Beranda blog Halaman 108

Honor Robot Phone: Ponsel dengan Lengan Robot Tersembunyi

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartphone yang bisa bergerak sendiri seperti robot, membuka gimbal tersembunyi dengan satu klik, dan secara otomatis mengambil foto tanpa perlu Anda pegang. Kedengarannya seperti fiksi ilmiah? Honor baru saja mengungkap konsep yang persis seperti itu – Honor Robot Phone.

Dalam peluncuran seri Magic 8 yang baru, CEO Honor Li Jian memamerkan sesuatu yang jauh lebih menarik dari sekadar smartphone biasa. Di tengah hiruk-pikuk industri yang sibuk membandingkan iPhone, Honor justru mengambil langkah berani dengan memperkenalkan perangkat yang mereka klaim akan mengubah definisi smartphone selamanya. Bukan sekadar upgrade kamera atau peningkatan chipset, melainkan lompatan evolusioner menuju apa yang mereka sebut “mitra hidup berbasis silikon”.

Konsep Robot Phone ini dibangun di atas tiga teknologi inti: otak AI, mobilitas robotik, dan pencitraan profesional. Fitur utamanya yang paling mencolok adalah gimbal lengan robot tersembunyi yang membuka dengan satu klik, memungkinkan ponsel bergerak dan menstabilkan diri seperti robot. Perangkat ini dapat secara otomatis membingkai bidikan, melacak subjek, dan bahkan mengurangi guncangan tanpa input manusia sama sekali.

Konsep Honor Robot Phone dengan gimbal lengan robot yang sedang terbuka

Yang mengejutkan, ponsel ini tidak terlihat robotik sama sekali. Tidak ada tanda jelas yang menunjukkan adanya gimbal tersembunyi di dalamnya. Dari belakang, penampilannya seperti smartphone biasa, meskipun modul kameranya terlihat cukup tebal. Desain yang sederhana ini justru membuat konsepnya semakin menarik – teknologi canggih tersembunyi dalam wujud yang familiar.

AI YOYO: Otak di Balik Kecerdasan Robotik

Model AI skala besar Honor, YOYO, memainkan peran sentral dalam proses ini. Sistem ini diklaim memahami emosi, merekomendasikan konten, dan mengelola perangkat terhubung. Honor membingkai ini sebagai bagian dari “Proyek Alpha” mereka, yang bertujuan mengembangkan ponsel dari sekadar alat sederhana menjadi mitra hidup berbasis silikon.

Visi Honor tentang “kecerdasan terwujud” atau embodied intelligence ini sejalan dengan tren AI yang semakin dalam merambah kehidupan sehari-hari. Seperti yang pernah kami bahas dalam analisis dampak AI terhadap lapangan kerja, teknologi ini memang memiliki potensi mengubah banyak aspek kehidupan – termasuk bagaimana kita berinteraksi dengan perangkat mobile.

Honor telah berinvestasi besar-besaran dalam apa yang mereka sebut “embodied intelligence,” dengan laboratorium penelitian baru yang berfokus pada robotika, sistem gerak, dan desain bionik. Robot Phone tampaknya menjadi hasil nyata pertama dari pekerjaan tersebut.

Antara Konsep dan Realitas Komersial

Untuk saat ini, perangkat ini masih lebih berupa konsep daripada produk komersial. Honor berencana mengungkap lebih banyak detail di MWC Barcelona 2026. Video teaser yang dirilis menunjukkan kamera gimbal yang bergerak seperti kepala robot, mengingatkan pada gimbal komersial, tetapi dibangun langsung ke dalam smartphone.

Pengembangan teknologi semacam ini tentu membutuhkan dukungan hardware yang mumpuni, termasuk baterai yang andal. Seperti yang diungkap dalam penemuan terbaru tentang baterai lithium-ion oleh MIT, inovasi di bidang energi menjadi krusial untuk perangkat mobile masa depan.

Honor mengatakan pengguna dapat mendaftar di situs webnya untuk menerima pembaruan awal dan bahkan berpartisipasi dalam penelitian produk. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan serius mengembangkan konsep ini menjadi produk nyata, meskipun timeline komersialnya masih belum jelas.

Masa Depan Perangkat Cerdas atau Sekadar Gimmick?

Pertanyaan besarnya: apakah konsumen benar-benar membutuhkan smartphone yang bisa bergerak sendiri? Atau ini sekadar gimmick teknologi yang menarik perhatian? Honor berargumen bahwa inilah masa depan perangkat cerdas – bukan sekadar meningkatkan spesifikasi, tetapi menciptakan nilai nyata bagi pengguna.

Dalam pernyataannya, perusahaan menyatakan: “Sementara industri sibuk membandingkan iPhone, kami percaya inilah saatnya memecahkan pola dan memfokuskan kembali pada apa yang benar-benar penting: menciptakan nilai nyata untuk Anda.”

Namun, seperti halnya banyak teknologi baru, selalu ada tantangan keamanan dan privasi yang perlu dipertimbangkan. Konsep perangkat yang bisa bergerak dan mengambil foto secara mandiri tentu memunculkan pertanyaan tentang perlindungan data pribadi. Seperti yang kami bahas dalam pandangan tentang keamanan digital terkini, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran akan potensi risiko.

Honor Robot Phone mewakili visi yang ambisius tentang masa depan smartphone. Meskipun masih dalam tahap konsep, kehadirannya menandai pergeseran menarik dalam industri – dari sekadar membuat ponsel yang lebih cepat dan lebih tajam, menuju penciptaan perangkat yang benar-benar cerdas dan mandiri. Apakah ini akan menjadi masa depan mobile computing yang sesungguhnya? Kita tunggu perkembangan lebih lanjut di MWC 2026 mendatang.

Lenovo IdeaPad Pro 5i Gen 10: Laptop AI-Ready untuk Produktivitas Hybrid

0

Telset.id – Bayangkan sebuah laptop yang bukan hanya memahami perintah Anda, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan kerja Anda. Di era di mana batas antara pekerjaan dan kehidupan personal semakin kabur, Lenovo hadir dengan jawaban yang elegan dan penuh tenaga: IdeaPad Pro 5i Generasi 10. Laptop ini bukan sekadar upgrade spesifikasi biasa, melainkan lompatan strategis menuju komputasi cerdas yang sebenarnya.

Bagaimana jika perangkat Anda bisa menjadi partner kerja yang aktif, bukan hanya alat pasif? Lenovo memahami betul dinamika ini. Dalam wawancara eksklusif dengan Telset.id, Santi Nainggolan, Consumer Lead Lenovo Indonesia, menegaskan, “Tiga aspek utama yang dibutuhkan pengguna produktif modern adalah kecerdasan, kecepatan, dan kenyamanan. IdeaPad Pro 5i Gen 10 hadir untuk memenuhi ketiga kebutuhan ini sekaligus.” Pernyataan ini bukan sekadar jargon marketing, melainkan komitmen nyata yang terwujud dalam setiap detail perangkat.

Di tengah maraknya laptop dengan klaim “AI-ready”, IdeaPad Pro 5i Gen 10 membawa pendekatan yang berbeda. Laptop ini tidak hanya menempelkan label AI sebagai gimmick, tetapi mengintegrasikan kecerdasan buatan secara mendalam ke dalam pengalaman komputasi sehari-hari. Dari prosesor hingga software pendukung, semuanya dirancang untuk menciptakan simbiosis antara manusia dan mesin yang lebih harmonis.

Kekuatan Intel Core Ultra 7: Bukan Hanya Sekedar Processor Biasa

Jantung dari IdeaPad Pro 5i Gen 10 adalah Intel Core Ultra 7 255H yang menghadirkan arsitektur hybrid modern. Dengan kombinasi 6 Performance-cores, 8 Efficient-cores, dan 2 Low Power Efficient-cores, processor ini mengoptimalkan penggunaan daya sesuai dengan beban kerja. Namun yang membuatnya benar-benar istimewa adalah kehadiran NPU (Neural Processing Unit) terintegrasi dengan Intel AI Boost yang mampu mencapai 13 TOPS.

NPU ini menjadi game changer yang sesungguhnya. Bayangkan Anda sedang melakukan video conference sambil menjalankan aplikasi desain ringan dan berpindah antara puluhan tab browser. Dengan dukungan NPU, laptop ini dapat mengalokasikan tugas-tugas AI seperti noise cancellation, background blur, dan optimisasi performa secara efisien tanpa membebani CPU utama. Hasilnya? Pengalaman multitasking yang lebih smooth dan responsif.

Lenovo sepertinya konsisten dengan strategi menghadirkan perangkat bertenaga AI untuk berbagai segmen pasar. Sebelumnya, Telset.id juga melaporkan kehadiran Lenovo ThinkPad dan IdeaPad terbaru yang didukung Intel Core Ultra, menunjukkan komitmen merek dalam menghadirkan komputasi AI yang lebih accessible.

Layar OLED 2.8K: Ketika Visual Menjadi Pengalaman

Lenovo tidak main-main dalam hal kualitas tampilan. IdeaPad Pro 5i Gen 10 menghadirkan panel OLED 14 inci dengan resolusi 2.8K (2880×1800) yang benar-benar memukau. Dengan refresh rate 120Hz dan dukungan VRR (Variable Refresh Rate), setiap gerakan terasa halus dan responsif, baik saat scrolling dokumen panjang maupun menonton konten video.

Tapi spesifikasi teknis hanya separuh cerita. Yang membuat layar ini istimewa adalah sertifikasi DisplayHDR True Black 1000 yang menjamin kontras rasio nyaris tak terbatas dan warna hitam yang benar-benar pekat. Ditambah dengan kecerahan puncak 1100 nits, layar ini tetap terbaca jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung – fitur yang sangat berharga bagi pekerja hybrid yang sering berpindah tempat.

Dukungan 100% cakupan warna DCI-P3 membuatnya ideal tidak hanya untuk pekerja kantoran, tetapi juga kreator konten yang membutuhkan akurasi warna. Dalam dunia di mana presentasi visual menjadi semakin penting, memiliki layar dengan kualitas premium bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.

Desain yang Menipu: Ringan Tapi Tangguh

Dengan bodi aluminium dan berat mulai dari 1.39 kg, IdeaPad Pro 5i Gen 10 hadir dengan kesan premium yang langsung terasa. Warna Luna Grey yang elegan memberikannya penampilan profesional yang cocok untuk berbagai setting, dari meeting room eksekutif hingga coffee shop favorit Anda.

Ketipisan 15.5 mm membuatnya mudah masuk ke dalam tas laptop mana pun, sementara konstruksi aluminium memastikan ketahanan yang diperlukan untuk kehidupan mobile. Ini adalah perangkat yang memahami bahwa produktivitas modern tidak terikat pada satu lokasi, melainkan mengalir mengikuti ritme kehidupan penggunanya.

Baterai 84Whr yang disematkan mampu bertahan sepanjang hari, menghilangkan kecemasan akan kehabisan daya di tengah aktivitas penting. Dan ketika memang perlu mengisi ulang, teknologi Rapid Charge Express memungkinkan pengisian 15 menit untuk tambahan penggunaan 3 jam – solusi praktis untuk gaya hidup yang serba cepat.

Lenovo AI Now: Partner Kecerdasan Buatan yang Personal

Di sinilah IdeaPad Pro 5i Gen 10 benar-benar membedakan diri. Lenovo AI Now bukan sekadar asisten virtual biasa, melainkan sistem AI hybrid yang menggabungkan model besar dengan basis pengetahuan pribadi pengguna. Sistem ini memahami konteks, preferensi, dan pola kerja Anda, kemudian menawarkan bantuan yang benar-benar relevan.

Mulai dari mengatur jadwal meeting, menyarankan dokumen yang diperlukan, hingga mengoptimalkan pengaturan sistem berdasarkan kebiasaan penggunaan – semuanya dilakukan dengan perlindungan keamanan yang ketat. Privasi data menjadi prioritas, dengan semua pemrosesan AI utama dilakukan secara lokal di perangkat.

Untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi, Lenovo sebenarnya memiliki opsi lain yang menarik. Seperti yang pernah Telset.id ulas dalam artikel tentang Lenovo Legion Pro 5i & 5i sebagai solusi hybrid tanpa kompromi untuk gamer dan kreator, meskipun segmentasinya sedikit berbeda.

Konektivitas Masa Depan yang Siap Hari Ini

IdeaPad Pro 5i Gen 10 tidak hanya berfokus pada internal, tetapi juga menghadirkan konektivitas terkini. Dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4 memastikan koneksi nirkabel yang lebih cepat, stabil, dan efisien – bahkan di lingkungan dengan banyak perangkat yang terkoneksi.

Port yang lengkap menjadi bukti bahwa Lenovo memahami kebutuhan nyata pengguna. Dua port Thunderbolt 4/USB4 memberikan fleksibilitas maksimal untuk charging, transfer data super cepat, dan koneksi display eksternal. Kehadiran HDMI 2.1 mendukung output hingga 8K/60Hz, sementara USB-A Always On memungkinkan pengisian perangkat lain bahkan ketika laptop dalam kondisi sleep.

SD card reader yang disertakan menjadi angin segar bagi fotografer dan konten kreator yang sering bekerja dengan media dari kamera. Ini adalah detail kecil yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang workflow pengguna modern.

Dengan harga mulai Rp18.399.000, IdeaPad Pro 5i Gen 10 menawarkan nilai yang menarik. Terutama mengingat bundel Office Home 2024 dan Microsoft 365 Basic selama satu tahun, plus layanan purna jual 3 tahun Accidental Damage Protection dan 3 tahun Premium Care yang memberikan peace of mind bagi pengguna.

Bagi yang mencari alternatif dengan budget lebih terjangkau, Telset.id pernah merangkum 10 laptop gaming Lenovo terbaik murah 2023 dengan harga sekitar 12 jutaan, meskipun dengan spesifikasi dan fokus yang tentu berbeda.

Lenovo IdeaPad Pro 5i Gen 10 bukan sekadar iterasi berikutnya dari seri IdeaPad. Ini adalah pernyataan visi tentang bagaimana laptop modern seharusnya bekerja bersama penggunanya. Di tangan pekerja hybrid, mahasiswa, atau profesional kreatif, perangkat ini tidak hanya menjadi alat, tetapi partner cerdas yang memahami dan mendukung setiap langkah produktivitas Anda. Dan di era di waktu menjadi komoditas paling berharga, memiliki partner yang bisa menghemat detik-detik berharga Anda mungkin adalah investasi terbaik yang bisa Anda lakukan.

Xiaomi YU9 SUV Hybrid Mulai Uji Coba di Pegunungan Xinjiang

0

Telset.id – Bayangkan sebuah SUV besar berbalut kamuflase melaju di ketinggian ekstrem kaki Gunung Kunlun, Xinjiang. Di balik kemudinya? Bukan hanya penguji profesional, tapi sang CEO sendiri, Lei Jun. Inilah pemandangan spektakuler yang mengawali babak baru perjalanan Xiaomi di dunia otomotif dengan model ketiganya: Xiaomi YU9.

Bocoran terbaru yang beredar di dunia maya mengindikasikan bahwa kendaraan ini sedang menjalani fase uji ketahanan yang krusial. Lokasinya bukan sembarang tempat—Xinjiang dikenal dengan medan pegunungan tinggi dan kondisi cuaca yang tak terduga. Ini adalah ujian nyata bagi sistem powertrain dan performa keseluruhan kendaraan, terutama untuk kendaraan listrik dan hybrid seperti YU9.

Kehadiran langsung Lei Jun di lokasi uji coba bukanlah hal sepele. Seperti yang Anda tahu, ketika pucuk pimpinan turun langsung ke lapangan, biasanya ada sesuatu yang besar sedang dipersiapkan. Spekulasi pun bermunculan: apakah YU9 sedang mendekati milestone penting menuju peluncuran yang direncanakan pada 2026?

Spy photo Xiaomi YU9 SUV berbalut kamuflase saat uji coba di Xinjiang

Fase pengujian saat ini berfokus pada tiga aspek kritis: daya tahan baterai, performa pengisian daya, dan perlindungan dari sinar matahari. Ketiga elemen ini menjadi penentu utama bagi kendaraan listrik dan hybrid yang beroperasi di lingkungan keras seperti pegunungan tinggi. Apakah YU9 akan mampu bertahan di kondisi ekstrem seperti ini?

Pola pengujian tinggi ini sebenarnya bukan hal baru bagi Xiaomi. Perusahaan ini menerapkan pendekatan serupa untuk model sebelumnya, Xiaomi SU7 dan Xiaomi YU7, tak lama sebelum peluncuran resmi mereka. Seperti yang pernah kami bahas dalam artikel tentang prototipe mobil listrik Xiaomi, perusahaan ini memang konsisten dengan pendekatan testing yang ketat.

Strategi Pengujian yang Tak Main-Main

Lei Jun bukan sekadar datang dan berfoto-foto. CEO Xiaomi ini secara aktif terlibat dalam proses pengujian, bahkan membagikan momennya melalui media sosial. Foto-foto yang diambil di dekat Gunung Kunlun menjadi bukti komitmennya. Yang lebih menarik, para eksekutif puncak lainnya juga turut serta dalam proses ini.

Level keterlibatan eksekutif seperti ini mengirimkan sinyal jelas: YU9 bukan sekadar produk tambahan, melainkan proyek strategis untuk bisnis otomotif Xiaomi yang terus berkembang. Setelah kesuksesan desain mobil listrik Xiaomi yang sempat dikomentari mirip sedan McLaren, kini perusahaan ini bersiap meluncurkan varian yang lebih besar dan lebih powerful.

Lei Jun CEO Xiaomi di lokasi uji coba YU9 di Xinjiang

Pengujian di ketinggian ekstrem seperti Xinjiang memiliki tujuan yang sangat spesifik. Pada ketinggian tertentu, performa baterai dan sistem kelistrikan bisa terpengaruh secara signifikan. Tekanan udara yang rendah dan suhu yang ekstrem menjadi ujian terberat bagi komponen-komponen kendaraan listrik. Inilah mengapa Xiaomi memilih lokasi ini—mereka ingin memastikan YU9 benar-benar siap menghadapi berbagai kondisi nyata.

Spesifikasi yang Menggoda

Meski spesifikasi resmi belum dirilis, bocoran dan rumor yang beredar cukup membuat penasaran. YU9 dikabarkan akan menggunakan extended-range hybrid powertrain, kombinasi cerdas antara mesin pembakaran internal dan motor listrik. Konfigurasi ini memungkinkan kendaraan memiliki jangkauan yang lebih panjang dibanding pure electric vehicle, sekaligus mengurangi anxiety pengisian daya.

Baterai berkapasitas 80 kWh disebut-sebut akan menjadi jantung dari sistem kelistrikannya, menawarkan jarak tempuh pure electric lebih dari 400 km. Angka yang cukup impresif untuk SUV berukuran besar. Dari segi dimensi, YU9 diperkirakan memiliki panjang lebih dari 5,2 meter dengan tinggi sekitar 1,8 meter—menempatkannya di kategori D-segment, segmen SUV besar premium.

Interior dan fitur canggih Xiaomi YU9 yang terlihat dari spy photo

Dari foto-foto spy yang beredar, terlihat bahwa YU9 mungkin tidak menggunakan layout dual-screen di area kontrol tengah. Namun, yang lebih menarik adalah kemungkinan adanya sensor lidar untuk fungsi advanced driver assistance. Fitur ini akan menempatkan YU9 sejajar dengan kendaraan premium lainnya dalam hal teknologi keselamatan semi-otonom.

Perkembangan teknologi otonom ini sejalan dengan investasi Xiaomi dalam sistem Xiaomi HAD yang rencananya akan diluncurkan akhir 2024. Seperti yang pernah kami ulas dalam artikel tentang teknologi kamera terbaik, kemampuan sensor dan pemrosesan visual menjadi kunci utama dalam pengembangan kendaraan otonom.

Roadmap yang Jelas Menuju 2026

Foto spy pertama YU9 muncul pada akhir 2024, dan laporan dari Deutsche Bank mengonfirmasi bahwa Xiaomi berencana meluncurkan SUV hybrid besar pada 2026. Dengan ukuran, powertrain, dan timeline pengujian yang sesuai, YU9 sangat cocok dengan deskripsi ini.

Ini menunjukkan bahwa kendaraan tersebut sedang bergerak menuju tahap pengujian pra-produksi, dengan debut formal yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. Timeline ini konsisten dengan perjalanan Xiaomi di dunia otomotif yang dimulai pada Maret 2021—perjalanan yang tergolong sangat cepat untuk pemain baru.

Gambar konsep dan perbandingan ukuran Xiaomi YU9 dengan model lainnya

Perusahaan ini menyelesaikan mobil produksi percobaan pertamanya pada Agustus 2023, meluncurkan SU7 pada Maret 2024, dan disusul YU7 pada Mei 2025. Mereka juga mengamankan kualifikasi manufaktur sendiri pada Juli 2024 dan memperluas jaringan ritel serta servis di seluruh China. Hingga Juli 2025, pengiriman kumulatif kendaraan Xiaomi telah melampaui 300.000 unit—angka yang cukup signifikan untuk pemain baru.

Dengan pengujian ketinggian yang sedang berlangsung, kehadiran eksekutif di lokasi, dan roadmap produk yang jelas, YU9 sedang membentuk diri sebagai tambahan penting bagi jajaran otomotif Xiaomi. Extended-range hybrid powertrain dan profil SUV besar-nya menunjukkan bahwa perusahaan ini bertujuan untuk bersaing kuat di segmen SUV high-end China mulai 2026.

Pertanyaannya sekarang: bisakah Xiaomi mengulang kesuksesan di segmen smartphone mereka di dunia otomotif? Dengan pendekatan yang sistematis dan komitmen yang jelas, jawabannya mungkin lebih dekat dari yang kita kira. Yang pasti, persaingan di pasar SUV premium China akan semakin panas dengan kehadiran pemain baru yang satu ini.

Oppo Find X9 Series Resmi Rilis: Baterai Raksasa & Kamera Pro Level

0

Telset.id – Jika Anda mengira smartphone flagship 2025 hanya tentang peningkatan inkremental, Oppo punya kejutan yang bakal mengubah persepsi tersebut. Baru saja meluncurkan seri Find X9 di China, Oppo tidak main-main dengan dua varian andalannya: Find X9 dan Find X9 Pro. Bukan sekadar upgrade biasa, kedua ponsel ini membawa baterai berkapasitas luar biasa, sistem kamera yang menantang perangkat profesional, dan teknologi layar yang mengesankan.

Dalam peluncuran yang digelar di tanah kelahirannya, Oppo secara resmi memperkenalkan duo flagship terbarunya yang siap bersaing di pasar premium global. Yang menarik perhatian adalah pendekatan Oppo yang tidak setengah-setengah—mereka menyematkan baterai silicon-carbon berkapasitas hingga 7500mAh, sesuatu yang jarang kita lihat di smartphone flagship modern. Apakah ini jawaban atas keluhan pengguna tentang daya tahan baterai yang kerap mengecewakan?

Oppo Find X9 Pro

Mari kita mulai dari jantung perangkat ini—layar. Find X9 standar mengusung panel OLED flat 6,59 inci dari Tianma dengan resolusi 2760×1256 piksel. Yang membuatnya istimewa adalah kecerahan puncak lokal yang mencapai 3600 nits, angka yang cukup untuk membuat konten HDR benar-benar “meledak”. Tidak ketinggalan, refresh rate 120Hz yang mulus didukung touch sampling 240Hz untuk responsivitas maksimal, plus teknologi PWM dimming 3840Hz yang lebih ramah mata.

Varian Pro mengambil langkah lebih jauh dengan panel 6,78 inci berteknologi 8T LTPO yang mampu menyesuaikan refresh rate dari 1-120Hz secara adaptif. Dengan bezel super tipis hanya 1,15mm di keempat sisinya, immersion factor yang ditawarkan hampir sempurna. Kedua model juga dibekali chip display P3 buatan Oppo sendiri yang bertugas menyempurnakan kalibrasi warna, kontras dinamis, dan efisiensi daya layar.

Di balik layar mengagumkan tersebut, kekuatan pemrosesan dijamin oleh MediaTek Dimensity 9500. Prosesor octa-core dengan kecepatan puncak 4,21GHz ini didukung RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Konfigurasi tertinggi mencapai 16GB RAM dan 1TB penyimpanan internal—spesifikasi yang bahkan bisa membuat beberapa laptop malu. Oppo melengkapinya dengan Tidal Engine, teknologi optimasi sumber daya real-time yang menjaga stabilitas sistem bahkan di bawah beban kerja berat.

Namun, segmen yang paling ditunggu tentu saja sistem kameranya. Find X9 standar sudah sangat mengesankan dengan trio kamera 50MP: sensor utama Sony LYT-808 dengan OIS, ultra-wide Samsung JN5, dan telephoto periskop menggunakan sensor Sony LYT-600 yang menawarkan zoom optik 3x dan digital hingga 120x. Oppo juga menyertakan lensa koreksi warna Danxia untuk akurasi warna yang lebih baik dalam kondisi pencahayaan kompleks.

Oppo Find X9 Pro

Find X9 Pro mengambil pendekatan lebih ambisius dengan meningkatkan kamera telephoto periskop menjadi sensor 200MP yang benar-benar gila. Kamera depan juga ditingkatkan dari 32MP menjadi 50MP, menjadikannya salah satu yang terbaik di kelasnya. Kedua model mendukung rekaman video 4K hingga 120fps, mode Hasselblad XPAN yang ikonik, serta berbagai mode profesional termasuk log video, HDR, dan master mode. Seperti yang pernah kami bahas dalam analisis sebelumnya, kemampuan fotografi Find X9 Pro memang dirancang untuk menantang kamera profesional.

Tapi mungkin inilah bagian paling mengesankan dari seri Find X9: baterainya. Find X9 standar sudah membawa baterai 7025mAh, sementara varian Pro melangkah lebih jauh dengan 7500mAh—kapasitas yang biasanya kita temui di power bank, bukan smartphone. Yang membuatnya lebih istimewa, kedua model menggunakan material silicon-carbon generasi keempat Oppo yang menjanjikan kepadatan energi lebih tinggi dan umur lebih panjang.

Untuk pengisian daya, Oppo menyediakan wired charging 80W via SuperVOOC dan UFCS, wireless charging 50W, plus reverse wireless charging 5W. Dengan kapasitas sebesar itu, Anda mungkin hanya perlu mengisi daya setiap dua hari sekali bahkan dengan penggunaan intensif.

Dari sisi konektivitas, seri Find X9 tidak mau ketinggalan dengan dukungan Wi-Fi 7 terbaru, Bluetooth 6.0 dengan BLE Audio, dan NFC. Fitur premium lainnya termasuk speaker stereo ganda, empat mikrophone untuk kualitas rekaman optimal, sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar, remote control IR, serta rating ketahanan air dan debu IP66, IP68, dan IP69 yang membuatnya hampir tak tertembus elemen.

Oppo Find X9 Pro

Oppo Find X9 memiliki bobot 203g dengan ketebalan 7,99mm, tersedia dalam empat pilihan warna: Radiant Red, Velvet Titanium, Frost White, dan Fog Black. Untuk varian Pro, beratnya meningkat menjadi 224g dengan ketebalan 8,25mm, tersedia dalam Radiant Red, Velvet Sand Titanium, dan Frost White.

Untuk harga, Find X9 standar ditawarkan mulai 4.399 yuan (sekitar Rp 9,2 juta) untuk konfigurasi 12GB+256GB, hingga 5.799 yuan (sekitar Rp 12,1 juta) untuk 16GB+1TB. Sementara Find X9 Pro lebih premium dengan rentang harga 5.299 yuan (sekitar Rp 11 juta) hingga 6.699 yuan (sekitar Rp 14 juta) untuk varian 16GB+1TB. Seperti yang kami laporkan dalam artikel sebelumnya, kedua perangkat akan mulai dijual di China pada 22 Oktober mendatang.

Yang patut ditunggu adalah versi khusus Find X9 Pro dengan komunikasi satelit eSIM dan penyimpanan 1TB yang dijadwalkan rilis November nanti. Ini menunjukkan komitmen Oppo dalam menghadirkan fitur-fitur cutting-edge di produk flagship mereka.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, seri Find X9 tidak hanya bersaing dengan sesama smartphone flagship, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan perangkat fotografi profesional entry-level. Kombinasi baterai raksasa, kamera berkemampuan tinggi, dan performa tangguh membuat duo ini layak dipertimbangkan bagi yang mencari smartphone serba bisa. Bagaimana performanya dalam tes dunia nyata? Tunggu saja perbandingannya dengan pesaing seperti Xiaomi 17 Pro Max yang sedang memimpin ranking performa Android.

realme Watch 5: Smartwatch Tangguh dengan Baterai 16 Hari untuk Anak Muda

0

Telset.id – Bayangkan sebuah smartwatch yang tak perlu Anda cas setiap malam, mampu bertahan di tengah hujan deras, dan melacak rute lari Anda dengan akurasi militer. Itu bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan realitas yang dihadirkan oleh realme Watch 5. Dalam pasar yang dipenuhi oleh perangkat serupa, smartwatch terbaru dari brand “Pilihannya Anak Muda” ini hadir dengan janji sebagai perangkat all-in-one yang sebenarnya. Apakah klaim ini berlebihan, atau justru menjadi standar baru di kelasnya?

Diluncurkan bersamaan dengan realme 15 Series 5G, realme Watch 5 bukan sekadar produk pendamping. Krisva Angnieszca, Public Relations Lead realme Indonesia, dengan tegas menyatakan bahwa perangkat ini lahir dari pemahaman mendalam terhadap kebutuhan generasi muda yang dinamis. “Mereka menginginkan perangkat yang tidak hanya tampil keren, tetapi juga kuat, akurat, dan benar-benar membantu aktivitas sehari-hari,” ujarnya. Pernyataan ini bukan sekadar jargon pemasaran, melainkan komitmen yang terwujud dalam setiap aspek smartwatch ini.

Lalu, apa yang membuat realme Watch 5 layak menjadi perhatian serius? Mari kita telusuri lebih dalam, layaknya seorang detektif yang mengungkap rahasia di balik desain dan fungsionalitasnya. Anda mungkin akan terkejut dengan seberapa banyak yang ditawarkan perangkat seharga Rp799.000 ini.

Desain Kokoh yang Tak Mengorbankan Gaya

Pegang realme Watch 5 untuk pertama kali, dan Anda akan langsung merasakan kesan premium yang tak biasa untuk smartwatch di segmen harganya. Rahasianya terletak pada penggunaan bahan aluminium alloy yang tidak hanya ringan, tetapi juga secara signifikan meningkatkan daya tahannya. Material ini memberikan perlindungan ekstra terhadap benturan ringan yang kerap terjadi selama aktivitas outdoor, sesuatu yang jarang ditemukan pada pesaing di kelas yang sama.

Layar AMOLED berukuran 1,96 inci menjadi pusat perhatian dengan resolusi tinggi dan tingkat kecerahan mencapai 600 nits. Dalam pengujian praktis, layar ini tetap terbaca dengan jelas bahkan di bawah terik matahari langsung—masalah klasik yang sering mengganggu pengguna smartwatch selama berolahraga di luar ruangan. Responsivitas antarmukanya yang smooth membuat setiap interaksi, dari melihat notifikasi hingga mengatur mode olahraga, terasa natural dan menyenangkan.

GPS 5 Satelit: Akurasi yang Tak Pernah Mengecewakan

Di era di mana setiap langkah penting untuk dianalisis, realme Watch 5 menghadirkan sistem GPS berbasis lima satelit sekaligus: GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS. Kombinasi multi-satellite positioning ini bukan sekadar angka yang terlihat bagus di spesifikasi, melainkan solusi nyata untuk masalah pelacakan lokasi yang sering dialami smartwatch entry-level.

Bayangkan Anda sedang hiking di area pegunungan dengan tutupan pohon yang lebat. Smartwatch biasa mungkin akan kehilangan sinyal GPS, membuat data rute Anda terputus-putus. Dengan realme Watch 5, sistem akan secara otomatis beralih ke satelit lain yang tersedia, memastikan pelacakan berjalan stabil tanpa delay. Ini merupakan keunggulan signifikan bagi mereka yang serius dengan aktivitas petualangan outdoor.

Baterai 16 Hari: Kebebasan yang Sesungguhnya

Dalam dunia yang serba terburu-buru, keharusan mengecas smartwatch setiap hari bisa menjadi beban mental yang tak terlihat. Realme Watch 5 menjawab masalah ini dengan daya tahan baterai hingga 16 hari dalam penggunaan normal. Angka ini bukan sekadar klaim kosong, melainkan hasil dari optimalisasi sistem operasi dan efisiensi chip yang lebih baik.

Bandungkan dengan beberapa smartwatch lain di kelas yang sama yang biasanya hanya bertahan 7-10 hari, keunggulan realme Watch 5 menjadi semakin terasa. Anda bisa melakukan perjalanan akhir pepan tanpa membawa charger, atau fokus pada aktivitas harian tanpa khawatir kehabisan daya di saat-saat penting. Fitur ini mengingatkan pada kebebasan yang ditawarkan oleh power bank berkapasitas tinggi, tetapi terintegrasi langsung dalam perangkat.

108 Mode Olahraga dan Fitur Kesehatan Komprehensif

Dengan 108 mode olahraga yang tersedia, realme Watch 5 seolah mengatakan: “Apa pun aktivitas fisik Anda, saya siap mendampingi.” Mulai dari olahraga populer seperti lari dan bersepeda, hingga tren kebugaran modern seperti HIIT, yoga, dan street workout—semuanya dapat dilacak dengan akurat. Setiap mode tidak hanya menghitung durasi, tetapi juga memantau detak jantung, pembakaran kalori, dan memberikan analisis performa real-time.

Fitur Health Monitoring-nya bekerja seperti asisten kesehatan pribadi di pergelangan tangan Anda. Pemantauan detak jantung, kadar oksigen darah (SpO₂), tingkat stres, hingga kualitas tidur dilakukan secara real-time. Dalam gaya hidup modern yang penuh tekanan, memiliki akses mudah terhadap data kesehatan semacam ini bukan lagi kemewahan, melainkan kebutuhan.

Bluetooth Calling menghadirkan kemudahan yang sering kali diremehkan. Bayangkan ketika Anda sedang bersepeda atau berkebun, dan telepon penting datang. Dengan realme Watch 5, Anda cukup mengangkat pergelangan tangan untuk menjawab—tanpa perlu mengeluarkan smartphone dari saku. Fitur NFC Card-nya semakin menyempurnakan pengalaman dengan memungkinkan pembayaran digital atau akses dengan sekali tap.

Sertifikasi IP68 menjadikannya tak sekadar tahan keringat atau percikan air, tetapi benar-benar tahan terhadap rendaman dan debu. Anda bisa berenang, terjebak hujan, atau berkegiatan di lingkungan berdebu tanpa rasa khawatir. Ketahanan ini mengingatkan pada standar yang biasanya ditemukan pada perangkat premium di segmen berbeda, tetapi kini hadir dalam paket yang terjangkau.

Dengan harga Rp799.000 untuk dua pilihan warna (Titanium Black dan Titanium Silver), realme Watch 5 tidak hanya menawarkan spesifikasi yang mengesankan, tetapi juga nilai tambah yang sulit diabaikan. Ia berhasil menemukan sweet spot antara harga terjangkau dan fitur lengkap, sesuatu yang sering kali sulit dicapai oleh pesaingnya.

Jadi, apakah realme Watch 5 layak menjadi pendamping aktivitas Anda? Jika Anda mencari smartwatch yang tak hanya tampil gaya tetapi juga benar-benar berfungsi sebagai partner aktif yang andal, jawabannya mungkin sudah jelas. Dalam dunia di mana perangkat wearable sering kali mengorbankan satu fitur untuk fitur lainnya, realme Watch 5 hadir dengan pendekatan berbeda: mengapa harus memilih, jika bisa memiliki semuanya?

Oppo Pad 5 Resmi Rilis, Tablet Flagship dengan Baterai 10.420mAh

0

Telset.id – Dunia tablet produktivitas baru saja mendapat tambahan kekuatan segar. Oppo secara resmi meluncurkan Oppo Pad 5 di acara seri Find X9 di China, menegaskan posisinya sebagai tablet flagship yang siap mendukung segala kebutuhan kerja dan belajar Anda. Dengan kombinasi hardware tinggi, layar anti-silau terbaru, dan fitur pembelajaran canggih, apakah tablet ini akan mengubah cara kita berproduktivitas?

Peluncuran ini tidak datang sendirian. Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, Oppo Find X9 Series Rilis Global Oktober, India Tunggu November, Oppo sedang dalam momentum besar menghadirkan berbagai perangkat unggulan. Pad 5 menjadi bukti komitmen mereka dalam menciptakan ekosistem perangkat yang saling terhubung.

Oppo Pad 5

Spesifikasi Layar yang Membuat Mata Betah

Oppo Pad 5 menghadirkan panel LCD 12,1 inci dengan resolusi menakjubkan 3000×2120 pixel. Dengan rasio aspek 7:5 yang cukup unik, tablet ini menawarkan pengalaman visual yang lebih luas dan nyaman untuk membaca dokumen atau menonton konten. Refresh rate adaptif hingga 144Hz memastikan setiap gerakan terasa halus, sementara touch sampling rate 540Hz memberikan responsivitas instan saat Anda mengetik atau menggambar.

Yang membuatnya lebih istimewa adalah teknologi anti-silau pada varian matte. Melalui proses nano-etching, Oppo mengklaim mampu mengurangi pantulan cahaya sekitar hingga 97% dan meningkatkan kejelasan sebanyak 22%. Dengan kecerahan puncak 900 nits, warna 10,7 miliar, cakupan warna 98% DCI-P3, dan akurasi warna DeltaE≈0,7, layar ini benar-benar dirancang untuk penggunaan intensif sepanjang hari. Sertifikasi TÜV Rheinland untuk perlindungan mata menjadi nilai tambah yang patut diapresiasi.

Kekuatan Performa di Balik Bodinya yang Ramping

Di jantung Oppo Pad 5, terdapat chipset MediaTek Dimensity 9400+ yang dibangun dengan proses 3nm TSMC. Dipasangkan dengan GPU Immortalis G925 MC12, kombinasi ini menghasilkan skor AnTuTu yang melampaui 3,05 juta poin. Performa sekuat ini didukung oleh Oppo Tidal Engine untuk penyesuaian performa dinamis dan sistem pendingin Tiangong dengan area disipasi panas 39% lebih besar.

Tablet ini hadir dengan konfigurasi RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB. Meski tidak mendukung microSD, kapasitas sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk menyimpan semua dokumen dan proyek Anda. Dari sisi konektivitas, Wi-Fi 7, Bluetooth dengan codec audio high-end seperti aptX HD, LDAC, dan LHDC 5.0, serta USB 3.2 Gen 1 menjadikannya perangkat yang benar-benar modern.

Oppo Pad 5

Baterai Raksasa dan Fitur Produktivitas

Daya tahan baterai sering menjadi pertimbangan utama dalam memilih tablet. Oppo menjawab kebutuhan ini dengan baterai berkapasitas monumental 10.420mAh yang didukung pengisian cepat 67W SuperVOOC. Menurut klaim Oppo, hanya dengan 10 menit pengisian daya, Anda bisa menikmati pemutaran video hingga 10 jam. Fleksibilitas pengisian daya semakin lengkap dengan dukungan UFCS, PPS, dan PD protocols melalui port USB-C.

Di sisi perangkat lunak, Oppo Pad 5 langsung menjalankan ColorOS 16 yang dioptimalkan untuk multitasking dengan dukungan hingga lima jendela sekaligus. Fitur konektivitas lintas perangkat yang canggih memudahkan berbagi file, sementara tools berfokus pada pendidikan membuatnya cocok untuk pelajar dan pengajar. Kemampuan fotografi dihadirkan melalui kamera depan dan belakang 8MP yang mendukung perekaman video 4K 30fps dengan stabilisasi elektronik.

Ketika berbicara tentang daya tahan baterai, pasar tablet memang sedang mengalami evolusi menarik. Seperti yang terlihat pada Motorola Moto G100 2025: Baterai 7.000mAh dengan Harga Fantastis, tren kapasitas baterai besar semakin menjadi standar baru untuk perangkat mobile.

Harga dan Ketersediaan yang Menarik

Oppo Pad 5 akan tersedia di China mulai 22 Oktober mendatang dengan tiga pilihan warna: Lucky Purple, Galaxy Silver, dan Deep Space Gray. Dari segi harga, Oppo menawarkan berbagai varian yang cukup kompetitif. Varian 8GB + 128GB dibanderol 2.599 yuan (sekitar Rp 5,9 juta), sementara 8GB + 256GB dijual 2.799 yuan (sekitar Rp 6,4 juta). Untuk varian matte 8GB + 256GB, harganya 3.099 yuan (sekitar Rp 7,1 juta).

Varian high-end 12GB + 256GB dibanderol 3.099 yuan (sekitar Rp 7,1 juta) dengan versi matte seharga 3.399 yuan (sekitar Rp 7,8 juta). Puncaknya, varian 16GB + 512GB ditawarkan seharga 3.599 yuan (sekitar Rp 8,2 juta). Oppo juga menyediakan aksesori pendukung termasuk Smart Touch Keyboard seharga 699 yuan (sekitar Rp 1,6 juta), Oppo Pencil 2 Pro seharga 499 yuan (sekitar Rp 1,1 juta), dan Smart Protective Case seharga 199 yuan (sekitar Rp 455 ribu).

Dalam ekosistem teknologi yang semakin terhubung, penting untuk memahami bagaimana pengembangan talenta digital mendukung inovasi semacam ini. Seperti yang diungkap dalam Indosat Jawab Kebutuhan Talenta AI dengan Kelas Gratis di IDCamp 2025, pengembangan SDM digital menjadi kunci dalam menciptakan produk-produk inovatif seperti Oppo Pad 5.

Dengan bodi setipis 5,99mm dan berat hanya 577 gram untuk versi matte, Oppo Pad 5 berhasil menghadirkan paket lengkap sebagai tablet produktivitas flagship. Dari layar canggih, performa tangguh, hingga baterai berdaya tahan tinggi, tablet ini siap menjadi partner kerja dan belajar yang andal. Tinggal menunggu kehadirannya di pasar global untuk benar-benar menguji kemampuannya bersaing dengan pemain established di dunia tablet.

Oppo Find X9 Series Rilis Global Oktober, India Tunggu November

0

Telset.id – Oppo akhirnya membuka tirai untuk seri Find X9 dalam peluncuran domestik di China, dan kini giliran pasar global yang bersiap menyambut kehadiran kedua flagship terbaru ini. Kabar baiknya? Anda tidak perlu menunggu terlalu lama. Oppo telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Find X9 dan Find X9 Pro akan meluncur secara global pada 28 Oktober mendatang di sebuah acara di Barcelona, Spanyol. Namun, bagi Anda yang berada di India, ada sedikit penantian ekstra karena kedua ponsel ini baru akan tiba di sana pada bulan November.

Perbedaan jadwal peluncuran ini bukan tanpa alasan. Menurut laporan sebelumnya, Oppo diperkirakan akan menggelar acara peluncuran terpisah yang dikhususkan untuk pasar India. Strategi ini menunjukkan betapa seriusnya Oppo dalam merangkul pasar yang satu ini, sekaligus memberikan perhatian khusus yang mungkin disertai dengan penawaran atau paket spesial untuk konsumen India. Sebuah langkah cerdas di tengah persaingan smartphone premium yang semakin sengit.

Lantas, apa saja yang membuat seri Find X9 ini begitu dinanti? Mari kita selami lebih dalam spesifikasi dan fitur yang ditawarkan oleh kedua varian ini. Seperti yang telah diungkap dalam bocoran sebelumnya, seri Find X9 datang dengan janji performa dan kamera yang mengesankan.

Oppo Find X9 dan Find X9 Pro tampil dengan desain premium dan kamera mutakhir

Oppo Find X9: Flagship Tangguh dengan Tampilan Memukau

Varian standar Find X9 tidak main-main dalam hal tampilan. Ponsel ini menghadirkan layar OLED flat berukuran 6,59 inci dari Tianma dengan resolusi tajam 2760×1256 piksel. Yang membuatnya istimewa adalah refresh rate 120Hz yang menjamin kelancaran visual, ditambah dengan tingkat kecerahan puncak yang mencengangkan hingga 3600 nits. Bayangkan, dalam kondisi terik sekalipun, Anda tetap bisa melihat konten di layar dengan jelas.

Dilindungi oleh Crystal Shield Glass dari Oppo dan dibingkai dengan bezel super tipis hanya 1,45mm, Find X9 menawarkan rasio layar-ke-bodi yang impresif. Di balik layar yang memukau ini, terdapat jantung performa yang tak kalah powerful: chipset MediaTek Dimensity 9500 terbaru, didukung oleh RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman multitasking dan loading aplikasi yang nyaris instan, sebagaimana yang telah diantisipasi dalam bocoran spesifikasi lengkap.

Sistem kameranya merupakan salah satu andalan utama. Find X9 mengusung tiga sensor kamera belakang beresolusi 50MP masing-masing: lensa utama Sony LYT-808 dengan stabilisasi optis (OIS), ultra-wide Samsung JN5, dan telephoto periskop Sony LYT-600 dengan zoom optik 3x. Untuk selfie, terdapat kamera depan 32MP Sony IMX615. Dengan setup ini, Oppo jelas ingin bersaing ketat di segmen fotografi smartphone.

Find X9 Pro: Peningkatan Signifikan di Segi Layar dan Kamera

Bagi Anda yang menginginkan yang terbaik dari yang terbaik, Find X9 Pro menawarkan peningkatan di beberapa aspek krusial. Layarnya lebih besar, 6,78 inci, dengan panel LTPO OLED yang mendukung refresh rate adaptif 1–120Hz. Bezelnya bahkan lebih tipis lagi, hanya 1,15mm di keempat sisinya, menciptakan immersi visual yang hampir tanpa batas.

Meski ditenagai oleh chipset Dimensity 9500 yang sama dengan varian standar, Pro model melakukan lompatan signifikan dalam hal kamera. Sensor telephoto ditingkatkan menjadi 200MP, sementara kamera selfie kini beresolusi 50MP. Kedua model mendukung perekaman video 4K hingga 120fps dan dilengkapi dengan mode XPAN Hasselblad untuk pengambilan gambar sinematik. Kolaborasi dengan Hasselblad ini semakin memperkuat posisi Oppo dalam dunia fotografi mobile, seperti yang sempat diulas dalam artikel sebelumnya.

Daya tahan baterai juga mendapat perhatian khusus. Find X9 Pro dilengkapi dengan baterai berkapasitas 7500mAh yang lebih besar dibandingkan varian standar (7025mAh), namun tetap mendukung pengisian daya nirkabel 50W dan pengisian kabel 80W. Keduanya juga memiliki fitur reverse wireless charging 5W yang praktis untuk mengisi daya perangkat wearable atau aksesori lainnya.

Dengan spesifikasi yang begitu mengesankan, pertanyaannya adalah: apakah seri Find X9 ini akan menjadi penantang serius bagi dominasi flagship lain di pasar global? Jawabannya mungkin terletak pada bagaimana Oppo memposisikan harga dan strategi pemasarannya. Yang pasti, dengan jadwal peluncuran global yang sudah diumumkan, kita tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui performa sesungguhnya dari kedua ponsel ini.

Peluncuran global pada 28 Oktober di Barcelona juga akan menandai kemunculan ColorOS 16, sistem operasi terbaru Oppo. Kombinasi antara hardware mutakhir dan software yang dioptimalkan ini berpotensi menciptakan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan personal. Bagi penggemar teknologi, Oktober dan November mendatang akan menjadi bulan yang menarik untuk disimak, terutama dengan kehadiran seri Find X9 yang telah lama dinantikan.

Kerja Sama Keamanan Siber Kunci Stabilitas Kawasan Asia Tenggara

0

Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional di bidang keamanan siber untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan dalam acara ERIA SOG Executive Roundtable on the regional cooperation on technology and security di Jakarta Pusat, Rabu (15/10).

Nezar menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kolaborasi di kawasan. Namun, tantangan keamanan siber menuntut setiap negara untuk memperkuat ketahanan dan kerja sama regional. “Transformasi digital dan keamanan siber harus dijalankan secara bersamaan. Keduanya saling bergantung satu sama lain,” tegas Nezar.

Menurut Wamenkominfo, isu keamanan siber harus menjadi perhatian utama negara-negara Asia Tenggara untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional. Dia menegaskan bahwa keamanan siber merupakan syarat mutlak bagi keberhasilan transformasi digital di kawasan.

Tiga Pilar Kerja Sama Regional

Nezar memaparkan tiga bidang penting dalam kerja sama regional keamanan siber. Pertama, memperkuat perlindungan infrastruktur kritis dan kedaulatan data. Infrastruktur teknologi disebut sebagai tulang punggung ekonomi di era digital yang perlu diamankan dengan baik.

Kedua, membangun ketahanan regional terhadap ancaman siber. Nezar menilai ancaman seperti misinformasi, disinformasi, dan serangan siber terkoordinasi tidak mengenal batas negara. Dia menekankan pentingnya kerangka kerja yang jelas dan kuat untuk berbagi informasi dan meningkatkan kesiapan negara-negara Asia Tenggara.

Kondisi ini semakin relevan mengingat Indonesia menjadi target utama serangan siber di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Risiko ini semakin kompleks dengan adanya kolaborasi pelaku kejahatan siber yang meningkatkan risiko serangan kompleks.

Dukungan Inovasi Digital Lokal

Ketiga, mendorong inovasi digital lokal dan kolaborasi industri. Nezar meminta pelaku industri teknologi digital untuk menjalin kemitraan dan investasi strategis guna memperkuat stabilitas nasional dan regional. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjamin kedaulatan digital.

“Kita harus melampaui peran sebagai konsumen pasif teknologi,” tegas Nezar. Pernyataan ini sejalan dengan upaya Kemkominfo membuka peluang kerja sama pengembangan AI di Indonesia yang telah diinisiasi sebelumnya.

Nezar mendorong agar hasil dialog kebijakan tersebut dapat ditransformasikan ke dalam proyek-proyek pembangunan yang konkret. Hal ini sekaligus bertujuan mempererat hubungan antara industri dan pembuat kebijakan. “Hasil strategis yang diharapkan adalah terbentuknya komunitas kerja sama keamanan jangka panjang,” ucapnya.

Upaya kolaborasi regional dalam keamanan siber dinilai semakin mendesak mengingat kerentanan sektor-sektor vital, termasuk UMKM Indonesia yang membutuhkan perlindungan ekstra menghadapi serangan siber AI. Perlindungan terhadap entitas ekonomi kecil ini menjadi bagian integral dari ketahanan digital nasional.

Kerja sama bilateral juga terus dikembangkan, seperti yang terlihat dalam kerja sama Indonesia dan Rusia yang memperkuat kolaborasi digital dengan MoU strategis. Langkah-langkah semacam ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital global.

Pertemuan roundtable yang diselenggarakan ERIA ini menjadi platform penting bagi para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi keamanan siber regional yang komprehensif. Nezar berharap inisiatif ini dapat menghasilkan kerangka kerja konkret yang implementatif bagi negara-negara anggota.

Dengan semakin terintegrasinya ekonomi digital kawasan, kerja sama keamanan siber tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Kolaborasi multilateral diharapkan dapat menciptakan ekosistem digital yang aman, stabil, dan berdaulat bagi seluruh negara Asia Tenggara.

ColorOS 16 Resmi Meluncur: UI Lebih Halus, Performa Gahar, AI Cerdas

0

Bayangkan smartphone Anda tiba-tiba berubah menjadi lebih responsif, lebih hemat daya, dan tampilannya begitu memukau seolah-olah Anda baru saja membeli perangkat flagship terbaru. Itulah janji yang dibawa ColorOS 16, sistem operasi custom terbaru dari Oppo yang baru saja diumumkan. Berbasis Android 16, skin ini bukan sekadar pembaruan biasa, melainkan lompatan signifikan dalam hal visual, performa, dan kecerdasan buatan.

Di tengah persaingan ketat sistem operasi mobile, Oppo tampaknya tak ingin ketinggalan. Setelah Apple dengan iOS 26 dan Xiaomi dengan HyperOS 3 memperkenalkan antarmuka Liquid Glass UI, kini giliran Oppo yang menghadirkan pengalaman serupa melalui Light Field Design. Namun, ColorOS 16 tak hanya soal tampilan—ia juga membawa peningkatan performa yang cukup signifikan, dengan klaim kenaikan stabilitas hingga 37% pada beban berat dan efisiensi daya 13% lebih baik.

Pertanyaannya, apakah upgrade ini sepadan dengan ekspektasi? Dan yang lebih penting, kapan pengguna global, termasuk di Indonesia, bisa menikmati semua fitur canggih ini? Mari kita selami lebih dalam apa yang ditawarkan ColorOS 16 dan bagaimana ia bisa mengubah pengalaman penggunaan smartphone Anda sehari-hari.

Jadwal Rollout ColorOS 16: Kapan Bisa Dinikmati?

Oppo memang telah meluncurkan ColorOS 16, namun sayangnya jadwal rollout untuk pasar global seperti India dan Indonesia belum diumumkan secara resmi. Yang kita miliki saat ini adalah rencana rollout untuk pasar China, yang biasanya menjadi acuan untuk pasar lainnya. Menurut bocoran terbaru, fase pertama akan dimulai pada 30 Oktober 2025 dengan seri flagship seperti Oppo Find N5, Find X8 series, dan OnePlus 13.

Fase kedua akan menyusul pada November 2025 yang mencakup lebih banyak perangkat, termasuk Oppo Find N3 series, Find X7 series, Reno14 series, serta berbagai perangkat OnePlus seperti OnePlus 12 dan seri Ace. Desember 2025 akan melihat update untuk perangkat seperti Oppo Find N2 Flip, Find X6 series, dan OnePlus 11 series. Sementara perangkat yang lebih tua seperti Oppo Find X5 Pro dan Reno12 series dijadwalkan mendapatkan update pada Januari 2025.

Jangan heran melihat banyak perangkat OnePlus dalam daftar ini, karena di China perangkat OnePlus memang menjalankan ColorOS, berbeda dengan pasar global yang menggunakan OxygenOS. Oppo sendiri telah memberikan teaser untuk peluncuran global ColorOS 16 dengan tagline “coming soon”, yang diprediksi akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang bersama jadwal rollout untuk pasar di luar China.

Revolusi Visual dengan Light Field Design

ColorOS 16 menghadirkan perubahan visual yang cukup signifikan melalui Light Field Design language. Pendekatan desain baru ini menghadirkan tekstur UI transparan dan elemen yang lebih halus, yang juga dikenal sebagai Liquid Glass UI. Desain ini pertama kali muncul di perangkat Apple dengan iOS 26 dan baru-baru ini diadopsi oleh Xiaomi dengan HyperOS 3.

ColorOS 16 design

Perubahan paling mencolok terlihat pada lock screen yang kini menawarkan gaya jam baru yang bisa ditempatkan di mana saja di layar. Fitur drop shadow effects dan dukungan AOD layar penuh juga ditambahkan, memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna. Bahkan, Anda sekarang bisa menambahkan widget langsung ke lock screen—sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Upgrade juga dilakukan pada ikon dan Flux Home Screen untuk menyesuaikan dengan sifat transparan UI dan memungkinkan tingkat kustomisasi yang lebih besar. Setiap elemen dirancang untuk menciptakan kesan yang lebih bersih, halus, dan transparan secara keseluruhan.

Peningkatan Performa yang Signifikan

Di balik tampilan visual yang memukau, ColorOS 16 menyembunyikan peningkatan performa yang cukup mengesankan. Oppo memperkenalkan Luminous Rendering Engine untuk motion rendering paralel yang mulus, menawarkan transisi visual yang halus tanpa lag. Sementara Trinity Engine yang ditingkatkan secara efisien mengelola sumber daya sistem untuk mencapai performa yang lebih baik, multitasking lebih cepat, dan efisiensi daya yang optimal.

ColorOS 16 lock screen

Dengan berbagai kemajuan performa ini, ColorOS 16 mencapai kenaikan stabilitas 37% pada beban berat, penurunan suhu 4,1 derajat, efisiensi daya 13% lebih baik, dan pengurangan beban CPU sebesar 14%. Yang lebih menarik, sistem operasi baru ini menawarkan peluncuran aplikasi 26% lebih cepat, kecepatan respons ketukan dalam aplikasi 30% lebih cepat, dan peningkatan kecepatan boot sebesar 16%.

Pernahkah Anda merasa frustrasi dengan smartphone yang mulai melambat setelah beberapa bulan penggunaan? Dengan peningkatan ini, ColorOS 16 berjanji untuk memberikan pengalaman yang konsisten dan responsif dalam jangka panjang.

Integrasi AI yang Lebih Dalam

ColorOS 16 membawa integrasi AI yang lebih mendalam ke dalam aplikasi inti seperti Notes, Recorder, dan Calendar. Fitur AI Portrait Glow yang baru mengoptimalkan warna kulit dan menyeimbangkan cahaya dengan sekali ketuk—solusi sempurna untuk mereka yang sering mengambil foto portrait namun kurang puas dengan hasil lighting-nya.

ColorOS 16 UI changes

Fitur Aqua Dynamics yang ditingkatkan kini bekerja dengan tiga aktivitas live dan mendukung Cloud Live Activities dengan lebih dari 110 layanan live. Ini berarti Anda bisa mendapatkan informasi real-time dari berbagai aplikasi tanpa harus membukanya satu per satu. Bayangkan bisa melihat score pertandingan olahraga, status pengiriman paket, dan progress download secara bersamaan di layar yang sama.

Integrasi AI ini tidak hanya membuat pengalaman lebih pintar, tetapi juga lebih efisien. Seperti yang terlihat dalam 5 Fitur Unggulan Oppo A6 Pro 4G dan 5G yang Bikin HP Lain Iri, Oppo memang konsisten dalam menghadirkan teknologi AI yang praktis dan berguna bagi pengguna sehari-hari.

Ekosistem yang Lebih Terhubung

Oppo juga memperkuat konektivitas dengan perangkat lain melalui O+ Connect yang diperbarui. Yang menarik, fitur ini kini mendukung PC Windows dan Mac, memungkinkan integrasi yang lebih mulus antara smartphone dan komputer Anda. Bagi pengguna tablet, fitur baru Screen Mirroring memungkinkan menjalankan hingga lima aplikasi secara bersamaan.

ColorOS 16 connectivity

Penguatan ekosistem ini sejalan dengan strategi Oppo dalam menciptakan lingkungan perangkat yang saling terhubung. Seperti yang kita lihat dalam peluncuran Oppo Pad SE di Indonesia, brand ini serius dalam membangun ekosistem perangkat yang komprehensif bagi penggunanya.

Dengan semua peningkatan ini, ColorOS 16 bukan sekadar update biasa—ini adalah transformasi menyeluruh yang menempatkan pengguna di pusat pengalaman digital. Dari tampilan visual yang memukau, performa yang tangguh, hingga kecerdasan buatan yang praktis, sistem operasi ini siap membawa standar baru dalam penggunaan smartphone.

Meskipun jadwal rollout global belum diumumkan, antisipasi sudah mulai terasa. Dengan janji peningkatan signifikan dalam hampir semua aspek, ColorOS 16 berpotensi menjadi game changer dalam persaingan sistem operasi mobile. Bagaimana dengan perangkat Anda? Apakah termasuk dalam daftar yang akan mendapatkan update? Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Oppo dalam waktu dekat.

Apple Vision Pro M5 Resmi Rilis! Chip Baru, Performa Lebih Gahar

0

Bayangkan Anda sedang menonton pertandingan basket NBA langsung di lapangan virtual, atau menjelajahi galaksi dalam pengalaman imersif yang begitu nyata hingga Anda hampir lupa sedang mengenakan headset. Itulah janji yang diusung Apple Vision Pro sejak awal. Kini, janji itu hadir dalam bentuk yang lebih matang dan bertenaga. Apple baru saja mengumumkan kejutan besar: Vision Pro edisi terbaru yang ditenagai chip M5.

Ini bukan sekadar pembaruan biasa. Hanya dalam waktu singkat sejak peluncuran perdananya pada 2023, Apple telah melakukan lompatan signifikan. Headset yang sebelumnya menggunakan chip M2 kini mendapatkan jantung baru yang lebih perkasa. Perubahan ini bukan hanya tentang angka di atas kertas, melainkan tentang bagaimana pengalaman mixed reality akan terasa lebih mulus, lebih detail, dan lebih personal bagi penggunanya.

Lantas, apa saja yang membuat Vision Pro dengan chip M5 ini layak untuk diperhitungkan, bahkan oleh mereka yang sudah memiliki generasi sebelumnya? Mari kita selami lebih dalam setiap pembaruan yang ditawarkan, dari otak komputasi yang baru hingga peningkatan kenyamanan fisik yang sering kali menjadi titik kritis perangkat wearable semacam ini.

M5: Otak Baru di Balik Realitas Baru

Perubahan paling fundamental pada Apple Vision Pro edisi terbaru ini terletak pada prosesornya. Apple dengan percaya diri menggantikan chip M2 dengan M5, sebuah lompatan generasi yang membawa peningkatan substansial. Chip M5 ini dilengkapi dengan CPU 10-core, GPU 10-core, dan Neural Engine 16-core. Kombinasi ini bukan hanya untuk pamer spesifikasi; dampaknya langsung terasa pada kualitas visual.

Apple mengklaim bahwa dengan chip M5, headset ini kini dapat merender sekitar 10 persen lebih banyak piksel pada layar micro-OLED kustomnya dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bayangkan Anda sedang menonton siaran langsung pertandingan LA Lakers di Vision Pro. Dengan peningkatan ini, detail jersey pemain, ekspresi wajah, dan bahkan butiran debu di lapangan akan terlihat lebih tajam dan hidup. Layarnya sendiri tetap mempertahankan resolusi mengagumkan, yaitu lebih dari 4K per mata, yang setara dengan total sekitar 23 juta piksel. Namun, kini refresh rate-nya ditingkatkan menjadi 120Hz, naik dari 100Hz sebelumnya. Ini berarti gerakan yang lebih halus, bebas dari tearing, dan pengalaman gaming atau menonton video yang lebih cinematic.

Apple Vision Pro M5 headset yang sedang ditampilkan dengan tampilan antarmuka visionOS yang canggih

Di balik layar, chip R1 yang diperkenalkan pada model original tetap dipertahankan. Chip khusus ini bertugas memproses input dari 12 kamera, lima sensor, dan enam mikrofon secara real-time, memastikan interaksi antara pengguna dan dunia digital berlangsung tanpa jeda. Sementara itu, peningkatan kinerja Neural Engine dikabarkan sangat membantu dalam fitur-fitur berbasis AI, seperti menghasilkan Persona—avatar digital yang sangat mirip dengan pengguna—dan mengubah foto biasa menjadi spatial scenes yang imersif.

Dual Knit Band: Solusi Akhir untuk Kenyamanan Jangka Panjang?

Salah satu kritik yang sering dilontarkan terhadap headset generasi pertama adalah masalah kenyamanan setelah pemakaian lama. Apple rupanya mendengarkan. Vision Pro M5 kini dibekali dengan Dual Knit Band yang dirancang khusus untuk mendistribusikan berat dengan lebih merata dan meningkatkan kenyamanan.

Bagaimana desainnya? Tali bagian atas dan bawahnya dirajut 3D sebagai satu kesatuan, menciptakan struktur dual-rib yang menawarkan bantalan ekstra, breathability (sirkulasi udara yang baik), dan sedikit elastisitas. Ini adalah pendekatan cerdas untuk mengatasi masalah tekanan pada titik-titik tertentu di kepala dan wajah. Band ini tersedia dalam ukuran small, medium, dan large, dijual terpisah, dan yang menarik, tetap kompatibel dengan Vision Pro model original. Jadi, pemilik generasi sebelumnya tidak perlu merasa ditinggalkan.

Daya Tahan dan Ekosistem yang Semakin Meluas

Dengan kekuatan chip M5 yang lebih besar, apakah daya tahannya berkurang? Jawabannya tidak. Apple memberikan rating waktu pakai yang sama, yaitu 3 jam dengan menggunakan external battery pack. Ini merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol, mengingat peningkatan performa yang signifikan tidak dibarengi dengan konsumsi daya yang membengkak.

Selain itu, Apple juga mengisyaratkan perluasan ekosistem. Akan segera hadir aplikasi pendamping Vision Pro untuk iPad, yang memungkinkan pengguna mengontrol bagian-bagian tertentu dari headset dan mengantre game baru untuk diunduh dari jarak jauh. Fitur ini sangat praktis, terutama bagi Anda yang sering berganti-ganti antara perangkat atau ingin mempersiapkan konten sebelum mengenakan headset. Inovasi semacam ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya fokus pada perangkat keras, tetapi juga pada bagaimana perangkat tersebut terintegrasi dalam kehidupan digital pengguna.

Persaingan di pasar headset AR/VR memang semakin ketat. Beberapa waktu lalu, muncul bocoran lengkap Samsung Galaxy XR yang diklaim siap bersaing dengan Vision Pro. Belum lagi, Vivo Vision Explorer Edition yang mengusung keunggulan desain lebih ringan. Bahkan, Samsung XR Headset juga telah bocor di Geekbench, menunjukkan keseriusan mereka. Namun, dengan pembaruan yang terfokus dan ekosistem yang solid, Apple Vision Pro M5 tetap menjadi penantang yang sangat kuat.

Harga dan Ketersediaan: Tetap Premium, Jangkauan Bertambah

Kabar baik bagi yang khawatir dengan kenaikan harga: Apple mempertahankan harga Vision Pro M5 sama dengan pendahulunya. Harganya masih dimulai dari $3,499 di AS untuk model dasar 256GB, dengan opsi konfigurasi 512GB dan 1TB. Dengan spesifikasi yang ditingkatkan dan harga yang dipertahankan, nilai yang ditawarkan menjadi lebih menarik.

Kapan Anda bisa memesannya? Vision Pro (M5) akan mulai dijual pada 22 Oktober mendatang di sejumlah negara, termasuk Australia, Kanada, China daratan, Hong Kong, Prancis, Jerman, Jepang, Singapura, UAE, Inggris, dan tentu saja AS. Apple juga menyebutkan bahwa Korea Selatan dan Taiwan akan menyusul, meskipun belum ada kepastian untuk ketersediaan global yang lebih luas. Peluncuran ini seolah menjawab spekulasi tentang Apple Vision Pro 2 yang sebelumnya dikabarkan akan rilis dengan chip M4, menunjukkan bahwa roadmap produk Apple mungkin lebih dinamis dari yang diperkirakan.

Kehadiran Apple Vision Pro M5 bukan sekadar pembaruan rutin. Ini adalah pernyataan bahwa mixed reality adalah masa depan komputasi yang tidak bisa diabaikan. Dengan chip M5 yang lebih bertenaga, kenyamanan pakai yang ditingkatkan, dan ekosistem yang terus berkembang, headset ini tidak hanya menawarkan escapism, tetapi sebuah platform baru untuk bekerja, berkreasi, dan terhubung. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda siap untuk memasuki era di mana batas antara dunia nyata dan digital semakin kabur?

Apple M5 Resmi Rilis, GPU Hantam AI dan Grafis 4x Lebih Kencang

0

Telset.id – Apakah Anda siap menyambut lompatan terbesar Apple dalam hal performa dan efisiensi? Setelah sekian lama dinanti, chip Apple M5 akhirnya resmi diperkenalkan untuk MacBook Pro, iPad Pro, dan Apple Vision Pro. Dibangun dengan teknologi 3-nanometer generasi ketiga, M5 bukan sekadar peningkatan biasa. Ini adalah revolusi yang menyentuh hampir setiap aspek, mulai dari pemrosesan AI yang lebih gesit, GPU yang lebih perkasa, hingga bandwidth memori yang melambung tinggi. Dan kabar baiknya, semua perangkat yang ditenagai M5 sudah bisa dipesan mulai hari ini.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan Apple, kehadiran M5 mungkin sudah terdeteksi dari berbagai bocoran sebelumnya. Namun, spesifikasi resminya tetap mampu mengejutkan. Bagaimana tidak, chip ini menjanjikan peningkatan performa GPU hingga empat kali lipat dibandingkan M4, dan lebih dari enam kali lipat jika dibandingkan dengan M1. Ini bukan hanya angka di atas kertas, melainkan fondasi untuk pengalaman komputasi yang benar-benar baru.

Lalu, apa saja keunggulan konkret yang dibawa M5? Mari kita selami lebih dalam. Chip ini hadir dengan GPU 10-core yang dilengkapi Neural Accelerator di setiap core-nya. Desain inovatif ini memungkinkan GPU menangani beban kerja AI dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Bagi para kreator dan gamer, ini berarti render yang lebih cepat, gameplay yang lebih mulus, dan visual yang lebih realistis. Bahkan, performa grafisnya diklaim hingga 45 persen lebih tinggi daripada M4 dan 2,5 kali lebih cepat daripada M1.

GPU yang Dibangun untuk AI dan Grafis Masa Depan

GPU pada M5 bukan hanya tentang core yang lebih banyak. Apple memasang Neural Accelerator di setiap core GPU, sebuah langkah berani yang memungkinkan pemrosesan AI berjalan secara paralel dan efisien. Hasilnya? Puncak performa komputasi GPU yang lebih dari empat kali lipat dibanding M4, dan lebih dari enam kali lipat dibanding M1. Bayangkan, tugas-tugas seperti rendering video 8K atau menjalankan model AI kompleks bisa diselesaikan dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Tak hanya itu, M5 juga menghadirkan ray tracing generasi ketiga dan shader core yang ditingkatkan. Bagi Anda yang berkecimpung di dunia desain 3D atau gaming, fitur ini akan membawa pengalaman visual ke level berikutnya. Dynamic caching yang baru dan arsitektur yang dioptimalkan memastikan alokasi memori lebih efisien, mengurangi lag, dan menghasilkan detail yang lebih tajam. Di Apple Vision Pro, M5 bahkan mampu merender 10 persen lebih banyak piksel pada layar micro-OLED, dengan refresh rate hingga 120Hz untuk detail yang lebih tajam dan blur gerakan yang diminimalkan.

CPU dan Neural Engine yang Lebih Cepat

Di balik kekuatan GPU, M5 juga dilengkapi dengan CPU 10-core yang terdiri dari empat performance core dan enam efficiency core. Konfigurasi ini menghasilkan peningkatan performa multithreaded hingga 15 persen lebih cepat daripada M4. Artinya, Anda bisa menjalankan banyak aplikasi berat secara bersamaan tanpa khawatir lag atau hang.

Neural Engine 16-core yang lebih cepat menjadi otak di balik kemampuan AI M5. Chip ini menangani alat bertenaga AI seperti Apple Intelligence dan pembuatan foto spasial di Vision Pro dengan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi. Bagi developer, framework seperti Core ML dan Metal 4 dapat memanfaatkan Neural Accelerators untuk meningkatkan performa aplikasi AI mereka. Klaim bahwa M5 menawarkan kinerja setara server kini semakin terbukti.

Memori dan Efisiensi Energi yang Ditingkatkan

Bandwidth memori terpadu M5 mencapai 153GB/s, sekitar 30 persen lebih tinggi daripada M4 dan lebih dari dua kali lipat dibandingkan M1. Dukungan memori terpadu hingga 32GB memungkinkan Anda menjalankan model AI besar atau aplikasi kreatif seperti Final Cut Pro dan Adobe Photoshop secara bersamaan tanpa hambatan. Ini adalah kabar gembira bagi profesional yang membutuhkan kekuatan komputasi tinggi untuk pekerjaan sehari-hari.

Dengan semua peningkatan ini, apakah M5 akan mengonsumsi daya lebih banyak? Justru sebaliknya. Teknologi 3-nanometer generasi ketiga memastikan efisiensi energi yang optimal. Chip ini tidak hanya kuat, tetapi juga hemat daya, menjadikannya pasangan ideal untuk perangkat portabel seperti MacBook Pro dan iPad Pro. Proses produksi massal yang telah dipersiapkan memastikan ketersediaan chip ini untuk memenuhi permintaan pasar.

Kehadiran Apple M5 menandai babak baru dalam evolusi chip Apple Silicon. Dengan peningkatan signifikan di hampir semua aspek, dari GPU yang mendobrak hingga efisiensi energi yang terjaga, M5 siap membawa pengalaman pengguna ke level yang belum pernah terbayangkan. Jadi, apakah Anda sudah siap merasakan kekuatan M5?

Honor Magic 8 Series Resmi: Desain, Kamera 200MP, Baterai Raksasa

0

Telset.id – Setelah berbulan-bulan diwarnai rumor dan bocoran yang menggoda, akhirnya Honor secara resmi meluncurkan jagoan terbarunya: seri Honor Magic 8 dan Magic 8 Pro. Keduanya hadir membawa senjata pamungkas, mulai dari chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera telephoto 200MP, hingga baterai berkapasitas fantastis yang jarang ditemui di kelas flagship. Apakah duo ini siap menggeser dominasi pesaingnya?

Peluncuran ini seolah menjawab semua teka-teki yang beredar di komunitas teknologi. Seperti yang telah diindikasikan dalam berbagai bocoran sebelumnya, spesifikasi yang dibawa benar-benar premium. Namun, kejutan sebenarnya terletak pada bagaimana Honor meracik semua komponen canggih itu menjadi sebuah paket yang tidak hanya powerful, tetapi juga elegan dan tahan banting.

Lantas, apa saja yang membuat seri Magic 8 layak disebut sebagai penantang berat di pasar flagship 2025? Mari kita selami lebih dalam setiap aspeknya, dari desain yang mengutamakan ergonomi hingga kemampuan fotografi yang siap menantang bahkan iPhone 17 Pro dalam uji fotografi malam.

Desain yang Disempurnakan, Ketahanan yang Ditingkatkan

Honor tampaknya menganut filosofi “if it ain’t broke, don’t fix it.” Desain seri Magic 8 tidak mengalami perubahan drastis dibandingkan pendahulunya, Magic 7. Namun, detail-detail kecil justru menjadi pembedanya. Bagian belakang masih dihiasi oleh camera island bundar besar dengan sudut-sudut yang membulat, tetapi kini terasa lebih halus dan melekat sempurna di telapak tangan. Pilihan warnanya pun berbicara banyak tentang kelasnya. Magic 8 biasa hadir dalam Rising Sun Gold, Celadon Gaze, Snowy White, dan Velvet Black. Sementara Magic 8 Pro menawarkan Azure Blue, Snow White, dan Velvet Black yang terlihat lebih anggun.

Yang paling mengesankan adalah sertifikasi ketahanannya. Honor melengkapi seri terbarunya dengan peringkat IP68, IP69, dan IP69K. Ini bukan sekadar tahan cipratan air, tetapi sudah pada level yang bisa menghadapi semburan air bertekanan tinggi dan kondisi berdebu ekstrem. Magic 8 memiliki bodi ramping setebal 7.95mm dengan bobot 205 gram, sedangkan varian Pro sedikit lebih tebal di 8.32mm dan lebih berat, 219 gram, kemungkinan besar karena baterainya yang lebih besar.

Elemen baru yang menarik perhatian adalah tombol khusus AI yang tertanam di frame. Dengan menekan lama tombol ini, Anda dapat langsung mengakses YOYO Video Call, versi proprietary Honor dari fitur Gemini Live. Inisiatif ini menunjukkan betapa seriusnya Honor dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.

Layar: Visual Memukau dengan Perlindungan Tangguh

Pengalaman visual yang ditawarkan seri Magic 8 benar-benar di level atas. Honor Magic 8 standard mengusung layar LTPO OLED 6.58 inch dengan resolusi FHD+. Layar ini mendukung refresh rate 120Hz, kecerahan puncak hingga 6000 nits, bezel ultra tipis seragam 1.18mm, dan PWM dimming 4.320Hz yang ramah mata. Ukurannya yang lebih kompak membuatnya nyaman digenggam, layaknya flagship yang tidak ingin berkompromi pada ergonomi.

Adapun Magic 8 Pro melangkah lebih jauh dengan panel LTPO OLED 6.71 inch yang melengkung di keempat sisinya (quad-curved). Resolusinya lebih tajam di 1.5K, tetap dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 6000 nits. Untuk melindungi investasi visual Anda, Honor melapisi layar Pro ini dengan Honor Giant Rhino Glass. Kedua model juga sudah dilengkapi dengan pemindai sidik jari ultrasonik 3D yang lebih cepat dan aman dibandingkan pemindai optik biasa.

Dapur Pacu dan Daya Tahan Baterai: Tidak Ada Kompromi

Di jantung kedua ponsel ini, berdetak Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm. Kehadiran chipset teranyar ini secara resmi menempatkan Honor Magic 8 series dalam jajaran smartphone Android tercepat saat ini, bersaing langsung dengan rival-rival berat seperti Xiaomi 17 series. Chipset ini dipadukan dengan RAM hingga 16GB dan penyimpanan internal hingga 1TB, memastikan kelancaran mutlak dalam multitasking dan penyimpanan data yang masif.

Namun, yang benar-benar membedakan seri ini adalah paket baterainya. Honor Magic 8 standard sudah dibekali baterai raksasa 7.000mAh, yang didukung pengisian daya nirkabel 80W dan pengisian kabel 90W. Ini adalah kapasitas yang sangat langka untuk ponsel dengan bodi yang relatif ramping. Magic 8 Pro bahkan lebih ekstrem, dengan baterai 7.200mAh yang mendukung pengisian kabel 100W dan nirkabel 80W. Dengan daya tahan seperti ini, kekhawatiran kehabisan baterai di tengah hari yang sibuk sepertinya bisa Anda tinggalkan. Kedua ponsel langsung menjalankan MagicOS 10 yang berbasis Android 16, dilengkapi dengan konektivitas terkini seperti Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.

Sistem Kamera: Revolusi di Ujung Jari

Bagian kamera adalah tempat Honor benar-benar tidak main-main. Honor Magic 8 Pro membawa setup triple camera yang sangat ambisius. Ada sensor utama 50MP (1/1.31-inch, f/1.6), sensor ultrawide 50MP, dan yang menjadi bintang utamanya adalah kamera telephoto 200MP (1/1.4-inch) dengan zoom optik 3.7x. Honor mengklaim bahwa model Pro ini telah mencapai peringkat stabilisasi CIPA level 5.5, yang menjanjikan hasil gambar yang lebih stabil dan tajam, terutama pada mode zoom.

Dibalik semua hardware kamera canggih itu, bekerja AIMAGE Honor Nox Engine yang baru. Honor mengklaim engine ini mampu memberikan kejernihan gambar hingga 10 kali lipat lebih baik. Di bagian depan, terdapat kamera selfie 50MP, sementara di belakang juga ditambahkan sensor kedalaman 3D untuk efek bokeh yang lebih natural. Tidak mau kalah, Honor Magic 8 standard juga memiliki sistem kamera yang sangat kompetitif dengan konfigurasi 50MP (main) + 64MP (periscope telephoto, 3x optical zoom) + 50MP (ultrawide). Untuk selfie, ia juga mengandalkan sensor 50MP. Dengan kemampuan seperti ini, seri Magic 8 jelas siap bersaing di liga fotografi smartphone paling ketat.

Harga dan Penutup: Nilai yang Ditawarkan

Honor Magic 8 series telah diluncurkan di China dengan beberapa pilihan varian harga. Untuk Honor Magic 8 standard, harganya dimulai dari 4,499 Yuan (sekitar Rp 9,8 juta) untuk konfigurasi 12GB/256GB, hingga 5,499 Yuan (sekitar Rp 12 juta) untuk varian 16GB/1TB. Sementara Honor Magic 8 Pro, yang membawa kamera dan baterai lebih besar, dibanderol mulai dari 5,699 Yuan (sekitar Rp 12,5 juta) untuk 12GB/256GB, dan mencapai 6,699 Yuan (sekitar Rp 14,7 juta) untuk konfigurasi tertinggi 16GB/1TB.

Dengan paket komplit yang ditawarkan—mulai dari performa puncak, daya tahan baterai yang luar biasa, hingga sistem kamera yang revolusioner—seri Honor Magic 8 bukan sekadar penerus, melainkan sebuah pernyataan. Mereka hadir untuk membuktikan bahwa inovasi dalam hal ketahanan baterai dan fotografi masih bisa dilakukan tanpa mengorbankan desain dan ergonomi. Tantangan selanjutnya adalah melihat bagaimana duo flagship ini akan diterima di pasar global, dan apakah mereka benar-benar bisa merebut tahta dari pesaing-pesaing mapan. Satu hal yang pasti: persaingan di jagat flagship Android semakin panas, dan konsumenlah yang akan diuntungkan.