Telset.id, Jakarta – Lenovo pertama kali memperkenalkan suksesor A7000 dan A7000 special edition ini pada pertengahan November lalu, tepatnya dalam sebuah acara bertajuk Lenovo End of Year Media Camp yang berlangsung di Labuan Bajo, 16-19 November 2016. Perangkat ini sendiri didedikasikan untuk segmen teenagers dan young adults, serta akan dilepas ke pasar Indonesia dengan harga Rp 1,79 juta.
Selain menawarkan kualitas multimedia, Lenovo A7700 juga hadir dengan dukungan 4G, kamera utama 8MP, kamera depan 2MP, dan baterai berkapasitas 2900 mAh. Sementara untuk sistem operasi, perangkat berukuran layar 5.5 inci melenggang dengan Android Marshmallow yang dikombinasikan dengan prosesor quad-core 1 GHz (MT6735P) dan RAM 2GB. Nah, mau tahu sebaik apa kinerjanya? Berikut hasil penelusuran tim Telset.id.
Desain
Murah tak melulu berarti murahan. Mungkin itu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan Lenovo A7700. Lepas dari banderol harga yang dibawanya, toh penerus A7000 ini tetap memikat. Setidaknya tak terkesan sangat rapuh. Pun meski casing bagian belakangnya terbuat dari plastik. Kabar baiknya, bahan doff membuatnya tak cukup akrab dengan jejak jari, berbeda dengan bagian layar, yang mulai terlihat kusam bahkan setelah tiga atau empat kali pemakaian.
Dimensi 7.6 x 142.7 x 70 mm yang dibawanya juga membuatnya cukup nyaman di tangan, disamping juga ringan (145 gram), sehingga memungkinkan pengguna yang hobi nonton atau bermain game bisa berlama-lama memegangnya.
Layarnya juga cukup memadai untuk multimedia, dengan ukuran 5,5 inci. Bersamanya, kita akan mendapatkan kamera depan berukuran 2MP dan speaker phone di bagian atas. Sementara tombol kapasitif Recent Apps, Home, dan Back terletak di bagian bawah. Tak memiliki backlit, sehingga berurusan dengan ponsel ini saat mati lampu bukan perkara mudah.

Lenovo meletakkan tombol power dan volume roker di sisi kanan bodi, sementara membiarkan sisi kiri polos tak berpenghuni. Port microUSB bertengger di bagian atas, bersebelahan dengan jack audio 3.5mm. Di bawahnya, ada lubang kecil untuk reset.

Beralih ke bagian belakang, selain ada kamera di bagian tengah, disertai lampu flash di sebelahnya, kita juga akan mendapati logo Lenovo terpampang di bagian bawah, tepat di atas lubang loudspeaker. Lantas, apakah itu berarti suara yang dihasilkan A7700 akan memudar jika ponsel dibiarkan telentang saat memainkan musik? Well, Lenovo tentu punya alasan mengapa membiarkan modul kamera menyembul dan tak rata dengan bodi ponsel, bukan? Secara garis besar, bagian belakang inilah yang membuat A7700 berbeda dari pendahulunya, yang rilis tahun lalu.
Layar
Lenovo A7700 dilengkapi dengan layar LCD 5,5 inci, dengan teknologi IPS. Teknologi layar jenis ini membuatnya tak hanya memiliki kualitas tampilan yang baik, tetapi juga sudut pandang yang lebar. Sayang, resolusi yang dibawanya masih HD 1280×720 pixels, sehingga membuatnya kurang optimal. Meskipun dari segi beban lebih ringan bagi chip grafis (GPU) sehingga bermain game jadi lebih lancar.
Ketika kami menggunakannya untuk menonton sebuah film, warna yang ditampilkan cukup nyaman di mata karena pengaturan intensitas cahaya kami set otomatis. Warna-warna yang dihasilkan juga cukup detil, jika tidak bisa dibilang tajam.
Saat digunakan di luar ruangan, paparan layarnya juga tetap terlihat dan bisa dibaca. Saran kami, atur intensitas cahaya ke mode otomatis sehingga dapat membuatnya menyesuaikan dengan lingkungan di sekitar. Selain itu, mode ini juga akan bisa menghemat daya.
Dalam hal cepat tanggap atau tidaknya layar ponsel ini, kami menilainya lebih dari cukup. Berpindah dari aplikasi satu ke aplikasi lain tidak memakan waktu lama. Kalaupun ada satu keluhan kami, itu adalah ketika harus melakukan screenshot, jedanya cukup lama. Sehingga kami dibuatnya gemas berkali-kali.
Multimedia
Sebagaimana peruntukkannya, yakni untuk remaja dan anak muda menjelang dewasa, Lenovo A7700 menjadikan fitur multimedia sebagai salah satu andalannya. Di sini, kemewahan itu bisa didapat dari fitur Waves MaxxAudio yang membuat suara terdengar lebih hidup. Kami mencobanya untuk mendengarkan musik dengan menggunakan speaker internal. Hasilnya, suara yang diproduksi cukup baik. Terdengar bulat saat volume ditempatkan pada posisi normal. Yah, meski pada posisi maksimal agak kurang mengesankan.
Kami berharap lebih pada earphone yang disertakan pada paket pembelian, dan untungnya itu tercapai. Suara tidak pecah bahkan ketika kami menggeser tombol volume ke posisi maksimal. Hanya saja, kami sedikit kaget. Karena terlalu keras. Pengalaman yang sedikit berbeda kami rasakan ketika menonton film, kebetulan adalah Train to Busan yang beberapa waktu lalu sempat menjadi omongan, kualitas audio yang kami dapat sangat mendukung keseruan yang dimunculkan film ini. Sementara ukuran layar 5,5 inci yang dibawanya lebih dari cukup untuk menemani perjalanan kami.
Kamera

Lenovo A7700 memiliki unit kamera 8MP di bagian belakang, lengkap dengan auto fokus yang memungkinkannya untuk menangkap gambar dengan cepat. Disamping itu, dual LED flash yang dibawanya juga berguna untuk visibilitas dalam kondisi cahaya rendah.
Di bagian depan, Lenovo membekali A7700 dengan kamera 2MP. Resolusi ini menurut kami bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, apalagi jika Anda ingin menampilkan foto-foto narsis Anda itu ke sosial media. Usaha keras untuk mengedit mungkin akan dibutuhkan, mengingat gambar yang dihasilkan memang biasa saja, bahkan cenderung miskin jika Anda mencoba narsis di tempat dengan kondisi cahaya rendah.
Kinerja
Di atas kertas, apa yang dibawa Lenovo A7700 – prosesor Quad-core 1GHz Media Tek MT6735P, GPU Mali-T720, dan RAM 2GB memang tidak bisa dibilang mengesankan. Standar, bahkan. Namun ini lebih dari cukup untuk beragam aktivitas seperti browsing, streaming maupun bolak-balik mengunjungi sosial media. Dan oh, main game semisal FIFA Mobile dan Crisis Action juga lumayan mulus.
Kami menggunakanya untuk beragam aktivitas itu secara simultan, hasilnya baik-baik saja. Meskipun skor n AnTuTu Benchmark yang dihasilkannya terbilang kurang mengesankan, yakni 20695. Jika Anda sempat membaca hasil pengujian Telset.id terhadap Lenovo A6600 Plus, Anda mungkin akan mendapati skornya sedikit tertinggal.
Ruang penyimpanan internal sebesar 16GB yang bisa diperluas hingga 32GB dengan menggunakan kartu microSD bisa dibilang menjadi nilai tambah, apalagi jika Anda benar-benar penikmat multimedia. Jumlah ini lebih dari cukup untuk menampung banyak file video ataupun musik. Pengalaman mengoperasikan A7700 jadi lebih menarik lantaran keberadaan Vibe UI milik Lenovo.
Kesimpulan
Untuk smartphone dengan harga Rp 1.7 jutaan, Lenovo A7700 bisa dibilang cukup memadai untuk menjadi teman sehari-hari. Paling tidak bagi mereka yang hobi nonton, membutuhkan layar besar dan konektivitas 4G, namun tidak ingin merogoh kantong terlalu dalam. Desainnya juga lumayan, meski tidak bisa dibilang istimewa. Tapi, bagi Anda yang berharap lebih terhadap fitur-fitur yang dibawanya, seperti untuk pekerjaan, gaming atau bahkan fotografi dengan hasil mengesankan, A7700 mungkin belum bisa dijadikan andalan. [IF]















Komentar
Belum ada komentar.