Astronot NASA Ikut “Nyoblos” Pemilu AS di Luar Angkasa

Bagus Adi
Share

Telset.id, Jakarta –  Ada tempat pemungutan suara di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Semua terjadi berkat kebijakan di Texas yang mengatur tentang surat suara khusus untuk para astronot Amerika Serikat yang berada di luar angkasa pada hari pemilu.

Pada 6 November 2018, AS memang menggelar pemilu paruh waktu. Dan rupanya, tak hanya warga AS di Bumi saja, tapi para astronot di luar angkasa juga ikut “nyoblos”.

Menurut NASA, dilansir Space.com, agar bisa ikut serta dalam pemilu dari luar angkasa, para astronot harus meminta kertas suara khusus enam bulan sebelum hari pemilu.

Pada hari pemilu, mereka lalu akan memberikan suara secara elektronik melalui sistem yang telah terlindungi. Proses tersebut telah digunakan sejak 1997. Ketika itu, seorang astronot AS bisa ikut memberikan suara meski ada di stasiun luar angkasa buatan Rusia, Mir.

Pada pemilu sela kali ini, hanya ada satu astronot AS yang ada di ISS, yaitu Serena Auñón-Chancellor. Sayang, dia tidak menjawab permintaan untuk berkomentar terkait apakah benar ikut serta dalam pemilu dari luar angkasa.

Sebelumnya, diperkirakan akan ada satu astronot lain yang memberikan suara dari luar angkasa. Astronot itu bernama Nick Hague, yang dijadwalkan untuk terbang ke ISS pada Oktober 2018 dan akan tinggal di sana selama enam bulan.

Juru bicara NASA mengatakan bahwa ia telah meminta surat suara khusus enam bulan sebelumnya. Namun, roket Soyuz yang seharusnya membawanya ke ISS gagal terbang pada 11 Oktober 2018  lalu.

Hague dan satu astronot Rusia lain pun jatuh ke bumi. Setelah berhasil mendarat dengan selamat, Hague membatalkan surat suara khusus yang telah diminta. Hague lalu ikut serta dalam pemilu pada 27 Oktober 2018. [BA/HBS]

Sumber: Space.com

Leave a Comment