Telset.id – AMD telah memutuskan untuk membeli memori High Bandwidth Memory 4 (HBM4) dari Samsung Electronics. Pasokan memori berkecepatan tinggi ini ditujukan untuk mendukung produksi chip AI dan akselerator data center generasi mendatang dari AMD.
Keputusan ini menandai langkah strategis AMD dalam mengamankan pasokan komponen kritis di tengah persaingan ketat di pasar chip AI. HBM4 merupakan generasi terbaru memori yang menawarkan bandwidth dan efisiensi daya lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, HBM3E, sehingga cocok untuk beban kerja kecerdasan buatan yang intensif.
Meskipun detail nilai kontrak dan volume pembelian belum diungkapkan secara resmi, kerja sama ini memperkuat hubungan antara AMD dan Samsung yang telah terjalin di beberapa bidang. Sebelumnya, AMD juga dikabarkan siap gandeng Samsung untuk produksi chip berproses 2 nanometer, sebuah langkah untuk mendiversifikasi rantai pasok dan menekan dominasi TSMC.
Baca Juga:
Pergeseran AMD ke HBM4 dari Samsung terjadi dalam konteks permintaan global yang melonjak untuk akselerator AI. Perusahaan seperti Meta telah menjadi pembeli besar-besaran chip AI AMD, dengan komitmen yang bahkan berpotensi menguasai 10% saham perusahaan. Pasokan HBM yang andal dan berkinerja tinggi menjadi faktor penentu untuk memenuhi permintaan dari raksasa teknologi tersebut.
Di sisi lain, Samsung, melalui divisi Device Solutions (DS), mendapatkan momentum signifikan dengan kesepakatan ini. Perusahaan Korea Selatan itu telah aktif merekrut talenta ahli di bidang AI, termasuk mantan eksekutif dari AMD dan Intel, untuk memperkuat lini produk semikonduktornya, seperti yang terlihat dalam upaya merekrut bos AI tersebut. Keberhasilan memasok HBM4 ke AMD menjadi bukti nyata kemampuan teknologi dan manufaktur Samsung di pasar memori premium.
Kemitraan AMD-Samsung di bidang HBM4 juga berpotensi memengaruhi lanskap persaingan dengan NVIDIA, yang saat ini mendominasi pasar chip AI. Dengan mengamankan pasokan komponen kunci dari Samsung, AMD berusaha memperkuat posisinya untuk bersaing lebih agresif, tidak hanya di data center tetapi juga di segmen lain seperti konsol game. Baru-baru ini, Microsoft mengonfirmasi bahwa Xbox generasi berikutnya akan menggunakan chip AMD custom, menunjukkan jangkauan luas kolaborasi AMD.
Selain fokus pada data center, AMD terus mengembangkan lini produknya untuk komputasi klien. Produk seperti APU Strix Halo yang makin gahar dirancang untuk laptop tipis dan mini PC, menunjukkan strategi perusahaan yang beragam. Namun, investasi dan pengadaan HBM4 menegaskan bahwa AI dan data center tetap menjadi prioritas pertumbuhan utama.
Kesepakatan pembelian HBM4 ini diharapkan dapat mempercepat waktu peluncuran produk AI AMD generasi berikutnya. Dengan pasokan memori yang lebih cepat dan efisien, AMD berpotensi menawarkan solusi yang lebih kompetitif untuk pelatihan dan inferensi model AI skala besar. Langkah ini merupakan bagian dari perlombaan teknologi yang lebih luas, di mana keunggulan dalam hardware menjadi kunci untuk memimpin era kecerdasan buatan.

