Review Realme 6 Pro: Smartphone Menengah Berkelas “Flagship”

Kamera

Review Realme 6 Pro
Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Review Realme 6 Pro berikutnya masuk ke sektor kamera. Gak tanggung-tanggung, Realme memberikan 6 lensa kamera langsung pada Realme 6 Pro. Masing-masing empat kamera di belakang, dan dua kamera di depan. Tak salah, kalau Realme pun menciptakan slogan khusus untuk smartphone ini, yaitu “The Most Powerful 6-Camera Phone”.

Membahas soal konfigurasi kameranya, terdapat lensa 64MP aperture f/1.8 sebagai kamera utama, lensa telephoto 12MP yang mendukung 2x optical-zoom, 8MP lensa ultrawide, dan 2MP lensa makro. Sedangkan kamera depan, 16MP dan 8MP ultrawide 105°. Seluruh komposisi kamera tersebut didukung oleh teknologi berbasis AI untuk memaksimalkan hasil foto maupun video. Lalu, bagaimana kualitasnya? Berikut rinciannya.

Kamera Utama

Review Realme 6 Pro Indonesia
Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Lensa utama 64MP yang digunakan Realme 6 Pro mirip dengan Realme X2 Pro, yang menjadi seri flagship dari Realme. Di dalamnya, terdapat sensor dari Samsung ISOCELL GW1 yang mengusung teknologi tetracell

Karena tetracell inilah, secara default, kamera 64MP di smartphone ini menangkap gambar di resolusi 16MP. Bukan berarti jelek, malah sebaliknya, hasil foto dijamin bagus. Mengapa?

Tetracell merupakan mekanisme 4-in-1 pixel binning yang menggabungkan empat piksel menjadi satu piksel. Penjelasan sederhanya, foto berukuran besar akan dipadatkan ke resolusi 16MP untuk meningkatkan detail dan kualitas warna dari gambarnya.

Akan tetapi, pengguna tetap dapat mengambil gambar di resolusi 64MP dengan menggunakan “Mode 64M” dengan swipe menu kamera utama ke kiri. Tapi, kami ingatkan, apabila memotret menggunakan mode 64MP, file gambar akan tiga kali lebih besar dari mode normal. 

Terdapat pula mode Portrait pada lensa ini. Kami bisa dengan mudah mengatur intensitas bokeh pada foto. Sayang, tidak ada fitur untuk mengotak-atik model atau jenis blur pada background foto. Mungkin ini bisa menjadi masukan untuk Realme ke depannya.

Untuk urusan kualitas, mode default maupun 64MP sama-sama menghasilkan foto yang bagus, komposisi warna yang enak dilihat, serta dynamic range yang pas. Khusus mode 64MP, detail pada foto juga berkualitas, kami telah membuktikannya dengan memperbesar gambar sekitar 50% menggunakan aplikasi Photoscape. Berikut beberapa hasil fotonya:

{Baca juga: Review Realme X2 Pro: Ngebut Berkat Snapdragon 855+ & SuperVOOC}

Hasil Foto Normal

Kamera Normal Realme 6 Pro

Hasil Foto 64MP

Kamera 64MP Realme 6 Pro

Hasil Foto 64MP Zoom 50%

Kamera 64MP Realme 6 Pro Crop 50%

Kamera Ultrawide

Kami merasa, lensa ultrawide di Realme 6 Pro menjadi salah satu fitur yang patut untuk diapresiasi. Pasalnya, lensa ini memiliki jangkauan yang luas 119°, tapi tidak menghasilkan foto yang cembung dan banyak noise

Sekadar informasi, masih ada smartphone yang mengusung lensa ultrawide, tapi menghasilkan foto yang cembung dan memiliki sedikit distorsi di sudut-sudut fotonya. Tapi, lensa ultrawide pada smartphone ini mampu menghasilkan foto yang berkualitas, warna yang bagus, dan tidak banyak noise.

Meski demikian, karena cuma 8MP, jangan terlalu berharap mendapatkan foto dengan detail terbaik. Berikut beberapa hasil fotonya: 

Hasil Foto Ultrawide

Kamera Ultrawide Realme 6 Pro

Kamera Telephoto

Lensa telephoto 12MP pada smartphone ini punya kemampuan optical-zoom sampai 2 kali, hybrid-zoom hingga 5 kali, dan digital-zoom sampai 20 kali. Untuk hasil foto menggunakan mode optical-zoom maupun hybrid-zoom, kami menyukainya.

Ada masing-masing alasannya untuk tiap mode. Ketika kami menggunakan perbesaran optical, hasilnya bagus dan cukup jernih. Detailnya pun bagus, serta memiliki dynamic range yang tidak terlalu berlebihan.

Sementara untuk hybrid hingga 5 kali, meski perbesaran ini memadukan perbesaran optical dan digital, tapi hasil fotonya masih menampilkan detail yang “tidak acak-acakan”. Memang ada noise yang cukup mengganggu, tapi masih bisa dimaafkan kok

Yang tidak kami rekomendasikan, adalah digital-zoom. Jangan deh, karena Anda akan mendapatkan hasil foto yang detail dan warna yang kurang baik, noise dimana-mana, dan kualitas rendah. Mungkin, Anda bisa memanfaatkan fitur digital-zoom untuk melihat objek yang jaraknya jauh. Berikut beberapa hasil fotonya:

Hasil Foto Telephoto

Kamera Telephoto Realme 6 Pro

Kamera Makro

Kamera makro 2MP di sini memungkinkan kami untuk mengambil objek dari jarak dekat, dengan jarak maksimal 4cm untuk hasil terbaiknya. Seperti smartphone lainnya, jenis lensa makro di Realme 6 Pro adalah fixed-focus, yang berarti saat pengambilan gambar makro, tangan harus benar-benar stabil agar bisa mendapatkan foto terbaik.

Satu yang menjadi perhatian. Entah memang pengaturan default kamera Realme 6 Pro atau tidak, setiap hasil foto makro yang kami dapatkan memiliki blur background dengan efek circle.

Untuk beberapa foto makro, terlihat dramatis. Tapi, untuk foto makro lainnya, seolah terlihat kurang pas. Misalnya, seperti foto bunga warna merah yang kami ambil. Berikut hasil fotonya:

Hasil Foto Makro

Kamera Makro Realme 6 Pro

Kamera Selfie

Realme menghadirkan dua kamera depan pada smartphone-nya. Masing-masing konfigurasinya adalah 16MP dengan sensor Sony IMX471, dan 8MP dengan jangkauan 105°. Didukung dengan teknologi “Edge Deformity Correction”, kamera depan bisa mengenali wajah secara otomatis, dan bisa mengoptimalkan kontur wajah ketika melakukan selfie.

Saat kami mencoba selfie menggunakan mode normal maupun ultrawide, foto yang dihasilkan terbilang natural, meski mode Beautify aktif. Bila tak puas dengan Beautify bawaan, ada juga kok mode cantik lain yang bisa diatur, seperti wajah tirus, mata yang diperbesar, hidung yang dimancungkan, touch up, sampai mode kecantikan 3D. 

Seperti kamera utama, terdapat mode Portrait yang memudahkan kami untuk selfie dengan efek bokeh. Kami juga dapat  mengatur intensitas bokeh pada foto. Berikut beberapa hasil foto menggunakan kamera depan:

Hasil Foto Selfie

kamera Selfie Realme 6 Pro

Foto Malam

Realme 6 Pro telah disisipkan fitur Nightscape 3.0. Dalam fitur ini, ada dua mode pengambilan foto malam yang disediakan, yakni Night Mode standar dan Tripod Mode.

Untuk Night Mode, pengambilan gambar malam cenderung cepat, dan menghasilkan foto yang sebenarnya cenderung biasa saja. Apalagi, ketika memotret di kondisi gelap dengan intensitas cahaya yang minim.

Sementara untuk Tripod Mode, bisa dibilang inilah jagoan dari Nightscape 3.0 dari Realme 6 Pro. Sesuai namanya, mode ini mewajibkan pengguna untuk menggunakan tripod saat mengambil gambar.

Kecuali, tangan pengguna cukup kuat menahan smartphone selama 20 sampai 1 menit lamanya untuk mengambil gambar. Mode ini memungkinkan kami untuk mengambil gambar di kondisi gelap bahkan dengan intensitas cahaya 1 Lux. Hasil fotonya pun menakjubkan.

Meski kami mengambil gambar di intensitas cahaya minim, foto tetap menampilkan warna yang bagus dan pas, detail yang baik, dan juga minim noiseBerikut beberapa hasil fotonya:

Hasil Foto malam

Nightscape 3.0 Realme 6 Pro

Video

Review Realme 6 Pro Indonesia
Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Kamera belakang Realme 6 Pro mampu merekam video maksimal 4K @30fps atau 1080p @60fps. Sedangkan kamera depan, bisa mengambil video berkualitas 1080p @30fps. Keenam kamera ini juga sudah mendukung perekaman slo-mo di 120fps.

Kamera smartphone  tidak didukung oleh teknologi stabilisasi, seperti OIS (Optical Image Stabilization) maupun EIS (Electronic Image Stabilization). Tapi, Realme menggunakan teknologi stabilisasi sendiri, yang disebut UIS atau Ultra Image Stabilization.

Ada tiga mode stabilisasi di Realme 6 Pro, yakni tanpa UIS, UIS mode standar dan UIS Max. Teknisnya, ketika merekam tanpa menggunakan UIS, semua lensa termasuk ultrawide dan telephoto bisa dimanfaatkan. 

Namun, saat menggunakan UIS standar, perekaman hanya menggunakan lensa utama, dengan hasil yang telah di-cropping. Sementara ketika UIS Max aktif, perekaman video akan menggunakan lensa ultrawide yang juga telah melalui hasil crop secara real-time.

Nah, kalau kamera depan, hanya ada mode tanpa UIS dan UIS standar saja. Sama seperti kamera belakang, ketika kami tidak menggunakan UIS, dua lensa depan bisa digunakan untuk mengambil video. Sedangkan saat UIS diaktifkan, lensa ultrawide yang digunakan dengan hasil yang telah di-cropping.

Secara overall, sebenarnya merekam tanpa dibantu oleh UIS pun, hasil video sudah cukup stabil dan cenderung smooth, meski ada sedikit goyangan pada video. Kestabilan video benar-benar meningkat saat kami mengaktifkan UIS dan UIS Max.

Untuk kualitasnya, pada awalnya kami mengira kalau menggunakan UIS atau UIS Max, hasil video akan di bawah kualitas standar karena melalui proses cropping terlebih dahulu. Tapi, perkiraan kami salah. Hasil video dari kamera Realme 6 Pro saat UIS atau UIS Max diaktifkan terbilang bagus dan berkualitas.

Asalkan, ada satu syarat yang harus Anda penuhi, yakni intensitas cahaya yang pas. Sebab, sistem kamera Realme sendiri memberikan peringatan, yakni “shooting in well-lit environment is recommended” atau “dianjurkan untuk merekam di lingkungan yang cukup terang”. 

Sementara kamera depan, hasil videonya sama-sama bagus sebenarnya. Namun, sedikit over saturasi, khususnya ketika kami merekam di outdoor, dengan intensitas cahaya yang terang. Alhasil, birunya langit dan putihnya awan tidak terlalu kelihatan. Berikut hasil videonya:

Video Belakang Tanpa UIS

Video non UIS Realme 6 Pro

Video Belakang UIS Max

Video UIS Max Realme 6 Pro

Video Depan Tanpa UIS

Video Depan non UIS Realme 6 Pro

Video Depan UIS

Video Depan UIS Realme 6 Pro

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -