Telset.id – Tesla resmi meluncurkan layanan robotaxi Cybercab, hampir dua tahun setelah pertama kali memperkenalkan kendaraan tersebut. Perusahaan kini menawarkan layanan tumpangan Cybercab melalui aplikasi Robotaxi di iOS dan Android, namun opsi ini hanya tersedia di Austin, Texas.
Melalui situs resminya, Tesla mengumumkan bahwa pengguna dapat memesan layanan tumpangan otonom di enam kota, yaitu Austin, Dallas, Houston, Miami, Orlando, dan Tampa. Namun, pilihan Cybercab hanya muncul untuk pengguna di Austin. Bahkan di Austin, jenis kendaraan yang didapatkan pelanggan bergantung pada jumlah penumpang dan ketersediaan armada. Untuk saat ini, pelanggan tidak dapat memilih untuk mendapatkan Cybercab secara spesifik.
“Hail your car and use it for errands, commuting and more,” tulis Tesla di situsnya mengenai kendaraan tersebut. Perusahaan juga mengunggah cuitan di akun X resminya dengan narasi “The future has arrived in Austin” pada 3 September 2026, menandai dimulainya era transportasi otonom tanpa pengemudi.
Armada Cybercab di Texas
Berdasarkan laporan The New York Times, Tesla memiliki izin untuk mengoperasikan 314 kendaraan tanpa pengemudi di Texas. Sebagian besar armada tersebut adalah Model Y, sementara hanya 45 unit yang merupakan Cybercab. Belum jelas berapa banyak dari kendaraan tersebut yang beroperasi sebagai taksi dan berapa yang menjadi bagian dari upaya pengujian perusahaan.
Cybercab dirancang dengan otonomi penuh, tanpa setir dan pedal rem sama sekali. Tidak ada pengemudi yang mengendalikan kendaraan ini. Di bagian dalam, tersedia kursi bergaya bangku panjang yang dapat menampung hingga dua penumpang, serta layar sentuh besar di tengah dashboard. Meski hanya dua orang yang bisa duduk di bangku tersebut, Cybercab memiliki ruang bagasi yang cukup untuk membawa koper, skuter, dan barang-barang besar lainnya.
Baca Juga:
Rencana Penjualan Cybercab
Cybercab yang beroperasi di Austin saat ini dimiliki langsung oleh Tesla. Namun, perusahaan berencana menjual kendaraan ini di masa depan. Saat Tesla memperkenalkan model tersebut, Elon Musk menyampaikan visinya tentang masa depan di mana seseorang memiliki beberapa Cybercab dan mengelola armada yang dapat menghasilkan uang melalui jaringan berbagi tumpangan.
Kendaraan ini memang belum tersedia untuk dijual secara umum. Namun, Tesla telah membuka formulir minat bagi pihak-pihak yang ingin membantu perusahaan “membangun jaringan robotaxi”. Hal ini mengindikasikan bahwa Tesla akan menjual Cybercab terlebih dahulu kepada perusahaan yang dapat membeli armada dalam jumlah besar.

Peluncuran layanan ini menandai langkah signifikan bagi Tesla dalam mewujudkan visi transportasi otonom. Meskipun baru tersedia di Austin, kehadiran Cybercab sebagai layanan taksi tanpa pengemudi membuka babak baru dalam industri transportasi perkotaan. Bagi perusahaan yang tertarik menjadi bagian dari jaringan robotaxi Tesla, formulir minat telah tersedia sebagai langkah awal menuju kepemilikan armada Cybercab di masa mendatang.
Sebelumnya, Tesla juga sempat menjadi sorotan terkait berbagai isu keselamatan. Perusahaan pernah dikecam karena meredaksi data kecelakaan fatal yang menyebabkan investigasi terhambat. Selain itu, studi terhadap 500 ribu baterai EV menunjukkan bahwa performa baterai Tesla tertinggal dibandingkan kompetitor seperti Mercedes EQA. Meski demikian, peluncuran Cybercab ini menunjukkan komitmen Tesla untuk terus berinovasi di bidang kendaraan otonom.





Komentar
Belum ada komentar.