Review Redmi Note 8 Pro: Comeback Sempurna dari Xiaomi

Spesifikasi

Redmi Note 8 Pro menjadi smartphone pertama yang ditenagai oleh prosesor MediaTek Helio G90T. Prosesor itu punya 8 core (2×2.05 GHz Cortex-A76 & 6×2.0 GHz Cortex-A55) dan GPU Mali-G76 MC4.

Buat Anda yang belum tahu, MediaTek Helio G90T merupakan prosesor khusus untuk gaming. Prosesor ini memiliki sejumlah teknologi untuk menunjang aktivitas gaming penggunanya.

Network Engine, Rapid Response Engine, Resource Management Engine hingga Picture Quality Engine adalah beberapa fitur yang dimiliki SoC high-end MediaTek ini.

Network Engine bermanfaat untuk membantu dan meningkatkan pengiriman data internet ketika pengguna bermain game online di kondisi jaringan yang lemah. Rapid Response Engine berguna untuk meningkatkan respon layar menjadi 16ms, dengan kondisi game dijalankan dalam 60fps.

Lalu, Resource Management Engine membantu pengelolaan sumber daya GPU atau CPU untuk memaksimalkan performa smartphone dan menjaga efisiensi daya baterai. Dan terakhir, Picture Quality Engine mampu meningkatkan kontras dan kecerahan berdasarkan konten yang ditampilkan.

Nah, prosesor ini dipadu dengan RAM 6GB, memori penyimpanan 64GB dan 128GB, baterai berkapasitas 4,500 mAh, dan last but not least, NFC! Pertanyaannya, bagaimana nih dengan performanya?

{Baca juga: Spesifikasi Lengkap Xiaomi Mi Note 10 Jelang Peluncurannya}

Seperti biasa, kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yaitu AnTuTu Benchmark versi 8, 3DMark untuk mengetahui performa GPU dan CPU, serta PCMark untuk mengetahui kemampuannya ketika digunakan untuk bekerja. 

Di AnTuTu Benchmark, Redmi Note 8 Pro berhasil mencatatkan skor sebesar 283 ribuan. Skor tersebut melebihi klaim Xiaomi atas Note 8 Pro ketika launching beberapa waktu lalu. “Skor AnTuTu mencapai 280 ribu poin,” begitu kira-kira kata Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse.

Sedangkan untuk 3DMark, smartphone ini masing-masing mencetak skor 34.235 poin untuk Ice Storm, Max untuk Ice Storm Extreme, 2.913 poin untuk Sling Shot, dan 2.376 poin untuk SLing Shot Extreme OpenGL ES 3.1 serta 2.446 poin untuk Sling Shot Extreme Vulkan.

Bagi kalian yang kurang mengenal 3DMark, benchmark ini untuk mengukur kinerja grafis serta GPU dan CPU dari smartphone

Ada beberapa pengujian, seperti Sling Shot dan Sling Shot Extreme yang biasa digunakan untuk menjajal kemampuan smartphone flagship dengan tolak ukur OpenGL ES 3.0 (Sling Shot) dan OpenGL ES 3.2 (Sling Shot Extreme). 

Di dalamnya, terdapat pengujian lain juga berupa render video, dan tugas grafis berat lainnya, termasuk menampilkan konten hingga maksimal 2560 x 1440 piksel 2K.

Terakhir PCMark Work 2.0 Performance, skornya adalah 10.103 poin. PCMark merupakan benchmark yang menyimulasikan tugas umum yang biasa diterima oleh smartphone. Sebut saja seperti mengolah data, multitasking, dan lainnya.

Tadi kami sebut baterai 4,500 mAh. Well, baterai tersebut didukung pengisian cepat 18W, dan Note 8 Pro menjadi Redmi Note pertama yang punya charger dengan dukungan fast charging 18W di dalam box.

Soal daya tahan sih, kami benar-benar capek menghabiskannya. Sebab, Redmi Note 8 Pro berhasil bertahan hingga 19 jam lebih dengan screen on time mencapai 10 jam lebih. Kebayang dong, kalau screen on time kurang dari 10 jam? Pasti bisa bertahan hingga sehari penuh atau bahkan lebih.

Kalau untuk ngecas, sebenarnya 18W terhitung kecil dan cenderung biasa saja untuk mengisi baterai sebesar 4,500 mAh. Sebab, butuh waktu lebiih dari 2 jam lebih agar baterainya terisi penuh dari 4%. 

{Baca juga: Mengenal Teknologi Pengisian Cepat Oppo, VOOC Flash Charge}

NFC! Kenapa kami semangat sekali? Xiaomi mendengar masukan dari para Mi Fans dan awak media, yang menyarankan kalau NFC wajib dimasukkan ke segmen menengah. Brand itu pun memutuskan untuk menghadirkannya di Redmi Note 8 Pro, dan menjadikannya sebagai Redmi pertama yang punya NFC.

Mengapa wajib hadirkan NFC? Di zaman serba cepat seperti sekarang, makin banyaknya pengguna commuterline, MRT sampai busway, tentu kehadiran emoney sangat dibutuhkan. Biasanya, ketika saldo habis, pilihan untuk mengisinya adalah di Alfamart atau Indomaret, ATM yang mendukung NFC atau ke merchant yang mendukung pengisian saldo.

Tapi, dengan adanya smartphone NFC, pengguna bisa dengan bebas mengisi saldo di ecommerce yang mendukung. Tidak perlu repot kan?

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -