Beranda blog Halaman 193

iPhone 17 Resmi Dirilis dengan Upgrade Kamera Terbesar dalam Beberapa Tahun

0

Telset.id – Apple secara resmi meluncurkan seri iPhone 17 dengan fokus utama pada peningkatan signifikan di sektor kamera. iPhone 17 standar mendapatkan peningkatan kamera ultrawide, iPhone 17 Air hadir dengan satu kamera belakang, sementara iPhone 17 Pro dan Pro Max menampilkan modul kamera baru dengan tiga sensor 48 MP.

Peluncuran iPhone 17 ini menandai salah satu upgrade kamera terbesar Apple dalam beberapa tahun terakhir. Setiap model dalam jajaran ini membawa perubahan penting, mulai dari resolusi yang lebih tinggi hingga fitur fotografi komputasional yang ditingkatkan.

Menurut pengumuman resmi Apple, iPhone 17 standar mempertahankan kamera utama 48 MP dengan zoom digital 2x, tetapi tahun ini perusahaan meningkatkan kamera ultrawide dari 12 MP menjadi 48 MP. Sensor yang digunakan diduga sama dengan yang ada pada model Pro, yang berarti resolusi ganda (default 24 MP) dan fotografi makro yang lebih baik.

Image credit — Apple - iPhone 17 camera: The biggest camera upgrade in a while

Di bagian depan, Apple memperkenalkan sistem kamera yang sepenuhnya didesain ulang bernama Center Stage. Sistem ini menggunakan sensor persegi, yang terbesar yang pernah digunakan Apple untuk kamera selfie, untuk mendukung bidikan portrait dan landscape tanpa harus memutar ponsel. Kamera ini dapat secara otomatis memperluas bidang pandang ketika lebih banyak orang memasuki frame, dengan foto mencapai hingga 18 MP.

Video dengan kamera selfie baru juga mendapatkan manfaat dari peningkatan stabilisasi, meminjam teknologi dari Action mode. Ini menunjukkan komitmen Apple dalam meningkatkan pengalaman videografi bagi pengguna sehari-hari.

iPhone 17 Air: Pendekatan Minimalis dengan Performa Maksimal

iPhone 17 Air, iPhone tertipis yang pernah dibuat Apple, mengadopsi pendekatan minimalis dengan satu kamera belakang 48 MP yang berfungsi ganda sebagai telephoto 2x, mirip dengan setiap iPhone lain yang memiliki kamera ini. Kamera ini juga default ke 24 MP, memiliki Portraits yang diperbarui dengan kontrol Fokus, dan opsi pembingkaian custom 28mm dan 35mm.

Di bagian depan, Air juga menampilkan sistem kamera baru dengan trik multi-komposisi yang sama dan dukungan untuk perekaman depan dan belakang secara simultan melalui fitur Dual Capture video. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Apple tidak mengorbankan kualitas demi faktor bentuk yang lebih tipis.

Image credit — Apple - iPhone 17 camera: The biggest camera upgrade in a while

iPhone 17 Pro dan Pro Max: Triple 48 MP dengan Telephoto Extended

iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max beralih ke sistem triple-kamera all-48MP. Setiap sensor belakang beresolusi 48MP, termasuk kamera Telephoto baru yang ditempatkan dalam desain plateau yang diperpanjang.

Kamera Telephoto menawarkan zoom 4x pada 100mm dan zoom yang lebih panjang 8x pada 200mm, didukung oleh desain tetraprism baru dan sensor yang lebih besar dengan stabilisasi yang ditingkatkan. Zoom digital sekarang mencapai hingga 40x untuk foto, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi fotografer.

Kamera Main dan Ultra Wide mendapatkan pipeline yang diperbarui yang bertujuan menangkap detail lebih halus dan meningkatkan hasil di berbagai kondisi pencahayaan. Kamera depan 18 MP memberikan resolusi yang lebih tinggi, bidang pandang yang lebih lebar, dan pembingkaian yang lebih fleksibel untuk foto dan video.

Model Pro terus mendukung Dolby Vision HDR, 4K120, dan ProRes Log, tetapi Apple menambahkan ProRes RAW capture. Dukungan untuk Genlock juga baru, memungkinkan sinkronisasi presisi saat menggunakan beberapa kamera. Alat-alat ini ditujukan untuk pembuat konten profesional, termasuk fitur Dual Capture video baru (untuk iPhone) untuk merekam dengan kedua kamera depan dan belakang secara simultan.

Image credit — Apple - iPhone 17 camera: The biggest camera upgrade in a while

Apple belum mengumumkan perekaman 8K, dan detail frame rate video standar di luar 4K60 tidak dicantumkan untuk iPhone 17 dasar. Keputusan ini menunjukkan strategi Apple dalam membedakan fitur antara model dasar dan Pro.

Peningkatan perangkat lunak dan fotografi komputasional juga menjadi fokus Apple. Perusahaan menyoroti pembaruan pada pipeline pemrosesan gambar dan Portraits generasi berikutnya dengan kontrol Fokus. Mode Portrait yang diperbarui sekarang memungkinkan Anda mengubah titik fokus setelah pengambilan, bekerja pada lebih banyak subjek termasuk hewan peliharaan dan objek, dan memberikan hasil yang lebih baik dalam cahaya rendah berkat integrasi yang lebih dalam dengan Photonic Engine.

Informasi depth ditangkap secara otomatis setiap kali kamera mendeteksi orang, hewan peliharaan, atau subjek serupa, sehingga Anda dapat memutuskan untuk menerapkan efek portrait nanti bahkan jika tidak beralih mode. Sistem kamera depan memperkenalkan pembingkaian auto-expand dan auto-rotate berbasis AI untuk selfie grup.

iOS 26 juga membawa penyempurnaan dalam HDR, skin tones, dan performa cahaya rendah. Pembaruan perangkat lunak ini bekerja sama dengan peningkatan hardware untuk menciptakan pengalaman fotografi yang lebih konsisten dan berkualitas tinggi di seluruh jajaran iPhone 17.

Seri iPhone 16 merupakan performer kuat dalam tes Camera Score, terutama dalam video, meskipun beberapa rival unggul dalam hal foto. Dengan iPhone 17 meningkatkan kedua kamera belakang menjadi 48 MP dan memulai kamera depan baru, peningkatan jelas dalam peringkat keseluruhan diharapkan. Untuk iPhone 17 Pro dan Pro Max, penambahan sensor telephoto 48 MP baru dengan zoom extended 8x dan fitur terkait video baru seharusnya mendorong performa lebih jauh.

Evaluasi lengkap akan dilakukan setelah pengujian, tetapi kesan awal menunjukkan Apple telah bekerja untuk memperluas dan menyeimbangkan performa kamera di semua lensa, membuat pengalaman terasa lebih konsisten antara model dasar dan Pro. Pendekatan ini mungkin merupakan respons Apple terhadap trend pasar tertentu yang menginginkan konsistensi fitur di seluruh lini produk.

iPhone 17 Series Resmi Dirilis: Fitur, Warna, dan Daya Tahan Air

0

Telset.id – Apple akhirnya meluncurkan seri iPhone 17 yang terdiri dari empat model: iPhone 17, iPhone Air, iPhone 17 Pro, dan Pro Max. Rilis ini menjawab berbagai spekulasi yang beredar selama berbulan-bulan, dengan menawarkan desain baru, pilihan warna segar, dan perlindungan IP68 terhadap air dan debu.

Keempat model dalam seri iPhone 17 ini hadir dengan beragam pilihan warna yang dapat disesuaikan dengan preferensi pengguna. Selain itu, Apple memastikan bahwa semua ponsel dalam seri ini memiliki ketahanan terhadap air berdasarkan standar IP68, meskipun tidak sepenuhnya waterproof.

Ketahanan Air dan Debu iPhone 17 Series

Semua model iPhone 17 series memiliki rating IP68, yang berarti mereka tahan terhadap debu dan dapat bertahan dalam air tawar hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit. Namun, penting untuk dicatat bahwa rating ini tidak berlaku untuk air kolam, air mineral, atau air laut. Meskipun bukan waterproof sepenuhnya, perlindungan ini cukup untuk melindungi ponsel dari kecelakaan sehari-hari.

Rating IP68 terdiri dari dua bagian: angka “6” menunjukkan perlindungan penuh terhadap debu, sedangkan angka “8” mengindikasikan ketahanan terhadap air. Meski demikian, pengguna disarankan untuk tetap berhati-hati saat menggunakan ponsel di sekitar air yang bukan air tawar.

Isi Kotak iPhone 17 Series

Seperti generasi sebelumnya, iPhone 17 series tidak lagi menyertakan charger brick atau earbuds dalam kemasannya. Yang akan pengguna temukan di dalam kotak adalah ponsel itu sendiri, kabel untuk pengisian daya dan transfer data, serta beberapa dokumen tertulis.

Khusus untuk iPhone 17, Apple hanya menyediakan dukungan eSIM, sehingga tidak ada tool ejector SIM card dalam kemasan. Keputusan ini sejalan dengan tren industri yang semakin beralih ke teknologi eSIM.

Lavender iPhone 17. | Image Credit - Apple

Pilihan Warna untuk Setiap Model

Apple menghadirkan beragam pilihan warna untuk memenuhi selera berbeda. iPhone 17 menawarkan warna-warna cerah seperti Lavender, Sage, dan Blue untuk mereka yang menyukai tampilan segar, serta hitam dan putih untuk yang lebih konservatif.

iPhone Air hadir dalam empat pilihan: Cloud White, Space Black, Sky Blue, dan Light Gold. Warna Light Gold disebut-sebut sebagai pilihan yang elegan dan menawan, mirip dengan perhiasan.

iPhone Air in Light Gold. | Image Credit - Apple

Untuk iPhone 17 Pro dan Pro Max, Apple memperkenalkan warna Cosmic Orange yang mencolok dan sophisticated, serta Dark Blue yang cocok untuk penampilan kasual maupun formal. Tentu saja, warna klasik hitam dan putih juga tersedia.

iPhone 17 Pro in Cosmic Orange. | Image Credit - Apple

Peluncuran iPhone 17 series ini menandai babak baru bagi Apple dalam persaingan ponsel flagship tahun 2025. Dengan desain yang segar dan fitur ketahanan yang ditingkatkan, seri ini diharapkan dapat memenuhi harapan konsumen yang mencari upgrade.

Bagi yang tertarik dengan varian lebih terjangkau, iPhone 17e dikabarkan akan hadir tahun depan dengan spesifikasi yang disesuaikan. Sementara itu, iPhone 17 Pro Max menawarkan opsi penyimpanan hingga 2TB dengan harga yang fantastis.

Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, iPhone 17 series siap bersaing ketat di pasar ponsel premium. Apple tampaknya berhasil mempertahankan daya tarik produknya dengan kombinasi inovasi dan estetika.

Apple Watch SE 3 Resmi Dirilis dengan Fitur Always-On Display

0

Telset.id – Apple secara resmi mengumumkan kehadiran Apple Watch SE 3, model terbaru dari lini smartwatch terjangkau mereka. Jam tangan pintar ini menghadirkan sejumlah peningkatan signifikan, termasuk layar always-on dan sensor kesehatan canggih, dengan harga mulai dari $249. Peluncuran dilakukan pada 9 September 2025, dan produk akan tersedia mulai 19 September mendatang.

Apple Watch SE 3 didukung oleh chip S10 terbaru, yang memungkinkan fitur always-on display sehingga pengguna dapat melihat waktu dan notifikasi tanpa harus mengangkat pergelangan tangan. Chip ini juga mendukung pemrosesan Siri yang lebih cepat secara on-device serta gestur satu tangan seperti double-tap dan wrist flick untuk navigasi yang lebih intuitif.

Di sektor kesehatan, Apple Watch SE 3 dilengkapi dengan sensor suhu pergelangan untuk pemantauan siklus dan vital tubuh, metrik skor tidur, serta notifikasi deteksi dini sleep apnea. Fitur fast charging dan dukungan jaringan 5G turut disematkan, menjadikannya perangkat yang sangat kompetitif di segmen harga menengah.

newsletter-background-image

Apple Watch SE 3 tersedia dalam dua ukuran, yaitu 40mm dan 44mm, dengan pilihan warna midnight dan starlight pada casing aluminum. Pre-order sudah dibuka dengan harga $249 untuk model 40mm dan $279 untuk model 44mm.

Kehadiran Apple Watch SE 3 dinilai dapat mengubah lanskap pasar smartwatch terjangkau. Selama ini, pesaing seperti Google Pixel Watch 4 dan Samsung Galaxy Watch 8 unggul dalam integrasi ekosistem kesehatan. Namun, dengan fitur yang kini hampir setara dengan seri flagship, Apple Watch SE 3 menawarkan nilai lebih bagi pengguna iPhone.

Bagi banyak pengguna, ketiadaan always-on display pada generasi sebelumnya menjadi penghalang utama. Kini, dengan tambahan fitur tersebut, Apple Watch SE 3 layak dipertimbangkan sebagai rekomendasi utama untuk pengguna iPhone yang menginginkan pengalaman smartwatch lengkap tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Apple Watch SE 3’s features

Meski tidak memiliki fitur khusus untuk atlet ekstrem seperti pada Apple Watch Ultra atau sensor ECG terkini seperti di Series 11, Apple Watch SE 3 menawarkan hampir seluruh pengalaman inti dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Produk ini cocok untuk anak-anak, pemilik pertama smartwatch, atau siapa pun yang menginginkan perangkat pendamping iPhone yang andal dan lengkap.

Peluncuran Apple Watch SE 3 juga memperkuat posisi Apple dalam persaingan wearable technology. Sebelumnya, Apple juga telah memperluas jangkauan Apple Watch Series 3 LTE di empat negara baru, menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan teknologi yang dapat diakses oleh lebih banyak pengguna.

Dengan sistem operasi WatchOS 26, pengguna dapat menikmati berbagai pembaruan perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman penggunaan sehari-hari. Integrasi dengan iPhone semakin mulus, dan dukungan untuk aplikasi pihak ketiga tetap menjadi salah satu keunggulan utama.

Meskipun Facebook Messenger meninggalkan Apple Watch mulai 1 Juni 2023, platform pesan instan lainnya tetap didukung dengan baik. Pengguna masih dapat mengandalkan iMessage, WhatsApp, dan layanan pesan populer lainnya untuk tetap terhubung langsung dari pergelangan tangan.

Apple announces the new Apple Watch SE 3 with a huge upgrade that demands attention

Apple Watch SE 3 tidak hanya tentang fitur teknis, tetapi juga tentang desain yang stylish dan nyaman dipakai sepanjang hari. Pilihan strap yang beragam, termasuk kolaborasi dengan merek seperti Nike yang merilis varian Midnight Fog untuk Apple Watch Series 3, memungkinkan personalisasi sesuai selera.

Dengan semua peningkatan ini, Apple Watch SE 3 diprediksi akan menjadi salah produk terlaris di segmen smartwatch terjangkau. Keberadaannya tidak hanya memperkuat portofolio Apple, tetapi juga memberikan tekanan lebih besar kepada kompetitor untuk terus berinovasi.

iPhone 17 Pro Max Tawarkan Versi 2TB dengan Harga Fantastis

0

Telset.id – Apple resmi mengumumkan lini iPhone 17, termasuk iPhone 17 Pro Max dengan opsi penyimpanan 2TB untuk pertama kalinya. Ponsel flagship terbaru ini dibanderol dengan harga $1.999 atau setara Rp31 juta, menjadikannya smartphone dengan kapasitas penyimpanan terbesar di pasaran saat ini.

Meski sebagian besar rumor sebelumnya terbukti benar, kehadiran varian 2TB pada iPhone 17 Pro Max menjadi kejutan tersendiri. Apple tidak hanya meningkatkan penyimpanan minimum pada seri Pro, tetapi juga memperluas pilihan kapasitas maksimal untuk pengguna yang membutuhkan ruang lebih besar.

newsletter-background-image

Secara teknis, Apple tidak menaikkan harga dasar untuk seluruh seri iPhone 17. iPhone 17 Pro tetap dimulai dari $1.099, setara dengan harga iPhone 16 Pro 256GB. Varian 1TB iPhone 17 Pro Max juga dipertahankan pada harga $1.599, sama seperti generasi sebelumnya. Namun, tambahan $400 untuk upgrade dari 1TB ke 2TB menjadi pertimbangan serius bagi calon pembeli.

Dengan langkah ini, Apple menjadi perusahaan smartphone pertama yang meluncurkan perangkat dengan kapasitas 2TB. Pesaing utama seperti Google Pixel 10 Pro dan Samsung Galaxy S25 Ultra masih bertahan pada opsi maksimal 1TB. Bahkan, iPhone 17 Air juga menyediakan versi 1TB, sementara model reguler iPhone 17 hanya mencapai 512GB.

Survei yang dilakukan menunjukkan respons beragam dari konsumen. Sebanyak 25,76% responden mengaku membutuhkan penyimpanan sebanyak mungkin, sementara 28,79% menyatakan tidak akan membeli tetapi senang dengan adanya opsi tersebut. Namun, 45,45% menganggap harga tersebut terlalu mahal untuk sebuah smartphone.

iPhone 17 Pro Max finally has a 2TB version but its price is brutal

Bagi sebagian pengguna, kebutuhan penyimpanan besar mungkin hanya relevan untuk penggunaan spesifik seperti merekam video ProRes berkualitas tinggi. Untuk penggunaan sehari-hari, kombinasi penyimpanan internal yang lebih kecil dengan layanan cloud seringkali sudah mencukupi. Namun, kehadiran opsi 2TB memberikan fleksibilitas lebih bagi profesional kreatif yang membutuhkan ruang penyimpanan ekstensif.

Peluncuran iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas 2TB juga memperkuat posisi Apple dalam segmen premium. Seperti yang terjadi pada iPhone 15 Pro dan 15 Pro Max yang menggunakan chip A17 Bionic, inovasi penyimpanan kali ini kembali menegaskan komitmen Apple dalam menghadirkan teknologi terkini.

Dukungan Apple Intelligence di iPhone 17 juga mungkin menjadi faktor pendorong kebutuhan penyimpanan besar, mengingat fitur AI seringkali memerlukan ruang untuk data dan pemrosesan lokal. Meskipun demikian, pertanyaan tentang seberapa banyak konsumen yang bersedia membayar hampir $2.000 untuk sebuah smartphone tetap menjadi topik hangat di kalangan penggemar teknologi.

iPhone 17 Pro Max finally has a 2TB version but its price is brutal

Keberadaan varian 2TB ini tidak hanya tentang kapasitas penyimpanan, tetapi juga tentang positioning produk dalam pasar global. Apple terus membidik segmen high-end dengan menawarkan spesifikasi yang belum tersedia di pesaing mana pun, menciptakan diferensiasi yang jelas antara produk mereka dan lainnya.

Dengan harga yang cukup “brutal”, iPhone 17 Pro Max 2TB diprediksi akan menarik minat kolektor dan profesional yang memprioritaskan kapasitas penyimpanan di atas pertimbangan harga. Namun, untuk pasar mainstream, opsi 1TB dan 512GB mungkin tetap menjadi pilihan yang lebih realistis.

Apple Watch Kini Bisa Deteksi Hipertensi, Fitur Baru di Series 11 dan Ultra 3

0

Telset.id – Apple Watch Series 11 dan Apple Watch Ultra 3 kini hadir dengan fitur terbaru yang mampu mendeteksi tanda-tanda hipertensi atau tekanan darah tinggi. Fitur ini diharapkan dapat membantu lebih dari 1,3 miliar orang dewasa di seluruh dunia yang mengalami kondisi serupa tanpa disadari.

Fitur notifikasi hipertensi ini menggunakan data dari sensor jantung optik yang telah ada pada model Apple Watch sebelumnya. Data tersebut kemudian dianalisis melalui algoritma baru yang secara pasif menilai respons pembuluh darah terhadap detak jantung selama periode 30 hari. Jika algoritma mendeteksi pola yang terkait dengan hipertensi, pengguna akan menerima peringatan untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Apple mengklaim bahwa algoritma ini dikembangkan dengan menggabungkan pembelajaran mesin dan data dari berbagai studi yang melibatkan lebih dari 100.000 peserta. Perusahaan juga melakukan validasi tambahan melalui studi lain dengan lebih dari 2.000 partisipan untuk memastikan keakuratan fitur ini.

newsletter-background-image

Dr. Sumbul Ahmad Desai, Wakil Presiden Kesehatan Apple, menjelaskan bahwa hipertensi sering kali tidak terdeteksi karena jarang menimbulkan gejala yang jelas. “Inilah alasan mengapa kami memperkirakan fitur ini akan mengingatkan lebih dari 1 juta orang dengan hipertensi yang belum terdiagnosis dalam tahun pertama setelah peluncurannya,” ujarnya.

Meski demikian, Apple menegaskan bahwa fitur notifikasi hipertensi tidak dapat mendeteksi semua kasus tekanan darah tinggi. Pengguna disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk diagnosis yang lebih akurat.

Fitur notifikasi hipertensi akan tersedia mulai bulan ini pada Apple Watch Series 9 dan model yang lebih baru, serta Apple Watch Ultra 2 dan model di atasnya, dengan syarat telah menginstal watchOS 26. Fitur ini akan diluncurkan di lebih dari 150 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa. Apple juga menyatakan bahwa mereka sedang menunggu persetujuan dari FDA dan regulator lainnya.

Selain fitur hipertensi, Apple Watch Series 11 dan Ultra 3 juga menghadirkan berbagai pembaruan lain, seperti konektivitas 5G, peningkatan daya tahan baterai, serta pembaruan pada fitur tidur dan olahraga. watchOS 26 sendiri membawa desain baru dan kemampuan AI yang lebih canggih, memperkaya pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Apple Watch can now alert you if you have high blood pressure

Menurut studi yang dilakukan sebelumnya, Apple Watch Ultra 2 telah terbukti unggul dalam pelacakan kesehatan, sehingga fitur baru ini diharapkan dapat melanjutkan tradisi tersebut. Bagi pengguna yang mengalami kendala teknis, seperti jam tangan yang tidak menyala, solusi perbaikan dapat ditemukan dalam panduan khusus.

Dengan hadirnya fitur deteksi hipertensi, Apple semakin memperkuat posisinya dalam segmen wearable health technology. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pengguna setia, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.

Apple Watch can now alert you if you have high blood pressure

Pengguna disarankan untuk selalu memastikan perangkat mereka diperbarui ke versi terbaru watchOS untuk dapat mengakses semua fitur kesehatan terbaru. Jika mengalami masalah, panduan memperbaiki Apple Watch dapat menjadi rujukan yang berguna.

Raptic Luncurkan Case Aramid Fiber Tipis untuk iPhone 17 Series

0

Telset.id – Raptic, produsen case asal Los Angeles, Amerika Serikat, meluncurkan case aramid fiber ultra-tipis untuk iPhone 17 series. Case ini dirancang dengan material berkualitas tinggi dan teknologi anyaman 3D geometris untuk memberikan perlindungan maksimal tanpa mengorbankan desain ramping iPhone 17.

Dibuat dengan serat aramid 600D yang biasa digunakan dalam industri aerospace, case ini memiliki ketebalan hanya 0,99 mm dan berat 18,4 gram. Meski tipis, case ini tetap memiliki lapisan pelindung setinggi 0,5 mm di sekitar layar dan kamera untuk melindungi komponen penting iPhone 17.

Raptic, yang didirikan pada 2010, telah mengembangkan case ini dengan inspirasi dari material aerospace dan kerajinan California. Case aramid fiber ini tidak hanya kuat tetapi juga memiliki tampilan premium dengan pola anyaman asli yang memberikan daya cengkeram yang baik dan rasa halus saat dipegang.

Case Raptic Aramid Fiber untuk iPhone 17

Selain desain yang tipis, case ini juga dilengkapi dengan magnet N52H yang terintegrasi untuk mendukung fungsi MagSafe. Magnet ini memastikan iPhone 17 dapat terhubung dengan aman ke charger MagSafe, dompet, dan aksesori lainnya tanpa mengurangi performa.

Case Raptic Aramid Fiber tersedia dalam berbagai pilihan warna dan pola, termasuk Raptic Humble, Raptic Snake, Raptic Mondrian, Raptic Ocean, dan Raptic Sky. Setiap varian memiliki karakteristik unik, mulai dari desain yang sederhana hingga yang lebih mencolok, sesuai dengan preferensi pengguna.

Case ini memiliki potongan yang presis untuk memberikan akses mudah ke semua tombol dan port iPhone 17, sehingga pengguna tetap merasakan sensasi seperti menggunakan iPhone tanpa case. Raptic menawarkan case ini untuk seluruh model iPhone 17 series, termasuk iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max.

Case Raptic Aramid Fiber dengan berbagai pilihan warna

Peluncuran case ini sejalan dengan tren pasar yang semakin menghargai desain tipis dan ringan tanpa mengorbankan ketahanan. Seperti yang terlihat pada Oppo Find N5 dan Galaxy S24 series, konsumen semakin menyukai perangkat yang nyaman dibawa namun tetap terlindungi dengan baik.

Raptic Aramid Fiber case saat ini sudah tersedia untuk pemesanan, meskipun beberapa varian mungkin belum tersedia di semua wilayah. Case ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna iPhone 17 yang menginginkan kombinasi antara perlindungan, gaya, dan kenyamanan.

Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman dalam teknologi perlindungan, Raptic terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pengguna smartphone premium. Case aramid fiber ini tidak hanya melindungi iPhone 17 dari goresan dan benturan, tetapi juga menambah nilai estetika dengan desainnya yang elegan dan modern.

Case Raptic Aramid Fiber dengan detail anyaman

Bagi pengguna yang baru saja membeli iPhone 17, case Raptic Aramid Fiber bisa menjadi aksesori yang tepat untuk melengkapi dan melindungi investasi mereka. Dengan berbagai pilihan desain, pengguna dapat menyesuaikan case dengan gaya pribadi mereka tanpa harus khawatir terhadap keamanan perangkat.

iPhone 17 Pro Max Resmi Dirilis dengan Peningkatan Kamera dan Baterai

0

Telset.id – Apple secara resmi meluncurkan iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro pada 9 September 2025. Dua flagship terbaru ini hadir dengan desain baru yang mencolok, peningkatan signifikan pada sistem kamera, baterai lebih besar, serta dukungan chipset A19 Pro. Selain itu, Apple juga memperkenalkan iPhone Air sebagai pengganti varian Plus, serta iPhone 17 reguler.

Perubahan desain menjadi sorotan utama. iPhone 17 Pro dan Pro Max kini memiliki bilah kamera horizontal lebar di bagian belakang, yang disebut Apple sebagai “plateau”. Desain ini berbeda jauh dari pendahulunya dan menampung tiga kamera 48 MP. Material bodi juga beralih dari titanium ke aluminium, yang diklaim membantu mengatasi masalah overheating.

Menurut Apple, perubahan material ini dikombinasikan dengan sistem pendingin vapor chamber—yang pertama kalinya hadir di iPhone—memberikan performa lebih stabil tanpa throttling, bahkan saat digunakan untuk tugas berat seperti gaming atau AI.

Image by Apple - iPhone 17 Pro Max is official with camera and battery improvements: is that all we care for?

Spesifikasi Layar dan Performa

iPhone 17 Pro memiliki layar 6,3 inci, sementara Pro Max hadir dengan layar 6,9 inci. Keduanya menggunakan panel Super Retina XDR dengan refresh rate 120 Hz, fitur Always-On, dan kecerahan puncak hingga 3000 nits. Perlindungan Ceramic Shield 2 di bagian depan dan Ceramic Shield 1 di belakang memberikan ketahanan gores 3x lebih baik serta mengurangi silau.

Di jantungnya, chipset A19 Pro menawarkan peningkatan performa berkelanjutan hingga 40% dibandingkan A18 Pro berkat sistem pendingin baru. CPU 6-core, GPU, dan Neural Engine 16-core meningkatkan kemampuan AI, grafis, serta gaming dengan dukungan ray tracing dan frame rate lebih tinggi. iPhone 17 series juga dilengkapi chip nirkabel N1 yang mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread.

Kapasitas RAM 12 GB memastikan kelancaran multitasking dan dukungan penuh untuk fitur AI on-device. Pengguna dapat menikmati pengalaman lebih responsif baik untuk aplikasi sehari-hari maupun permainan high-end.

Peningkatan Baterai dan Fitur Pengisian Daya

Apple meningkatkan kapasitas baterai pada kedua model. Meski tidak mengungkap angka pasti, perkiraan menunjukkan iPhone 17 Pro memiliki baterai 3.988 mAh (4.252 mAh untuk model eSIM), sementara Pro Max mencapai 4.823 mAh (5.088 mAh untuk eSIM). Model eSIM-exclusive menawarkan kapasitas terbesar.

Dukungan pengisian daya lebih cepat memungkinkan pengisian 50% dalam 20 menit menggunakan adapter USB-C berdaya tinggi, seperti adapter 40W Dynamic Power baru Apple dengan output maksimal 60W. Adapter ini akan tersedia di AS dan beberapa negara lainnya.

Menurut perusahaan, iPhone 17 Pro Max menawarkan “masa pakai baterai terbaik yang pernah ada di iPhone”. Klaim ini masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen, termasuk oleh PhoneArena yang rencananya segera merilis hasil tes.

Image by Apple - iPhone 17 Pro Max is official with camera and battery improvements: is that all we care for?

Sistem Kamera Terdepan

Sistem kamera belakang triple 48 MP menjadi salah satu peningkatan paling signifikan. Telephoto 48 MP baru menawarkan zoom optik 4x–8x melalui teknik sensor crop-in, melampaui zoom 5x pada Galaxy S25 Ultra. Meski tidak ideal untuk portrait, rentang 8x sangat berguna untuk fotografi wildlife atau objek jarak jauh.

Sensor tetraprism yang lebih besar pada telephoto meningkatkan kejernihan dalam cahaya terang dan detail dalam kondisi low-light. Zoom digital kini mencapai 40x, didukung Photonic Engine yang disempurnakan untuk akurasi warna, reduksi noise, dan preservasi detail alami.

Kamera depan juga ditingkatkan dengan sensor square pertama di iPhone, menawarkan resolusi hingga 18 MP dan field of view lebih lebar. Fitur Center Stage memungkinkan pengambilan group selfie dengan auto-expansion berbasis AI, serta perekaman video 4K HDR yang distabilkan secara ultra.

Bagi profesional video, iPhone 17 Pro mendukung Dolby Vision HDR, 4K120 fps, ProRes Log, dan ACES. Apple menyatakan ini adalah smartphone pertama yang dapat merekam dalam ProRes RAW dan Log 2, dengan genlock untuk sinkronisasi multi-kamera yang presisi.

Harga, Ketersediaan, dan Aksesori

iPhone 17 Pro mulai dari $1.099 dengan storage 256 GB, sementara Pro Max dimulai dari $1.199. Untuk pertama kalinya, Pro Max menawarkan opsi 2 TB. Kedua model tersedia dalam warna Cosmic Orange, Deep Blue, dan Silver.

Pre-order dimulai 12 September di lebih dari 63 negara, dengan ketersediaan mulai 19 September. Beberapa negara akan mendapatkan model eSIM-only secara eksklusif. Program trade-in Apple dan operator menawarkan kredit hingga $1.100 untuk perangkat eligible.

Apple juga meluncurkan aksesori baru termasuk TechWoven Case dengan tekstur fabric berwarna-warni, Clear Case, Silicone Case dengan MagSafe, serta Crossbody Strap dari recycled yarn. Aksesori ini menggabungkan gaya, perlindungan, dan kenyamanan bagi pengguna.

Image by Apple - iPhone 17 Pro Max is official with camera and battery improvements: is that all we care for?

iOS 26 akan tersedia sebagai update software gratis mulai 15 September. Update ini membawa desain segar dengan Liquid Glass, fitur Apple Intelligence seperti Live Translation on-device, serta peningkatan di CarPlay, Apple Music, Maps, Wallet, dan aplikasi Apple Games baru.

Bagi pengguna iPhone 14 atau sebelumnya, iPhone 17 Pro dan Pro Max menawarkan upgrade yang signifikan—mulai dari desain baru, kamera lebih powerful, baterai lebih besar, hingga performa AI yang ditingkatkan. Uji hands-on mendalam akan segera dilakukan untuk memverifikasi klaim-klaim Apple dalam penggunaan sehari-hari.

iPhone 17 Air Resmi Dirilis, Desain Tipis dan Tangguh

0

Telset.id – Apple akhirnya meluncurkan iPhone 17 Air, model terbaru yang menjadi rival langsung Galaxy S25 Edge. Ponsel ultra-tipis ini hadir sebagai pengganti iPhone 17 Plus dalam jajaran seri iPhone 17, dengan fokus pada desain elegan dan performa Pro. iPhone Air tersedia dalam empat pilihan warna yang berorientasi pada kesan ringan: Space Black, Cloud White, White Gold, dan Sky Blue.

iPhone 17 Air memiliki ketebalan hanya 5,6 mm, menjadikannya model iPhone tertipis yang pernah dibuat Apple. Meski tipis, bodinya dibangun dari titanium Grade 5 yang biasa digunakan pada pesawat luar angkasa, sehingga tetap kokoh dan tahan lama. Bagian depan dan belakangnya dilapisi Ceramic Shield untuk perlindungan ekstra.

The new iPhone Air. | Image Credit - Apple - The iPhone Air is Apple's boldest design move in years – and it shows

Desain iPhone Air masih mempertahankan ciri khas iPhone, namun dengan beberapa pembaruan signifikan. Di bagian belakang, terdapat “camera bar” baru yang menjadi rumah bagi lensa kamera tunggal. Bezelya juga disempitkan, memberikan tampilan yang lebih modern dan elegan. Apple turut merilis casing khusus untuk iPhone Air, termasuk Translucent case dalam dua warna (Frost dan Shadow) serta bumper ringan dengan empat pilihan warna.

Spesifikasi dan Performa

iPhone 17 Air ditenagai oleh chip A19 Pro yang menawarkan performa setara MacBook. Chip ini dilengkapi GPU 5-core, Dynamic Caching Gen 2, dan kemampuan AI tiga kali lebih cepat. Menurut Apple, ini adalah iPhone paling efisien dalam hal konsumsi daya.

Meski memiliki baterai berkapasitas tinggi, ketipisan iPhone Air memerlukan pengelolaan daya yang cerdas. Fitur Adaptive Power secara otomatis menyesuaikan performa perangkat berdasarkan aktivitas pengguna untuk menghemat baterai. Apple mengklaim iPhone Air mampu bertahan seharian dengan sekali pengisian daya. Untuk penggunaan lebih lama, tersedia MagSafe battery pack yang dapat memperpanjang daya hingga 40 jam.

Durable and thin, the new iPhone Air. | Image Credit - Apple - The iPhone Air is Apple's boldest design move in years – and it shows

Layar iPhone Air berukuran 6,5 inci, lebih besar dari iPhone 17 dan iPhone 17 Pro, namun lebih kecil dari iPhone 17 Pro Max. Kombinasi layar besar dan bodi tipis membuatnya ideal bagi pengguna yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan pengalaman visual.

Kamera dan Konektivitas

iPhone Air hanya memiliki satu kamera belakang beresolusi 48MP, berbeda dengan model Pro yang dilengkapi multi-kamera. Meski begitu, kamera ini didukung Photonic Engine terbaru dan Fitur Focus Control yang memungkinkan pengguna mengubah foto biasa menjadi portrait setelah pengambilan gambar. Photographic Styles juga diperbarui untuk memberikan sentuhan personal pada setiap foto.

Di bagian depan, iPhone Air menggunakan kamera Center Stage yang memudahkan pengambilan selfie tanpa harus memutar ponsel. Fitur Dual Capture Video memungkinkan perekaman simultan dari kamera depan dan belakang. Untuk konektivitas, iPhone Air menjadi yang pertama menggunakan chip komunikasi N1 buatan Apple, dengan dukungan WiFi 7, Bluetooth 6, dan modem C1X yang dua kali lebih powerful serta 30% lebih efisien dari pendahulunya.

iPhone 17 Air mulai dipasarkan dengan harga $999. Pre-order dibuka pada Jumat, 12 September 2025, dan tersedia di toko mulai 19 September. Peluncuran iPhone Air ini mengukuhkan komitmen Apple dalam menghadirkan inovasi desain dan performa dalam satu paket yang ringkas. Sebelumnya, muncul bocoran tanggal rilis dua versi iPhone 6 yang juga menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Apple.

Beberapa brand lain seperti Nubia Air juga disebut memiliki desain mirip iPhone 17 Air, menunjukkan bahwa tren ponsel tipis semakin populer. Bagi pengguna yang ingin memindahkan hasil jepretan iPhone ke perangkat lain, cara transfer foto dari iPhone ke MacBook Air tanpa ribet bisa menjadi solusi praktis.

Kehadiran iPhone 17 Air tidak hanya memperkaya lini produk Apple, tetapi juga memperketat persaingan dengan Samsung Galaxy S25 Edge. Dengan desain yang revolusioner dan performa tangguh, iPhone Air berpotensi menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan kombinasi antara estetika dan fungsi.

Apple Intelligence di iPhone 17: Masih Kurang Matang?

0

Telset.id – Apple Intelligence, rangkaian fitur kecerdasan buatan (AI) yang dihadirkan Apple, ternyata masih belum menunjukkan peningkatan signifikan pada iPhone 17 yang baru saja diluncurkan. Dalam acara September 2025, perusahaan hanya mengumumkan dua fitur baru untuk Apple Intelligence: penyesuaian zoom selfie otomatis dan mode daya adaptif untuk mengoptimalkan baterai berdasarkan pola penggunaan.

Meskipun iPhone 17 series telah resmi dirilis dengan berbagai peningkatan yang sebelumnya telah dibocorkan, Apple hampir tidak menyentuh topik AI dalam presentasinya. Fokus utama justru diberikan pada desain kontroversial iPhone 17, terutama modul kamera belakang yang lebih besar pada model Pro dan Pro Max.

Apple Intelligence will adjust your selfies.. | Image credit — Apple

Dua fitur baru Apple Intelligence yang diumumkan adalah kemampuan AI untuk secara otomatis menyesuaikan zoom selfie dan Adaptive Power Mode yang bertujuan memaksimalkan masa pakai baterai sesuai kebiasaan pengguna. Namun, ini dinilai masih sangat minim dibandingkan ekspektasi yang dibangun sejak pengumuman awal di WWDC 2024.

Apple juga tidak menyebutkan perkembangan Siri baru yang sempat dijanjikan. Padahal, Siri yang lebih cerdas dan multimodal—mampu memahami perintah secara verbal, tekstual, dan visual—telah lama dinantikan. Keterlambatan ini semakin menguatkan spekulasi bahwa Apple masih kesulitan mencapai kemajuan berarti dalam pengembangan AI.

Beberapa laporan mengindikasikan bahwa Apple kemungkinan masih menunggu finalisasi akuisisi startup AI sebelum kembali berbicara secara serius tentang Apple Intelligence. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih berjuang untuk menyempurnakan paket AI mereka secara keseluruhan.

Adaptive power mode will be crucial for the new iPhone 17 Air. | Image credit — Apple

Meskipun iPhone 17 series menawarkan perangkat yang menarik, terutama model Pro, keputusan beralih ke iOS hanya demi fitur AI dinilai tidak bijaksana. Untuk pengalaman AI yang lebih matang, Samsung Galaxy S25 series dan Google Pixel 9 masih menjadi pilihan yang lebih unggul.

Pengembangan Apple Intelligence juga menghadapi berbagai kendala, termasuk masalah kompatibilitas dengan aplikasi pihak ketiga seperti Meta. Selain itu, meskipun ada beberapa fitur Apple Intelligence yang layak dicoba, implementasinya secara keseluruhan masih terbatas.

Dengan demikian, meskipun iPhone 17 hadir dengan peningkatan hardware, Apple Intelligence masih belum menjadi alasan kuat untuk beralih dari platform lain. Para penggemar Apple mungkin perlu bersabar lebih lama sebelum melihat integrasi AI yang benar-benar revolusioner di perangkat mereka.

iPhone 17 Resmi Rilis: Upgrade yang Bikin FOMO atau Cuma Gimmick?

0

Pernahkah Anda merasa tertinggal hanya karena masih memegang iPhone lawas? Setiap tahun, Apple menghadirkan seri terbaru dengan janji inovasi—tapi seberapa besar perubahan yang benar-benar Anda rasakan? iPhone 17 telah resmi diluncurkan, dan seperti biasa, pro kontra langsung membanjiri diskusi para penggemar teknologi. Apakah upgrade ini layak dipertimbangkan, atau sekadar strategi marketing yang sudah bisa ditebak?

Apple kembali menggelar acara September mereka dengan memperkenalkan iPhone 17 series, termasuk varian base yang sering kali menjadi pilihan banyak orang. Meski sorotan utama tertuju pada iPhone 17 Pro, Pro Max, dan newcomer iPhone 17 Air, model reguler ini membawa sejumlah peningkatan yang patut dicermati. Bagi Anda yang masih setia dengan iPhone 14 atau bahkan iPhone 15, mungkin inilah saatnya mempertimbangkan upgrade.

Namun, sebelum tergoda oleh embel-embel “terbaru”, mari kita kupas lebih dalam apa saja yang ditawarkan iPhone 17—dan apakah perubahan tersebut benar-benar signifikan atau hanya sekadar polesan permukaan.

Desain yang Nyaris Tak Berubah, Tapi Layar Lebih Besar dan Smooth

Secara desain, iPhone 17 tidak membawa kejutan berarti. Tampilannya masih sangat mirip dengan pendahulunya, iPhone 16, dengan konfigurasi kamera ganda vertikal yang ikonik. Namun, Apple melakukan penyempurnaan pada bagian layar—sebuah aspek yang sering kali menjadi pertimbangan utama pengguna. iPhone 17 kini dibekali panel OLED 6,3 inci dengan lapisan Ceramic Shield, naik dari 6,1 inci pada iPhone 16. Yang menarik, meski layarnya lebih besar, ukuran bodi secara keseluruhan tidak banyak berubah berkat bezel yang lebih tipis.

Dan inilah kabar gembira bagi banyak orang: akhirnya, iPhone base series menyematkan ProMotion! Ya, itu berarti refresh rate 120 Hz yang selama ini hanya dinikmati oleh varian Pro sekarang hadir di model reguler. Ditambah lagi, layar ini mendukung kecerahan puncak hingga 3000 nits—cukup untuk penggunaan di bawah terik matahari tanpa mengurangi kenyamanan visual.

Warna yang ditawarkan pun terlihat segar: Lavender Mist, Blue Sage, Black, dan White. Pilihan ini tidak hanya estetis, tetapi juga mencerminkan tren warna yang sedang digemari pasar global.

newsletter-background-image

Kamera: Resolusi Tinggi dengan Fleksibilitas Baru

Sektor kamera selalu menjadi perhatian, dan iPhone 17 membawa angin segar. Untuk pertama kalinya, semua kamera belakang menggunakan sensor 48 MP. Kamera utama 48 MP Fusion menjanjikan detail yang tajam dan bahkan menyertakan fitur telephoto 2x berkualitas optik—seolah-olah Anda membawa dua kamera dalam satu perangkat. Sementara itu, kamera ultra-wide 48 MP Fusion menawarkan detail hingga 4x lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya, menghasilkan bidangan wide-angle yang lebih tajam, fotografi makro yang lebih baik, dan fleksibilitas lebih dalam mengatur komposisi.

Perubahan signifikan juga terjadi pada kamera selfie. iPhone 17 kini menggunakan kamera depan 18 MP yang dijamin membuat panggilan FaceTime, obrolan video, dan swafoto terlihat lebih jelas—peningkatan yang sudah lama dinantikan banyak pengguna. Sensor yang berbentuk persegi memastikan resolusi tinggi tidak peduli bagaimana Anda memegang ponsel, menawarkan empat komposisi berbeda tanpa perlu memutar perangkat. AI juga secara otomatis memperluas bidang pandang, sangat berguna untuk foto grup.

Dapur Pacu dan AI: Kekuatan di Balik Layar

Di bagian dalam, iPhone 17 ditenagai oleh chipset A19 terbaru, yang memberikan daya lebih untuk menangani semua fitur Apple Intelligence. Sayangnya, memori masih stuck di 8 GB RAM—padahal banyak yang berharap setidaknya 12 GB mengingat tuntutan era AI yang kian berat. Opsi penyimpanan yang tersedia adalah 256 GB dan 512 GB, cukup untuk kebutuhan pengguna rata-rata.

Apple Intelligence menjadi salah satu fitur andalan. Dengan iOS 26 yang sudah terinstal dari awal, pengguna dapat menikmati alat-alat berbasis AI seperti alat penulisan (proofread atau rewrite teks dalam berbagai gaya), ringkasan transkrip otomatis, prioritas pesan di Mail, Image Playground untuk membuat gambar kustom, dan Clean Up untuk menghapus objek yang mengganggu di latar belakang foto. Visual Intelligence memungkinkan pencarian dan aksi langsung dari apa yang dilihat, sementara terjemahan langsung memudahkan percakapan lintas bahasa.

Seperti biasa, Apple menjamin setidaknya enam tahun pembaruan OS, ditambah beberapa tahun tambahan untuk patch keamanan—meski frekuensinya mungkin tidak sesering update utama.

Harga dan Ketersediaan: Tetap Terjangkau?

iPhone 17 sudah dapat dipesan mulai Jumat ini, dengan penjualan resmi dimulai pada 19 September. Yang mengejutkan, Apple tidak menaikkan harga tahun ini. Ponsel ini masih dimulai dari $799 untuk model 256 GB—harga yang cukup kompetitif mengingat spesifikasi yang ditawarkan.

Lantas, apakah iPhone 17 layak diupgrade? Bagi pemilik iPhone 14 atau lebih lama, jawabannya adalah ya. Layar lebih besar, refresh rate 120 Hz, kamera selfie 18 MP, dan chipset A19 yang lebih powerful adalah upgrade yang terasa signifikan. Namun, bagi Anda yang sudah menggunakan iPhone 16, perubahan mungkin terlalu halus untuk dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Strategi Apple dengan iPhone 17 terkesan hati-hati. Meski ada peningkatan, model base ini tidak benar-benar membawa terobosan baru. Ketidakadaan RAM 12 GB bisa menjadi titik lemah, terutama di era di mana pesaing seperti Google Pixel 10 dan Samsung Galaxy S26 sudah memulainya dengan RAM lebih besar untuk mendukung fitur AI.

The iPhone 17 is official – time to decide if your FOMO is real

Jadi, sebelum terjangkit FOMO (Fear Of Missing Out), pertimbangkan dengan matang apakah upgrade ini benar-benar diperlukan. iPhone 17 adalah pilihan solid untuk upgrade dari model lama, tetapi mungkin bukan lompatan besar yang Anda harapkan jika sudah menggunakan generasi terkini.

Apple Watch Ultra 3 Resmi Rilis: Layar Lebih Besar & Fitur Satelit

0

Pernahkah Anda membayangkan memiliki jam tangan yang tak hanya stylish, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa di tengah hutan belantara? Setelah penantian panjang sejak Apple Watch Ultra 2 diluncurkan pada 2023, akhirnya Apple menghadirkan generasi ketiga yang jauh lebih canggih. Apple Watch Ultra 3 bukan sekadar upgrade biasa—ini adalah lompatan teknologi yang siap mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia.

Dengan persaingan ketat dari Samsung Galaxy Watch Ultra dan Garmin yang terus meningkatkan fitur baterai, Apple tak punya pilihan lain kecuali meluncurkan inovasi terbaik mereka. Dan hari ini, semua rahasia terbesar jam tangan tangguh ini akhirnya terungkap. Dari layar yang lebih luas hingga konektivitas satelit, Apple Watch Ultra 3 hadir dengan segudang kejutan.

Bagi para penggemar gadget dan pecinta aktivitas outdoor, ini mungkin menjadi pembaruan paling dinanti dalam dua tahun terakhir. Mari kita telusuri lebih dalam apa yang membuat Apple Watch Ultra 3 layak menjadi pendamping setia Anda dalam setiap petualangan.

Layar Lebih Besar, Pengalaman Lebih Immersive

Salah satu upgrade paling signifikan pada Apple Watch Ultra 3 adalah layarnya. Dengan bezel yang lebih tipis, Apple berhasil menambah real estate layar tanpa harus memperbesar ukuran casing. Hasilnya? Anda mendapatkan “layar terbesar yang pernah ada di Apple Watch” dengan readability yang ditingkatkan untuk segala kondisi pencahayaan.

Teknologi LTPO3 yang digunakan pada layar ini tidak hanya menghemat baterai, tetapi juga menawarkan refresh rate yang lebih cepat dalam mode always-on. Artinya, informasi penting selalu terlihat jelas tanpa harus mengangkat pergelangan tangan Anda. Untuk aktivitas outdoor yang membutuhkan informasi real-time, fitur ini menjadi nilai tambah yang sangat berarti.

The Apple Watch Ultra 3 may look familiar at first glance, but that screen is actually bigger with slimmer bezels than before

Fitur Satelit: Revolusi dalam Konektivitas

Inilah yang membedakan Apple Watch Ultra 3 dari kompetitornya. Dengan dukungan konektivitas satelit dua arah, jam tangan ini memungkinkan Anda mengirim pesan teks kepada keluarga, teman, atau layanan darurat bahkan ketika tidak ada jaringan Wi-Fi atau seluler. Fitur ini sangat vital bagi para petualang yang sering menjelajahi lokasi terpencil.

Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, teknologi satelit pada Apple Watch Ultra 3 tidak hanya untuk emergency SOS, tetapi juga untuk komunikasi sehari-hari. Bayangkan bisa mengirim pesan “lagi di mana?” dari puncak gunung atau tengah laut—sesuatu yang sebelumnya mustahil dilakukan dengan smartwatch biasa.

Wherever you might find yourself in your outdoor adventures, the Ultra 3 promise to keep you safe

Baterai yang Lebih Tahan Lama

Apple mengklaim Apple Watch Ultra 3 dapat bertahan hingga 42 jam dalam penggunaan normal, dan hingga 72 jam dalam Mode Daya Rendah. Meskipun angka ini masih kalah dari jam tangan Garmin, kita harus mempertimbangkan semua fitur high-performance yang ditawarkan—layar LTPO3, konektivitas 5G, dan tentu saja fitur satelit.

Dukungan 5G yang baru (naik dari 4G LTE pada generasi sebelumnya) juga berkontribusi pada pengalaman yang lebih mulus untuk streaming, download, dan komunikasi real-time. Untuk jam tangan yang dirancang untuk petualangan ekstrem, peningkatan ini sangat signifikan.

Deteksi Hipertensi: Inovasi yang Menyelamatkan Nyawa

Fitur paling groundbreaking pada Apple Watch Ultra 3 mungkin adalah kemampuan deteksi hipertensi. Menggunakan “validasi ilmiah yang ketat”, jam tangan ini dapat mendeteksi tanda-tanda konsisten tekanan darah tinggi kronis—kondisi medis serius yang mempengaruhi sekitar 1,3 miliar orang dewasa di seluruh dunia.

Fitur ini juga hadir pada Apple Watch Series 11 yang diluncurkan bersamaan, menunjukkan komitmen Apple dalam bidang kesehatan digital. Meskipun belum mendapatkan clearance FDA, teknologi ini berpotensi menyelamatkan banyak nyawa dengan mendeteksi dini risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

Bandingkan dengan Kompetitor

Bagaimana Apple Watch Ultra 3 dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya? Samsung Galaxy Watch Ultra memang menjadi pesaing langsung, tetapi kurang dalam hal konektivitas satelit. Sementara Garmin Fenix 8 Pro bisa melakukan messaging satelit, berbagi lokasi, dan bahkan panggilan suara, keterbatasan cellularnya membuatnya tidak sebanding untuk kebanyakan konsumen.

Dari segi reparabilitas, Pixel Watch 4 mungkin unggul, tetapi Apple Watch Ultra 3 menawarkan paket fitur yang lebih komprehensif untuk pengguna yang mengutamakan konektivitas dan kesehatan.

Harga dan Ketersediaan

Dengan semua upgrade yang ditawarkan, wajar jika Apple mempertahankan harga $799—sama dengan pendahulunya. Harga ini lebih murah daripada model Garmin Fenix 8 Pro paling terjangkau, tetapi $150 lebih mahal dari Galaxy Watch Ultra 2025.

Apple Watch Ultra 3 akan tersedia mulai 19 September dalam warna titanium “natural” atau hitam, dengan pilihan band yang lebih beragam termasuk desain Trail Loop baru dengan benang reflektif, serta Ocean Band dan Alpine Loop dengan warna-warna fresh.

Now those are some funky new bands

Dua tahun mungkin terasa lama untuk menunggu, tetapi dengan semua peningkatan yang dibawa Apple Watch Ultra 3, tampaknya penantian itu sepadan. Dari layar yang lebih immersive hingga fitur satelit yang revolusioner, dan deteksi kesehatan yang bisa menyelamatkan nyawa—jam tangan ini bukan sekadar aksesori, tetapi partner yang siap menemani setiap momen kehidupan Anda, baik di kota maupun di tengah alam liar.

Apple Watch Series 11: Upgrade Kesehatan yang Bisa Selamatkan Nyawa

0

Pernahkah Anda membayangkan sebuah jam tangan yang tidak hanya mencatat langkah atau detak jantung, tetapi juga bisa memberi peringatan dini tentang tekanan darah tinggi? Itulah yang ditawarkan Apple Watch Series 11, dan ini bukan sekadar klaim marketing belaka. Dalam dunia yang semakin sadar kesehatan, perangkat ini hadir dengan janji yang hampir seperti memiliki dokter pribadi di pergelangan tangan.

Apple baru saja meluncurkan Apple Watch Series 11 pada 9 September 2025, dan fokusnya sangat jelas: kesehatan proaktif. Meski desain luarnya terlihat familiar, perubahan di balik layar justru yang paling menarik. Daripada hanya menjadi pelacak kebugaran, Series 11 berambisi menjadi penjaga kesehatan yang lebih cerdas dan responsif.

Dua fitur andalannya—notifikasi hipertensi dan skor tidur—menandakan pergeseran signifikan dalam filosofi Apple. Ini bukan lagi tentang seberapa banyak kalori yang terbakar, tetapi tentang bagaimana perangkat bisa membantu mendeteksi kondisi kronis sebelum menjadi masalah serius.

Fitur Kesehatan yang Benar-Benar Revolusioner

Yang paling menonjol dari Apple Watch Series 11 adalah kemampuannya memantau tekanan darah secara pasif. Teknologi ini dapat mendeteksi tanda-tanda hipertensi kronis dan mengirimkan notifikasi jika ada anomaly yang perlu diwaspadai. Bagi banyak orang, ini bisa menjadi alarm awal yang menyelamatkan nyawa—terutama mengingat hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang kerap tidak disadari.

Selain itu, Apple memperkenalkan “sleep score”, sistem penilaian tidur berbasis angka yang memberikan gambaran lebih jelas tentang kualitas istirahat malam Anda. Daripada sekadar melaporkan durasi atau fase tidur, fitur ini menyajikan metrik yang mudah dipahami, membantu Anda mengevaluasi apakah tidur Anda benar-benar restoratif atau justru penuh gangguan.

Apple Watch Series 11

Spesifikasi dan Desain: Familiar Tapi Tetap Fresh

Series 11 tetap mempertahankan DNA desain Apple Watch yang sudah dikenal, dengan pilihan ukuran 42mm dan 46mm, serta material aluminum dan titanium. Warna yang ditawarkan pun beragam, dari Jet Black, Silver, Rose Gold, Space Gray untuk varian aluminum, hingga Natural, Gold, dan Slate untuk titanium.

Di sisi ketahanan, Apple mengklaim layar Ion-X Glass sekarang dua kali lebih tahan gores. Baterainya juga ditingkatkan hingga 24 jam, meski masih kalah dari beberapa kompetitor yang menawarkan daya tahan multi-hari. Ditambah dukungan konektivitas 5G, Series 11 memang dirancang untuk pengguna yang selalu aktif dan membutuhkan koneksi cepat di mana saja.

Apple Watch Series 11

Lanskap Persaingan: Apple vs. Samsung vs. Google

Dengan fitur kesehatan yang semakin canggih, Apple jelas sedang berusaha memimpin di segmen smartwatch kesehatan. Saat ini, kompetitor seperti Samsung Galaxy Watch dan Google Pixel Watch (dengan integrasi Fitbit) masih fokus pada wellness dan kebugaran. Series 11 mengambil langkah lebih jauh dengan memasuki ranah klinis—sesuatu yang belum banyak disentuh pesaingnya.

Misalnya, Pixel Watch unggul dalam pelacakan tidur mendetail, sementara Samsung dikenal dengan desain premium dan fitur kebugaran komprehensif. Tapi Apple Watch Series 11 mungkin menjadi yang pertama yang bisa secara pasif memantau kondisi seperti hipertensi dan memberi rekomendasi medis.

Haruskah Anda Upgrade?

Bagi pemilik Apple Watch Series 9 atau generasi sebelumnya, Series 11 layak dipertimbangkan—terutama jika Anda peduli dengan pemantauan kesehatan yang lebih proaktif. Fitur hipertensi dan sleep score saja sudah cukup menjadi alasan upgrade. Namun, jika Anda menggunakan model yang lebih baru, mungkin belum perlu terburu-buru.

Keterbatasan baterai masih menjadi titik lemah. Meski sudah ditingkatkan, 24 jam masih terasa kurang jika dibandingkan dengan jam tangan lain yang bisa bertahan hingga beberapa hari. Tapi bagi yang terbiasa mengisi daya setiap malam, ini mungkin bukan masalah besar.

Apple Watch Series 11

Apple Watch Series 11 bukanlah desain ulang radikal, melainkan penyempurnaan fokus pada kekuatan terbesarnya: menjadi penjaga kesehatan penggunanya. Dengan harga mulai $399 untuk aluminum dan $699 untuk titanium, perangkat ini menawarkan nilai tambah yang signifikan di segi kesehatan—sesuatu yang mungkin sulit ditandingi kompetitor dalam waktu dekat.

Jadi, apakah Series 11 layak dibeli? Jika Anda mencari smartwatch yang tidak hanya stylish tapi juga bisa membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang, jawabannya adalah iya. Tapi jika Anda hanya butuh pelacak kebugaran dasar, mungkin Series 9 atau bahkan SE masih cukup.