Review Redmi Note 7: Ketahanan Bodi dan Baterai Jempolan

Redmi Note 7
Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Telset.id – Harga yang murah dengan spesifikasi mumpuni merupakan hal yang paling menarik perhatian konsumen smartphone di Indonesia. Makanya, sejumlah brand yang memasarkan produknya di Indonesia menerapkan strategi smartphone “murmer alias murah meriah, termasuk Redmi saat meluncurkan Redmi Note 7.

Ya, sub-brand Xiaomi ini baru saja merilis smartphone pertama mereka setelah resmi “pisah” dari Xiaomi.

Xiaomi sendiri merupakan brand yang sudah lama dikenal dengan smartphone yang memiliki spesifikasi tinggi dengan harga yang terjangkau.

{Baca juga: Review Huawei P30 Pro: Kamera Masih Jadi Andalan}

Nah, saat pertama kali diperkenalkan, Redmi Note 7 langsung membuat kejutan. Bagaimana tidak, smartphone ini “cuma” dihargai Rp 1,9 jutaan saja untuk versi paling rendahnya.

Padahal, Redmi Note 7 dibekali spesifikasi handal dan didukung oleh berbagai fitur serta teknologi yang mumpuni. Tapi, apa benar smartphone ini punya spesifikasi handal dan mumpuni?

Well, sekarang tim Telset.id akan mengulas smartphone ini secara lengkap dengan membahas sisi desain, layar, spesifikasi, hingga urusan kameranya dalam review Redmi Note 7 berikut ini. Yuk simak!

Desain

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Jujur, kalau soal desain sebenarnya tidak ada yang spesial dari Redmi Note 7. Sebab, desain Redmi Note 7 terbilang mainstream karena sudah diadopsi oleh sebagian besar smartphone kelas menengah yang beredar saat ini.

Bagian depan misalnya, Redmi Note 7 punya desain layar memanjang dengan adanya notch atau poni yang berukuran kecil di bagian atasnya. Desain poni ini mirip-mirip dengan notch yang juga diadopsi oleh beberapa brand lainnya, seperti Oppo, Realme, Huawei, dll.

{Baca juga: 5 Fakta Redmi Note 7, Nomor 4 Paling “Greget”}

Yang berbeda justru adalah nama dari notch tersebut. Jika di Oppo disebut waterdrop notch, Realme dan Huawei dipanggil dewdrop notch, di Redmi Note 7 disebut sebagai “Dot Drop”.

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Masih bagian depan, bezel kiri dan kanan dari smartphone ini terbilang tipis. Namun jika berbicara soal bezel bagian bawahnya, masih terbilang cukup tebal seperti bezel Mi 8 Lite ataupun Pocophone F1. Wajar, smartphone menengah bukan flagship yang harganya nyaris puluhan juta rupiah.

Pindah ke bagian belakang, desain Redmi Note 7 juga “terinspirasi” dari smartphone menengah lainnya, sebut saja Huawei Nova 3i. Yang paling terlihat “kesamaannya” adalah frame kamera ganda, letak LED Flash, hingga posisi sensor sidik jarinya.

Meski demikian, Redmi melapisi body belakang yang berlapis panel kaca 2,5D Gorilla Glass 5 dengan warna yang kece. Kami memiliki unit berwarna Blue, dan meski tanpa “embel-embel” gradasi, warna biru pada smartphone ini terlihat cantik dan premium.

{Baca juga: Redmi Note 7 “Dihajar” Durian dan Semangka, Bisa Selamat?}

Di sisi desain, yang patut diapresiasi dari Redmi Note 7 justru build quality dari smartphone ini. Redmi Note 7 punya body dengan daya tahan yang jempolan.

“Kekuatannya” dibuktikan dengan beberapa video yang dirilis Xiaomi sebelum smartphone ini dirilis, seperti mampu menghancurkan semangka, dijatuhi durian utuh, sampai diinjak oleh seorang wanita menggunakan sepatu high heels.

Kami memang tidak menguji daya tahannya secara ekstrem seperti itu. Namun selama kami menggunakannya, smartphone ini sudah beberapa kali jatuh ke lantai, dan tidak ada “luka serius” pada body-nya.

Layar

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Redmi Note 7 mengusung layar berukuran besar, tepatnya 6,3 berjenis IPS LCD dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan aspek rasio mencapai 19,5 : 9. Seperti body belakang, layar ini juga dilapisi oleh panel 2,5D Gorilla Glass 5 yang tahan dari goresan benda-benda cukup tajam seperti kunci, uang koin, dan lainnya.

Untuk sebuah smartphone Rp 1,9 jutaan, spesifikasi layar Redmi Note 7 tergolong sangat baik. Karena biasanya, smartphone yang baru dirilis dengan rentang harga ini masih menggunakan layar beresolusi HD+.

{Baca juga: Gara-gara Ini, Redmi Note 7 “Batal” Punya Sidik Jari di Layar}

Secara kualitas, sebetulnya “11-12” dengan smartphone lain yang punya panel layar IPS LCD beresolusi sama. Nyaman dilihat mata, karena konten yang disuguhkan menampilkan warna dan detail yang baik, khususnya bagi penggemar game bergrafis tinggi seperti PUBG, Real Racing 3, PES 2019, dan lainnya.

Tapi ada satu yang cukup disayangkan, yakni fitur Auto Brightness yang tidak terlalu pintar menyesuaikan intensitas cahaya layar saat di dalam atau di luar ruangan, serta kondisi siang hari atau malam hari. But, secara overall, layarnya sangat berkualitas untuk sebuah smartphone Rp 1,9 jutaan.

Spesifikasi

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Dengan harga yang relatif murah, Redmi Note 7 sudah ditenagai oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 660 AIE atau Artificial Intelligence Engine. AIE merupakan chip khusus yang disematkan Qualcomm untuk sejumlah SoC high-end dan flagship Snapdragon saja.

Seperti Snapdragon 660, Snapdragon 710, Snapdragon 820, Snapdragon 821, Snapdragon 835, Snapdragon 845 hingga Snapdragon 855. Sederhananya, seluruh smartphone yang menggunakan prosesor dengan AIE memiliki teknologi AI hasil kombinasi software buatan brand atau OEM dan hardware Qualcomm untuk meningkatkan kinerja smartphone.

{Baca juga: Review Nokia 5.1 Plus: Murah, Tapi Gak Murahan}

Digunakan juga konfigurasi RAM 3GB/4GB, ROM 32GB/64GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Qualcomm Quick Charge 4 bertenaga 18W (9V/2A). Dengan kombinasi spesifikasi ini, kinerja Redmi Note 7 terbilang ngebut yang bisa kami buktikan lewat benchmark via AnTuTu Benchmark versi 7.

Berdasarkan benchmark yang kami gunakan, smartphone ini memperoleh skor 143.976 poin, dan itu merupakan skor yang tinggi sekali untuk smartphone dengan harga Rp 2 jutaan.

Mari bandingkan dengan smartphone di rentang harga Rp 2 jutaan yang pernah kami ulas, seperti Nokia 5.1 Plus, Realme 3, dan Samsung Galaxy J6+, nyatanya Redmi Note 7 unggul jauh. Menurut catatan kami, tiga smartphone tadi yang masing-masing mencetak skor 119 ribuan untuk Nokia 5.1 Plus, 132 ribuan untuk Realme 3, dan 42 ribuan untuk Samsung Galaxy J6+. Berikut grafis perbandingannya:

{Baca juga: Review Samsung Galaxy J6+ : Penampilan Oke, Performa Biasa Saja}

Selain menggunakan AnTuTu, kami juga mencoba gaming test dengan menjalankan aplikasi Game Bench untuk memainkan game bergrafis tinggi seperti PUBG hingga Life After. Berdasarkan benchmark, kedua game ini bisa dilibas di rata-rata di 26 fps.

Tadi sudah kami sebutkan bahwa Redmi Note 7 mendukung teknologi fast charging dari Qualcomm. Tapi sayangnya, Xiaomi tidak menyertakan charger yang mendukung teknologi tersebut, karena mereka hanya memberikan charger 5V/2A dalam paket pembelian.

{Baca juga: Review Realme 3: Desain Menarik, Performa Apik}

Alhasil, teknologi Qualcomm Quick Charge 4.0 di Redmi Note 7 terasa sia-sia. Berdasarkan pengujian kami, mengisi baterai 4,000 mAh Redmi Note 7 dari 1% hingga penuh membutuhkan 170 menit. Lama banget kan?

Namun apabila menggunakan charger 9V/2A, kami memperoleh waktu 127 menit untuk mengisi baterai dari 7% hingga penuh. Perbedaan yang sangat jauh. Mungkin ini bisa menjadi masukan bagi Xiaomi untuk memberikan charger yang mendukung teknologi fast charging dalam paket pembelian.

Meski begitu, dari sisi ketahanan daya, smartphone ini terbilang awet baterai. Berdasarkan pengujian langsung menggunakan aplikasi PCMark, smartphone itu mencatat waktu 12 jam 21 menit dengan baterai tersisa 15%. Itu terbilang awet, karena screen on-time pun tercatat di waktu yang sama.

Sistem Operasi

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Redmi Note 7 sudah berjalan di atas MIUI 10 berbasis Android 9 Pie. Sistem operasi ini terbilang smooth dan lancar digunakan di jagoan pertama Redmi tersebut.

Tapi ada kekurangan yang kami rasa sangat fatal pada MIUI 10, yaitu banyak iklan. Ya, lagi-lagi masalahnya masih banyak iklan yang mengganggu. Memang, smartphone Xiaomi terbilang murah di kelasnya, tapi apakah harus “mengorbankan” kenyamanan pengguna dengan menampilkan iklan di aplikasi bawaan untuk “menambah pemasukan”?

Iklan itu sendiri seperti adware yang muncul di aplikasi bawaan seperti File Manager, Assistant, Cleaner, hingga sistem pemindaian keamanan untuk setiap aplikasi baru yang di-install. Kami akhirnya seperti menggunakan aplikasi bajakan atau aplikasi gratisan dengan hadirnya serangkaian iklan yang mengganggu.

Apabila seandainya iklan itu tidak ada, MIUI 10 menjadi salah satu sistem operasi yang patut diperhitungkan karena UI-nya fresh, prosesnya smooth dan nyaman digunakan, serta kaya fitur. Masukan lagi nih buat Xiaomi.

Kamera

Foto: Aditya Helmi/Telset.id

Redmi Note 7 memiliki kamera ganda dengan sensor 48MP Isocell Slim GM 1 aperture f/1.8 sebagai lensa utama dan sensor 5MP aperture f/2.4 sebagai lensa depth. Saat kami menggunakannya, secara default Redmi Note 7 akan menghasilkan gambar 12MP.

Tapi, ada juga opsi untuk benar-benar mengaktifkan mode 48MP yang menghasilkan foto beresolusi sama. Caranya, dengan masuk ke mode Pro.

Namun menurut kami, hasil kamera 12MP jauh lebih detail dan punya kualitas yang lebih baik serta warna yang lebih tajam daripada menggunakan opsi kamera 48MP. Kok bisa?

{Baca juga: Sayang Sekali, Redmi Note 7 Pro Gak Masuk ke Indonesia}

Itu karena, sistem akan memadatkan atau memampatkan foto 48MP menjadi 12MP. Proses itu disebut Redmi sebagai 4-in-1 Super Pixel. Berikut hasil foto-fotonya:

Smartphone ini menawarkan cukup banyak fitur pada kameranya. Salah satunya adalah Night Mode yang memungkinkan pengguna mengambil gambar bagus di kondisi cahaya yang kurang atau malam.

Cara kerja mode ini adalah mengambil gambar selama beberapa detik, tergantung intensitas cahaya saat pengambilan gambar. Biasanya, makin gelap, maka proses pengambilan gambar akan makin lama.

Kemudian, seluruh gambar yang diambil tadi akan digabungkan menjadi satu foto yang bagus. Foto malam yang dihasilkan juga cukup baik, minim noise, detail yang baik, dan warna yang cukup tajam. Berikut beberapa hasil foto malamnya:

Untuk kamera depan, smartphone ini dibekali kamera 13MP aperture f/2.2 yang didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu mempercantik, menghaluskan, dan “memperbaiki” wajah pengguna saat selfie.

{Baca juga: Pamer Kekuatan, Bos Xiaomi Pecahkan Kenari Pakai Redmi Note 7}

Kualitasnya juga cukup baik, standar lah untuk smartphone yang tidak menjagokan kamera depannya. Akan tetapi, terkadang wajah saat selfie terlihat jauh lebih mulus dan sangat terlihat telah “dimanipulasi”. Berikut beberapa fotonya:

Kesimpulan

Pada umumnya, smartphone dengan harga Rp 1,9 jutaan hingga Rp 2 jutaan memiliki fitur yang terkenal biasa saja. Namun, kesan tadi seolah hilang saat kami menggunakan Redmi Note 7, yang sukses membuat kami terkejut dengan kemampuan yang disuguhkannya.

Meski desainnya terbilang mainstream, namun daya tahannya patut diacungi jempol. Kemudian spesifikasi dan performanya juga memberikan pengalaman baik kepada kami, khususnya di sektor baterai.

Lalu kameranya. Mana lagi smartphone di harga ini yang memberikan kamera utama 48MP sebagai salah satu daya tariknya? Kualitas foto yang diberikan pun sudah baik dan cukup berkualitas.

Ya, Xiaomi dan Redmi sukses membuat smartphone berharga terjangkau dengan performa dan kemampuan yang mumpuni bagi masyarakat Tanah Air. Great job!

KelebihanKekurangan
  • Harga Terjangkau
  • Daya tahan dan build quality body bagus
  • Layar dan body sudah dilapisi Gorilla Glass 5
  • Warna gradasi yang menarik
  • Layar berukuran besar dan Full HD+
  • Spek mumpuni dengan Snapdragon 660 AIE
  • Baterai tahan lama
  • Kamera 48MP
  • Kamera ada Night Mode
  • Desain mainstream dan cenderung “ikut-ikutan”
  • Belum diberikan charger 9V/2A atau yang mendukung Quick Charge 4.0
  • MIUI banyak iklan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here