Unik! Startup Ini Sediakan Rumah Anti Teknologi

Telset.id, Jakarta – Perusahaan startup, Getaway menawarkan “rumah anti teknologi” yang dibangun khusus di tengah-tengah hutan. Rumah tersebutmampu  membantu orang-orang yang ingin mencoba menghindar dari ketergantungan terhadap teknologi yang seolah susah dihentikan.

Rumah yang dibangun oleh startup asal Brooklyn, Amerika Serikat tersebut memiliki bentuk seperti kabin serta terdapat di beberapa kawasan berbeda. Seperti kawasan pedalaman Boston, New York City, dan Washington DC.

Yang menarik, sebagian besar bangunannya terbuat dari bahan kayu khusus Eastern White Pine. Selain itu, terdapat kaca berukuran besar di bagian depannya, sehingga menghadirkan suasana alam yang cukup kuat.

Di rumah mungil ini, orang yang menempatinya benar-benar bisa melepas penat setelah terbiasa hidup dengan ponsel, komputer dan perangkat elektronik lainnya. Sebab, di dalamnya tak terdapat koneksi Wi-Fi.

Sebagai gantinya, mereka yang menginap di sana mendapatkan pemandangan dan suasana yang tenang, karena di sekelilingnya terdapat hamparan pohon pinus serta suara burung maupun hewan lainnya.

Baca Juga: Pakai Dinding Pintar Ini, Semua Kerjaan di Rumah Beres

“Dalam ruang ini, Anda memiliki semua yang Anda butuhkan dan tidak ada yang tidak Anda lakukan,” kata Founder dan CEO Gateway, Jon Staff, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (04/05/2018).

“Tidak ada TV, tidak ada internet, tidak banyak kamar ekstra yang tidak Anda butuhkan, dan hasilnya adalah Anda bisa fokus pada diri sendiri dan orang yang bersama dengan Anda,” jelasnya.

Untuk saat ini, Gateway mematok harga sebesar USD 150 atau sekitar Rp 2 jutaan bagi mereka yang ingin menginap per malamnya di hari kerja. Namun, tarif sewa per malamnya akan naik menjadi USD 175 atau Rp 2,4 jutaan pada akhir pekan.

Baca Juga: Amazon Siap Perkenalkan Vesta, si Robot Rumahan

“Rumah mungil berbentuk kabin kami juluki sebagai hotel agnostik. Meski berfungsi untuk menikmati privasi, kami tetap akan melayani apa yang tamu butuhkan. Tapi, tamu jangan meminta kepada kami layanan internet maupun saluran telepon,” ujar Staff. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Related Articles

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0