📑 Daftar Isi

Ilustrasi foto berwarna yang menampilkan mobil Waymo dengan latar belakang perkotaan.

Robotaxi Jadi Sarang Sampah: Perilaku Penumpang di Waymo dan Tesla

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Robotaxi dari Waymo, Tesla, dan Zoox menghadapi masalah kebersihan akibat perilaku penumpang yang seenaknya meninggalkan sampah, minuman tumpah, dan cairan tubuh.
  • Laporan Bloomberg mengungkap penumpang merasa tidak memiliki kewajiban sosial karena tidak ada sopir yang mengawasi.
  • Petugas darurat di Austin, Texas membuat kategori khusus "sleepers" untuk penumpang yang tertidur di dalam Waymo.
  • Seorang pengemudi Tesla ditangkap karena tertidur setelah pesta wine cooler dan pizza di dalam mobil self-driving.
  • Penumpang Waymo mengalami masalah bagasi karena kendaraan melaju pergi terlalu cepat setelah menurunkan penumpang.

Telset.id – Robotaxi yang seharusnya menjadi solusi transportasi masa depan kini menghadapi masalah baru yang tak terduga. Alih-alih menjadi moda transportasi yang nyaman, kendaraan otonom dari Waymo, Tesla, dan Zoox justru berubah menjadi sarang sampah karena ulah penumpangnya sendiri.

Fenomena ini terungkap dalam laporan Bloomberg baru-baru ini. Para penumpang robotaxi merasa tidak memiliki kewajiban sosial untuk menjaga kebersihan kabin karena tidak ada sopir yang mengawasi. Akibatnya, mereka seenaknya meninggalkan minuman tumpah, sisa makanan, dan bahkan cairan tubuh seperti muntahan di dalam kendaraan.

Masalah ini menjadi semakin kritis seiring bertambahnya jumlah robotaxi yang beroperasi di Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan robotaxi sendiri dianggap membebani sumber daya publik, sekaligus melatih masyarakat untuk bersikap semena-mena.

Perilaku Penumpang Semakin Buruk

Tidak hanya soal kebersihan, beberapa penumpang bahkan menggunakan robotaxi sebagai kamar tidur berjalan. Petugas tanggap darurat di Austin, Texas, menerima begitu banyak laporan tentang penumpang yang tertidur di dalam Waymo selama sembilan bulan pertama layanan tersebut beroperasi. Mereka bahkan harus menciptakan kategori baru khusus untuk “sleepers” atau penumpang yang tertidur.

Insiden yang lebih parah terjadi pada April lalu, ketika seorang pengemudi Tesla ditangkap polisi. Ia ditemukan tertidur di balik kemudi setelah menghabiskan wine cooler dan pizza sebelum akhirnya tertidur pulas. Kejadian ini menunjukkan bahwa fitur self-driving disalahgunakan untuk pesta pribadi.

Dampak pada Layanan Robotaxi

Permasalahan lain muncul ketika penumpang harus berurusan dengan bagasi. Seorang penumpang Waymo mengalami pengalaman tidak menyenangkan pada Mei lalu. Kendaraan otonom tersebut tiba-tiba melaju pergi dalam hitungan detik setelah menurunkan penumpang, meskipun masih ada tas di bagasi.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan layanan robotaxi dalam skala massal. Meskipun belum diketahui seberapa umum perilaku semacam ini, data dari Austin menunjukkan bahwa masalah ini cukup signifikan untuk memerlukan kategori pelaporan khusus.

Bagi pengguna yang menjadikan robotaxi sebagai bagian dari transportasi sehari-hari, situasi ini tentu sangat mengganggu. Kabin yang kotor dan berantakan jelas menurunkan kenyamanan perjalanan.

Ilustrasi foto berwarna yang menampilkan mobil Waymo.

Diskusi tentang dampak robotaxi terhadap masyarakat semakin mendesak. Perilaku penumpang yang buruk ini menunjukkan bahwa teknologi otonom belum sepenuhnya siap diadopsi secara luas. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik dari sisi teknologi maupun regulasi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi otonom, kamu bisa membaca Gen Z Makin Benci AI. Sementara itu, bagi yang penasaran dengan fitur terbaru di ekosistem Apple, simak Cara Aktifkan Fitur Bintang di iOS 27 untuk iPhone.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.