YouTube Segera Tampilkan Iklan Berbasis Audio

Iklan YouTube

Telset.id, Jakarta  – Setelah iklan video, YouTube bakal memperkenalkan juga iklan berbasis audio. Pengiklan akan diberi kesempatan untuk menjangkau pengguna YouTube yang hanya mendengarkan musik.

Satu hal yang disukai orang-orang di YouTube adalah mendengarkan musik. Meskipun YouTube dikenal sebagai platform video, ada orang yang mengakses hanya untuk mendengarkan musik.

Artinya, jika menyangkut iklan, beberapa perusahaan mungkin merasa sia-sia memasang pariwara berbentuk video. Sebab, banyak orang yang tidak menikmati video di YouTube, tetapi mendengarkan lagu.

Itulah kenapa tidak terlalu mengejutkan mengetahui bahwa YouTube akan memperkenalkan promosi berbasis audio.

{Baca juga: 13 Youtuber Gaming ‘Ngetop’ di Indonesia, Paling Seru dan Kocak}

“Streaming video musik di YouTube cukup tinggi. Sekira 50 persen yang mendengarkan musik setiap hari meluangkan waktu lebih dari 10 menit. Kami hadirkan solusi baru untuk iklan yang enak di dengar,” kata YouTube.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset, Sabtu (21/11/2020), YouTube juga mengklaim bahwa eksperimen berbasis audio ini terbukti efektif. Mereka mengutip satu penguji awal iklan berbasis audio, Shutterfly.

YouTube melihat peningkatan advertorial sebesar 14 persen dan peningkatan kesukaan sebesar dua persen di antara audiens target. Meski demikian, hasil riset YouTube tak menjamin pengguna akan permisif dengan iklan audio.

Iklan di YouTube Bakal Semakin Mengganggu?

Iklan di YouTube kabarnya bakal semakin mengganggu pengguna. Pasalnya, YouTube memastikan bahwa iklan jenis paruh putar bakal hadir di video dengan durasi lebih dari delapan menit.

Padahal sebelumnya, iklan jenis ini hanya berlaku di video berdurasi lebih dari 10 menit. Namun YouTube mengubah kebijakannya. Iklan paruh-putar tidak hanya akan ada di video berdurasi 10 menit, tapi juga pada iklan berdurasi mulai delapan menit.

“Sebelumnya, hanya video lebih dari 10 menit yang memenuhi syarat untuk iklan paruh-putar. Mulai akhir Juli 2020, video lebih dari delapan menit akan memenuhi syarat untuk iklan paruh-putar,” kata YouTube.

{Baca juga:  Siap-siap, Iklan di YouTube Bakal Semakin Mengganggu}

Sebagai bagian dari kebijakan ini, iklan paruh putar akan dinyalakan untuk semua video yang memenuhi syarat. Kreator konten yang tidak ingin menyertakan iklan ini akan memiliki opsi lain.

Opsi tersebut adalah menonaktifkannya secara manual untuk setiap unggahan baru. Namun demikian, tidak berarti bahwa kreator konten ingin memasukkan sedikit iklan karena sama dengan pendapatan.

“Iklan kadang-kadang bisa sedikit mengganggu. Kami membayangkan bahwa mungkin ada beberapa kreator konten yang khawatir bahwa hal itu dapat membuat pengguna malas membuka video,” ucap YouTube. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here