Honda Prologue, satu-satunya EV yang dijual di AS
  • Penjualan akan berakhir setelah model tahun 2026, hanya dua tahun setelah peluncuran
  • Keputusan dipicu oleh berakhirnya insentif federal EV di AS
  • Tanpa Prologue, satu-satunya kendaraan tanpa emisi Honda di AS adalah CR-V e:FCEV yang hanya dijual di California
  • Prologue lahir dari kolaborasi dengan GM menggunakan platform Ultium yang kemudian ditinggalkan GM pada 2024
  • Honda telah membatalkan tiga model EV lainnya pada Maret 2026
  • Honda masih menjual EV kompak di Jepang dan China
  • Kenaikan harga bensin membantu stabilkan penjualan EV secara umum
  • California perkenalkan potongan harga instan untuk pembelian EV baru dan bekas
  • Honda demo EV generasi berikutnya pada November 2025 tapi tidak berkomitmen bawa ke AS

Telset.id – Honda secara resmi menghentikan penjualan Honda Prologue, satu-satunya mobil listrik (EV) yang mereka jual di Amerika Serikat. Langkah ini menandai akhir dari kehadiran EV Honda di pasar AS setelah model tersebut hanya bertahan selama dua tahun sejak peluncurannya pada 2024.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Honda kepada CarBuzz. Perusahaan akan mengakhiri penjualan Prologue setelah model tahun 2026 berakhir. “Honda akan mengakhiri penjualan Prologue akhir tahun ini setelah penyelesaian model tahun 2026,” demikian pernyataan resmi Honda kepada CarBuzz. Meski penjualan dihentikan, Honda memastikan dukungan penuh bagi pemilik Prologue melalui jaringan dealer, termasuk layanan, suku cadang, dan garansi.

Keputusan ini menjadikan Honda sebagai salah satu produsen mobil besar yang mundur dari pasar EV di AS. Tanpa Prologue, satu-satunya kendaraan tanpa emisi yang tersedia dari Honda di AS adalah Honda CR-V e:FCEV, sebuah mobil hidrogen fuel cell yang hanya dijual di California. Situasi ini sangat membatasi pilihan kendaraan ramah lingkungan bagi konsumen Honda di pasar terbesar dunia tersebut.

Prologue sendiri sebenarnya bukan mobil listrik yang gagal total. Menurut laporan Electrek, meskipun tidak setenar Tesla Model Y atau Model 3 pada tahun penjualan pertamanya, Prologue berhasil menjadi EV terlaris keenam di AS. Pencapaian ini menunjukkan bahwa permintaan pasar sebenarnya masih ada, namun faktor eksternal seperti kebijakan federal menjadi penyebab utama penghentiannya.

Kehadiran Prologue lahir dari kolaborasi unik antara Honda dan General Motors (GM). Honda berencana menggunakan platform baterai Ultium milik GM yang serbaguna untuk memulai transisi menuju penjualan EV secara dominan. Namun, rencana tersebut berubah drastis ketika GM akhirnya meninggalkan platform Ultium pada 2024 demi desain baterai lain. Perubahan ini memaksa Honda untuk fokus mengembangkan platform EV miliknya sendiri.

Baca Juga:

Setelah mengandalkan platform GM, Honda kemudian mendemonstrasikan beberapa EV generasi berikutnya pada November 2025. Namun, perusahaan tidak memberikan komitmen untuk membawa model-model tersebut ke AS. Sikap ini semakin dipertegas ketika Honda membatalkan tiga model EV lainnya pada Maret lalu, termasuk sedan dan SUV O. Pembatalan tersebut menandakan bahwa Honda kemungkinan besar akan menahan diri untuk tidak meluncurkan EV baru di AS dalam waktu dekat.

Faktor utama yang memicu penghentian Prologue adalah berakhirnya insentif federal untuk EV di AS. Tanpa dukungan pajak dari pemerintah, harga EV menjadi kurang kompetitif dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Kondisi ini membuat produsen mobil seperti Honda harus mengevaluasi ulang strategi mereka di pasar EV yang semakin sulit.

Meski demikian, ada sisi positif yang patut dicatat. Laporan menyebutkan bahwa kenaikan harga bensin justru membantu menstabilkan penjualan EV secara umum. Konsumen yang khawatir dengan biaya bahan bakar mulai beralih ke kendaraan listrik meskipun tanpa insentif federal. Di California, pemerintah bahkan baru saja memperkenalkan potongan harga instan untuk pembelian EV baru maupun bekas, memberikan sedikit kelegaan bagi pasar.

Bagi Honda, fokus kini beralih ke pasar lain. Perusahaan masih menjual EV kompak di negara-negara seperti Jepang dan China. Di Inggris, Honda juga merilis model Super-N yang menjadi EV termurah di sana. Langkah ini menunjukkan bahwa Honda tidak sepenuhnya meninggalkan bisnis EV, namun memilih untuk berkonsentrasi di pasar yang lebih mendukung transisi elektrifikasi.

Di sisi lain, penghentian Prologue menjadi pelajaran berharga tentang risiko ketergantungan pada kemitraan antar produsen. Ketika GM mengubah arah strateginya, Honda harus menyesuaikan diri dengan cepat. Kemitraan dengan QuantumScape untuk mengembangkan baterai solid-state menjadi salah satu upaya Honda untuk membangun fondasi teknologi EV yang lebih mandiri di masa depan.

Keputusan Honda ini juga berdampak pada jaringan dealer yang telah berinvestasi dalam infrastruktur penjualan EV. Meskipun Honda menjanjikan dukungan penuh, ketidakpastian tentang masa depan EV Honda di AS tentu menjadi kekhawatiran tersendiri. Konsumen yang telah membeli Prologue mungkin akan menghadapi tantangan dalam hal nilai jual kembali dan ketersediaan suku cadang jangka panjang.

Dari sudut pandang industri, langkah Honda mencerminkan realitas baru pasar EV global. Setelah gelombang optimisme yang melanda beberapa tahun lalu, kini banyak produsen mobil yang mengambil pendekatan lebih hati-hati. Faktor kebijakan pemerintah, infrastruktur pengisian daya, dan kesiapan konsumen menjadi pertimbangan utama sebelum meluncurkan model EV baru.

Meskipun demikian, perjalanan Honda di dunia EV belum berakhir. Perusahaan terus mengembangkan platform baterai sendiri dan menjajaki teknologi baru seperti baterai solid-state. Keputusan untuk tidak membawa EV generasi berikutnya ke AS mungkin bersifat sementara, menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

Bagi konsumen yang tertarik dengan EV Honda, pilihan saat ini sangat terbatas di AS. Honda CR-V e:FCEV yang hanya tersedia di California bukanlah solusi praktis bagi kebanyakan orang. Sementara itu, model-model EV Honda di Jepang dan China tidak dijual secara internasional. Situasi ini membuat Honda kehilangan pangsa pasar di segmen yang terus bertumbuh meskipun menghadapi tantangan.

Ke depannya, Honda perlu mengambil keputusan strategis yang jelas tentang komitmen mereka terhadap elektrifikasi di AS. Apakah akan kembali dengan platform mandiri, atau justru mencari mitra baru setelah pengalaman dengan GM? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan posisi Honda dalam industri otomotif yang terus berubah.

Yang jelas, penghentian Honda Prologue menjadi pengingat bahwa transisi ke kendaraan listrik bukanlah proses yang linear. Kebijakan pemerintah, dinamika industri, dan preferensi konsumen saling berinteraksi menciptakan lanskap yang kompleks. Bagi Honda, langkah mundur ini mungkin justru menjadi persiapan untuk lompatan yang lebih besar di masa depan.

[IMAGE]
Sebuah Honda Prologue berwarna biru terparkir di area parkir

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.