APPS

YouTube Uji Tombol “Stempel Waktu” untuk Berkomentar

Sigit Nugraha

Telset.id, Jakarta  – Menurut dokumen dukungan, YouTube sekarang sedang menguji tombol “stempel waktu” yang memungkinkan pengguna meninggalkan komentar di titik tertentu dalam video.

Platform seperti Soundcloud juga memiliki fitur yang memungkinkan untuk melihat stempel waktu di sepanjang lagu di mana pengguna meninggalkan komentar. Fitur itu berguna untuk memberikan konteks.

Selama ini YouTube sebenarnya sudah mengizinkan pengguna untuk meninggalkan komentar yang menyertakan stempel waktu. Namun, pengguna harus melakukannya secara manual. Saat ini, YouTube sedang memperbarui fitur tersebut.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset, Kamis (26/11/2020), YouTube menguji tombol stempel waktu yang memungkinkan pengguna meninggalkan komentar di titik tertentu dalam setiap video.

{Baca juga: Update Aplikasi YouTube, Fitur Barunya Makin Seru}

“Kami menguji cara yang lebih mudah untuk menambahkan stempel waktu video. Pengguna yang berkesempatan mengujinya akan melihat ikon baru saat menulis komentar yang bisa diketuk,” kata YouTube.

YouTube telah berupaya untuk membuat video di platform lebih kontekstual. Baru-baru ini, YouTube juga menyatakan akan menguji kemampuan fitur AI untuk membantu membuat bab secara otomatis.

{Baca juga: YouTube Segera Tampilkan Iklan Berbasis Audio}

Iklan YouTube Berbasis Audio

YouTube meluncurkan Iklan Audio untuk menjangkau penggemar musik dan Podcast (Foto: YouTube)

Selain fasilitas untuk konten video, YouTube bakal pula memperkenalkan iklan berbasis audio. Pengiklan akan diberi kesempatan untuk menjangkau pengguna YouTube yang mendengarkan musik dan para pendengar Podcast.

Fitur ini dihadirkan karena yang disukai orang-orang di YouTube adalah mendengarkan musik. Meskipun YouTube dikenal sebagai platform video, ada orang yang mengakses hanya untuk mendengarkan musik.

{Baca Juga: YouTube Bebaskan Pengguna Atur Kualitas Video Default}

Artinya, jika menyangkut iklan, beberapa perusahaan mungkin merasa sia-sia memasang pariwara berbentuk video. Sebab, banyak orang yang tidak menikmati video di YouTube, tetapi mendengarkan lagu.

Maka tidak terlalu mengejutkan jika YouTube akan memperkenalkan promosi berbasis audio. YouTube juga mengklaim bahwa eksperimen berbasis audio ini terbukti efektif. Mereka mengutip satu penguji awal iklan berbasis audio, Shutterfly.

YouTube melihat peningkatan advertorial sebesar 14 persen dan peningkatan kesukaan sebesar dua persen di antara audiens target. Meski demikian, hasil riset YouTube tak menjamin pengguna akan permisif dengan iklan audio. [SN/HBS]

 

Leave a Comment
Sigit Nugraha
Tags: videoyoutube