Telset.id – Sejak pertama kali dipamerkan di San Francisco, Amerika Serikat, Samsung Galaxy Z Flip terlihat sangat menggoda. Namun harga Galaxy Z Flip sangat menguras isi kantong. Lalu, apakah harganya sepadan dengan performanya? Untuk mengetahuinya, silahkan simak hasil review Samsung Galaxy Z Flip.
Desainnya yang cantik dan sangat inovatif serta futuristik menjadi daya pikat dari ponsel pintar tersebut. Bagaimana tidak, smartphone lipat dari Samsung itu menawarkan desain ponsel pintar yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan smartphone pada umumnya.
Galaxy Z Flip seakan juga menjadi sarana bagi Samsung untuk memamerkan beragam teknologi yang selama ini mereka kembangkan untuk mewujudkan konsep smartphone lipat. Juga, banyak hal berbeda yang ditawarkan Galaxy Z Flip dibanding pendahulunya, Galaxy Fold.
{Baca juga: Samsung Galaxy Z Flip Unboxing: Inovasinya Keren, Pantes Mahal!!}
Smartphone lipat ini juga berhasil menarik antusiasme masyarakat di Indonesia. Terbukti, Galaxy Z Flip langsung ludes terjual hanya dalam waktu 1 jam saja. Meski pihak Samsung Indonesia tidak membuka informasi terkait jumlah unit yang terjual.
Pengalaman kami menggunakan smartphone ini tentunya akan kami bagikan pada Anda. Tentunya disertai dengan kelebihan dan kekurangan yang kami temukan. Maka dari itu langsung saja simak review Samsung Galaxy Z Flip berikut ini.
Desain

Berdasarkan penjelasan Samsung, desain clampshell yang diadopsi Galaxy Z Flip terinspirasi dari kosmetik yang kerap digunakan oleh perempuan. Desain ponsel sengaja dibuat simpel agar mudah masuk ke dalam kantong celana.
Saat dilipat, Galaxy Z Flip memiliki ketebalan hanya sekitar 17,3 mm dengan dimensi 73 mm x 87 mm serta bobot 183 gram. Ini membuat Galaxy Z Flip cukup nyaman ketika harus diletakkan di saku celana dan tidak mengganggu pergerakan Anda.
Desain ini membuatnya berbeda jauh dengan smartphone lipat Samsung generasi pertama, Galaxy Fold. Seperti yang telah kami ulas dalam tulisan Hands-on Samsung Galaxy Fold, sebelumnya, Galaxy Fold terasa begitu tebal saat dalam posisi terlipat, serta kurang nyaman dan terlihat menonjol saat diletakkan di saku celana.
Pilihan warna yang digunakan juga turut menambah kesan modis dan cantik dari Galaxy Z Flip. Samsung menghadirkan tiga varian warna, Mirror Black, Mirror Purple, dan Mirror Gold. Varian warna yang tersedia berbeda-beda di setiap negara.
Di Indonesia hanya kebagian dua varian warna, Mirror Purple dan Mirror Black. Jika Anda ingin tampilan yang cantik, Anda bisa melirik Mirror Purple. Sebaliknya, jika Anda ingin tampil elegan dan maskulin, Anda bisa menjatuhkan pilihan pada Mirror Black.

Dalam proses pembuatannya, Samsung menggabungkan lapisan kaca yang halus dan pemrosesan khusus yang membuat smartphone ini mampu merefleksikan warna berbeda, tergantung dari sudut mana layarnya dibuka.
Saat dalam posisi terlipat, pada bagian engselnya terukir logo Samsung yang akan memancarkan pendaran warna saat tertimpa cahaya.
Meski demikian, kecantikan desain Galaxy Z Flip sangat rentan berubah menjadi kotor akibat jejak-jejak sidik jari pengguna. Untungnya Samsung telah menyediakan case tambahan dalam paket penjualan yang bisa Anda gunakan, sekaligus menghindarinya dari goresan.
{Baca Juga: Teknologi Terkini di Balik Desain Unik Samsung Galaxy Z Flip}
Penggunaan case tambahan ini juga sangat kami rekomendasikan. Pasalnya jika dibiarkan dibuka begitu saja tanpa case yang menyelimuti, ponsel akan terasa licin digenggaman dan tentu akan sangat rentan terjatuh. Anda pasti tak rela ponsel seharga Rp 21 juta ini jatuh dan “ambyar” di lantai, bukan.
Samsung juga memberi perhatian khusus pada bagian engsel Galaxy Z Flip yang dbuat dengan teknologi yang disebut “Hideaway Hinge”. Engsel yang terinspirasi dari bunga teratai itu dibuat dengan sebaik mungkin dan memungkinkan ponsel dapat dibuka dengan sudut 180 derajat dan 90 derajat.

Samsung memperkenalkan fitur bernama Flex Mode yang memungkinkan perangkat bisa dibuka dengan sudut 90 derajat, mirip dengan perangkat laptop. Flex mode ini menawarkan pengalaman baru dalam menggunakan smartphone lipat.
Mengenai daya tahan engselnya, Anda tak perlu khawatir. Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menjamin bahwa engsel dapat terus berfungsi secara normal hingga lebih dari 200.000 kali proses buka tutup.
Di bagian dalam engselnya juga telah terpasang teknologi penyapu kotoran dan debu. Teknologi ini memungkinkan celah-celah dari engsel tetap dalam keadaan bersih dan menjaga fungsi engsel tetap maksimal.
Samsung meletakkan sensor pemindai sidik jadi di bagian sisi kanan bodi dan membuatnya jadi lebih mudah diangkau ibu jari. Fingerprint tersebut digabungkan bersama dengan tombol power. Tepat di atasnya terdapat tombol volume. Sementara SIM tray berada di sisi kiri.
Pada bagian luar juga terdapat set up dual-camera, disertai LED Flash. Disampingnya terdapat layar sekunder kecil yang berguna untuk menyajikan beragam informasi seperti tanggal, jam, status baterai, dan juga bila ada notifikasi yang masuk ke ponsel.

Sayangnya Anda tidak akan menemukan jack audio 3,5mm. Sebagai gantinya, Samsung telah menyertakan sebuah headset AKG dalam paket penjualan yang bisa disambungkan ke ponsel melalui port USB Type C.
Desain cantik dan elegan yang dimiliki Galaxy Z Flip siap membuat Anda menjadi pusat perhatian. Baik saat ponsel digunakan, atau bahkan saat ponsel diletakkan. Kami sudah membuktikannya.
Layar

Sektor layar menjadi bagian spesial dari Galaxy Z Flip, mengapa? Jelas, karena layar smartphone ini dapat dilipat dan menjadi daya tarik utamanya.
Layar utamanya berjenis Dynamic AMOLED dan memiliki ukuran 6,7 inci dengan resolusi Full HD+. Layar milik Galaxy Z Flip ini juga merupakan teknologi layar Infinity Flex baru dari Samsung yang disebut Ultra Thin Glass.
Teknologi anyar ini memungkinkan smartphone dapat menggunakan panel kaca tipis yang dapat dilipat, namun dengan ukuran yang tidak terlalu besar.
Sayangnya layar lipat ini tidak dilapisi dengan kaca pelindung semisal Gorilla Glass. Jadi ada kemungkinan layarnya ini tak akan setangguh ponsel-ponsel yang sudah menggunakan Gorilla Glass.
{Baca Juga: Samsung Jamin Stok Galaxy Z Flip di Indonesia Tak Terganggu Corona}
Saat jari jemari mulai menari untuk melakukan navigasi di atas layar Galaxy Z Flip, terasa celah lekukan lipatan layar di bagian tengah. Awalnya mungkin Anda akan terasa janggal, tapi pastinya akan terbiasa seiring berjalannya waktu penggunaan.
Layar berukuran 6,7 inci tersebut juga terasa cukup panjang, sehingga sedikit menyulitkan jika dioperasikan hanya dengan satu tangan saja.
Galaxy Z Flip ini sudah menggunakan user interface Samsung One UI 2.1 berbasis Android 10 yang memang telah dikembangkan secara khusus untuk digunakan pada smartphone lipat.
Terdapat sebuah fitur unik yang kami temukan di Samsung One UI 2.1. Fitur tersebut disebut pop-up view. Fitur ini memungkinkan aplikasi ditampilkan dalam bentuk pop-up. Serunya lagi, Anda bisa membuka dan menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

Ukuran tampilan pop-up aplikasi tersebut dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Mirip dengan bentuk jendela aplikasi yang ada di sistem operasi Windows.
Guna memudahkan Anda melihat notifikasi yang masuk tanpa harus repot-repot membuka layar utama, Samsung juga menyertakan layar sekunder di bagian luar. Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, layar sekunder ini bisa menampilkan tanggal, jam, status baterai, dan notifikasi yang masuk ke ponsel lipat.

Layar sekunder ini berjenis Super AMOLED dan berukuran hanya 1,1 inci. Layar berukuran kecil tersebut juga sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 6 agar membuatnya tidak mudah tergores.
Seperti yang telah kami bahas sekilas di bagian desain, Galaxy Z Flip memiliki fitur yang disebut Flex mode. Dengan menggunakan Flex Mode, layar utama Galaxy Z Flip akan terbagi menjadi dua.

Dengan desain ini, memberikan pengguna pengalaman baru dalam menggunakan smartphone lipat. Misalnya, Anda bisa menonton YouTube atau berselfie sembari meletakkan ponsel di atas meja tanpa perlu ganjalan.
Tak cuma itu saja, saat mengaktifkan multi window, Anda dapat melakukan multitasking dengan menjalankan dua aplikasi sekaligus. Satu aplikasi ditampilkan di layar bagian atas dan satu lagi di layar bagian bawahnya. Seru bukan?!
Performa

Tentu Samsung tak hanya ingin menjual rupa cantik yang dimiliki oleh Galaxy Z Flip. Mereka juga tak sungkan untuk membenamkan spesifikasi gahar pada smartphone lipat cantik ini.
Di balik desain cantiknya, terbenam prosesor Qualcomm Snapdragon 855+ yang siap memberikan performa maksimal pada pemakainya. Untuk menopang kinerja prosesornya, tertanam RAM 8GB dan memori internal 256GB.
{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}
Sayangnya, Samsung tak menyertakan dukungan slot microSD. Namun kami rasa, kapasitas memori internal yang diberikan sudah lebih dari cukup untuk menyimpan file dan aplikasi.
Nah, seperti apa performa gahar yang ditawarkan Galaxy Z Fip? Untuk mempresentasikannya dalam bentuk angka, kami melakukan pengujian dengan tiga aplikasi benchmarking, yakni AnTuTu Benchmark, PC Mark, dan 3D Mark.
AnTuTu Benchmark

Pengujian dengan AnTuTu Benchmark dilakukan untuk mengetahui gambaran performa smartphone secara keseluruhan. Semakin tinggi skor yang didapat, tentu performa yang dimiliki juga semakin tinggi.
Lewat pengujian dengan aplikasi ini, kami memperoleh skor untuk Galaxy Z Flip sebesar 463.033. Hasil skor ini jelas tergolong sangat tinggi. Wajar memang, sebab ponsel lipat ini menggunakan chipset Snapdragon seri 8 yang merupakan seri tertinggi yang dimiliki Qualcomm saat ini.
PC Mark

Sedangkan pengujian PC Mark digunakan untuk melihat performa smartphone saat digunakan untuk tugas sehari-hari, seperti mengetik pekerjaan, aktifitas multitasking seperti browsing, chatting dan lain sebagainya.
Setelah melakukan pengujian dengan aplikasi PC Mark, Galaxy Z Flip berhasil meraih skor 9.464.
3D Mark

Pengujian terakhir yang kami lakukan menggunakan aplikasi 3D Mark guna mendapat gambaran performa GPU yang dimiliki Galaxy Z Flip.
Hasilnya, ponsel lipat ini mendapatkan skor 6.302 untuk Sling Shot, 4.618 untuk skor Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1, serta 4.026 untuk Sling Shot Extreme Vulkan.
Baterai
Galaxy Z Flip menggendong baterai dengan kapasitas 3.300 mAh. Kapasitasnya dapat dibilang tak terlalu besar, mengingat smartphone masa kini yang rata-rata sudah memiliki baterai sekitar 4.000 mAh. Tentunya sudah ada juga dukungan pengisian daya cepat 15W, seberapa cepat ya?
Proses pengisian daya kami lakukan saat baterai menunjukkan presentase 1% hingga 100% pastinya. Pengisian daya kami lakukan dengan keadaan smartphone menyala. Hasilnya menunjukkan baterai dapat terisi penuh dengan durasi sekitar 2 jam 33 menit.

Durasi pengisian daya yang diperlukan terbilang cukup lama. Padahal, smartphone lain dengan kapasitas baterai yang lebih besar saja bisa terisi jauh lebih cepat. Terus gimana nih dengan daya tahan baterainya?
Kami menguji daya baterai Galaxy Z Flip dengan memutar video beresousi 720p secara looping, mulai dari presentase 100% hingga 0%. Hasilnya, ponsel lipat ini dapat memutar video non-stop selama 18 jam 47 menit.
Sedangkan untuk pengujian dengan PCMark Work 2.0 Battery Life menunjukkan Galaxy Z Flip memperoleh waktu sekitar 11 jam 23 menit.
Gaming Test

Di atas kertas, dengan dimotori prosesor Snapdragon 855 harusnya tidak akan ada masalah bagi Galaxy Z Flip untuk melahap beragam game-game terkini.
Ditambah lagi, Samsung juga sudah membenamkan aplikasi Game Launcher yang memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai game yang terpasang di smartphone.
Aplikasi ini dapat memblokir panggilan telepon dan notifikasi yang masuk agar tidak mengganggu keseruan Anda bermain game. Selain itu, Anda juga dapat mengandalkan Game Launcher untuk menampilkan statistik berupa lama waktu Anda memainkan game-game yang ada di smartphone.

Tak hanya itu saja, Game Launcher juga menyediakan pilihan performa yang bisa Anda gunakan sesuai kebutuhan. Mulai dari Focus on Performance yang akan mengeluarkan performa terbaik dari baterai.
Ada juga Focus on Power Saving yang bisa Anda aktifkan untuk bermain game tapi dengan daya yang lebih hemat. Terakhir ada Balance yang menawarkan performa dan penggunaan daya yang seimbang.
Selama proses gaming test ini kami menyiapkan tiga game untuk dimainkan di Galaxy Z Flip, yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Fortnite Battle Royale.
Kami awali dengan Mobile Legends. Kami dapat bermain game ini secara lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, pengaturan grafik “Ultra” dapat diakses dan membuat tampilan game makin smooth dan memanjakan mata.

Selanjutnya, kami memainkan game PUBG Mobile. Pada saat memainkan game bergenre battle royale ini, kami juga tidak mendapatkan kendala, dan bahkan kami bisa memperoleh pengaturan grafik maksimal HDR dengan frame rate tertinggi di bagian Ultra.

Terakhir, kami mencoba game yang hanya bisa dimainkan di smartphone dengan spesifikasi tinggi, Fortnite Battle Royale. Game besutan Epic Games tersebut bisa kami mainkan dengan pengaturan grafik tertinggi yaitu epic.
Sayangnya, fps maksimal yang dapat dicapai di grafik “epic” hanya pada 30fps. So far, pengalaman bermain tetap bisa dinikmati dengan sangat baik.

Mengingat ukuran layarnya yang cukup lebar saat berada dalam mode landscape, kami mengapresiasi sentuhan kecil yang diberikan Samsung pada tampilan keyboard ketika digunakan untuk bermain game.
Samsung membuat tampilan keyboard terpisah menjadi dua bagian. Ini membuat jari-jari pengguna bisa dengan lebih mudah mengakses tombol keyboard ketika ingin mengetik in-game.

Sayangnya, kami juga menemukan sedikit kekurangan. Pada bagian sisi layar Galaxy Z Flip telah dilapisi dengan lapisan pelindung layar lipat, seperti yang juga dipasangkan pada pendahulunya, Galaxy Fold. Pelindung ini membuat bagian sisi sedikit lebih tinggi dari permukaan layar.
Hal ini membuat kami kerap kesulitan mengakses ikon dalam game yang terletak di bagian sisi-sisi tersebut. Bagian sisi kiri atas atau kanan atas misalnya. Butuh usaha ekstra untuk mengakses ikon yang berada di posisi tersebut. Kondisi semacam ini bisa jadi menyebalkan saat Anda harus mengaksesnya dengan cepat di tengah permainan.
Kamera

Samsung tidak memberikan kamera dalam jumlah yang banyak pada Galaxy Z Flip. Hanya dua kamera utama dan satu kamera selfie. Walaupun kamera utamanya juga bisa digunakan untuk selfie lho.
Dual kamera utama terdiri dari Kamera 12 MP f/1.8 sebagai kamera utama, dan kamera 12 MP f/2.2 dengan kemampuan ultra-wide beserta LED Flash. Sementara untuk selfie, tersedia kamera beresolusi 10 MP dengan aperture f/2.4.
Meski jumlah kameranya tak sebanyak smartphone-smartphone kebanyakan saat ini, Galaxy Z Flip tetap menawarkan hasil jepretan yang jempolan.
Tersedia beragam aspek ratio foto yang bisa digunakan. Mulai dari 3:4, 9:16, 1:1, dan 9:22. Terselip juga fitur HDR dan foto dalam format RAW yang akan aktif jika Anda memotret dalam mode Pro.
Tidak seperti Galaxy S20 yang bisa melakukan zoom hingga 100x, Galaxy Z Flip hanya bisa melakukan zoom maksimal hingga 8x digital zoom. Terus gimana dengan hasil fotonya?
Mengingat label harganya yang selangit, kecil kemungkinan hasil jepretan foto Galaxy Z Flip bakal mengecewakan. Ditambah lagi dengan track record positif Samsung dalam menghadirkan kualitas kamera terbaik di lini smartphone flagshipnya.
{Baca Juga: Wew! Usai 108MP, Samsung Garap Sensor Kamera 150MP}
Sesuai dengan prediksi kami, hasil foto Galaxy Z Flip layak mendapat acungan jempol. Kamera mampu mengabadikan foto dengan warna yang cerah dan detail yang tetap terjaga.
Kelebihan lainnya, fitur HDR akan aktif secara otomatis apabila ponsel merasa scene foto tersebut membutuhkan sentuhan HDR.
Tentunya Galaxy Z Flip juga sudah disematkan fitur night mode yang bakal memudahkan Anda memotret di malam hari, atau saat kondisi sekitar kurang cahaya. Asyiknya, fitur akan langsung aktif saat ponsel mendeteksi kamera kekurangan cahaya saat mengabadikan gambar.
Berikut ini adalah beberapa hasil foto dengan menggunakan kamera utama Galaxy Z Flip:
Untuk kebutuhan berselfie, tersedia kamera beresolusi 10 MP dengan aperture f/2.0. Kamera depan ini juga mendukung fitur Live Focus dan Live Focus Video untuk memberikan efek bokeh.
Mengenai hasilnya, skin tone dan warna yang dihasilkan cukup baik. Anda yang doyan berselfie, pasti sangat senang dengan hasil foto dari kamera milik Galaxy Z Flip ini.
Meski demikian, efek bokeh yang dihasilkan dari Live Focus menurut kami agak sedikit kurang rapih. Sempat ada bagian tubuh yang juga sedikit ikut terkena efek bokeh.
Terdapat sebuah fitur bernama Smart Selfie Angle. Fitur ini membuat kamera dapat beralih ke mode wide-angle secara otomatis saat terdeteksi ada dua orang dalam frame yang akan berselfie.
Berikut ini beberapa hasil selfie dengan menggunakan Galaxy Z Flip:
Tapi rasanya repot ya jika harus membuka smartphone lipat ini tiap kali ingin berselfie? Tenang, Samsung menyadari hal ini dan membuat Anda dapat tetap berselfie tanpa harus membuka smartphone.
Caranya adalah dengan memanfaatkan kamera utama dan layar kecil yang berada di bagian luar. Cukup menekan dua kali pada bagian tombol power, kamera akan langsung aktif dan gambar ditampilkan di layar kecil.
Anda juga bisa mengganti kamera ke wide angle, dengan cara melakukan tap satu kali di bagian layar kecil saat kamera sudah aktif. Selfie dengan cara ini tentu menghasilkan gambar yang lebih baik. Pasalnya kamera yang digunakan merupakan dual-camera utama yang dimiliki oleh Galaxy Z Flip.
Untuk kebutuhan merekam video, kamera utama Galaxy Z Flip sudah mampu menghasilkan video 4K 60fps. Tetapi lensa ultra-wide hanya mampu merekam video 30 fps pada resolusi 1080p dan 4K.
Guna menghasilkan gambar yang lebih stabil, Galaxy Z Flip sudah dibekali dengan fitur Super Steady Video dengan bantuan dari Optical Image Stabilization.
Ada juga beberapa fitur kamera menarik yang bisa Anda coba di Galaxy Z Flip. Seperti AR Emoji misalnya, yang memungkinkan Anda membuat emoji personal dari wajah Anda. Tapi saat kami mencoba fitur ini, hasil jadi emoji tidak begitu mirip dengan foto aslinya. Nih, coba dibandingkan.

Samsung juga menyelipkan sebuah fitur bernama Motion photo. Fitur ini mirip dengan merekam video dengan durasi pendek. Fitur motion ini dapat memudahkan Anda mendapatkan dan memilih momen terbaik dari sebuah foto, serta juga bisa Anda manfaatkan untuk membuat gambar berformat GIF.
Fitur kamera yang tersedia cukup beragam. Menarik untuk pengguna mengeksplorasinya satu per satu.
Kesimpulan

Sebelumnya siapa yang menyangka jika sebuah layar sentuh smartphone bisa dilipat seperti sekarang ini? Tapi Samsung membuktikan bahwa kreatifitas dan inovasi bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa, seperti yang mereka sajikan melalui Galaxy Z Flip.
Konsumen mendapat suguhan smartphone dengan teknologi yang begitu inovatif serta futuristik. Juga belum banyak produk serupa yang tersedia di pasaran.
Ditambah lagi, kami merasa jika Galaxy Z Flip telah disiapkan dengan jauh lebih matang dibandingkan dengan smartphone lipat pendahulunya, Galaxy Fold.
Secara inovasi dan desain, Galaxy Z Flip jelas menawarkan sesuatu yang berbeda melalui teknologi layar lipatnya. Tetapi terkait spesifikasi dan fitur, sebenarnya tak jauh beda dengan smartphone high-end lain pada umumnya.
{Baca Juga: eFUS 3.1 Buatan Samsung 2X Lebih Kencang dari Memori PC}
Jika spesifikasi dan fitur yang jadi pertimbangan, Anda mungkin bisa melirik Galaxy S20 series yang menawarkan spesifikasi dan fitur di atas Galaxy Z Flip, serta harga yang sedikit lebih terjangkau.
Sebagai informasi dan harga, Galaxy Z Flip resmi dijual di Indonesia dengan banderol harga Rp 21 jutaan. Sementara Galaxy S20 dijual mulai dari Rp 12,9 juta hingga Rp 18,4 juta.
Tetapi jika Anda ingin tampil beda sekaligus merasakan pengalaman baru dalam menggunakan smartphone lipat, Galaxy Z Flip layak Anda kedepankan.
Sedikit mengingatkan juga, jika Anda menganggap label harga yang diberikan Samsung pada Galaxy Z Flip ini terlampau mahal, mungkin berarti smartphone lipat satu ini memang belum cocok untuk Anda. (HR)
Kelebihan:
- Layar lipat yang inovatif
- Desain elegan dan premium
- Banyak fitur khas smartphone lipat
- Spesifikasi gahar
- Kualitas kamera yang oke
Kekurangan
- Pengisian daya cukup lama
- Tidak ada jack audio 3,5 mm
TELSET RATING: 9/10
SPESIFIKASI SAMSUNG GALAXY Z FLIP
| Nama Produk | Samsung Galaxy Z Flip |
| Layar | 6.7 inci Foldable Dynamic AMOLED Foldable Dynamic AMOLED
Cover display: 1.1 inci, Super AMOLED, 112 x 300 pixels |
| SoC/Prosesor | Qualcomm Snapdragon 855+ Octa-core (1×2.95 GHz Kryo 485 & 3×2.41 GHz Kryo 485 & 4×1.78 GHz Kryo 485) |
| RAM | 8GB |
| GPU | Adreno 640 |
| Internal Storage | 256GB UFS 3.0 |
| Kamera | Kamera utama 12 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/2.55″, 1.4µm, Dual Pixel PDAF, OIS 12 MP, f/2.2, 12mm (ultrawide), 1.12µmKamera selfie 10 MP, f/2.4, 26mm (wide), 1.22µm |
| Baterai | 3.300 mAh |
| Charger | 15W Flash Charge |
| Konektifitas | Nano-SIM, eSIM, 4G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Bluetooth 5.0 |
| Sistem Operasi | Android 10, Samsung One UI 2.1 |
| Varian Warna | Mirror Black dan Mirror Purple |
| Harga | Rp 21.000.000 |





