πŸ“‘ Daftar Isi

Tottenham Hotspur Stadium yang menjadi lokasi migrasi infrastruktur dari VMware ke HPE

Tottenham Tinggalkan VMware ke HPE, Hemat Biaya Virtualisasi 85%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tottenham Hotspur resmi meninggalkan VMware dan beralih ke HPE Morpheus VM Essentials
  • Klub berhasil menghemat biaya virtualisasi lebih dari 85 persen
  • CTO Rob Pickering menyebut perubahan komersial Broadcom pasca akuisisi VMware sebagai pemicu utama
  • Migrasi mencakup server, storage, dan infrastruktur jaringan ke ekosistem HPE
  • HPE menawarkan lisensi gratis 1 tahun Morpheus VM Essentials dan Zerto seharga $1
  • Stadion juga di-upgrade menuju Wi-Fi 7 dengan HPE Aruba Central, sekitar 20.000 titik akses
  • Tesco juga membuang 40.000 lisensi VMware, menunjukkan tren serupa di industri

Telset.id – Tottenham Hotspur resmi menghentikan penggunaan VMware di stadion mereka sebagai bagian dari perombakan infrastruktur besar-besaran. Dengan pindah ke HPE Morpheus VM Essentials, klub sepak bola asal London ini berhasil memangkas biaya virtualisasi hingga lebih dari 85 persen.

Keputusan ini diambil setelah perubahan komersial menyusul akuisisi VMware oleh Broadcom. CTO Tottenham Hotspur, Rob Pickering, secara eksplisit menunjuk perubahan tersebut sebagai pemicu utama migrasi. Meski tidak merinci nominal pengeluaran sebelumnya, Pickering memastikan penghematan yang diraih berada di angka yang signifikan.

β€œMasalah dengan pengambilalihan VMware oleh Broadcom sudah diketahui publik terkait perubahan komersial pada struktur mereka dan cara mereka berinteraksi dengan klien,” ujar Pickering.

Tottenham Hotspur Stadium

Migrasi ini bukan sekadar mengganti satu vendor virtualisasi dengan vendor lain demi menghemat biaya. Tottenham mengonfirmasi bahwa integrasi virtualisasi, infrastruktur, dan otomasi dalam satu tumpukan operasional tunggal menghasilkan nilai lebih besar. Karena itu, klub memutuskan untuk sepenuhnya beralih ke ekosistem HPE.

Perombakan tersebut mencakup server, penyimpanan data, dan infrastruktur jaringan yang seluruhnya dialihkan ke HPE. Langkah ini menjadikan Tottenham salah satu klub sepak bola terdepan dalam adopsi teknologi infrastruktur modern di Inggris.

Dukungan HPE dan Tren Migrasi VMware

Keputusan Tottenham selaras dengan program yang diluncurkan HPE pada awal musim panas ini. HPE menawarkan lisensi gratis HPE Morpheus VM Essentials selama satu tahun bagi calon pelanggan yang berpindah dari VMware. Tujuannya untuk meringankan beban biaya yang terkait dengan proses migrasi.

Selain itu, perangkat lunak migrasi Zerto dari HPE juga dikonfirmasi tersedia dalam paket seharga $1. Namun, belum dapat dipastikan apakah Tottenham Hotspur memanfaatkan penawaran khusus tersebut dalam proses perpindahan mereka.

HPE

Tottenham Hotspur bukan satu-satunya institusi yang meninggalkan VMware. Raksasa supermarket Inggris, Tesco, juga mengonfirmasi rencana untuk membuang 40.000 lisensi VMware. Langkah serupa mencerminkan gelombang perpindahan yang lebih luas di kalangan korporasi besar menyusul kebijakan komersial Broadcom.

Di sisi lain, stadion Tottenham juga tengah memulai peningkatan jaringan besar-besaran menuju Wi-Fi 7 dan HPE Aruba Central. Stadion dengan sekitar 20.000 titik akses dan koneksi jaringan ini akan menjadi salah satu venue olahraga dengan infrastruktur nirkabel paling mutakhir di dunia.

Fenomena perpindahan dari VMware ini menarik untuk dicermati, terutama bagi penggemar sepak bola yang ingin mengikuti perkembangan klub kesayangan mereka. Bagi yang ingin menyaksikan laga Tottenham, tersedia berbagai opsi aplikasi live streaming maupun layanan nonton bola online gratis yang legal.

Keputusan Tottenham untuk berpindah ke HPE menunjukkan bahwa efisiensi biaya menjadi prioritas utama dalam pengelolaan infrastruktur teknologi klub. Penghematan lebih dari 85 persen pada biaya virtualisasi merupakan angka yang substansial dan dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain klub.

Perubahan kebijakan komersial Broadcom pasca-akuisisi VMware telah mendorong banyak organisasi untuk mengevaluasi ulang strategi infrastruktur mereka. Tottenham menjadi contoh nyata bagaimana sebuah institusi olahraga profesional merespons dinamika industri teknologi dengan keputusan bisnis yang terukur.

Dengan integrasi penuh ke ekosistem HPE, Tottenham tidak hanya menghemat biaya tetapi juga menyederhanakan pengelolaan infrastruktur mereka. Satu tumpukan operasional tunggal memungkinkan tim IT klub untuk mengelola virtualisasi, infrastruktur, dan otomasi secara lebih efisien.

Langkah Tottenham ini juga menjadi sinyal bagi klub sepak bola lain dan organisasi olahraga profesional yang masih bergantung pada VMware. Penawaran HPE berupa lisensi gratis satu tahun dan paket migrasi Zerto seharga $1 memberikan insentif finansial yang menarik bagi calon pengguna.

Selain penghematan biaya langsung, perpindahan ke HPE juga membuka peluang peningkatan kapasitas jaringan stadion. Upgrade menuju Wi-Fi 7 dengan ribuan titik akses akan meningkatkan pengalaman digital para pengunjung stadion saat menonton pertandingan secara langsung.

Bagi para penggemar yang tidak bisa hadir di stadion, akses siaran langsung tetap menjadi alternatif utama. Berbagai platform seperti Moji TV dan Vidio menyediakan siaran Liga Inggris yang bisa diakses melalui layanan streaming bola resmi.

Keputusan Tottenham untuk meninggalkan VMware mencerminkan tren yang lebih luas di industri teknologi. Organisasi di berbagai sektor mulai mempertimbangkan ulang ketergantungan mereka pada vendor tertentu, terutama ketika perubahan kebijakan komersial berdampak signifikan pada anggaran operasional.

Migrasi yang dilakukan Tottenham juga menunjukkan bahwa penghematan biaya bukanlah satu-satunya pertimbangan. Nilai tambah dari integrasi sistem dalam satu ekosistem menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat korporasi.

Dengan selesainya proses migrasi ini, Tottenham Hotspur menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana klub sepak bola profesional mengelola transformasi infrastruktur teknologi di tengah dinamika industri yang berubah cepat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.