Review Redmi Note 8 Pro: Comeback Sempurna dari Xiaomi

Pengalaman Gaming

Saat mendengar kalau Note 8 Pro menggunakan MediaTek Helio G90T saat peluncuran di Indonesia, ada seseorang berkata “waduh MediaTek? Panas gak tuh?”.

Sudah lekat di pikiran konsumen Indonesia, kalau prosesor MediaTek itu lemot, cepat panas, dan lain sebagainya. Intinya, apabila konsumen mendengar kata “prosesor MediaTek”. Mereka langsung memandangnya sebelah mata dan cenderung “meremehkannya”.

Itupun diakui oleh perwakilan MediaTek. MediaTek mengatakan bahwa penyebab adanya anggapan tadi adalah minimnya promosi dibandingkan kompetitor.

Makanya, sejak awal kami menggunakan Redmi Note 8 Pro, concern utama kami adalah main game berat untuk mengetahui panas atau tidak smartphone ini. Kami memainkan dua game, yakni COD Mobile dan F1 Mobile.

{Baca juga: Gaming Test Samsung Galaxy A80: 5 Game Terberat Dilibas Habis}

Khusus COD Mobile, kami memainkannya dengan grafis rata kanan, yakni Graphics Very High dengan Frame Rate Very High. Sedangkan F1 Mobile, biasanya menyesuaikan grafis dan frame rate sesuai kemampuan smartphone.

Nyatanya, anggapan kalau prosesor MediaTek cepat panas tidak terlalu kami rasakan. Hangat, memang, tapi kami rasa masih berada di batas normal. Berdasarkan perangkat heat gun yang kami miliki, suhu Redmi Note 8 Pro mencapai hanya mencapai 35 sampai 37 derajat ketika dipakai main game selama satu jam penuh.

Mengapa demikian, rupanya ada teknologi LiquidCool yang turut andil untuk menurunkan dan menstabilkan suhu smartphone. Teknologi ini mampu menurunkan temperatur prosesor hingga 4 sampai 6 derajat celcius.

Selain suhu yang masih terasa normal, pengalaman gaming kami pun cukup maksimal. COD Mobile dan F1 Mobile bisa dijalankan dengan lancar, tanpa adanya hambatan atau rasa lag saat bermain. Well done!

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -