Review

Review Samsung Galaxy A32: Layar Kencang, Kinerja Kurang Greget

Muhammad Faisal Hadi Putra
Share

Telset.id – Samsung Galaxy A32 bisa dibilang sebagai salah satu “amunisi” terbaru Samsung untuk melawan dominasi para pemain China di Indonesia. Dibanderol dengan harga Samsung A32 terbilang cukup bagus, Samsung Galaxy A32 membawa fitur terkini yang bikin kami tertarik untuk melakukan review.

Samsung Galaxy A32 merupakan “versi murah” dari Galaxy A Series yang diboyong ke Indonesia beberepa waktu lalu. Harga Samsung A32 mulai dari Rp 3,5 jutaan. Dengan harga tersebut, smartphone ini sudah dibekali spesifikasi cukup mumpuni dan berbagai fitur menarik.

Kami merasa, HP terbaru Samsung ini dipersiapkan sebagai salah satu strategi untuk melawan merek-merek ponsel asal China yang “menghimpit” mereka di pasar smartphone Tanah Air, khususnya segmen menengah.

Asal tahu saja, Samsung kini berada di urutan kelima sebagai merek ponsel terlaris di Indonesia pada Q4-2020 menurut laporan IDC. Perusahaan asal Korea Selatan ini kalah dari Vivo, Oppo, Xiaomi, dan Realme yang secara konsisten merilis seri menengah dengan harga menarik di Indonesia.

{Baca juga: Review Samsung Galaxy A02: Baterai Besar, Tenaga Kurang}

Kami agak sedikit penasaran dengan performa Samsung Galaxy A32. Apakah ponsel ini cukup kuat untuk bisa bersaing dengan para “pendekar China”?

Well, untuk mengetahuinya, tim Telset akan mengujinya dalam review Samsung Galaxy A32, yang hasilnya bisa Anda baca secara lengkap berikut ini.

Desain dan Layar Galaxy A32

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Saat Samsung Galaxy A32 sampai di meja redaksi Telset, sejujurnya kami cukup menyukai tampilan dari HP ini. Secara desain, tampilan samsung A32 dibuat dengan pendekatan yang minimalis.

Bodi belakangnya cenderung polos tanpa ada ornamen ataupun warna-warni gradasi. Dibandingkan ponsel menengah yang ada sekarang, desainnya memang terlihat sangat sederhana. Tapi menurut kami, desain HP terbaru Samsung ini justru terlihat elegan dan berani “tampil beda” dari lainnya.

Ada empat pilihan warna yang diberikan Samsung pada bodi Galaxy A32, yaitu Awesome Violet, Awesome Black, Awesome Blue, dan Awesome White. Kebetulan, unit Samsung Galaxy A32 yang kami review berwarna hitam polos alias Awesome Black.

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Sesuai ekspektasi kami, Samsung Galaxy A32 benar-benar dirancang dengan desain dan build quality yang amat sederhana. Tak cuma warnanya saja, tapi pemilihan bahan dasarnya pun jauh dari kata premium.

Hampir sekujur tubuh Samsung Galaxy A32 terbuat dari bahan plastik. Meski demikian, hal tersebut tak berarti build quality dari ponsel ini rendah. Samsung Galaxy A32 punya bodi yang cukup bagus, nyaman digenggam, dan juga cukup ringan (sekitar 184 gram).

Tapi tetap saja, ada beberapa kekurangan di sini yang kami rasakan. Jelas, bodi Galaxy A32 sangat mudah tertempel noda sidik jari yang membuatnya terlihat cukup kotor dan kurang nyaman dilihat. Kami anjurkan untuk sering-sering membersihkannya.

Apalagi, Samsung cukup pelit karena tidak menyertakan softcase gratis pada paket pembelian. Kelemahan Samsung A32 lainnya, bodi berbahan dasar plastik lebih rentan tergores apabila terjatuh di permukaan yang keras, ataupun terkena benda-benda kecil yang tajam, seperti kunci saat mengontonginya.

Masih di bagian belakang, ada satu hal yang bikin kami suka dengan desain minimalis dari smartphone ini. Yaitu desain modul kameranya yang seakan menyatu dengan bodi perangkat.

Tak seperti ponsel kebanyakan yang punya frame kamera menonjol, Samsung Galaxy A32 justru memiliki modul yang benar-benar menyatu dengan bodi. Inilah yang membuatnya tampil elegan, meski kami harus rajin-rajin mengelapnya beberapa kali untuk menghilangkan noda sidik jari.

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Ke bagian depan, Samsung Galaxy A32 mengusung layar Super AMOLED berukuran 6,4 inci dengan resolusi Full HD+. Menariknya, layar tersebut telah mendukung refresh rate 90Hz yang kencang.

Anda dapat memanfaatkan fitur ini melalui pengaturan Display > Motion Smoothness. Ada dua pilihan di sana, Standard dan High. Pilih opsi High untuk merasakan sensasi smooth ketika menggunakan aplikasi maupun bermain game.

{Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan dari HP Terbaru Samsung Galaxy A52}

Saat kami berselancar di internet, Instagram, Twitter, dan chatting menggunakan WhatsApp, scrolling, ataupun mengetik pesan dan komentar sangatlah mudah dan lancar.

Tak hanya itu, layar Super AMOLED ini juga menampilkan warna-warna yang cerah, tajam, hitam pekat, dan terlihat dengan sangat baik saat ponsel digunakan di bawah sinar matahari yang terik.

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Satu lagi, layar Samsung Galaxy A32 juga telah mendukung pemindai sidik jari optik. Sayangnya, kecepatannya jauh dari kata sempurna. Respon dari sensor sidik jari ini cenderung lambat, tak secepat sensor serupa yang kami temukan di smartphone kelas menengah lain dari merek kompetitor.

Satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah mendaftarkan sidik jari yang sama beberapa kali. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi waktu pengenalan sidik jari ketika membuka kunci layar.

Spesifikasi dan Performa Samsung Galaxy A32

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Review samsung A32 berikutnya dari segi spek dan performa. Seperti yang sudah kami sebutkan tadi, Samsung Galaxy A32 ditenagai oleh prosesor kelas menengah yang cukup kuat dari MediaTek, yakni Helio G80. Prosesor dengan clock-speed maksimal 2.3 GHz ini dipadukan dengan RAM 6 GB/8 GB serta memori penyimpanan 128 GB yang dapat diperluas hingga 1 TB menggunakan microSD.

Selama menggunakan dan me-review Galaxy A32, kami merasa kinerjanya biasa-biasa saja. Ketika kami menggunakan aplikasi WhatsApp, Twitter, hingga Instagram, secara bergantian, ponsel ini masih dapat mengatasi perpindahan aplikasi dengan baik.

Tapi, ketika kami membuka Google Chrome, menonton YouTube, mendengarkan Spotify sambil chatting, hingga bermain game secara bergantian, smartphone ini tampak kewalahan. Seperti ada delay ketika kami melakukan scrolling, berpindah dari satu aplikasi ke lainnya, sampai ketika membuka bar notifikasi.

Menurut kami, MediaTek Helio G80 kurang mampu mengimbangi refresh rate layar yang cepat ketika beban kerjanya terlalu berat. Terbukti, ketika kami memanfaatkan fitur View Refresh Rate di Developer Options, kerap terjadi penurunan pada penyegaran layar Galaxy A32.

Kami pun melakukan pengujian menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu, 3DMark, dan PCMark. Lagi-lagi, skor yang diraih Samsung Galaxy A32 tak bisa dibilang memuaskan untuk ponsel dengan harga Rp 3,5 jutaan.

AnTuTu Benchmark

Saat diuji, skor Antutu Samsung Galaxy A32 meraih skor 180 ribuan saja. Perlu diingat, skor AnTuTu Samsung A32 ini bukanlah tolak ukur apakah ponsel bagus ataupun jelek.

3DMark

Sementara untuk 3DMark, smartphone ini meraih skor 1.636 poin untuk pengujian Sling Shot dan 1.313 poin untuk pengujian Sling Shot Extreme.

55% perangkat yang pernah diuji oleh 3DMark dapat dikalahkan oleh Galaxy A32 dalam pengujian Sling Shot. Sedangkan dalam pengujian Sling Shot Extreme, ponsel pintar ini 36% lebih baik dari perangkat yang diuji oleh aplikasi.

{Baca juga: Perbandingan Samsung Galaxy A52 vs Samsung Galaxy A72: Bagus Mana?}

Pengujian dari 3DMark sendiri menunjukkan kalau Samsung Galaxy A32 punya kinerja yang cukup baik dalam hal pengolahan grafis maupun bermain game Android. Hal ini pun dapat kami buktikan ketika bermain beberapa game populer selama melakukan review Samsung Galaxy A32.

Game Mobile Legends, PUBG Mobile, dan COD Mobile dapat dimainkan dengan lancar di 30 FPS. Namun untuk urusan grafis, Anda tak bisa main game di pengaturan “rata kanan”, karena hanya pengaturan standar dan menengah saja yang bisa dijalankan oleh HP terbaru Samsung ini.

PCMark

Pengujian lainnya, kami menggunakan aplikasi PCMark. Aplikasi ini menyimulasikan penggunaan normal dari pengguna, seperti berselancar di internet, bekerja, melakukan video conference, dan lain sebagainya. Hasilnya, lagi-lagi Galaxy A32 meraih skor yang biasa-biasa saja, yaitu 5.753 poin.

Baterai

Samsung Galaxy A32 review selanjutnya membahas baterai. Ditopang oleh baterai berkapasitas 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 15W, daya sebesar ini sangatlah cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Lewat pengujian baterai dalam review Samsung Galaxy A32, smartphone ini mampu bertahan sampai kurang lebih 16 jam untuk memutar video YouTube tanpa henti sampai baterainya benar-benar habis (0%).

Sementara saat kami mengujinya menggunakan fitur Work 2.0 battery life di aplikasi PCMark, ponsel ini sanggup bertahan hingga 12 jam 53 menit. Catatan waktu ini memperlihatkan screen on time dari Samsung Galaxy A32.

Buat Anda yang belum tahu, screen on time merupakan variabel yang merujuk kepada baterai smartphone bertahan dalam kondisi layar aktif dalam sekali charge atau baterai penuh.

Dapat dibayangkan, apabila Anda hanya menggunakan ponsel sesekali saja dengan screen on time sekitar 6 – 7 jam, mungkin baterai Galaxy A32 jauh lebih awet lagi.

Lalu, bagaimana dengan kecepatan charging-nya? Tentu tak banyak yang bisa diharapkan dari kekuatan fast charging 15W. Apalagi, kami terbiasa menggunakan ponsel dengan fast charging 40W ke atas, tentu saja mengecas ponsel ini terasa sangat lama.

Dari penghitungan menggunakan aplikasi Battery Log, dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mengisi baterai dari 2% sampai penuh.

Kamera Samsung A32

Samsung Galaxy A32 (Foto: Suryadjaya/ Telset.id)

Review Samsung Galaxy A32 kami lanjutkan dengan membahas aspek kameranya. Smartphone ini memiliki kamera utama dengan sensor 64MP di bagian belakang. Kamera ini dikombinasikan dengan kamera ultra wide 12MP, kamera makro 5MP, dan kamera depth 5MP. Sementara kamera depan, beresolusi 20MP.

Kamera 64MP pada ponsel ini mengambil gambar dengan skema pixel binning yang menjadikan foto yang ditangkap memiliki resolusi 16MP. Foto tersebut punya detail yang bagus, komposisi warna yang baik, serta dynamic range yang luas.

Kamera Galaxy A32 juga memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memotret di malam hari, Dibantu oleh fitur Night Mode, foto malam yang dihasilkan punya noise yang minim serta kualitas warna dan detail yang gak malu-maluin.

Sementara untuk kamera ultra wide, foto yang dihasilkan memiliki kekurangan pada aspek detailnya. Untuk warna masih oke dan enak untuk dilihat, namun saat foto diperbesar beberapa kali, detailnya terlihat cukup kurang.

Kamera makro dan depth di sini merupakan pelengkap yang pas. Menggunakan sensor 5MP alih-alih 2MP seperti smartphone kelas menengah pada umumnya, kami dapat dengan mudah mengambil foto portrait dan makro berkualitas baik.

{Baca juga: 5 Fitur Utama Samsung Galaxy A52, dari Layar 90Hz Hingga OIS}

Khusus untuk pemotretan menggunakan mode portrait, kami dapat dengan mudah menyesuaikan kedalaman foto (blur) hingga mengganti efek bokeh di latar belakang menggunakan fitur editing setelah pengambilan foto terjadi.

Sementara untuk kamera selfie 20MP, foto yang dihasilkan menampilkan detail yang bagus, dan kualitas warna yang akurat. Meski dibantu oleh fitur Beautify berbasis AI untuk “memperbaiki” wajah, namun efek yang diberikan tidaklah berlebihan.

Terkait video, Samsung Galaxy A32 mampu mengambil gambar di kualitas maksimal 1080p @30 FPS untuk kamera depan dan belakang. Sayang, tidak seperti Galaxy A52 dan Galaxy A72, tidak ada OIS atau optical image stabilization di sini.

Kesimpulan

Samsung Galaxy A32 (Foto: Surya/ Telset.id)

Review Samsung Galaxy A32 kami tutup dengan kesimpulan. Jujur, smartphone ini sebenarnya bagus dan kami rasa bisa bersaing dengan ponsel lain di kelasnya yang diluncurkan oleh pesaingnya, seperti Oppo, Xiaomi, Realme, Vivo, dan lain sebagainya.

Desainnya sudah kekinian dan elegan, kami suka dengan desain Samsung Galaxy A32 meski mudah kotor akibat jejak sidik jari yang menempel. Layarnya pun kencang berkat refresh rate 90Hz yang memberikan pengalaman smooth kepada pengguna.

Smartphone ini juga memiliki baterai dengan daya tahan luar biasa, serta kamera serbaguna dengan kemampuan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Apalagi, Samsung juga menyertakan fitur NFC untuk memudahkan bertransaksi secara cashless.

Hanya saja, kinerja menjadi satu-satunya masalah dari Samsung Galaxy A32. Smartphone ini terasa laggy, apalagi saat kami berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Alhasil, pengalaman smooth yang kami harapkan dari layar 90Hz seolah “dirusak” oleh kinerjanya yang kurang maksimal.

Meski demikian, sekali lagi, Samsung Galaxy A32 memiliki kelebihan yang tak boleh Anda lewatkan begitu saja. Mulai dari desain, layar, baterai, hingga kamera yang berkualitas.

Kelebihan Samsung A32

+ Desain elegan

Ponsel nyaman digenggam

+ Build quality bodinya terbilang bagus

+ Layar Super AMOLED berukuran besar

+ Layar sudah 90Hz

+ Baterai berkapasitas besar

Baterai tahan lama

Kamera depan dan belakang berkualitas

+ Sudah ada NFC

Kekurangan Samsung A32

Bodi mudah kotor

Tidak terlihat premium

Kinerja biasa saja

TELSET RATING: 8.0/10

SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY A32
Rilis Maret 2020
Network 2G, 3G, 4G
OS Android 11, One UI 3.0
Chipset Helio G80
CPU Octa-core (2×2.0 GHz Cortex-A75 & 6×1.8 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G52 MC2
RAM 4 GB/ 6 GB/ 8 GB
Memori 128 GB/ 256 GB
Dimensi 158.9 x 73.6 x 8.4 mm (6.26 x 2.90 x 0.33 in), 184 gram
Layar 6.4 inci FHD+ Super AMOLED, 90 Hz refresh rate
Kamera Utama 64MP, 12MP (Ultra Wide), 5MP(macro), 5MP (Depth)
Kamera Depan 32 MP
Beterai 5000 mAh, 15W Fast Charging
Warna Awesome Violet, Awesome Blue, Awesome Black, dan Awesome White
Harga Rp 3,5 juta  – Rp 3,7 juta
Leave a Comment