Beranda blog Halaman 3

Feishu Rilis AI Recording Bean, Hardware Pertama Kolaborasi dengan Anker

0

Telset.id – Feishu, platform kolaborasi kerja milik ByteDance, dikabarkan akan meluncurkan produk hardware pertamanya. Perangkat bernama “AI Recording Bean” ini dikembangkan bersama Anker Innovations dan dirancang untuk perekaman suara tanpa hambatan dalam aktivitas profesional sehari-hari.

Berdasarkan laporan dari media teknologi “Intelligent Emergence”, produk ini merupakan proyek eksplorasi internal Feishu. Tim produk Feishu bertanggung jawab atas pengembangan sisi perangkat lunak, sementara kolaborasi dengan Anker, yang dikenal dengan produk charger dan audio-nya, difokuskan pada realisasi hardware. Produk ini menekankan konsep “unobtrusive wear” dan “all-day companion”, memungkinkan pengguna merekam percakapan dengan mudah dalam berbagai situasi.

AI Recording Bean memiliki bobot sangat ringan, hanya 10 gram, dengan desain berbentuk kacang (bean-shaped). Perangkat ini dilengkapi dengan dual MEMS microphone array untuk menangkap audio dengan jelas. Saat disimpan dalam charging case, total beratnya sekitar 48 gram. Untuk konektivitas, produk ini mendukung dua mode transmisi: Bluetooth dan Wi-Fi, memberikan fleksibilitas dalam pengiriman data rekaman.

Fitur dan Posisi Pasar

Produk ini dirancang untuk melekat pada kerah baju, tepi saku, atau bahkan bagian belakang ponsel melalui aksesori magnetik. Tujuannya adalah menghilangkan kebutuhan pengguna untuk mengeluarkan ponsel dan membuka aplikasi perekam secara manual. Dengan demikian, pengguna dapat dengan cepat mengaktifkan perekaman selama rapat, kunjungan klien, atau bahkan dalam perjalanan.

Lonjakan produk perekaman berbasis AI belakangan ini menunjukkan tren yang berkembang. Sebelumnya, produk seperti Xiaomi Buds 6 juga mengintegrasikan fitur penerjemah AI. Di sisi lain, inovasi perangkat “AI life manager” seperti Looki L1 yang bisa membuat vlog otomatis, serta adopsi teknologi oleh institusi seperti kacamata AI polisi, menunjukkan ekosistem yang semakin matang.

Kehadiran AI Recording Bean juga menarik untuk dilihat dalam konteks portofolio Anker Innovations. Perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk melantai ke Bursa Hong Kong ini terus berekspansi di luar pasar pengisi daya. Meski sempat ada kabar mengenai restrukturisasi internal, perusahaan membantah isu pemutusan hubungan kerja dalam skala besar.

Di pasar yang serupa, pesaing seperti Honor telah meluncurkan Honor KUMI AI Note seharga 699 yuan yang mendukung transkripsi dan terjemahan 133 bahasa. Sementara itu, iFlytek memiliki lini produk perekam AI canggih seperti iFlytek S8 Offline Edition dengan harga premium 6.999 yuan, yang menekankan keamanan data dengan chip independen bersertifikasi kriptografi nasional.

Peluncuran hardware pertama oleh Feishu ini menandai langkah strategis untuk memperdalam integrasi ekosistem produktivitas mereka. Dengan memadukan kekuatan perangkat lunak kolaborasi Feishu dan keahlian hardware Anker, AI Recording Bean berpotensi menjadi alat pendamping yang seamless bagi pekerja profesional. Keberhasilan produk eksplorasi ini akan sangat bergantung pada akurasi transkripsi AI, keandalan perangkat, dan tentu saja, respons pasar terhadap kebutuhan perekaman “tanpa kesadaran” yang mereka tawarkan.

Studi: ChatGPT Lebih Akurat Jika Dihina, Tapi Jangan Tiru

0

Telset.id – Sebuah studi terbaru dari University of Pennsylvania mengungkap temyata mengejutkan: memberikan perintah yang kasar atau bahkan menghina kepada ChatGPT justru dapat meningkatkan akurasi jawabannya. Temuan ini bertolak belakang dengan kebiasaan banyak orang tua yang mengajarkan anak-anak untuk bersikap sopan kepada asisten digital seperti Alexa atau Siri.

Dalam penelitian yang belum melalui proses peer-review tersebut, dua peneliti menemukan bahwa saat perintah (prompt) untuk model ChatGPT-4o OpenAI semakin tidak sopan, output yang dihasilkan menjadi lebih tepat. Mereka merancang 50 pertanyaan dasar dari berbagai subjek, lalu menulis ulang setiap pertanyaan lima kali dengan nada yang berbeda, mulai dari “sangat sopan” hingga “sangat kasar”.

“Kontra dari ekspektasi, prompt yang tidak sopan secara konsisten mengungguli yang sopan, dengan akurasi berkisar dari 80,8 persen untuk prompt Sangat Sopan hingga 84,8 persen untuk prompt Sangat Kasar,” tulis para peneliti dalam makalahnya, seperti dilansir Fortune. Sementara itu, akurasi untuk prompt paling sopan hanya mencapai 75,8 persen.

Konflik dengan Temuan Sebelumnya

Hasil penelitian ini tampak bertentangan dengan studi sebelumnya yang menyimpulkan bahwa bersikap lebih santun terhadap model bahasa besar (LLM) justru lebih efektif. Misalnya, sebuah makalah tahun 2024 oleh peneliti dari RIKEN Center for Advanced Intelligence Project dan Waseda University di Tokyo menemukan bahwa “prompt yang tidak sopan sering kali menghasilkan kinerja yang buruk.”

Penelitian lain dari Google DeepMind juga menunjukkan bahwa menggunakan prompt yang suportif dapat meningkatkan kinerja LLM dalam memecahkan soal matematika tingkat sekolah, mengisyaratkan data pelatihannya mungkin menangkap isyarat sosial, seperti seorang tutor online yang membimbing murid.

Perbedaan hasil ini menyoroti kompleksitas dan ketidakpastian dalam interaksi manusia-AI. Temuan dari Penn State juga menunjukkan bahwa perubahan sangat kecil dalam pemilihan kata pada prompt dapat memberikan efek dramatis pada kualitas output AI, yang berpotensi besar merusak prediktabilitas dan keandalan mereka yang sudah diragukan. Chatbot AI juga dikenal dapat memberikan jawaban yang sama sekali berbeda untuk prompt yang persis sama.

Peringatan dari Para Peneliti

Meski data menunjukkan keuntungan dari sikap kasar, para peneliti dengan tegas tidak menganjurkannya. “Sementara temuan ini menarik secara ilmiah, kami tidak menganjurkan penerapan antarmuka yang bermusuhan atau toksik dalam aplikasi dunia nyata,” tulis mereka. “Menggunakan bahasa yang menghina atau merendahkan dalam interaksi manusia-AI dapat memiliki efek negatif pada pengalaman pengguna, aksesibilitas, dan inklusivitas, serta dapat berkontribusi pada norma komunikasi yang berbahaya.”

Pernyataan ini sejalan dengan kekhawatiran yang berkembang seputar dampak sosial dan psikologis dari teknologi AI generatif. Beberapa insiden fatal yang diduga dipicu oleh interaksi dengan ChatGPT telah memicu gugatan hukum terhadap OpenAI, menyoroti potensi risiko dari sistem yang belum sepenuhnya dipahami.

Co-author studi sekaligus profesor IT Penn State, Akhil Kumar, menekankan nilai dari antarmuka yang terstruktur. “Untuk waktu yang sangat lama, kita manusia menginginkan antarmuka percakapan untuk berinteraksi dengan mesin. Tetapi sekarang kita menyadari bahwa ada kerugian untuk antarmuka seperti itu juga, dan ada beberapa nilai dalam

Meta PHK 1.500 Karyawan VR, Fokus Beralih ke AI dan Wearable

0

Telset.id – Meta mengonfirmasi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.500 karyawan di divisi Reality Labs, unit yang menangani produk realitas virtual (VR) dan metaverse. Langkah drastis ini, yang memangkas hampir 10% staf divisi tersebut, menandai pergeseran strategis perusahaan dari visi metaverse yang ambisius ke arah pengembangan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI).

PHK ini dilaporkan pertama kali oleh Wall Street Journal dan berdampak pada penutupan tiga studio pengembang game VR. Meski platform game VR Meta, Horizon Worlds, masih beroperasi, kapasitasnya dilaporkan menurun. Seorang juru bicara Meta menyatakan langkah ini konsisten dengan pengumuman perusahaan bulan lalu tentang pengalihan investasi. “Kami mengatakan bulan lalu bahwa kami mengalihkan sebagian investasi kami dari Metaverse ke perangkat wearable,” ujar juru bicara tersebut kepada WSJ. “Ini adalah bagian dari upaya itu.”

Keputusan ini seolah menjadi paku terakhir bagi peti mati upaya Meta menciptakan platform augmented reality (AR) yang menguntungkan. Sejak diluncurkan pada 2020, divisi Reality Labs telah mencatatkan kerugian kumulatif lebih dari US$77 miliar bagi perusahaan. Pergeseran ini terjadi hanya tiga tahun setelah Mark Zuckerberg dengan gegap gempita mengubah nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta, menempatkan metaverse sebagai jantung visi masa depannya.

Pergeseran Strategis dari Metaverse ke AI

Analis industri menyebut keputusan Meta untuk akhirnya menarik diri dari metaverse yang bermasalah sebagai “langkah cerdas, hanya saja terlambat.” Bahkan Zuckerberg sendiri mulai menjauh dari narasi metaverse dalam panggilan pendapatan perusahaan sejak awal 2023, seiring dengan kegagalan proyek besar tersebut. PHK besar-besaran ini bukan yang pertama bagi Meta, yang sebelumnya telah melakukan beberapa gelombang PHK karyawan dalam upaya restrukturisasi.

Fokus baru Meta kini tertuju pada perangkat wearable yang didukung AI, seperti kacamata pintar AI-nya. Namun, transisi ini tidak berjalan mulus. Baru pekan lalu, Meta harus menghentikan sementara pengiriman kacamata AI-nya ke pasar internasional karena masalah persediaan. Analis juga memperingatkan bahwa regulasi privasi internasional yang ketat dan pasar yang sudah jenuh dapat membatasi penjualan perangkat tersebut.

Meski tantangan ada di depan mata, optimisme internal tampaknya masih tinggi. Bloomberg mengungkapkan bahwa eksekutif Meta sempat mendiskusikan kemungkinan menggandakan total produksi kacamata AI, dari 10 juta unit menjadi 20 juta unit. Seorang sumber yang familiar dengan masalah tersebut mengatakan kepada publikasi bahwa produksi bisa mencapai 30 juta unit pada akhir 2026, asalkan permintaan pasar mendukung peningkatan pasokan tersebut.

Langkah Meta ini mencerminkan tren lebih luas di industri teknologi, di mana banyak perusahaan kini mengalihkan sumber daya secara masif ke pengembangan AI. Baru-baru ini, perusahaan lain seperti xAI juga melakukan PHK untuk memfokuskan diri pada pengembangan model AI spesialis. Restrukturisasi di tubuh Meta sendiri telah berlangsung dalam beberapa fase, termasuk spekulasi mengenai gelombang PHK tambahan sebelum pengumuman resmi ini.

Masa Depan yang Tidak Pasti dan Implikasi Pasar

Meski era metaverse versi Meta tampaknya akan segera berakhir dengan segala kejanggalannya, masa depan perangkat wearable AI-nya masih penuh ketidakpastian. PHK massal di divisi Reality Labs menyisakan pertanyaan besar tentang komitmen jangka panjang perusahaan terhadap ekosistem VR yang telah dibangunnya, termasuk bagi developer dan pengguna setia.

Perubahan haluan strategis ini juga menyoroti volatilitas dalam industri teknologi yang bergerak cepat, di mana perusahaan-perusahaan raksasa dapat dengan cepat meninggalkan investasi miliaran dolar untuk mengejar tren berikutnya. Sementara karyawan yang di-PHK harus menghadapi salah satu pasar tenaga kerja terberat sejak 2003, Meta berharap taruhannya pada AI akan membuahkan hasil yang lebih baik daripada petualangan virtual reality-nya yang terkenal mahal.

Dengan fokus baru pada AI, Meta kini membagi sumber dayanya untuk bersaing di lanskap yang sama padatnya. Keberhasilan atau kegagalan kacamata AI dan perangkat wearable lainnya akan menentukan apakah keputusan strategis kali ini lebih tepat dibandingkan visi metaverse sebelumnya. Untuk saat ini, satu hal yang pasti: babak utama eksperimen metaverse Meta, dengan segala kemegahan dan kompleksitasnya, sedang menuju akhir.

TikTok Uji Fitur Reset FYP, Bisa Mulai Algoritma dari Nol

0

Telset.id – TikTok akhirnya menjawab keluhan pengguna yang merasa terjebak dalam lingkaran konten repetitif dengan menguji coba fitur baru yang memungkinkan pengguna melakukan reset pada laman For You (FYP). Langkah ini memberikan kendali lebih besar bagi pengguna untuk “melatih ulang” algoritma rekomendasi seolah-olah mereka baru saja mendaftar akun baru.

Selama ini, algoritma TikTok dikenal sangat agresif dalam mempelajari minat pengguna. Namun, kecanggihan ini sering kali menjadi pedang bermata dua. Pengguna kerap merasa bosan karena disuguhi konten dengan topik yang itu-itu saja, atau bahkan terjebak dalam rabbit hole konten yang tidak lagi relevan dengan minat mereka saat ini.

Fitur penyegaran ini hadir sebagai solusi bagi mereka yang merasa rekomendasi kontennya sudah terlalu “jenuh”. Dengan menekan tombol reset, sistem akan mengabaikan riwayat tontonan masa lalu dan mulai menyajikan variasi konten baru untuk dipelajari kembali berdasarkan interaksi terbaru pengguna.

Mekanisme Reset Algoritma

Dalam pengujian yang sedang berlangsung, fitur ini dirancang agar mudah diakses namun tidak terlalu mencolok. Pengguna dapat menemukannya di menu pengaturan, tepatnya di bawah opsi preferensi konten. TikTok menyebut fitur ini sebagai “Refresh your For You feed”.

Setelah fitur ini diaktifkan, tampilan FYP akan kembali seperti saat pertama kali pengguna membuat akun. TikTok akan menyajikan campuran konten populer yang lebih umum dan beragam. Seiring waktu, saat pengguna mulai menyukai, berkomentar, atau menonton video tertentu lebih lama, algoritma akan kembali membentuk pola rekomendasi yang lebih spesifik.

Langkah ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru di industri media sosial. Platform milik Meta juga baru saja memperkenalkan fitur serupa. Anda bisa mempelajari Reset Algoritma Instagram untuk memahami bagaimana raksasa teknologi kini mulai memberikan transparansi dan kendali lebih pada penggunanya.

ilustrasi FYP TikTok

Kehadiran fitur ini juga menjadi angin segar di tengah perdebatan global mengenai dampak algoritma terhadap kesehatan mental pengguna. Transparansi algoritma memang sedang menjadi sorotan, bahkan topik mengenai Kode Algoritma X milik Elon Musk juga sempat ramai diperbincangkan karena menjanjikan keterbukaan serupa.

Data Pengguna Tetap Aman

Satu hal krusial yang perlu dipahami adalah fitur reset ini hanya berdampak pada logika rekomendasi konten. TikTok menegaskan bahwa tindakan ini tidak akan menghapus data esensial pengguna. Daftar following, riwayat chat, profil, dan konten yang pernah diunggah tidak akan terpengaruh.

Ini berbeda dengan tindakan drastis seperti menghapus akun. Fitur ini murni hanya untuk menyegarkan “otak” mesin rekomendasi agar tidak terjebak pada pola lama. Hal ini penting, mengingat terkadang pengguna khawatir akun mereka terkena pembatasan visibilitas atau masalah teknis lainnya. Pemahaman mengenai kesehatan akun sangat penting, mirip dengan pengetahuan tentang Shadowban Instagram yang sering menjadi momok bagi kreator konten.

Cara reset algoritma Instagram.

Selain itu, bagi para kreator, fitur ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang. Dengan di-reset-nya preferensi audiens, ada peluang bagi konten-konten baru untuk muncul di permukaan, mirip dengan dinamika perubahan Tren Foto atau video yang selalu berganti setiap musimnya.

Saat ini, fitur “Refresh” tersebut masih dalam tahap pengujian terbatas di beberapa wilayah dan belum ada jadwal pasti kapan akan digulirkan secara global. Namun, inisiatif ini menunjukkan bahwa platform video pendek tersebut mulai serius menanggapi kritik mengenai efek adiktif dan repetitif dari algoritma mereka yang sangat powerful.

MediaTek Dimensity 9500s dan 8500 Meluncur, Performa Flagship Makin Ngebut

0

Telset.id – MediaTek kembali memanaskan persaingan industri semikonduktor global dengan resmi mengumumkan kehadiran dua chipset terbarunya, yakni MediaTek Dimensity 9500s dan Dimensity 8500. Kedua “otak” smartphone ini dirancang khusus untuk mengisi segmen flagship dan premium, membawa janji peningkatan signifikan pada sektor performa komputasi, efisiensi daya, hingga kecerdasan buatan (AI).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tidak ingin kehilangan momentum di pasar high-end. Wakil Presiden Senior Korporat MediaTek, JC Hsu, menegaskan bahwa peluncuran kedua SoC (System on Chip) ini adalah manifestasi dari komitmen perusahaan untuk memperluas adopsi teknologi kelas atas di pasar global.

Menurut Hsu, Dimensity 9500s dan 8500 didesain agar para produsen ponsel pintar dapat menyuguhkan pengalaman premium dengan kinerja tinggi, namun tetap mempertahankan efisiensi daya yang optimal. Ini adalah jawaban atas kebutuhan pengguna modern yang menginginkan perangkat kencang tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai.

Dimensity 9500s: Monster Baru di Kelas Flagship

Bintang utama dari peluncuran ini tentu saja adalah Dimensity 9500s. Chipset ini didapuk sebagai yang paling bertenaga di jajaran portofolio terbaru MediaTek saat ini. Dibangun di atas proses manufaktur 3 nanometer (3nm) yang canggih, chipset ini mengadopsi arsitektur CPU All Big Core yang agresif.

Konfigurasi CPU octa-core pada Dimensity 9500s tidak main-main. Di dalamnya terdapat satu inti ultra Cortex-X925 yang mampu berlari hingga kecepatan 3,73 GHz. Kekuatan ini didukung oleh tiga inti kinerja tinggi Cortex-X4 serta empat inti Cortex-A720. Kombinasi ini menjanjikan multitasking yang sangat mulus dan responsivitas aplikasi yang instan.

Mediatek Dimensity 9500s

Kehadiran chipset ini diprediksi akan mengubah peta persaingan ponsel kelas atas, bahkan memungkinkan hadirnya Ponsel Sub-Flagship dengan rasa “sultan” yang sesungguhnya.

Beralih ke sektor grafis, para gamer mobile akan dimanjakan oleh GPU Immortalis-G925. Unit pemrosesan grafis ini ditujukan untuk melahap game kelas berat dengan frame rate tinggi tanpa kendala. MediaTek juga menyematkan dukungan ray tracing tingkat lanjut untuk pencahayaan realistis dalam game, serta teknologi pengelolaan frame yang cerdas untuk menjaga efisiensi baterai saat sesi permainan panjang.

Kecerdasan Buatan dan Fotografi Level Tinggi

Di era Generative AI, MediaTek tidak ingin ketinggalan. Dimensity 9500s mengandalkan NPU (Neural Processing Unit) kelas flagship yang dioptimalkan untuk tugas-tugas AI generatif dan pemrosesan multi-modal. Chip ini mendukung berbagai fitur cerdas langsung di perangkat (on-device), mulai dari pengeditan gambar berbasis AI, pengolahan foto lanjutan, hingga kemampuan meringkas konten seperti dokumen dan panggilan suara.

Sektor kamera juga mendapat perhatian serius lewat prosesor gambar MediaTek Imagiq. ISP ini mendukung pelacakan objek real-time hingga 30 fps dan kemampuan perekaman video 8K full-focus dengan Dolby Vision HDR. Fitur snapshot cepat dan peredam noise canggih turut dihadirkan untuk memastikan kualitas foto dan video tetap prima dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Untuk urusan konektivitas, Dimensity 9500s sudah mendukung modem 5G Release-17 dengan kecepatan unduh yang fantastis, mencapai 7 Gbps. Teknologi hemat daya 5G UltraSave dan AI network suite juga disematkan untuk optimasi jaringan yang lebih stabil.

Dimensity 8500: Raja Baru Kelas Premium

Selain varian tertinggi, MediaTek juga memperkenalkan Dimensity 8500 yang diposisikan sebagai chipset premium. Fokus utama dari SoC ini adalah keseimbangan antara performa gaming dan efisiensi daya yang maksimal. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 4 nanometer (4nm).

Menariknya, Dimensity 8500 juga menggunakan arsitektur CPU All Big Core yang terdiri dari delapan inti Cortex-A725 dengan kecepatan clock hingga 3,4 GHz. MediaTek mengklaim bahwa kinerja grafis dari chipset ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sebuah lompatan yang cukup signifikan.

Peningkatan ini tentu menjadi kabar baik, terutama jika melihat rumor mengenai Performa GPU yang digadang-gadang mampu bersaing ketat dengan kompetitor. GPU Mali-G720 yang tertanam di dalamnya juga sudah mendukung teknologi ray tracing pada game mobile, serta peningkatan stabilitas frame dan waktu loading yang lebih cepat.

Dalam hal kecerdasan buatan, Dimensity 8500 dibekali NPU generasi ke-8 MediaTek. Unit ini mendukung model bahasa besar (LLM) dan model generasi gambar, serta algoritma AI khusus untuk kamera telefoto dan optimasi visual berbasis AI secara real-time di setiap frame.

Chipset ini diprediksi akan menjadi otak dari berbagai smartphone premium yang akan rilis dalam waktu dekat, seperti yang terlihat pada Bocoran Spesifikasi perangkat Oppo Reno terbaru. Dengan peluncuran kedua chipset ini, MediaTek tampak semakin percaya diri menantang dominasi pemain lain di pasar smartphone global, menawarkan alternatif bertenaga bagi konsumen yang menginginkan performa tanpa kompromi.

Vivo X300 Ultra Lolos TKDN, Debut Global Perdana di Indonesia?

0

Telset.id – Vivo tampaknya tidak lagi ingin menyimpan varian terbaiknya hanya untuk pasar China. Vivo X300 Ultra baru saja terkonfirmasi lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Kemunculan perangkat ini menjadi sinyal kuat bahwa ponsel flagship tersebut akan segera meluncur resmi di Indonesia, sekaligus menandai debut global pertamanya.

Berdasarkan pantauan tim redaksi, sebuah perangkat misterius dari Vivo dengan nomor model V2562 telah muncul dalam database TKDN. Model ini diyakini kuat sebagai Vivo X300 Ultra. Perangkat tersebut berhasil mengantongi nilai TKDN sebesar 39,93%. Angka ini sudah cukup untuk memenuhi syarat administrasi agar sebuah perangkat 4G/5G bisa dipasarkan secara legal di Tanah Air.

Langkah ini merupakan kejutan yang menyenangkan bagi para penggemar teknologi di Indonesia. Pasalnya, generasi sebelumnya seperti X100 Ultra dan X200 Ultra dikenal sebagai produk yang “jago kandang” alias eksklusif hanya untuk pasar China. Dengan lolosnya sertifikasi ini, Vivo X300 Ultra dipastikan akan menjadi HP seri Ultra pertama dari Vivo yang dirilis untuk pasar global, termasuk Indonesia.

Namun, perjalanan menuju peluncuran resmi belum sepenuhnya selesai. Setelah mengantongi restu dari Kemenperin, ponsel ini masih harus melewati uji sertifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) atau yang dulu dikenal sebagai Postel. Jika kedua syarat ini terpenuhi, maka hanya tinggal menunggu waktu bagi Vivo Indonesia untuk menyebar undangan peluncuran.

Vivo X200 Ultra

Spesifikasi Layar dan Dapur Pacu

Meskipun belum diluncurkan secara resmi, bocoran mengenai spesifikasi perangkat ini sudah mulai bertebaran. Vivo X300 Ultra kabarnya akan mengusung panel layar OLED LTPO berukuran 6,82 inci. Berbeda dengan tren layar lengkung yang mulai ditinggalkan, ponsel ini akan menggunakan desain layar datar dengan resolusi 2K. Keunggulan visualnya akan didukung oleh bezel yang diklaim sangat tipis di keempat sisinya, memberikan pengalaman visual yang imersif.

Beralih ke sektor performa, Vivo tidak main-main. Ponsel ini dirumorkan akan diotaki oleh chipset kelas atas terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Penggunaan prosesor ini menjanjikan lonjakan performa yang signifikan, terutama untuk kebutuhan multitasking berat dan gaming.

Untuk menunjang performa gahar tersebut, Vivo menyematkan sumber daya yang masif. Baterai berkapasitas 7.000 mAh siap menopang aktivitas pengguna seharian penuh. Tentu saja, kapasitas jumbo ini akan dipadukan dengan teknologi pengisian cepat untuk memangkas waktu charging. Tren kapasitas baterai besar memang sedang menjadi fokus utama para vendor smartphone tahun ini.

Kamera 200 MP dengan Sensor Sony

Sektor fotografi tetap menjadi nilai jual utama seri X dari Vivo. Bocoran menyebutkan bahwa Vivo X300 Ultra akan membawa konfigurasi tiga kamera belakang yang sangat “mengerikan”. Kamera utamanya memiliki resolusi 200 MP yang dilengkapi dengan OIS (Optical Image Stabilization), menggunakan sensor anyar Sony LYT-901.

Selain kamera utama, terdapat kamera ultrawide 50 MP yang mengandalkan sensor Sony LYT-828. Namun, bintang utamanya mungkin terletak pada kamera periskop telephoto 200 MP yang menggunakan sensor Samsung HPB. Kombinasi ini memungkinkan fitur zoom optik kontinu (continuous optical zoom), sebuah fitur yang jarang ditemukan pada kompetitornya.

Bagi para pecinta swafoto, Vivo juga tidak pelit spesifikasi. Di bagian depan, akan tersemat kamera selfie 50 MP yang sudah mendukung autofokus, memastikan hasil foto wajah tetap tajam dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Sebelum muncul di database TKDN, tanda-tanda kehadiran global Vivo X300 Ultra sebenarnya sudah tercium. Perangkat ini sempat ditemukan di database IMEI dan platform sertifikasi Eropa. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa ponsel ini akan dirilis di China pada Maret 2026. Mengingat sertifikasi di Indonesia sudah keluar, besar kemungkinan peluncuran di Tanah Air tidak akan berselang lama dari debutnya di negara asalnya.

Kehadiran Vivo X300 Ultra tentu akan memanaskan persaingan ponsel flagship di awal tahun 2026, terutama melawan kompetitor yang juga menawarkan tren baterai besar dan kemampuan kamera superior.

Tecno Spark Go 3 Meluncur, Bawa Layar 120Hz dan Kamera 13MP

0

Telset.id – Tecno kembali memanaskan persaingan di segmen entry-level dengan memperkenalkan perangkat terbarunya, Tecno Spark Go 3. Ponsel pintar ini hadir dengan penawaran yang cukup agresif, terutama pada sektor layar yang membawa spesifikasi di atas rata-rata para kompetitor di kelas harganya.

Sebagai penerus dari seri sebelumnya, Tecno Spark Go 3 tampaknya dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan pengalaman visual mulus tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Kehadiran perangkat ini menambah panjang daftar portofolio Tecno yang konsisten menggempur pasar dengan spesifikasi “merusak harga pasar”.

Fokus utama dari perangkat ini jelas terlihat pada peningkatan kualitas tampilan dan penyegaran desain yang lebih modern. Tecno sepertinya menyadari bahwa pengguna di segmen anggaran terbatas pun kini semakin kritis terhadap kualitas layar dan estetika perangkat.

Layar 120Hz: Fitur Mewah di Kelas Pemula

Salah satu nilai jual utama yang ditonjolkan pada Tecno Spark Go 3 adalah spesifikasi layarnya. Berdasarkan informasi yang kami himpun, ponsel ini dibekali dengan panel LCD berukuran cukup luas, yakni 6,74 inci. Ukuran ini memberikan ruang pandang yang lega untuk kebutuhan multimedia maupun scrolling media sosial.

Namun, yang membuat alis terangkat adalah dukungan refresh rate yang mencapai 120Hz. Angka ini terbilang sangat tinggi untuk ukuran ponsel entry-level, di mana sebagian besar kompetitornya masih berkutat di angka 60Hz atau maksimal 90Hz. Dengan resolusi HD+, kombinasi ini menjanjikan pengalaman navigasi antarmuka yang jauh lebih halus dibandingkan pendahulunya, Spark Go 2023.

Salah satu daya tarik utama Tecno Spark Go 3 terletak pada sektor layar. Ponsel ini dibekali layar LCD berukuran 6,74 inci dengan resolusi HD+ dan refresh rate 120 Hz.

Penggunaan layar 120Hz pada resolusi HD+ merupakan langkah cerdas untuk menyeimbangkan performa dan efisiensi daya. Pengguna bisa merasakan sensasi swiping yang responsif tanpa membebani kinerja grafis secara berlebihan. Ini menjadi peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan seri lawas atau bahkan bocoran Tecno Spark Slim yang berfokus pada ketipisan bodi.

Desain Fresh dengan Pilihan Warna Beragam

Tidak hanya soal layar, Tecno juga memberikan penyegaran pada sisi visual bodi. Tecno Spark Go 3 hadir dalam empat varian warna yang terlihat elegan dan tidak membosankan. Pilihan warna tersebut meliputi Aurora Purple, Galaxy Blue, Ink Black, dan Titanium Grey.

Tecno Spark Go 3 ditawarkan dalam empat pilihan warna, yaitiu Aurora Purple, Galaxy Blue, Ink Black, dan Titanium Grey.

Variasi warna ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih perangkat yang sesuai dengan kepribadian mereka, mulai dari yang bernuansa kalem seperti Titanium Grey hingga yang lebih ekspresif seperti Aurora Purple. Desain modul kameranya pun dibuat cukup tegas, memberikan kesan bahwa ini adalah ponsel keluaran terbaru, mirip dengan bahasa desain yang dibawa oleh seri yang lebih tinggi seperti Spark 40 Pro+.

Konfigurasi Kamera Esensial

Beralih ke sektor fotografi, Tecno Spark Go 3 mengusung konfigurasi yang fungsional untuk kelasnya. Di bagian belakang, terdapat kamera utama beresolusi 13 MP. Kamera ini didampingi oleh LED flash untuk membantu pencahayaan dalam kondisi minim cahaya.

Meskipun resolusinya terdengar standar, untuk kebutuhan dokumentasi harian dan media sosial, sensor 13 MP sudah cukup memadai asalkan didukung oleh pemrosesan software yang baik. Desain modul kamera belakangnya dibuat menyatu dengan bodi, memberikan tampilan yang bersih dan minimalis.

Tecno Spark Go 3 mengusung kamera belakang tunggal 13 MP yang dilengkapi LED flash, serta kamera depan 8 MP

Sementara itu, untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, Tecno menyematkan kamera depan beresolusi 8 MP. Resolusi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan standar ponsel murah yang biasanya masih bertahan di angka 5 MP. Peningkatan ini tentu menjadi kabar baik bagi pengguna yang aktif melakukan video call atau membuat konten vlog sederhana.

Secara keseluruhan, Tecno Spark Go 3 menawarkan paket yang menarik bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas namun menginginkan fitur kekinian seperti layar 120Hz. Strategi Tecno untuk terus mendorong batas spesifikasi di kelas low-end patut diapresiasi, memaksa kompetitor untuk tidak lagi pelit fitur di segmen harga yang sensitif ini.

17,5 Juta Data Pengguna Instagram Diduga Bocor, Meta Buka Suara

0

Telset.id – Kabar kurang sedap kembali menerpa raksasa teknologi, Meta. Sebuah laporan keamanan siber terbaru mengungkapkan bahwa sebanyak 17,5 juta data pengguna Instagram diduga telah bocor dan beredar di internet. Insiden ini kembali memicu perdebatan sengit mengenai seberapa aman privasi pengguna di platform media sosial terbesar di dunia tersebut, mengingat rekam jejak Meta yang kerap tersandung masalah serupa.

Kasus ini mencuat setelah seorang peneliti keamanan menemukan sebuah database raksasa yang tidak terproteksi dengan baik. Database tersebut disinyalir berisi informasi sensitif yang melibatkan jutaan akun, mulai dari nomor telepon, alamat email, hingga ID profil pengguna. Situasi ini tentu menjadi alarm bahaya bagi para pengguna aktif yang menggantungkan interaksi digital mereka di platform berbagi foto dan video ini.

Beredarnya informasi ini tentu membuat publik bertanya-tanya mengenai validitas sistem keamanan yang dibangun oleh Mark Zuckerberg dan timnya. Di tengah upaya mereka membangun metaverse, celah keamanan pada aplikasi inti mereka justru tampak masih menganga lebar.

Dugaan Kebocoran vs “Scraping” Data

Dalam dunia keamanan siber, terminologi sangatlah penting. Terkait insiden ini, terdapat perdebatan teknis mengenai bagaimana data tersebut bisa terlepas ke publik. Laporan awal mengindikasikan bahwa data ini kemungkinan besar didapatkan melalui metode scraping, bukan peretasan sistem internal (breach) secara langsung.

Metode scraping melibatkan penggunaan bot otomatis untuk menyalin informasi yang tersedia secara publik di profil pengguna dalam skala massal. Meskipun Meta sering berdalih bahwa ini adalah “data publik”, namun ketika jutaan data tersebut dikompilasi menjadi satu database terstruktur yang menautkan nomor telepon asli dengan akun pengguna, potensinya menjadi senjata berbahaya bagi para penjahat siber.

Data 17,5 juta pengguna Instagram diduga bocor, Instagram beri penjelasan.

Terkait temuan ini, pihak Instagram tidak tinggal diam. Mereka memberikan penjelasan bahwa pihaknya sedang menyelidiki klaim tersebut. Namun, seperti pola komunikasi korporasi pada umumnya, mereka cenderung menepis anggapan bahwa sistem mereka telah dijebol. Penjelasan ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pengguna, meski bagi pakar keamanan, hal tersebut tidak mengurangi risiko yang dihadapi pemilik akun.

Kasus ini mengingatkan kita pada insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Anda mungkin ingat peringatan mengenai Data Akun Bocor yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Polanya hampir selalu sama: data pengguna terekspos, perusahaan menyangkal adanya peretasan sistem, namun data tersebut tetap berakhir di forum jual beli data ilegal.

Risiko Nyata bagi Pengguna: Phishing hingga SIM Swap

Mengapa kebocoran 17,5 juta data ini begitu berbahaya? Jawabannya bukan sekadar pada hilangnya privasi, melainkan potensi tindak kejahatan finansial dan pencurian identitas. Ketika nomor telepon dan email pengguna jatuh ke tangan yang salah, pelaku kejahatan dapat melancarkan serangan phishing yang sangat tertarget.

Salah satu skenario terburuk adalah serangan SIM Swap. Dengan bermodalkan data nomor telepon yang valid dan informasi profil yang cocok, pelaku bisa mengelabui operator seluler untuk mengambil alih nomor korban. Jika berhasil, kode OTP (One-Time Password) untuk layanan perbankan atau dompet digital bisa dengan mudah mereka akses.

Selain itu, modus penipuan dengan mengirimkan email palsu yang seolah-olah berasal dari Instagram juga marak terjadi. Email tersebut biasanya berisi tautan untuk “mereset password” karena adanya aktivitas mencurigakan, padahal tautan tersebut justru menjebak pengguna untuk menyerahkan kredensial login mereka secara sukarela.

Penting bagi pengguna untuk memahami bahwa keamanan data bukan hanya tanggung jawab platform, tetapi juga pengguna itu sendiri. Di Eropa, regulasi ketat seperti GDPR telah memaksa raksasa teknologi untuk lebih transparan. Bahkan, Batasi Data Pengguna menjadi opsi yang akhirnya diberikan Meta di wilayah tersebut karena tekanan hukum. Sayangnya, fitur dan perlindungan serupa belum tentu tersedia secara merata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tanggapan Meta dan Langkah Mitigasi

Hingga berita ini diturunkan, Meta menegaskan bahwa mereka terus meningkatkan kemampuan AI dan sistem keamanan mereka untuk mendeteksi bot scraping. Mereka mengklaim telah memblokir jutaan upaya pengumpulan data setiap harinya. Namun, lolosnya 17,5 juta data ini membuktikan bahwa pertahanan mereka belum sepenuhnya tak tertembus.

Ilustrasi Instagram Stories.

Bagi pengguna di Indonesia, isu kedaulatan data juga menjadi sorotan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kerap kali harus turun tangan meminta klarifikasi ketika ada isu kebocoran data global yang melibatkan warga negara Indonesia. Hal ini sejalan dengan sikap tegas pemerintah sebelumnya, di mana Menteri Komunikasi pernah membantah isu penyerahan data warga RI ke pihak asing, menegaskan bahwa perlindungan data adalah prioritas nasional.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan sekarang? Jangan panik, namun tetap waspada. Langkah pertama yang paling krusial adalah mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA). Gunakan aplikasi otentikator pihak ketiga (seperti Google Authenticator) alih-alih SMS, karena SMS rentan terhadap penyadapan atau kloning SIM.

Selain itu, tinjau kembali pengaturan privasi Anda. Fitur-fitur baru seringkali membawa risiko tersendiri jika tidak dikonfigurasi dengan benar. Sebagai contoh, fitur lokasi atau peta bisa menjadi celah jika Anda tidak hati-hati, seperti yang pernah diulas dalam artikel mengenai Fitur Baru Instagram Map. Pastikan Anda hanya membagikan informasi kepada orang yang Anda kenal.

Ilustrasi Instagram Stories.

Jika Anda merasa ponsel atau akun Anda menunjukkan aktivitas aneh, segera lakukan tindakan pengamanan. Anda bisa mengikuti panduan Lindungi Data untuk meminimalisir kerugian. Mengganti password secara berkala dengan kombinasi yang rumit juga merupakan langkah preventif yang sangat disarankan.

Kasus dugaan kebocoran 17,5 juta data pengguna Instagram ini menjadi pengingat keras bahwa di era digital, data adalah komoditas paling berharga. Meta mungkin akan terus berinovasi dengan fitur-fitur canggih, namun tanpa jaminan keamanan dasar yang kuat, kepercayaan pengguna akan terus tergerus. Kita tunggu saja apakah akan ada sanksi tegas atau perbaikan signifikan dari Meta pasca insiden ini.

Gak Perlu HP Mahal! MediaTek Dimensity 9500s Bikin Ponsel Sub-Flagship Rasa Sultan

0

Pernahkah Anda merasa bahwa batas antara ponsel flagship berharga selangit dengan ponsel kelas menengah semakin kabur belakangan ini? Industri teknologi, khususnya di sektor semikonduktor, sedang bergerak ke arah demokratisasi performa yang sangat agresif. Kita tidak lagi berada di era di mana performa “buas” hanya milik mereka yang rela merogoh kocek belasan juta rupiah. Pergeseran paradigma ini semakin nyata dengan langkah terbaru dari raksasa chip asal Taiwan, MediaTek.

Dalam sebuah acara peluncuran yang mengejutkan banyak pengamat teknologi, MediaTek resmi memperkenalkan amunisi terbarunya, Dimensity 9500s. Chipset ini diposisikan secara strategis tepat di bawah varian tertinggi mereka, Dimensity 9500, namun membawa spesifikasi yang bisa membuat kompetitornya ketar-ketir. Dirancang khusus untuk mentenagai ponsel kategori sub-flagship, prosesor ini menjanjikan pengalaman pengguna yang nyaris tidak bisa dibedakan dari perangkat kelas atas.

Kehadiran Dimensity 9500s bukan sekadar penyegaran rutin tahunan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa performa premium kini lebih terjangkau. Dengan membawa arsitektur CPU all-core bergaya flagship dan teknologi fabrikasi super canggih, chipset ini siap menjadi otak di balik smartphone favorit Anda tahun depan. Mari kita bedah lebih dalam apa saja kehebatan teknologi yang ditawarkan oleh “otak” pintar terbaru ini.

Arsitektur 3nm Generasi Kedua yang Efisien

Jantung dari Dimensity 9500s adalah arsitektur CPU yang dibangun di atas proses manufaktur 3nm generasi kedua dari TSMC. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan silikon, ini adalah standar emas efisiensi daya dan performa saat ini. MediaTek tidak main-main dengan menanamkan lebih dari 29 miliar transistor ke dalam chip ini, sebuah angka yang fantastis untuk kategori sub-flagship.

Konfigurasi intinya pun sangat agresif. Prosesor ini mengandalkan satu core utama Cortex-X925 yang berlari kencang di kecepatan 3,73GHz. Kekuatan ini didukung oleh tiga core Cortex-X4 dengan kecepatan 3,30GHz, serta empat core efisiensi Cortex-A720 berkecepatan 2GHz. Kombinasi ini menjanjikan keseimbangan sempurna antara performa mentah untuk tugas berat dan efisiensi daya untuk penggunaan sehari-hari.

MediaTek Dimensity 9500s Architecture

Tak hanya soal kecepatan clock, MediaTek juga memperkenalkan “teknologi kompresi memori super”. Fitur ini diklaim mampu mempercepat peluncuran aplikasi hingga 44 persen saat diaktifkan. Ditambah dengan cache CPU sebesar 19MB dan cache sistem 10MB, perpindahan antar aplikasi atau multitasking berat akan terasa jauh lebih mulus tanpa jeda yang berarti.

Performa Grafis dan Skor AnTuTu yang Fantastis

Bagi para gamer mobile, kabar baik datang dari sektor grafis. Dimensity 9500s mempercayakan pengolahan visual pada GPU Immortalis-G925 kelas flagship. GPU ini sudah mendukung teknologi ray-tracing, yang memungkinkan pencahayaan dan pantulan dalam game terlihat jauh lebih realistis, mendekati kualitas konsol. Chip ini juga mampu menangani berbagai tugas AI langsung di perangkat (on-device) tanpa memerlukan koneksi internet, menjaga privasi dan kecepatan respon tetap optimal.

Bukti nyata dari kegarangan performa ini terlihat pada bocoran perangkat pertama yang akan menggunakannya. MediaTek mengonfirmasi bahwa Redmi Turbo 5 Max akan menjadi ponsel debut untuk Dimensity 9500s. Dalam pengujian laboratorium, perangkat tersebut dilaporkan berhasil mencetak skor mencengangkan sebesar 3.612.095 poin di benchmark AnTuTu. Angka ini jelas menempatkannya di jajaran elit performa smartphone global.

Fitur Konektivitas Futuristik: Bluetooth Jarak Jauh

Salah satu inovasi paling menarik yang disorot MediaTek bukanlah soal kecepatan semata, melainkan konektivitas. Prosesor ini membawa modem 5G Rilis 17 dengan dukungan agregasi empat operator, yang secara teoritis mampu mencapai kecepatan unduh hingga 7Gbps. Selain itu, dukungan Wi-Fi 7 dengan kecepatan hingga 6,5Gbps juga sudah tersedia untuk memastikan koneksi internet rumah Anda termanfaatkan maksimal.

Namun, fitur yang benar-benar mencuri perhatian adalah kemampuan Bluetooth terbaru. MediaTek menyoroti fitur yang memungkinkan koneksi langsung antar ponsel (phone-to-phone) pada jarak hingga lima kilometer. Bayangkan, Anda bisa terhubung dengan teman di keramaian atau saat hiking tanpa menggunakan jaringan seluler sama sekali. Ini adalah terobosan yang bisa sangat berguna dalam situasi darurat atau area blank spot.

MediaTek Dimensity 9500s Connectivity Features

Teknologi ini tentu menjadi nilai tambah yang signifikan jika dibandingkan dengan kompetitor. Di saat Perbedaan POCO dan Redmi seringkali hanya pada casing, kehadiran fitur hardware unik seperti ini pada chipset MediaTek memberikan diferensiasi nyata bagi produsen ponsel untuk memasarkan produk mereka.

Kemampuan Kamera dan Video Sinematik

Sektor fotografi dan videografi tidak luput dari perhatian. Dimensity 9500s dirancang dengan fitur kamera dan video yang sangat mumpuni. MediaTek menyematkan mesin fokus otomatis kelas atas dan kemampuan pengambilan gambar cepat (fast capture). Ada pula mesin video segmentasi semantik yang berfungsi untuk pemrosesan gambar yang lebih cerdas, memisahkan objek dan latar belakang dengan lebih presisi.

Untuk perekaman video, chip ini mendukung perekaman HDR 8K dengan Dolby Vision. Ini berarti konten kreator bisa menghasilkan video berkualitas sinema langsung dari ponsel sub-flagship mereka. Di era di mana persaingan antara Ponsel Lipat dan ponsel kamera konvensional semakin ketat, kemampuan ISP (Image Signal Processor) yang kuat seperti ini menjadi aset vital.

Secara keseluruhan, MediaTek Dimensity 9500s tampaknya siap mendefinisikan ulang apa yang bisa diharapkan konsumen dari ponsel kelas menengah ke atas. Dengan kombinasi performa komputasi tinggi, grafis ray-tracing, dan fitur konektivitas revolusioner, chipset ini menawarkan paket lengkap yang sulit ditolak.

Bocoran Vivo V70 Elite: Upgrade Gila-gilaan yang Bikin Flagship Mahal Ketar-ketir

0

Pernahkah Anda merasa dilema saat harus memilih smartphone kelas menengah yang cantik secara estetika, namun performanya terasa “nanggung” saat diajak bekerja keras? Selama ini, seri V dari Vivo dikenal sebagai primadona di sektor desain dan kamera selfie, tetapi sering kali dipandang sebelah mata oleh para gamer atau power user karena pemilihan chipset yang konservatif. Namun, narasi tersebut tampaknya akan segera berubah total dalam waktu dekat.

Kabar terbaru yang berhembus dari pasar India mengindikasikan bahwa Vivo sedang mempersiapkan kejutan besar melalui lini terbarunya, Vivo V70 dan V70 Elite. Tidak sekadar penyegaran kosmetik, bocoran yang beredar menyebutkan adanya lompatan spesifikasi yang sangat signifikan, terutama pada varian Elite. Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif Vivo untuk mengaburkan batas antara ponsel mid-range premium dengan perangkat flagship yang harganya jauh lebih tinggi.

Berdasarkan laporan yang beredar, Vivo V70 Elite diprediksi akan menjadi seri V pertama yang mendobrak tradisi dengan mengadopsi prosesor seri 8 dari Qualcomm. Jika rumor ini terbukti benar, maka perangkat ini bukan lagi sekadar ponsel untuk berfoto ria, melainkan mesin multimedia yang siap melibas aplikasi berat. Mari kita bedah lebih dalam bocoran spesifikasi yang membuat banyak pengamat teknologi mengangkat alis.

Dapur Pacu Setara Flagship

Sorotan utama tertuju pada “otak” yang akan digunakan oleh Vivo V70 Elite. Laporan dari SmartPrix menyebutkan bahwa perangkat ini akan ditenagai oleh Snapdragon 8s Gen 3 SoC. Penggunaan chipset seri 8 pada lini V-series adalah sebuah sejarah baru. Hal ini menandakan bahwa Vivo V70 Elite tidak hanya menjanjikan efisiensi daya, tetapi juga performa mentah yang buas untuk gaming dan multitasking.

Untuk mengimbangi kecepatan prosesor tersebut, Vivo kabarnya tidak pelit dalam memberikan konfigurasi memori. Perangkat ini diharapkan hadir dengan RAM berjenis LPDDR5x dan penyimpanan internal UFS 4.1. Kombinasi ini menjamin kecepatan baca-tulis data yang kilat, membuat proses membuka aplikasi atau memindahkan file besar terasa instan. Selain itu, fitur getaran 4D dalam game juga disematkan untuk memberikan pengalaman haptik yang lebih imersif bagi Anda yang gemar bermain game kompetitif.

Transformasi dari Vivo S50

Banyak analis pasar meyakini bahwa Vivo V70 Elite sejatinya adalah versi rebrand atau modifikasi dari Vivo S50 Series yang telah lebih dulu debut di Tiongkok pada Desember 2025. Jika mengacu pada spesifikasi saudaranya tersebut, maka kita bisa mengharapkan layar OLED LTPO seluas 6,59 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz. Layar ini tidak hanya tajam, tetapi juga cerdas dalam mengatur konsumsi daya.

Salah satu fitur premium yang turut diadopsi adalah sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar. Berbeda dengan sensor optikal biasa, teknologi ultrasonik menawarkan keamanan lebih tinggi dan kecepatan buka kunci yang lebih responsif, bahkan saat jari Anda dalam kondisi basah atau kotor. Ketahanan fisik juga menjadi prioritas dengan adanya sertifikasi IP68/IP69, menjadikannya tahan terhadap debu dan air.

Sektor Kamera yang Menggoda

Bicara soal Vivo, tentu tidak sah jika tidak membahas kamera. Mengikuti jejak Vivo S50, V70 Elite diprediksi membawa konfigurasi kamera belakang yang sangat solid. Kamera utamanya beresolusi 50 MP dengan dukungan OIS (Optical Image Stabilization), ditemani oleh lensa ultra-wide 8 MP. Namun, bintang utamanya adalah kamera telefoto periskop 50 MP yang menggunakan sensor Sony IMX882, juga lengkap dengan OIS.

Kehadiran lensa periskop berkualitas tinggi ini memungkinkan Anda mengambil foto potret dan zoom jarak jauh dengan detail yang tetap terjaga, sebuah fitur yang biasanya absen di ponsel kelas menengah. Di bagian depan, kamera selfie 50 MP dengan autofokus siap memanjakan para kreator konten. Kombinasi perangkat keras ini, ditambah dengan kemungkinan kolaborasi Kamera Zeiss, menjadikan V70 Elite kandidat kuat sebagai “studio saku” terbaik di kelasnya.

Varian Standar dan Estimasi Harga

Selain varian Elite, Vivo juga mempersiapkan versi standar, yakni Vivo V70. Model ini kabarnya akan ditenagai oleh chipset Snapdragon 7 Gen 4. Meskipun posisinya berada di bawah varian Elite, penggunaan chipset Gen 4 terbaru ini tetap menjanjikan peningkatan performa yang layak dibandingkan pendahulunya. Kedua ponsel ini, baik V70 maupun V70 Elite, dirumorkan akan membawa baterai jumbo berkapasitas 6.500mAh dengan pengisian cepat 90W. Kapasitas ini bahkan mulai mendekati tren Baterai Besar yang ada pada ponsel gaming masa kini.

Lantas, berapa harga yang harus Anda bayar untuk semua kemewahan ini? Berdasarkan bocoran, seri Vivo V70 diperkirakan akan meluncur di India pada pertengahan Februari dengan kisaran harga Rs 45.000 hingga Rs 55.000. Jika dikonversikan, angka tersebut berada di kisaran Rp 8 jutaan hingga Rp 10 jutaan. Tentu saja, Harga Terbaru di Indonesia nanti bisa saja berbeda menyesuaikan pajak dan kebijakan lokal.

Kehadiran Vivo V70 Elite dengan spesifikasi yang menyerempet kelas flagship ini tentu menjadi angin segar bagi konsumen. Ini membuktikan bahwa Anda tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk mendapatkan performa tinggi dan kamera superior dalam satu paket yang stylish.

Anti Lag! Update HyperOS 3 Launcher Bikin Multitasking Makin Sat-Set

0

Pernahkah Anda merasa kesal saat sedang asyik berpindah aplikasi, tiba-tiba layar ponsel terasa tersendat atau animasi terlihat patah-patah? Bagi pengguna smartphone modern, pengalaman visual yang tidak mulus seringkali menjadi “nila setitik” yang merusak kenyamanan penggunaan perangkat flagship sekalipun. Masalah kecil pada antarmuka, khususnya saat multitasking, bisa mengubah pengalaman premium menjadi terasa murahan dalam sekejap.

Xiaomi tampaknya sangat memahami keresahan ini. Raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut baru saja mulai menggulirkan pembaruan beta terbaru untuk peluncur sistem mereka, HyperOS 3 Launcher. Langkah ini bukan sekadar pembaruan rutin angka versi, melainkan sebuah upaya serius untuk memoles pengalaman pengguna menjadi jauh lebih stabil. Fokus utamanya jelas: memperbaiki bagaimana sistem menangani navigasi dan visual, terutama pada layar Recent Apps yang sering kita akses ratusan kali sehari.

Update ini membawa angin segar bagi Anda yang mendambakan responsivitas tinggi dari smartphone. Dengan nomor bentukan (build version) 6.01.05.1949-01122103, Xiaomi menargetkan eliminasi berbagai glitch visual yang selama ini mungkin luput dari perhatian namun cukup mengganggu. Mari kita bedah lebih dalam apa saja perubahan signifikan yang dibawa oleh pembaruan ini dan bagaimana dampaknya terhadap penggunaan harian Anda.

Navigasi Lebih Mulus dan Natural

Perubahan paling terasa dalam pembaruan Fitur AI dan sistem HyperOS 3 Launcher kali ini ada pada kehalusan transisi. Xiaomi telah melakukan perbaikan pada transisi horizontal untuk kartu aplikasi yang ditumpuk (stacked cards). Kini, gerakan menyapu layar untuk berpindah antar aplikasi akan terasa jauh lebih natural, mengurangi rasa kaku yang mungkin pernah Anda rasakan pada versi sebelumnya.

Selain itu, Xiaomi juga memperbaiki masalah tombol aplikasi tetap (fixed app key) yang terkadang bermasalah dalam kondisi tertentu. Perbaikan ini memastikan bahwa setiap interaksi sentuhan Anda direspons dengan akurat oleh sistem, tanpa ada jeda atau kesalahan input yang membingungkan.

Basmi Bug Visual yang Mengganggu

Salah satu fokus utama dari pembaruan ini adalah menghilangkan anomali visual saat multitasking. Pernahkah Anda melihat kartu aplikasi yang terpotong atau saling tumpang tindih saat membuka Recent Apps? Update ini mengklaim telah menuntaskan masalah tersebut. Tidak ada lagi tampilan kartu yang berantakan saat Anda sedang sibuk berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain di ponsel.

Lebih lanjut, Xiaomi juga mengatasi masalah getaran tak terduga (unexpected shaking) yang terjadi saat pengguna melakukan tekanan lama (long press) pada layar. Perbaikan ini sangat krusial untuk menjaga konsistensi antarmuka, memastikan bahwa setiap elemen visual tetap tenang dan stabil kecuali memang diperintahkan untuk bergerak. Ini sejalan dengan Strategi Baru perusahaan untuk menciptakan ekosistem yang lebih solid.

Penyempurnaan Mode Gelap dan Split-Screen

Bagi pecinta Dark Mode, update ini membawa kabar baik. Xiaomi telah meningkatkan adaptasi warna tombol saat mode gelap diaktifkan. Seringkali, inkonsistensi warna pada mode gelap membuat teks atau ikon sulit terbaca, namun dengan pembaruan ini, kontras dan adaptasi warna menjadi lebih presisi, memanjakan mata Anda saat penggunaan di malam hari.

Tak ketinggalan, bagi power user yang sering menggunakan fitur layar terbelah atau split-screen, Xiaomi telah memperbaiki anomali tampilan saat membersihkan kartu aplikasi. Tujuannya sederhana: membuat proses perpindahan antar aplikasi terasa tidak terlalu glitchy dan mengurangi inkonsistensi visual yang dapat memengaruhi pengalaman menyeluruh.

Daftar HP Penerima Update

Sayangnya, tidak semua perangkat langsung mencicipi kemewahan pembaruan ini. Xiaomi membatasi peluncuran beta launcher ini hanya untuk handset yang secara resmi menerima update HyperOS 3. Berikut adalah Daftar HP terpilih yang berhak mendapatkan peningkatan ini:

  • Xiaomi 14 series
  • Xiaomi 15 series
  • Xiaomi 17 series
  • Redmi K80 Ultra
  • Redmi K90 series
  • Redmi Turbo 4 Pro

Perangkat-perangkat dalam daftar di atas adalah mereka yang sudah menjalankan HyperOS 3 atau memenuhi syarat untuk menginstal versi beta. Kabar baiknya, pembaruan launcher ini juga dapat berjalan pada versi global dari smartphone tersebut, asalkan kompatibel dengan sistem operasi dasarnya.

Langkah ini juga beriringan dengan kabar gembira lainnya di mana sejumlah perangkat Xiaomi, Redmi, dan POCO akan mendapatkan perpanjangan masa update HyperOS hingga 5 tahun. Ini merupakan komitmen jangka panjang yang tentunya menjadi nilai tambah bagi Update HP Lawas dan perangkat baru agar tetap relevan digunakan dalam waktu lama.

Gak Masuk Akal! Redmi Turbo 5 Max Bawa Baterai 9.000mAh dan Performa Monster

0

Pernahkah Anda membayangkan sebuah smartphone yang menggabungkan performa kelas atas dengan daya tahan baterai yang biasanya hanya ditemukan pada perangkat tablet? Dalam dunia teknologi yang bergerak cepat, batasan antara ponsel kelas menengah dan flagship semakin kabur. Xiaomi, melalui lini Redmi Turbo-nya, tampaknya kembali siap mendefinisikan ulang apa yang bisa diharapkan konsumen dari sebuah perangkat dengan harga terjangkau namun bertenaga buas.

Kabar terbaru yang mengguncang industri seluler datang dari bocoran resmi mengenai Redmi Turbo 5 Max. Bukan sekadar pembaruan rutin, perangkat ini dikonfirmasi membawa spesifikasi yang bisa membuat kompetitor di kelas harganya “mati gaya”. Fokus utama dari perbincangan ini adalah penggunaan chipset terbaru dari MediaTek yang menjanjikan lonjakan performa signifikan, serta kapasitas baterai yang angkanya sulit dipercaya untuk ukuran sebuah smartphone modern.

Xiaomi secara resmi telah mengonfirmasi kehadiran perangkat ini melalui teaser yang memamerkan skor benchmark yang mencengangkan. Bagi Anda yang mencari perangkat gaming atau produktivitas tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam, kehadiran seri Turbo terbaru ini layak dinantikan. Mari kita bedah lebih dalam bagaimana kombinasi chipset anyar dan spesifikasi “gila” lainnya menjadikan ponsel ini sebagai kandidat kuat raja baru di segmen budget flagship.

Dominasi Chipset Dimensity 9500s

Sorotan utama dari Redmi Turbo 5 Max adalah dapur pacunya. Xiaomi mengonfirmasi bahwa ponsel ini akan menjadi yang pertama dalam seri Redmi Turbo yang mengadopsi seri Dimensity 9000, lebih spesifik lagi, chipset MediaTek Dimensity 9500s. Penambahan akhiran “s” di sini bukan sekadar hiasan, melainkan indikasi adanya peningkatan performa atau overclocking dari versi standarnya.

Berdasarkan teaser resmi, chipset ini mampu mencetak skor AnTuTu yang luar biasa, yakni mencapai 3,61 juta poin. Angka ini menempatkan Redmi Turbo 5 Max di jajaran elite, bahkan sedikit lebih cepat dibandingkan Dimensity 9500 standar yang memperkuat model smartphone premium seperti Oppo Find X9 Pro dan Vivo X300 Pro. Ini adalah sebuah anomali yang menyenangkan, di mana ponsel yang diposisikan lebih terjangkau justru bisa mengungguli performa Kamera Flagship dan perangkat premium lainnya dalam hal tenaga mentah.

Rahasia di balik performa buas ini terletak pada konfigurasi CPU yang canggih. Dimensity 9500s membawa satu inti prime Cortex-X925 yang berlari pada kecepatan 3.73GHz. Kecepatan clock setinggi ini menjanjikan responsivitas aplikasi yang instan dan kemampuan single-thread yang superior. Selain itu, terdapat tiga inti performa Cortex-X4 dengan kecepatan 3.30GHz dan empat inti efisiensi Cortex-A720 berkecepatan 2.40GHz. Kombinasi ini memastikan keseimbangan antara tenaga eksplosif dan efisiensi daya.

Redmi-Turbo-5-Pro-Max-Render

Grafis Kelas Konsol dan Baterai Raksasa

Bagi para gamer, kabar baik tidak berhenti di CPU. Chipset ini dipasangkan dengan GPU Immortalis-G925 12-core. Dengan jumlah inti grafis sebanyak itu, Redmi Turbo 5 Max diprediksi mampu melahap game-game berat dengan pengaturan grafis rata kanan tanpa kendala berarti. Pengalaman visual ini akan didukung oleh layar datar (flat display) beresolusi 1.5K yang dirumorkan akan diusung ponsel ini. Pilihan layar datar sering kali lebih disukai oleh komunitas gaming karena meminimalkan sentuhan yang tidak disengaja dibandingkan layar lengkung.

Namun, spesifikasi yang paling membuat banyak orang terperangah adalah kapasitas baterainya. Berdasarkan informasi yang beredar, Redmi Turbo 5 Max akan dibekali baterai berkapasitas masif 9.000mAh. Angka ini jauh di atas standar industri saat ini yang rata-rata berkisar di 5.000mAh hingga 6.000mAh. Kapasitas sebesar ini biasanya hanya ditemukan pada Tablet Flagship, bukan smartphone.

Dengan baterai 9.000mAh, Anda bisa mengharapkan daya tahan yang fenomenal, mungkin bisa bertahan hingga dua hari penuh dengan penggunaan berat sekalipun. Ini menjadi solusi bagi pengguna yang sering bepergian atau bermain game dalam durasi lama tanpa ingin terikat pada kabel pengisi daya atau power bank. Jika rumor ini terbukti benar saat peluncuran, Redmi Turbo 5 Max akan menetapkan standar baru untuk ketahanan baterai di segmen smartphone high-performance.

Harga Terjangkau untuk Spesifikasi Sultan

Biasanya, spesifikasi setinggi langit akan diikuti dengan harga yang juga melambung. Namun, Redmi tampaknya tetap setia pada filosofi price-to-performance mereka. Teaser harga yang muncul mengindikasikan bahwa Redmi Turbo 5 Max akan dibanderol sekitar 2.500 Yuan. Jika dikonversikan, angka ini berada di kisaran USD 360 atau sekitar Rp 5 jutaan (tergantung kurs).

Pada titik harga tersebut, perangkat ini jelas diklasifikasikan sebagai model “budget flagship”. Anda mendapatkan performa yang setara atau bahkan melebihi ponsel seharga belasan juta rupiah, namun dengan harga kelas menengah. Tentu saja, mungkin ada beberapa kompromi di sektor lain seperti material bodi atau fitur kamera sekunder, namun bagi pengguna yang memprioritaskan performa dan baterai, tawaran ini sangat sulit ditolak. Hal ini mengingatkan kita pada strategi awal Xiaomi, dan mungkin akan memicu diskusi mengenai Perbedaan POCO dan Redmi dalam memperebutkan pasar yang sama.

Selain itu, perangkat ini juga dikabarkan akan mendukung RAM hingga 16GB, memastikan kemampuan multitasking yang mulus. Kemunculan perangkat ini di database GeekBench baru-baru ini semakin memperkuat klaim performa tangguhnya, sejalan dengan debut MediaTek Dimensity 9500s itu sendiri.

Dengan semua spesifikasi di atas, Redmi Turbo 5 Max tampaknya siap menjadi primadona baru. Kombinasi chipset Dimensity 9500s yang overpowered, layar 1.5K yang tajam, dan baterai monster 9.000mAh di harga yang masuk akal adalah resep sukses yang sulit ditandingi. Kita hanya perlu menunggu peluncuran resminya untuk melihat apakah semua klaim di atas kertas ini terbukti dalam penggunaan dunia nyata.