Gadis 18 Tahun Tewas Usai Posting Foto Selfie di Instagram

Foto selfie

Telset.id, Jakarta – Chloe Boniface, gadis berusia 18 tahun meninggal dunia beberapa jam setelah mengunggah foto selfie ke Instagram. Ia diduga terkena penyakit meningitis yang menyerang otak dan organ vitalnya ketika tidur.

Sebelumnya, ia sempat mengirimkan SMS ke ibunya, dan mengatakan bahwa ia sedang merasa kurang sehat. Chloe menghubungi ibunya dari kamar asramanya di Universitas Victoria di Wellington, Selandia Baru.

Kepada ibunya, ia mengeluhkan gejala mirip flu pada 7 November 2018 silam. Sang ibu, Tarsha Boniface mengatakan kepada mendiang putrinya, bahwa penyakitnya itu disebabkan karena kombinasi stres akibat ujian tahun pertama universitas dan kelelahan.

{Baca juga: Siaran Sambil Minum Miras Setiap Hari, Pria Ini Tewas}

Sementara dia terbaring di tempat tidur sambil menahan rasa sakit di kepala, Chloe berbagi foto selfie ke Instagram. Ia mengunggah foto yang memperlihatkan wajahnya yang tertutup sebagian oleh selimut sambil memalingkan muka dari kamera.

Ternyata, foto tersebut menjadi foto terakhir yang dia posting di media sosial. Infeksi yang mematikan menyebar dengan cepat, menyerang otak dan organ-organ vitalnya ketika dia tidur.

Sekitar pukul lima pagi, gadis yang bercita-cita menjadi seorang ahli biologi kelautan ini meninggal dalam tidurnya atau lima jam setelah dia membagikan foto selfienya ke Instagram.

Menurut pakar kesehatan, mahasiswa tahun pertama yang memilih tinggal di kampus dapat beresiko terkena penyakit ini. Sebab, mereka memiliki kebiasaan berbagi peralatan makan, minuman, dan rokok, yang memungkinkan kuman menyebar.

{Baca juga: Gara-gara Charger Palsu, Pria 24 Tahun Tewas Kesetrum}

“Ketika dia meninggalkan rumah untuk kuliah, kami telah berpesan tentang bahaya berjalan sendirian di malam hari dan menghindari minuman jika pergi ke klub. Kami tidak pernah sekalipun berpikir untuk berbicara mengenai meningitis dan gejalanya,” kata sang ayah, Ricky Boniface kepada Woman’s Day, seperti dilansir dari Daily Mail, Selasa (12/03/2019).

Akhirnya keluarga Chloe pun mengajukan petisi agar vaksin gratis diberikan kepada semua orang di bawah umur 20 tahun. Mereka mengatakan, mereka pasti akan mebayar biaya vaksin untuk Chloe seandainya mereka tahu dia berisiko terkena penyakit tersebut.

Penyakit ini sendiri paling umum menyebar melalui bersin, air liur dan batuk. Keluarga Chloe mengaku tidak percaya akan kehilangan Chloe secepat itu.

{Baca juga: Gamers Ini Nyaris Tewas Gara-gara Kecanduan Main PUBG}

“Kami tidak percaya hingga kami melihatnya di ranjang di Wellington. Ruam ungu ada di bagian dalam lengannya. Sesuatu yang memberi kami sedikit kedamaian adalah bahwa ia mati dalam tidurnya, ketika infeksi menyerang otaknya. Jadi mudah-mudahan dia tidak kesakitan,” ucap sang ayah.

Setelah kematian putrinya, ia berharap dapat membantu orang memahami bahwa penyakit yang membunuh Chloe mengancam orang dari semua lapisan masyarakat. Dia mengatakan, Chloe adalah wanita yang sehat yang tidak berasal dari keluarga miskin dan merawat dirinya sendiri. (BA/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here