📑 Daftar Isi

BYD Racco kei car listrik diparkir di jalanan Himeji Jepang dengan latar kota

BYD Racco Kei EV: Uji Jalan Pertama di Jepang, Harga $13.000

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Racco adalah mobil kei listrik pertama dari pabrikan asing yang dikembangkan dari nol
  • Uji jalan pertama oleh Elliot Richards dari Everything Electric APAC memberikan ulasan positif
  • Harga mulai $13.000 sebelum insentif $1.000 dari pemerintah Jepang
  • Jarak tempuh hingga 199 mil (320 km), hampir dua kali lipat Nissan Sakura yang hanya 112 mil
  • Kabin luas dengan ruang kaki belakang lebih baik dari banyak SUV besar
  • Interior modular dengan kursi yang bisa dilipat menjadi van listrik mini
  • Torsi lebih rendah dari Sakura (160 Nm vs 195 Nm) namun performa cukup untuk jalanan Jepang

Telset.id – BYD Racco, mobil listrik murah seharga sekitar $13.000 yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang, mendapatkan ulasan positif dalam uji jalan pertama oleh media asing. Mobil kei car listrik ini dinilai nyaman, lapang, dan sangat cocok dengan karakter jalanan Jepang.

Pengujian dilakukan oleh Elliot Richards, presenter dari Everything Electric APAC, yang pergi ke Himeji, Jepang untuk mencoba BYD Racco selama satu hari. Menariknya, ini bukanlah peluncuran pers konvensional karena Elliot mengaku membayar sendiri biaya perjalanannya. Dengan demikian, pujiannya yang menyebut Racco sebagai “absolute banger” memiliki bobot lebih besar dibandingkan jika berasal dari uji media resmi yang sepenuhnya dibiayai dan biasanya sangat dikurasi.

Strategi BYD Menembus Pasar Kei Car Jepang

Pabrikan China biasanya memasuki pasar luar negeri dengan mengandalkan keunggulan tenaga, teknologi, dan jarak tempuh untuk mengalahkan pesaing. Namun, BYD tidak bisa menggunakan strategi tersebut untuk Racco karena regulasi kei car di Jepang membatasi ketat dimensi dan keluaran tenaga. Alhasil, BYD harus memenangkan pasar melalui kemasan, kepraktisan, dan perhatian terhadap selera lokal.

Racco merupakan mobil kei car penumpang mainstream pertama yang dikembangkan dari nol oleh pabrikan otomotif asing. Mobil ini dirancang untuk bersaing langsung dengan Nissan Sakura, mobil listrik terlaris di Jepang selama empat tahun berturut-turut hingga 2025.

Yang paling mengesankan dari BYD Racco adalah seberapa seriusnya BYD dalam mengikuti aturan main mobil kei car. Meskipun memiliki dimensi yang sama persis dengan Nissan Sakura, Racco berdiri lebih tinggi 5,7 inci (145 mm). Hal ini memberikan keuntungan signifikan dalam hal ruang kabin dan visibilitas.

Kabin Luas dan Modular ala BYD Racco

Bodi Racco yang tinggi dan berbentuk kotak, ditambah pintu belakang yang digeser secara elektrik, membuat mobil ini sangat mudah dimasuki penumpang. Posisi duduk yang tinggi memberikan visibilitas menyeluruh yang sangat baik ke segala arah.

Meskipun memiliki jejak kaki yang sangat kecil, ruang kaki belakang Racco dinilai lebih baik daripada banyak SUV yang jauh lebih besar. Jok belakangnya pun digambarkan sebagai “sangat nyaman”. Ini adalah pencapaian yang luar biasa untuk mobil sekelas kei car.

Interior Racco sangat modular. Kursi-kursinya dapat dilipat, direbahkan, atau dibalik ke depan untuk mengakomodasi kargo yang tingginya tidak biasa. Ketika semua kursi dilipat, Racco berubah menjadi van listrik mungil dengan lantai yang panjang dan hampir rata, serta area kargo berbentuk persegi yang berguna.

Sebagaimana layaknya mobil kei car pada umumnya, kabin Racco tergolong sederhana. Namun, Elliot menilai ini adalah salah satu interior terbaik dari BYD karena perusahaan justru menahan diri untuk tidak mengisinya dengan berbagai gimmick yang tidak perlu. Kenyamanan kursi depan dinilai sangat baik, dan mobil ini mudah dioperasikan berkat kontrol iklim fisik dan layar sentuh kecil yang mendukung Apple CarPlay.

Perbandingan Spesifikasi dengan Nissan Sakura

Di jalan, BYD Racco terasa sangat mirip dengan rival utamanya, Nissan Sakura. Kemudinya cukup responsif namun sedikit lunak, sementara remnya lebih tajam dari yang Elliot harapkan. Akselerasinya hanya sekadar cukup, tetapi dengan batas kecepatan perkotaan yang rendah dan jalan-jalan yang sempit di Jepang, Elliot menyimpulkan bahwa Racco memiliki semua performa yang dibutuhkan.

Kedua mobil ini memiliki tenaga yang sama persis karena diatur oleh regulasi kei car. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada spesifikasi teknis lainnya:

  • Nissan Sakura menggunakan baterai 20 kWh dengan jarak tempuh WLTC 112 mil (180 km)
  • BYD Racco menawarkan paket baterai 22,4 kWh dengan jarak tempuh 130 mil (210 km)
  • Varian tertinggi Racco menggunakan baterai 35,8 kWh yang mampu menempuh 199 mil (320 km)

Dari sisi torsi, Nissan Sakura mengungguli dengan 144 lb-ft (195 Nm), dibandingkan dengan BYD Racco yang hanya 118 lb-ft (160 Nm). Hal ini membuat Sakura terasa lebih lincah saat dikendarai. Namun, keunggulan jarak tempuh Racco yang hampir dua kali lipat menjadi nilai jual utama yang sulit diabaikan.

Harga BYD Racco dan Insentif Pemerintah

BYD Racco dibanderol mulai sekitar $13.000 sebelum memperhitungkan insentif mobil bersih Jepang yang hampir mencapai $1.000. Sementara itu, Nissan Sakura bisa menjadi sedikit lebih murah setelah subsidi yang lebih besar dari pemerintah Jepang untuk mobil domestik diterapkan.

Masuknya BYD ke segmen kei car listrik ini menjadi tantangan serius bagi dominasi Nissan Sakura. Dengan harga yang kompetitif dan jarak tempuh yang jauh lebih unggul, Racco berpotensi mengubah peta persaingan mobil listrik mungil di Jepang.

Uji jalan pertama ini menunjukkan bahwa BYD berhasil mengeksekusi strategi yang tepat untuk pasar Jepang. Alih-alih bermain di liga tenaga dan teknologi, BYD memenangkan hati konsumen melalui kepraktisan, kenyamanan, dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pasar lokal. Pendekatan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pabrikan lain yang ingin menembus pasar kei car Jepang yang sangat unik dan diatur ketat.

Dengan keberhasilan awal ini, BYD membuktikan bahwa mereka bukan hanya pemain global yang agresif, tetapi juga pabrikan yang mampu beradaptasi dengan regulasi dan selera pasar yang berbeda. Racco mungkin bukan mobil yang paling bertenaga atau paling mewah, tetapi ia menawarkan paket yang paling tepat untuk kebutuhan mobilitas perkotaan Jepang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.