Review Asus Zenfone 5: Kerja Gegas, Desain Berkelas

Review Asus Zenfone 5: Kerja Gegas, Desain Berkelas

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø9 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Setelah meluncurkan Asus Zenfone Max Pro M1, Asus langsung gerak cepat dengan memperkenalkan seri Zenfone 5 beberapa waktu lalu. Smartphone ini bisa dibilang begitu spesial, sebab Zenfone 5 dikemas dengan tampilan yang benar-benar berbeda dibandingkan smartphone Asus sebelumnya.

Salah satu pembedanya adalah, Zenfone 5 mengadopsi ā€œdesain berponiā€ yang sebelumnya digunakan oleh beberapa smartphone terkini. Selain itu, Zenfone 5 juga kemungkinan akan jadi pesaing serius bagi berbagai smartphone mid-end ke atas.

Kenapa kami cukup yakin smartphone ini bisa menjadi kandidat kuat jadi pesaing di kelas mid-end? Ya, itu karena meski dibanderol dengan harga Rp 4,2 jutaan, ZenFone 5 menyuguhkan beragam fitur dan performa yang terbilang mumpuni.

Oleh sebab itu akan sangat menarik untuk membahas lebih mendalam smartphone berponi dari Asus ini. Well,Ā buat Anda yang penasaran, silahkan simak ulasan lengkap dariĀ Tim Telset.id dalamĀ review Asus Zenfone 5 berikut ini.

Desain

Selama kami menggunakan smartphone ini kurang lebih seminggu lamanya, setidaknya ada tiga kesan yang kami alami ketika mencobanya. Kesan pertama adalah beda, yang mewakili banyak perubahan pada desain Zenfone 5, sehingga membuatnya begitu berbeda dibandingkan smartphone Asus lainnya.

Kesan beda itu pertama kali terlihat pada bagian depannya. Zenfone 5 mengusung desain memanjang dan memiliki notch di bagian atasnya. Ukuran notch-nya sedikit lebih besar dibandingkan kepunyaan Oppo F7 maupun Vivo V9 dan lebih kecil dibandingkan notch milik iPhone X.

Notch tersebut dimanfaatkan Asus sebagai tempat bagi sensor proximity, LED notifikasi, kamera depan dan juga earpiece. Yang menarik, jika diteliti lebih dekat, ternyata LED notifikasi Zenfone 5 ditanamkan di bagian dalam panel earpiece untuk memaksimalkan ruang pada notch smartphone ini.

Masih soal bagian depan, terlihat dengan jelas jika Asus Zenfone 5 memiliki bezel yang tipis di tiap sisinya. Memang tidak ā€œsetipisā€ iPhone X apalagi pada bagian dagunya, namun menurut kami tipisnya bezel Zenfone 5 patut untuk diapresiasi, karena membuat bentang layar terasa lebih maksimal.

Pindah ke bagian belakang, barulah kesan kedua yakni premium muncul. Asus Zenfone 5 dikemas dengan body berbahan dasar logam sebagai frame-nya dan Special Thermoplastic Polyurethane (TPU) dengan finishing menyerupai kaca atau glass-like untuk bagian belakangnya.

Sekedar informasi, TPU merupakan suatu bahan yang sebagian besarnya terbuat dari plastik. Bahan ini memiliki beragam keuntungan, seperti tahan goresan, dan jauh lebih elastis.

Bahan TPU juga tak jarang kerap digunakan sebagai lapisan pelindung bagi layar smartphone. Sebab, bahan ini mampu menyerap goresan kecil, seperti goresan yang disebabkan logam atau logam ringan.

Dengan penggunaan bahan itu, body belakang Zenfone 5 memberikan nuansa yang membuatnya terlihat mewah, premium dan terlihat tangguh. Body smartphone mampu memberikan refleksi warna yang berbeda-beda, tergantung pantulan cahaya yang mengenai body smartphone.

Namun yang kami suka adalah efek refleksi berbentuk bintang yang terpusat di sensor sidik jari Zenfone 5 yang membuatnya lebih berkarakter dan berbeda dibandingkan smartphone lain di kelasnya.

Kesan terakhir adalah nyaman digunakan. Ya, harus diakui, Zenfone 5 menjadi salah satu smartphone yang nyaman digunakan. Ada beberapa sebabnya, pertama karena smartphone ini cukup ringan dengan bobot sekitar 155 gram saja. Kedua, ukuran Zenfone 5 sangat pas untuk digenggam menggunakan satu tangan saja.

Kami pun membandingkannya dengan smartphone berukuran layar 5,5 inch dengan aspek rasio 16 : 9. Ketika disandingkan, ukuran Zenfone 5 bahkan sedikit lebih pendek dibandingkan smartphone 16 : 9 tersebut.

Dari ketiga kesan tadi, bisa ditarik satu kesimpulan, yakni Asus Zenfone 5 memiliki build quality yang sangat bagus. Ini menjadi nilai yang tambah bagi Asus yang memang terlihat serius menggarap desain Zenfone 5. Good job!

Layar

Asus Zenfone 5 mengusung layar berjenis IPS dengan ukuran 6,2 inch beresolusi FHD+ (1080 x 2246 piksel) dengan aspek rasio 19 : 9, mirip seperti iPhone X. Selama beberapa hari menggunakannya, kualitas layar Zenfone 5 sukses memanjakan mata kami.

Saat menggunakannya, kami sengaja menggunakan wallpaper dengan warna yang terang. Itu karena kami ingin mengetahui apakah layar Zenfone 5 menyajikan warna yang berkualitas atau tidak.

Hasilnya, layar Zenfone 5 benar-benar memiliki kapabilitas dalam hal penyajian warna. Selain itu, layarnya juga mampu menyesuaikan intensitas cahaya secara otomatis, berkat adanya fitur Auto Brightness.

Layar Zenfone 5 juga dapat kami klaim cukup pintar. Salah satu buktinya adalah dengan adanya fitur Smart screen on yang mungkinkan layar untuk tetap menyala, ketika pengguna menatapnya.

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana dengan ā€œsi notchā€? Sebenarnya soal notch, tergantung selera masing-masing pengguna. Ada yang suka dengan tampilan notch karena membuat smartphone terlihat kekinian, ada juga yang tidak suka karena ā€œsedikitā€ mengganggu tampilan layar.

Sejujurnya notch Zenfone 5 dapat dihilangkan, ketika menjalankan aplikasi-aplikasi tertentu seperti Google Chrome misalnya. Namun saat kami melakukan review, tiba-tiba ada pembaruan sistem terbaru yang membawa fitur yang pasti akan disukai oleh pengguna yang kontra dengan notch.

Karena pada pembaruan ini, pengguna Zenfone 5 dapat menghilangkan notch pada pengaturan Display dan kemudian memilih opsi Hide Notch.

Seperti pada LG G7 ThinQ, fitur ini memungkinkan layar bagian atas diubah warnanya menjadi warna hitam agar senada dengan warna. Yang menarik, notifikasi akan tetap dimunculkan pada bar tersebut, sehingga pengguna tetap dapat memaksimalkan layar Zenfone 5. Keren!

Kinerja

Asus Zenfone 5 mengandalkan spesifikasi yang sebenarnya tak jauh berbeda dibandingkan seri Zenfone Max Pro M1. Smartphone ini dibekali prosesor octa-core 1,8GHz dengan chipset terbaru dari Qualcomm yakni Snapdragon 636.

Hal lainnya, disematkan juga RAM 4GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 3,300 mAh dan sistem operasi ZenUI 5.0 berbasis Android 8.0 Oreo.

Berbicara soal sistem operasinya, Asus mungkin mulai mendengarkan keluhan-keluhan dari para penggunanya soal ZenUI. Seperti diketahui, ZenUI bisa dibilang menjadi salah satu sistem operasi yang memiliki banyak bloatware.

Meski sudah dikurangi jumlahnya pada ZenUI 4.0, namun dengan kehadiran bloatware, tentu akan berpengaruh pada performa smartphone secara keseluruhan.

Pada ZenUI 5.0 inilah Asus seolah membuktikan bahwa ZenUI bukan lagi sebagai sistem operasi yang menghambat kinerja dari smartphone karena banyaknya bloatware di dalamnya. Melainkan bertransformasi sebagai sistem operasi yang nyaman digunakan dan ringan bagi smartphone.

Salah satu buktinya, ketika kami menjalankan berbagai aplikasi dalam satu waktu. Dari 4GB RAM yang disediakan, hanya terpakai 56% saja atau 2,2GB RAM. Dengan konsumsi terbanyaknya adalah sistem Android itu sendiri yakni 0,97GB.

ZenUI 5.0 juga hanya memiliki sedikit bloatware saja, dan itupun dirasa berguna menurut kami. Sebut saja Calculator, Clock, Contacts, Sound Recorder, Weather dan Web Storage. Sisanya, hanya aplikasi Google dan juga beberapa aplikasi pendukung seperti Themes, Mobile Manager dan Selfie Master.

Sistem operasi yang mampu bekerja dengan optimal, tentu akan bepengaruh pada kinerja dari baterai. Nah, meskipun baterai Zenfone 5 hanya berkapasitas 3,300 mAh saja, tapi bisa kami klaim smartphone ini menjadi salah satu smartphone yang awet baterainya.

Sebab, berdasarkan pengujian kami, baterai Zenfone 5 mampu bertahan 12 jam 34 menit dengan baterai tersisa 6% yang diprediksi bakal habis dalam waktu 43 menit lagi. Sementara perolehan screen on time tercatat selama 5 jam 10 menit. Tahan lama kan?

Nah, selain sistem operasi yang smooth dan baterai yang tahan lama, Zenfone 5 juga punya performa yang sangat mumpuni untuk sebuah smartphone ā€œkelas menengahā€. Itu karena pada Zenfone 5 terdapat teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama AI Boost yang bertugas memacu kinerja Zenfone 5 lebih cepat lagi.

Kamipun penasaran seberapa besar kinerja Zenfone 5 jika dilihat dari angka. Berdasarkan pengujian kami menggunakan AnTuTu Benchmark versi 7, Asus Zenfone 5 mencatatkan skor 133.917 poin!

Baca juga: Review Asus Zenfone Max Pro M1: Zenfone Max Terbaik!

Jika kami bandingkan dengan Asus Zenfone Max Pro M1 yang punya spesifikasi yang sama, perbedaan skornya sangat jauh karena Zenfone Max Pro M1 hanya berhasil mencetak skor 115.022 poin.

Dengan berbagai keunggulan di sektor spesifikasi, tentu saja akan membuat Zenfone 5 sangat mumpuni untuk memainkan game dengan grafis tinggi, contoh saja PES 2018, PUBG, Free Fire dan lainnya.

Untuk urusan yang ringan seperti berselancar di media sosial dan internet, mengetik, menonton film atau YouTube, dan lainnya, smartphone ini juga sangat kredibel untuk menjalankannya.

Kamera

Sektor kamera pada Zenfone 5 bisa dibilang menjadi salah satu pemegang peranan penting, selain bagian desain dan spesifikasi. Asus Zenfone 5 dibekali kamera ganda di bagian belakangnya dengan resolusi 12MP aperture f/1.8 dengan sensor Sony IMX363 berukuran 1/2.55″ untuk kamera utama.

Sementara kamera sekundernya beresolusi 8MP aperture f/2.2 sensor 1/4″ yang dapat menangkap foto wide hingga 120°. Kamera utama Zenfone 5 juga telah dibekali berbagai fitur high-end. Misalnya Optical Image Stabilization (OIS),Ā Electronic Image Stabilization (EIS) dan juga Dual-Pixel autofocus.

Kamera ganda Zenfone 5 sudah disematkan teknologi berbasis AI di dalamnya. Misalnya saja Scene Detection yang memungkinkan kamera mampu mendeteksi 16 tipe scene pengambilan gambar dan menyesuaikan pengaturan kamera sesuai scene tersebut.

Ketika kami mengambil gambar buah-buahan, otomatis kamera menampilkan ikon Food di bagian atas layar dan pengaturan kamera pun berubah otomatis dengan lebih menonjolkan sisi warna pada gambar. Hasilnya? Anda bisa lihat foto di bawah ini.

Warna merah muda dan garis-garis hijau dari buah naga yang kami potret terbilang tajam, namun masih terlihat alami. Detil pada buah pun sangat baik, meski gambar kami perbesar dengan mengetuk layar dua kali, seperti gambar di bawah.

Dengan memanfaatkan AI juga, kami dapat memotret gambar yang berkualitas meski kondisi cahaya bisa dikatakan kurang berkat mode Night View yang otomatis aktif. Terlihat pada gambar di bawah, Meski kami mengambil gambar saat malam hari, namun warna serta detil dari objek foto bisa dibilang bagus.

Saat gambar diperbesar, detil dan warna dari wajah pemain musik, ornamen-ornamen di dalam panggung hingga latar cahaya, terlihat dengan baik dan minim noise yang biasanya dapat mengurangi kualitas foto.

Lantas bagaimana dengan kualitas kamera wide-angle? Jawabannya, sama baiknya. Seperti pada gambar di bawah yang memperlihatkan warna-warni dari payung yang digantung di atap sebuah ruangan terbuka dengan kondisi cahaya yang cukup terik.

Warna dan detil dari payung, kain, dan lainnya terbilang tajam namun cenderung tidak terlalu berlebihan. Ketika kami memperbesar gambar tersebut, kualitasnya memang cukup tertinggal dibandingkan lensa utama, karena terdapat titik-titik noise pada objek foto yang terlihat dengan cukup jelas. Namun warna serta detil objek masih tampak dengan cukup baik.

Pantas saja DxOMark menempatkan Zenfone 5 di posisi ke-12 sebagai smartphone dengan kamera terbaik di bawah iPhone 8 dan di atas Google Pixel generasi pertama. Sebab, kamera ganda Zenfone 5 memang hampir tak ada cela dan sukses memudahkan kami untuk dapat mengambil foto dengan kualitas terbaik.

Untuk kamera depannya, Asus Zenfone 5 memiliki kamera depan beresolusi 8MP aperture f/2.0 dengan ukuran sensor 1/4″. Kualitas kameranya standar saja dan dirasa cukup bagi pengguna yang gemar selfie, apalagi kamera depan Zenfone 5 juga mampu memotret foto dengan efek bokeh.

Hasil foto terlihat cukup tajam dengan efek warna dan intensitas cahaya yang tidak berlebihan. Kami sarankan untuk tidak menggunakan efek Beautify, sebab efek halus dan mulus pada wajah ā€œcukupā€ berlebihan.

Yang cukup mengherankan adalah ketika kami mengambil gambar selfie saat kondisi cahaya kurang. Sistem seolah meningkatkan intensitas cahaya saat pengambilan gambar, sehingga menghasilkan foto yang terlalu terang seperti foto di bawah ini.

Berikut beberapa foto yang kami ambil menggunakan kamera Asus Zenfone 5:

Kesimpulan

Asus Zenfone 5 dapat dibilang merupakan bukti keseriusan Asus untuk dapat melibas lawan-lawannya di pasar smartphone, khususnya di kelas menengah ke atas. Segala hal yang terdapat pada Zenfone 5 benar-benar dipersiapkan dengan matang oleh Asus dengan satu tujuan yakni menjadi yang terbaik di mata konsumen.

Mungkin harga Rp 4,2 jutaan terbilang mahal bagi masyarakat sekarang ini. Namun menurut kami, harga tersebut sangatlah worth-it untuk Zenfone 5.

Karena smartphone ini merupakan paket lengkap yang menawarkan tak cuma satu sisi saja, tapi segalanya. Desain, kinerja, kamera, sampai teknologi berbasis AI pun sudah ada di Zenfone 5. Good job, Asus! (FHP)