Ngakak! Seniman Asal Jerman Sukses Tipu Google Maps

Tipu Google Maps

Telset.id, Jakarta – Ada-ada saja kelakuan unik dari Simon Weckert. Bagaimana tidak, Simon Weckert sukses tipu Google Maps dengan membuat “kemacetan palsu”. Bermodalkan 99 smartphone yang diangkut menggunakan gerobak kecil, seniman asal Jerman ini berhasil ngeprank Google Maps.

“Google Maps Hack”, begitu nama proyek usil yang Simon Weckert lakukan untuk tipu Google Maps.

Seperti yang kita ketahui, jalanan di Google Maps akan berubah warna dari hijau menjadi merah saat jalanan terpantau mengalami kemacetan. Google Maps membaca kemacetan di jalan dengan cara memantau fitur location pada smartphone yang aktif di lokasi tersebut.

{Baca Juga: Google Maps Berikan Simbol Banjir di Peta Jakarta}

99 smartphone yang digunakan Weckert dalam kondisi GPS dan lokasi yang menyala. Dikarenakan ada banyak smartphone yang aktif dan menumpuk dalam satu lokasi, Google Maps membacanya sebagai kemacetan lalu lintas.

Alhasil, rute yang dilalui Weckert langsung berubah menjadi merah. Ia sukses membuat aplikasi menyarankan pengguna Google Maps untuk mencari rute lain guna menghindari kemacetan.

Kelakuan Weckert tersebut diunggah ke YouTube. Berdasarkan pantauan Telset.id pada Selasa (04/02), video Google Maps Hacks yang diunggah Simon Weckert telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali.

Melihat hal ini, Google akhirnya memberi tanggapan. Menurut raksasa pencarian itu, mereka menghargai hal yang Weckert lakukan untuk membantu perusahaan membuat aplikasi peta yang berfungsi lebih baik lagi.

“Kami menghargai melihat penggunaan kreatif Google Maps seperti ini karena membantu kami membuat peta berfungsi lebih baik dari waktu ke waktu,” tulis Google sebagaimana dikutip dari GSMArena, Selasa (04/02/2020).

{Baca Juga: Cara Menghapus History Google Maps Secara Otomatis}

Google juga menambahkan dengan nada sedikit bercanda, bahwa mereka telah meluncurkan kemampuan baru untuk Google Maps yang bisa membedakan mana pengguna motor dan mobil. Tetapi mereka belum bisa membedakan orang yang berpergian menggunakan gerobak.

“Kami telah meluncurkan kemampuan untuk membedakan antara mobil dan motor di beberapa negara termasuk India, Indonesia dan Mesir, meskipun kami belum bisa mendeteksi orang yang berpergian dengan gerobak,” sambungnya.

Tanggapan dari Google mungkin terdengar lucu, tetapi ada juga yang beranggapan bahwa nantinya ini bisa disalahgunakan. Seperti memanipulasi lalu lintas untuk tujuan kejahatan misalnya. (HR/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here