Upss! Ini 5 Kesalahan Terbesar Albert Einstein

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:27 Juni 2020
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

JAKARTA – Hampir semua orang di seluruh dunia pasti mengenal dengan Albert Einstein. Pria jenius dengan penampilan rambut acak-acakan ini merupakan sosok fenomenal di bidang ilmu fisika modern berkat penemuannya yang melegenda, yakni teori relativitas.

Albert Einstein berhasil mengubah dunia lewat teori relativitas yang dia temukan 100 tahun lalu. Teori relativitas saat ini menjadi acuan dari ilmu fisika modern yang dipakai para ilmuan dalam penelitian mereka

Berkat penemuan Einstein itulah, kini kita bisa menikmati teknologi pelacak lokasi atau GPS, dan juga mobile Internet. Itulah mengapa Einstein disebut-sebut sebagai ilmuwan jenius yang paling terkenal dalam sejarah.

Tapi status jenius tidak berarti membuatnya luput dari kesalahan. Ya, Einstein juga manusia biasa yang bisa membuat  kesalahan dan kelalaian, termasuk dalam beberapa teori penemuannya.

Berkat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, terungkap ada lima kesalahan terbesar yang pernah dilakukan Einstein. Nah, berikut ini adalah lima kesalahan terbesar dalam penemuan Albert Einstein:

1. Kesalahan pada teori relativitasEinstein.Kesalahan teori relativitasTentu Anda agak sedikit bingung, kesalahan apa yang dibuat Albert Einstein pada karyanya yang paling terkenal ini. Dalam teori relativitas, Einstein memakai konstanta kosmologi untuk membantunya merumuskan formula yang bisa menjelaskan soal gravitasi dan fenomena luar angkasa. Dan seperti konstanta lainnya, konstanta seperti ‘pi’ atau ‘e’ yang digunakan oleh Einstein berupa angka-angka perwakilan alam semesta yang sifatnya tetap atau konstan.

Nah, dalam perkembangannya, banyak penelitian terbaru yang menyatakan bila alam semesta tidak bersifat tetap, melainkan terus tumbuh. Ini tentu adalah sebuah kesalahan besar atau kelalaian yang diabaikan oleh Einstein.

Saat ini para ilmuwan menggunakan konstanta kosmologi untuk mewakili tenaga misterius di alam yang disebut dark energy atau energi gelap. Dark energy sendiri disebut sebagai tenaga yang membuat alam semesta terus tumbuh seperti sekarang.

Next

2. Einstein abaikan teori gravitasi bisa membelokkan cahaya

Einstein abaikan teori pemembelokkan cahaya 2Teori Albert Einstein menjelaskan bila gravitasi bisa membengkokkan cahaya. Dia menjelaskan, semakin besar sebuah benda, maka peluang gravitasinya untuk membengkokkan cahaya di sekitarnya juga semakin besar. Efek ini biasa dikenal dengan teori “gravitational lensing”.

Menariknya, Einstein justru berpikir bila teorinya soal pembengkokan cahaya ini sama sekali tidak penting. Einstein awalnya mengabaikan penemuannya ini dan tidak ingin mempublikasikannya. Namun setelah dipaksa oleh teman-temannya, Einstein baru mempublikasikan teori pembengkokan cahaya.

Kini, teori yang dianggap Einstein “tak berguna” itu menjadi acuan yang digunakan para ilmuwan untuk memetakan keberadaan materi gelap (dark matter). Sebagai informasi, materi gelap adalah benda tak terlihat penyusun 85% dari alam semesta. Teori ini juga digunakan untuk mengukur massa benda-benda luar angkasa yang jaraknya sangat jauh dari Bumi.

Next

3. Einstein gagal jelaskan gelombang gravitasi

Einstein gelombang gravitasi 3Teori relativitas Albert Einstein memprediksi adanya riak di ruang dan waktu yang disebut dengan gelombang gravitasi. Meski mengungkap gelombang gravitasi dalam teori relativitas, namun Einstein gagal saat mencoba membuat rumus untuk menjelaskan bagaimana gelombang gravitasi bekerja.

Karena tak dapat menjelaskan temuannya, Einstein kemudian membantah adanya gelombang gravitasi, padahal teori relativitas yang dijelaskannya menyebutkan gelombang gravitasi itu ada. Einstein kemudian sudah menyiapkan makalah yang berisi bantahan resminya tentang gelombang gravitasi.

Namun sebelum Einstein mempublikasikan makalah tentang bantahannya soal adanya gelombang gravitasi, seorang ilmuwan menyadari adanya kesalahan dalam rumus yang dibuat Einstein. Akhirnya Einstein dapat memperbaiki rumus awalnya tadi, dan kemudian ia mengatakan kalau gelombang gravitasi memang benar ada.

Next

4. Einstein tidak percaya ada lubang hitam

Einstein lubang hitam 4

Albert Einstein dalam teorinya memprediksi adanya lubang hitam atau black hole. Namun lagi-lagi Einstein tidak percaya dengan teorinya sendiri, yaitu adanya lubang hitam di luar angkasa. Einstein pun tetap keukeh dengan pemikirannya sampai akhir hayatnya.

Namun seperti yang kita tahu, dalam penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir, memang terbukti keberadaan lubang hitam itu ada. Lubang-lubang hitam ini terletak di pusat galaksi, termasuk galaksi Bima Sakti. Lubang hitam memiliki ukuran yang sangat besar hingga jutaan kali matahari.

Next

5. Kesalahan terbesar Einstein, tidak percaya teori mekanika kuantum

Einstein mekanika kuantum 5Selain teori lubang hitam, Einstein meragukan teorinya sendiri tentang mekanika kuantum. Banyak dari teori Einstein soal mekanika kuantum yang dianggap aneh. Mekanika kuantum sendiri adalah cabang Fisika yang mempelajari partikel yang lebih kecil dibanding atom.

Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, para ilmuan akhirnya bisa membuat teori mekanika kuantum menjadi semakin lebih jelas. Pada akhirnya, mekanika kuantum menjadi kunci teknologi masa depan di bidang Fisika, Kimia, dan lain-lain.

Penelitian Einstein soal efek fotoelektrik sangat berperan dalam perkembangan mekanika kuantum. Penelitian ini juga yang membuat Einstein meraih penghargaan Nobel di tahun 1921. Tak heran, keraguan Einstein terhadap mekanika kuantum sering disebut sebagai kesalahan terbesar Einstein.