Review Redmi Note 8 Pro: Comeback Sempurna dari Xiaomi

Kamera

Sudah jadi seri pertama dengan MediaTek Helio G90T dan seri Redmi pertama dengan NFC. Seolah belum cukup, Xiaomi menjadikan Redmi Note 8 Pro sebagai smartphone pertama dengan kamera 64MP di Indonesia.

Jadi, smartphone ini total memiliki lima kamera. Empat kamera belakang, dan satu kamera depan yang disimpan di notch berbentuk Dot Drop.

Mari membahas konfigurasinya terlebih dahulu, dimulai dari kamera belakang. Smartphone ini punya empat kamera belakang, masing-masing adalah 64MP aperture f/1.8 dengan sensor Samsung ISOCELL GW1, lensa 8MP ultrawide 120°, 2MP lensa macro, dan 2MP lensa depth

Keempat kamera tersebut telah didukung oleh teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama AI Scene Detection. Khusus untuk lensa ultrawide, terdapat AI tambahan bernama AI Ultra wide-angle mode.

Secara default, kamera Redmi Note 8 Pro menangkap gambar di resolusi 16MP. Pasalnya, smartphone ini mengadopsi teknologi Tetracell atau teknologi yang memadatkan piksel foto, sehingga detail dan kualitas foto pun menjadi berkualitas baik.

Pun begitu, pengguna tetap dapat mengambil foto real 64MP dengan menggunakan mode 64MP. Mode ini benar-benar menghasilkan foto di resolusi 64MP dengan detail yang bagus meski telah diperbesar beberapa kali. Bahkan, ketika diperbesar, otomatis sistem kamera menampilkan notifikasi “HD Preview”. Berikut hasil fotonya:

Kamera 16MP (Lensa 64MP)

Kamera 64MP

Lensa ini pun mendukung Night Mode. Mode ini menggabungkan kemampuan lensa 64MP, bukaan yang besar, dan algoritma HDR untuk menghasilkan foto malam yang bagus, minim noise, dan detail serta komposisi warna yang pas. Berikut beberapa hasil fotonya:

Night Mode

{Baca juga: Menjajal Kemampuan Ultra Dark Mode di Kamera Oppo Reno2}

Lensa ultrawide 8MP pada umumnya sangat cocok untuk membantu pengguna menangkap foto dengan jangkauan super luas. Akan tetapi, beberapa lensa wide yang disuguhkan saat ini menghasilkan foto yang cenderung cembung dan terdapat distorsi di sudut-sudut fotonya.

Namun, lensa ultrawide smartphone ini memberikan kualitas yang patut untuk diapresiasi. Hasilnya tidak terlihat cembung, dan berhasil memenuhi kepuasan kami dalam mengabadikan momen yang jauh lebih besar. Berikut hasil fotonya:

Kamera Ultrawide

Sementara dua lensa lain, yakni makro dan depth, cukup berguna bagi Anda yang suka foto-foto macro ataupun portrait. Khusus untuk makro, Xiaomi mengklaim kalau pengguna bisa mengambil foto lebih jelas dalam jarak lebih dekat sampai 2cm. 

Well, sebenarnya 2cm terbilang sangat dekat. Sebab, dalam prakteknya, kami cukup kesulitan mendapatkan fokus yang baik ketika jarak di bawah 4 – 5cm. Namun ketika mengambil foto makro di atas 5cm, hasilnya terbilang baik. Berikut hasil fotonya:

Kamera Makro & Depth

Untuk kamera depan, smartphone ini dibekali kamera 20MP f/2.0 yang didukung fitur AI Portrait Selfie dan AI Scene Detection. Fitur ini, mampu mempercantik, menghaluskan, dan “memperbaiki” wajah pengguna saat selfie.

Kualitasnya juga cukup baik, standar lah untuk smartphone yang tidak “menjagokan” kamera depan dalam iklannya. Akan tetapi, terkadang wajah saat selfie terlihat jauh lebih mulus dan sangat terlihat telah “dimanipulasi”. Berikut beberapa fotonya:

Satu lagi, satu lagi soal foto. Ada fitur menarik yang sangat bermanfaat bagi Anda yang suka foto gedung atau landscape. Fitur ini bernama AI Skycaping.

Jadi, fitur ini memanfaatkan kecanggihan AI untuk memudahkan pengguna mengganti nuansa langit pada foto. Hebatnya, ubahan pada langit terlihat natural, dan tidak terlihat editan sama sekali. 

Untuk menggunakannya, Anda cukup masuk ke galeri foto, pilih foto yang ada langitnya, kemudian edit. Lalu, pilih filter, dan atur filter langit sesuai keinginan Anda. Nih foto-foto dari AI Skycaping:

Skycaping

{Baca juga: Soloop, Aplikasi Editing Video Khusus untuk Oppo Reno2}

Bagaimana dengan kualitas videonya? Kamera Redmi Note 8 Pro mampu merekam video hingga maksimal 1080p di 60fps atau 4K di 30fps. Sayang, Xiaomi tidak memberikan OIS (Optical Image Stabilization) atau EIS (Electronic Image Stabilization) pada smartphone ini, dan hanya memberikan fitur Image Stabilization saja.

But hey!! Ini cuma smartphone Rp 3 jutaan saja, jadi sudah bersyukur harusnya dengan fitur Image Stabilization. “Terus, goyang gak kalau ambil video sambil jalan?” Netizen pasti ada yang bertanya seperti itu.

Karena tidak ada OIS dan EIS seperti Oppo Reno2, maka hasilnya ya apa adanya. Goyang, memang pasti, tapi kalau Anda mengambil video dengan tambahan aksesoris seperti gimbal, hasilnya bagus kok

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -