Review Asus Zenfone 9: HP Mungil dengan Performa Kencang

Telset.id – Asus baru saja meluncurkan smartphone flagship terbarunya di Indonesia, Asus Zenfone 9 yang mengusung bahasa desain yang compact. Meski desainnya compact, namun spesifikasinya tergolong cukup gahar, termasuk fitur kamera Zenfone 9. Untuk mengetahui performanya, simak review Asus Zenfone 9 selengkapnya.

Asus Zenfone 9 baru dirilis di Indonesia pada 17 November 2022, meski di beberapa negara lain, HP ini sudah diumumkan sejak Juli 2022 dan dirilis pada September 2022.

Melihat tampilannya, smartphone justru “melawan arus”. Di saat HP lain hadir dengan ukuran yang semakin besar, Asus justru memilih untuk menghadirkan Zenfone 9 dengan desain yang compact alias mungil.

Tapi walaupun kecil bentuknya, bukan berarti HP ini hanya dibekali spesifikasi dan fitur apa adanya. Justru Asus memberikan spesifikasi kelas flagship, sehingga membuat si mungil ini memiliki performa yang gahar.

Selain soal performanya yang bisa diajak ngebut, HP ini juga mengedepankan pengalaman menggunakan smartphone compact yang sangat pas di tangan. Tidak hanya enak digenggam, Zenfone 9 juga tidak terasa mengganggu saat dikantongi ke dalam saku.

Seperti ponsel Asus sebelumnya, Zenfone 9 juga dibekali sejumlah fitur kekinian yang bisa diandalkan, terutama dari sektor foto dan video. Asus mengklaim, Zenfone 9 memberikan pengalaman fotografi yang baik dan menyediakan beberapa fitur foto baru yang sangat menarik ketika mengabadikan sebuah momen. Tapi kita harus membuktikannya.

Nah, untuk mengetahui bagaimana pengalaman menggunakan HP flagship terbaru besutan Asus ini, langsung saja simak hasil review Asus Zenfone 9 dari tim Telset berikut ini.

BACA JUGA:

Desain

Review Asus Zenfone 9 spesifikasi kamera

Hal pertama yang paling mencolok dari Asus Zenfone 9 adalah desainnya yang compact. Kenapa saya bilang mencolok, karena HP ini memiliki desain yang tidak biasa untuk segmen flagship, yang biasa memiliki ukuran besar. Asus tampaknya ingin tampil beda.

Asus Zenfone 9 memiliki dimensi berukuran 146.5 x 68.1 x 9.1 mm dengan bobot 169 gram. Ukurannya yang kecil dan tidak terlalu berat, membuat HP ini lebih nyaman saat digenggam dan tidak mudah lepas, terutama untuk ukuran tangan orang Indonesia yang tidak besar.

Selain itu, penggunaan high-grip texture membuat smartphone ini sangat nyaman ketika digenggam karena tidak licin dan tentunya tidak meninggalkan bekas sidik jari dibagian belakang.

Kelebihan lain yang saya rasakan saat menggunakan HP ini lebih mudah digunakan dengan satu tangan. Ketika mengetik pun membuat saya menjadi lebih cepat, walaupun menggunakan satu tangan.

Ponsel ini juga sudah memiliki dukungan sertifikasi IP68 yang membuatnya mendapat perlindungan tahan air hingga kedalaman 1,5 meter dalam waktu 30 menit dan tahan debu juga. Fitur tahan air memang sudah menjadi salah satu fitur wajib di smartphone flagship. Jadi tidak heran, Zenfone 9 juga dibekali fitur tersebut.

Selain itu, ada hal yang membuat saya cukup senang karena Asus menghadirkan port jack audio 3,5 mm, yang kini sudah semakin “langka” di smartphone zaman sekarang. Posisi port jack 3,5mm ini ada dibagian atas perangkat.

Asus Zenfone 9 memiliki dua stereo speaker yang berada di atas dan dibawah perangkat. Kemudian ada port USB C di sisi bawah untuk pengisian daya atau mentransfer data. Selai itu ada juga slot SIM card yang mendukung dual SIM card, tanpa slot micro SD.

Melihat desain belakangnya menampilkan cangkang kamera yang terlihat sangat mencolok sebagai tempat dua kamera beserta flashlight. Body belakangnya dibuat dari bahan alumunium yang membuat perangkat menjadi kokoh.

Asus Zenfone 9 saya gunakan ini berwarna hitam, tetapi Asus juga menyediakan beberapa varian warna lain yang bisa dipilih, yakni merah, silver, dan biru.

Asus Zenfone 9
Tombol Power Beserta Fingerprint dan Tombol Volume
Asus Zenfone 9
Port Jack 3.5mm di Bagian Atas
Speaker, Port USB Type C, dan Slot SIM Card di Bagian Bawah
Asus Zenfone 9
Slot Single SIM Card di Bagian Bawah

Layar

Review Asus Zenfone 9 spesifikasi kamera

Asus Zenfone 9 menggunakan layar Super AMOLED berukuran 5,9 inch dengan resolusi full HD+ 1080 x 2400 pixels dan refresh rate 120Hz. Layarnya sudah mendapat perlindungan yang maksimal dengan pelindung Corning Gorilla Glass Victus.

Penggunaan layar yang relatif kecil mungkin buat sebagian orang yang sudah terbiasa dengan layar besar butuh penyesuaian, tetapi untuk saya sendiri masih merasa nyaman ketika dipakai untuk mengetik atau aktifitas lainnya, seperti bermain game.

Memang pada saat bermain game kompetitif seperti PUBG Mobile, agak kurang nyaman karena membutuhkan penglihatan lebih luas. Tetapi untuk tampilan layarnya, saya merasa puas dengan dukungan refresh rate hingga 120Hz.

Untuk browsing sangat terbantu dengan kecepatan refresh 120Hz, karena membuat scrolling menjadi terasa semakin smooth. Walau begitu ketika menonton YouTube perangkat hanya bisa mencapai refresh rate 60Hz.

Layar 5,9 inch di Zenfone 9 juga sudah mendukung fitur multitouch hingga 10 jari pada saat disentuh bersamaan. Fitur ini sangat berguna pada saat bermain game FPS, seperti PUBG Mobile.

Jika kalian sudah terbiasa menggunakan smartphone dengan layar besar butuh sedikit penyesuaian kembali pada saat menggunakan Asus Zenfone 9, tetapi untuk sebagian pengguna yang sangat membutuhkan layar yang compact untuk mobilitas tinggi, sepertinya hal ini bukan menjadi masalah.

Performa

spesifikasi kamera Zenfone 9

Bicara performa, HP ini cukup menjanjikan di atas kertas. Ya, Asus menyematkan chipset Snapdragon 8+ Gen 1 yang dikonfigurasikan dengan RAM 6GB. Chipset ini merupakan salah satu chipset kelas atas yang saat ini adalah yang tercepat.

Performa Asus Zenfone 9 tidak perlu diragukan lagi untuk bermain game ataupun kebutuhan multitasking. Ketika untuk penggunaan casual seperti membuka email, sosial media, browsing dan menonton film, perangkat ini terasa nyaman dan tidak ada kendala seperti lemot atau force close saat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan.

Untuk bermain game juga saya biasa bermain Mobile Legends, PUBG Mobile, Apex Legends, tidak merasa ada kendala. Bahkan ketika digunakan bermain dalam waktu yang agak lama, suhu perangkat masih tetap terjaga.

Selama pengujian review Asus Zenfone 9, saya juga mencoba untuk memainkan game berat, seperti Genshin Impact dengan settingan medium dan frame rate diatur ke 60 FPS. Hasilnya, perangkat tetap masih memberikan pengalaman yang playable, membuat saya tidak mengalami lag ketika bermain.

Tes AnTuTu Benchmark

Untuk benchmarking, saya menggunakan AnTuTu Benchmark untuk menguji performanya. Dan dari hasil pengujian yang dilakukan menghasilkan skor 1.058.120. Kali ini saya kasih jempol buat Asus, karena catatan skor tersebut tergolong sangat besar, bahkan lebih tinggi dari beberapa smartphone flagship keluaran terbaru.

Geekbench Benchmark

Selain AnTuTu, saya juga melakukan pengujian lain dengan aplikasi Geekbench 5 dan hasilnya juga memuaskan dengan skor untuk single core 1.303 dan multi core 4.169.

Review Asus Zenfone 9

Dari pengalaman saya menggunakan ponsel ini, saya sangat puas dengan performa Asus Zenfone 9 karena tidak ada masalah yang terlalu mengganggu. Aktifitas yang saya jalankan di HP ini berjalan lancar, termasuk tanpa ada lag ketika bermain game.

Memang terkadang perangkat terasa sedikit panas ketika bermain game dalam jangka waktu yang lama, tetapi suhu masih dalam batasan normal dan tidak menggangu kenyamanan. Saya sarankan penggunaan hardcase bawaannya, untuk lebih afdol.

BACA JUGA:

Kamera

Asus

Kamera Asus Zenfone 9 dilengkapi dua sensor kamera dibagian belakang, dengan konfigurasi Kamera utama 50 MP dan kamera ultrawide 12 MP. Sementara di depan ada kamera selfie 12 MP yang diletakan dibagian kiri atas layar.

Untuk kamera belakang baik menggunakan lensa wide atau ultrawide bisa menangkap momen dengan baik. Tapi dalam kondisi cahaya yang kurang, kamera Zenfone 9 memang masih ada sedikit noise. Tetapi dengan adanya fitur mode malam membantu untuk mengurangi noise di kamera Zenfone 9.

Sedangkan ketika digunakan di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan cahaya yang cukup, hasil kamera Zenfone 9 sangat memuaskan. Memang warna yang dihasilkan agak lebih kontras membuat hasil foto menjadi lebih terang dibanding kondisi aslinya.

Pada saat mengambil video menggunakan kamera belakang, saya semakin senang karena adanya fitur OIS yang membuat video menjadi sangat stabil ketika saat berjalan ataupun berlari.

Perekaman video mendukung hingga resolusi 8K dengan 24 FPS, tetapi saya hanya memanfaatkan video dengan resolusi 4K 60 FPS karena hasilnya masih cukup memuaskan dibanding menggunakan resolusi 8K.

Bagaimana dengan kamare depan? Saya merasa kamera depannya biasa saja, tidak terlalu mengesankan seperti kamera belakangnya. Tetapi untuk kebutuhan video call atau semacamnya masih sangat layak digunakan.

Secara overall, kamera Asus Zenfone 9 sangat bisa diandalkan, terutama untuk kamera belakang. Saya puas dengan hasil jepretan kamera utama dan juga ultrawide. Untuk kamera depan hasilnya biasa saja, tapi tetap bisa diandalkan.

Sangat disayangkan kamera belakangnya tidak ada lensa telephoto. Mungkin Asus punya pertimbangan lain, sehingga tidak menyematkan lensa telephoto di Zenfone 9. Berikut ini beberapa sample foto hasil jepretan kamera Zenfone 9:

Kamera Asus Zenfone 9
Hasil Foto Kamera Utama 50 MP
Review Zenfone 9
Hasil Foto Kamera Ultrawide
zenfone 9
Hasil Foto dari Fitur Light Trail
Review Asus Zenfone 9
Hasil Foto Night Mode
spesifikasi Zenfone 9
Hasil Foto Kamera Depan
review asus zenfone 9
Hasil Foto Flow of People
Asus
Hasil Foto Zoom Kamera Utama
Asus
Hasil Foto Lowlight

Daya Tahan Baterai

Asus membekali Zenfone 9 dengan kapasitas baterai 4.300 mAh. Saya rasa ini cukup bagus mengingat perangkat ini sangat compact, tetapi masih bisa memiliki baterai dengan kapasitas 4.300 mAh.

Selama saya review Asus Zenfone 9 untuk daily driver dengan penggunaan normal, daya tahan baterainya tergolong awet. Saya mengujinya dalam kondisi baterai penuh 100% dari jam 8 pagi hingga 8 malam, dengan melakukan berbagai aktifitas, seperti browsing, chatting, foto-foto dan sesekali bermain game, baterainya masih tersisa sekitar 15%.

Ketika bermain game dalam jangka waktu lama juga baterai yang dihabiskan tidak terlalu banyak. Sebagai contoh, saya bermain game Mobile Legend dengan settingan grafis high, frame rate high dan perangkat menggunakan perfomance mode dalam waktu satu jam menghabiskan baterai hanya 8%.

Untuk pengisian daya, ponsel ini hanya didukung teknologi fast charging 30W. Menurut saya, Asus kali ini cukup tertinggal dari para pesainganya yang sudah menyematkan teknologi pengisian cepat yang lebih besar dan canggih.

Dari hasil pengujian yang saya lakukan, HP ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mengisi baterainya dari 14% hingga mencapai 60%. Sedangkan untuk bisa mengisi baterainya hingga penuh memakan waktu 90 menit.

Dari hasil pengujian, saya nilai ponsel ini tidak terlalu cepat untuk urusan pengisian baterai, atau bisa dibilang sangat standar untuk kelas smartphone flagship. Itu sebabnya, saya berharap untuk seri berikutnya Asus bisa memberikan yang lebih baik lagi.

BACA JUGA:

Kesimpulan

Asus Zenfone 9 menjadi salah satu smartphone flagship yang memiliki desain compact dengan performa kencang. Itu sebabnya Asus tampak pede meluncurkan Zenfone 9 dengan ukuran yang “mungil”, disaat para pesaingnya menghadirkan smartphone dengan ukuran besar.

Desainnya yang compact memang membuat saya nyaman menggunakannya untuk daily driver. Perangkat sangat mudah masuk ke saku dan juga tidak banyak meninggalkan bekas sidik jari.

Hanya saja untuk kebutuhan entertainment seperti menonton YouTube atau Netflix rasanya kurang nyaman dalam waktu yang cukup lama. Wajar karena ukuran layarnya yang kecil

Untuk urusan performa, tak bisa dipungkiri Zenfone 9 memang tergolong sangat cepat dan bisa diandalkan untuk multitasking atau bermain game. Tapi sekali lagi, karena ukuran layarnya yang kecil, mungkin agak kurang afdol dipakai bermain game. Tergantung selera sih..

Untuk sektor kamera memiliki beberapa kekurangan seperti tidak adanya lensa telephoto, masih ada noise pada saat memotret dalam kondisi gelap menggunakan lensa ultrawide dan hasil kamera depan yang tergolong biasa saja.

Walau begitu, saya sangat senang dan bisa mengandalkan kamera utama beresolusi 50MP yang menghasilkan foto dengan kualitas bagus. Begitu juga dengan video, kehadiran fitur OIS menambah “ketenangan” saat saya membuat konten yang banyak bergerak.

Mengusung baterai 4300mAh di perangkat sangat memuaskan untuk dipakai seharian, hanya saja pengisian cepatnya hanya mendukung 30W yang membuat pengisian daya agak lama.

Well, buat Anda yang tertarik ingin membeli Asus Zenfone 9, ponsel mungil ini dijual seharga Rp 7.999.000 untuk varian RAM 6 GB dengan penyimpanan internal 128 GB, sedangkan varian lainnya dijual seharga Rp 9.999.000 dengan RAM 8 GB yang dikonfigurasikan dengan penyimpanan internal 256 GB.

Lengkap sudah review Asus Zenfone 9 dari tim Telset. Semua penilaian yang kami berikan ini penilaian subyektif berdasarkan hasil pengujian yang sudah kami lakukan. Jadi, keputusan untuk memilihnya tetap ada di tangan Anda.

SPESIFIKASI ASUS ZENFONE 9

  • Rilis: November 2022 (Indonesia)
  • Network: GSM / HSPA / EVDO / 5G
  • Layar: Super AMOLED 5.9 inch, 120Hz, HDR10+, 1100 nits (peak), 20:9 ratio
  • OS: Android 12, ZenUI (update Android 13 di Desember)
  • Chipset: Qualcomm SM8475 Snapdragon 8+ Gen 1 (4 nm)
  • CPU: Octa-core (1×3.19 GHz Cortex-X2 & 3×2.75 GHz Cortex-A710 & 4×1.80 GHz Cortex-A510)
  • GPU: Adreno 730
  • RAM: 6GB, 8GB
  • Memori: 128GB, 256GB
  • Dimensi: 146.5 x 68.1 x 9.1 mm (5.77 x 2.68 x 0.36 in)
  • NFC: Yes
  • Kamera Utama: 50 MP, f/1.9 wide, 12 MP, f/2.2 ultrawide, PDAF, gimbal OIS
  • Kamera Depan: 12 MP, f/2.5
  • Beterai: Li-Po 4300 mAh, 30W wired, PD3.0 5W reverse wired
  • Warna: Black, Blue, Red, Silver
  • Harga: Rp 7,999,000 (6GB/128 GB), Rp 9,999,000 (8GB/256GB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Related Articles

Harga dan Spesifikasi

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0