Upss! Serangan Siber Banyak Datang dari Karyawan Sendiri

Telset.id, Jakarta – Sepanjang tahun 2017 lalu, banyak serangan siber yang terjadi dan mengancam ribuan perusahaan. Beberapa serangan, seperti Ransomware WannaCry berhasil membuat sejumlah perusahaan merugi. Lantas, darimana sebenarnya malware tersebut bisa menyusup?

Ternyata, menurut temuan yang dikutip tim Telset.id, dari Kaspersky Lab dan B2B International, bahwa serangan cyber atau celah keamanan selama ini berasal dari karyawan mereka sendiri.

Hal ini terungkap saat Kaspersky Lab dan B2B International melakukan riset pada 7.993 karyawan, yang menanyakan hal terkait kebijakan dan tanggung jawab akan keamanan TI perusahaan. Hasilnya, sekitar 24 persen responden percaya bahwa tidak ada sama sekali kebijakan atau peraturan resmi dalam perusahaan mereka.

[Baca juga: CEO Tesla Rela Tidak Digaji Selama 10 Tahun]

Namun menariknya, 49 responden mengatakan bahwa mereka sadar bahwa setiap karyawan harus bertanggung jawab untuk melindungi aset perusahaan dari serangan siber. Padahal kenyataannya, para pegawai cenderung ceroboh dan acuh terhadap hal tersebut.

Selajutnya, jika megacu kepada laporan “Human Factor in IT Security: How Employees are Making Business Vulnerable from Within” ditemukan bahwa karyawan yang ceroboh berkontribusi pada 46 persen insiden serangan terhadap aset TI perusahaan di tahun 2017.

Lebih lanjut lagi, hal ini akan semakin parah bagi para pelaku usaha UKM. Hal ini dikarenakan biasanya, divisi TI bukan merupakan komponen yang penting bagi mereka.

[Baca juga: Markas ‘UFO’ Milik Apple Sudah Mulai Dihuni]

“Permasalahan karyawan yang tidak menyadari pentingnya keamanan TI bisa menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan untuk diatasi, khususnya bagi UKM dimana budaya keamanan siber masih terus dikembangkan,” Head of SMB Business di Kaspersky Lab Vladimir Zapolyansky.

So, mereka menghimbau para pekerja di kantor besar atau kecil, untuk memperhatikan perangkat mereka, agar tidak menyebabkan masalah keamanan siber bagi perusahaan. Selain itu, mereka juga menyarankan agar budaya keamanan TI terus dilakukan oleh para pemilik perusahaan. [NC/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here