Tampilan halaman XCancel yang menampilkan pesan penghentian layanan setelah gugatan hukum X terhadap Nitter.

X Gugat, Nitter dan XCancel Resmi Tutup Permanen

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • X kirim cease-and-desist ke Nitter pada Agustus 2026 atas dugaan pelanggaran API
  • Nitter dan XCancel sempat tutup lalu kembali beroperasi awal September
  • Repositori GitHub Nitter diarsipkan 11 September, XCancel tutup 14 September
  • Layanan ini sediakan akses baca postingan X tanpa login, iklan, dan pelacakan
  • X ingin monetisasi konten lewat iklan sehingga batasi akses pihak ketiga

Telset.id – Layanan pembaca postingan X dari pihak ketiga, Nitter dan XCancel, resmi menghentikan operasinya setelah X mengirim surat cease-and-desist terkait dugaan pelanggaran API. Penutupan ini menandai berakhirnya akses alternatif yang memungkinkan pengguna membaca konten X tanpa login, tanpa iklan, dan tanpa pelacakan.

Nitter merupakan platform open-source yang memungkinkan siapa pun membaca postingan X tanpa harus masuk ke akun atau memiliki akun X. Layanan ini juga menjadi mesin penggerak sejumlah layanan serupa, termasuk XCancel. Keduanya menawarkan cara yang lebih privat untuk memantau informasi di X tanpa menambah jumlah pengguna platform milik Elon Musk tersebut.

Pada Agustus 2026, X melayangkan surat cease-and-desist kepada Nitter. Dalam surat itu, X menuduh Nitter melakukan “unlawful use and circumvention of X’s Application Programming Interface (API) and associated data.” X menuding Nitter melakukan scraping data jaringan sosial tersebut untuk mengakses akun dan session token dengan melanggar aturan platform.

Setelah menerima surat tersebut, Nitter dan XCancel sempat menghentikan layanan mereka. Namun, keduanya kembali beroperasi pada awal September 2026. Di halaman GitHub-nya, Nitter menyatakan bahwa “following legal advice, the Nitter project will continue” dan menjanjikan akan memberikan detail lebih lanjut.

Kondisi berubah beberapa hari kemudian. Repositori GitHub Nitter diarsipkan dan masuk ke mode read-only pada 11 September 2026, yang berarti proyek tersebut tidak dapat lagi dimodifikasi atau diperbarui. Sementara itu, XCancel menutup layanannya pada Senin, 14 September 2026, dan menayangkan pesan baru di halaman depannya.

“Unfortunately, due to a new development in the ongoing legal proceedings, we are required to suspend this service again until further notice,” tulis XCancel dalam pernyataannya. XCancel juga menyebut alasan penghentian layanan sebagai “a new development in the ongoing legal proceedings” dan menambahkan, “We can’t share more details.”

Nitter bekerja dengan mengambil postingan publik X, lalu menghapus iklan, tracking cookies, dan JavaScript. Hasilnya, pengguna mendapat cara membaca postingan yang bersih tanpa akun atau aplikasi resmi X. Bagi X, cara ini tidak menguntungkan karena platform tidak bisa memonetisasi tampilan konten tersebut melalui iklan.

Alasan itulah yang membuat Twitter dahulu melarang aplikasi pihak ketiga mengakses kontennya, yang berdampak pada hilangnya layanan populer seperti Twitterrific dan Tweetbot. Langkah X terhadap Nitter bukan upaya pertama. Pada 2024, instance utama Nitter, Nitter.net, sempat offline setelah X menerapkan pembatasan API baru. Setelah penindakan itu, siapa pun yang ingin meng-host instance Nitter harus menghubungkannya dengan akun X asli.

Bagi pengguna yang sekadar memantau, penutupan layanan ini menjadi kerugian tersendiri. Nitter dan layanan sejenisnya memberi cara melihat apa yang sedang terjadi di X tanpa harus berpartisipasi di platform atau menambah jumlah pengguna layanan milik Elon Musk. Nitter tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Penutupan Nitter dan XCancel menambah daftar panjang layanan pihak ketiga yang tersingkir oleh kebijakan API X. Bagi sebagian pengguna, isu privasi dan kebebasan mengakses informasi tanpa iklan serta pelacakan menjadi perhatian, sejalan dengan sorotan terhadap praktik pengumpulan data pada perangkat lain seperti yang terungkap dalam Investigasi Data LG.

Perkembangan teknologi AI juga terus berjalan di tengah dinamika platform digital. OpenAI, misalnya, tengah menguji coba model terbarunya dalam Uji Coba GPT-5.6. Sementara di segmen perangkat, inovasi seperti Dyson CameraJet menunjukkan bagaimana kamera dan AI mulai masuk ke perangkat sehari-hari.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah Nitter dan XCancel mampu melawan langkah hukum X atau apakah penangguhan ini akan menjadi penutupan permanen. Yang jelas, pengguna layanan tersebut harus menunggu dan melihat perkembangan selanjutnya. Langkah X menegaskan posisinya untuk mengendalikan penuh akses terhadap kontennya, termasuk melalui pembatasan API yang terus diperketat.

[ META_DESCRIPTION]
Nitter dan XCancel resmi tutup setelah X melayangkan cease-and-desist soal pelanggaran API. Akses baca postingan X tanpa login kini hilang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.