Ini Kriteria Startup yang Bisa Terima Suntikan Dana dari Telkomsel

Telset.id, Jakarta – Telkomsel melalui anak perusahaan Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), menawarkan suntikan dana kepada startup di Indonesia. Pemberian dana diberikan kepada startup-startup yang memenuhi kriteria berikut ini. 

Menurut CEO Telkomsel Mitra Inovasi, Marlin Rotua Siahaan kriteria pertama adalah dari segi synergy value. Maksudnya TMI akan menilai apakah startup tersebut berpotensi untuk melakukan kolaborasi dengan unit-unit bisnis di Telkomsel

Baca juga: Kecepatan Internet Telkomsel dan Biznet Paling Ngebut se-Indonesia

“Apakah company ini punya synergy value tidak dengan unit-unit bisnis di Telkomsel. Kita lihat buat jangka panjang apakah startup memiliki potensi untuk bersinergi dengan Telkomsel,” ujar Marlin. 

Kriteria kedua, startup bergerak di salah satu jenis industri teknologi yang sudah ditentukan oleh perusahaan ventura tersebut. Kelima industri yang dimaksud adalah Commerce and Advertising, Media and Entertainment, Connected Device and Hardware, Data & Analytics dan Infrastructure and Networking. 

“Investasi kita di 5 jenis industri seperti commerce, advertising, connected device, hardware hingga networking,” tambah Marlin. 

Mengenai suntikan dana, Marlin menyatakan bahwa dana yang diberikan Telkomsel Mitra Inovasi mulai dari USD 250 ribu atau Rp 3,6 miliar hingga USD 5 juta atau Rp 72,4 miliar. 

Selain suntikan dana, Telkomsel Mitra Inovasi juga membantu mempercepat pertumbuhan bisnis startup, dengan bantuan sumber daya dari Telkomsel, dan bantuan afiliasi dengan mempertemukan startup dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar. 

“Kami akan bantu untuk mengakselerasi, agar bisnis startup bisa tumbuh lebih cepat,” jelas Marlin.

Baca juga: Telkomsel Rilis Aplikasi Edutech Kuncie, Ini Keunggulannya

Startup yang Menerima Dana dari TMI 

Pada konferensi pers virtual pada Kamis (22/7/2021), Marlin juga memberikan informasi mengenai startup yang menerima suntikan dana dari TMI. Hingga saat ini TMI telah memberikan suntikan dana mencapai USD 40 juta atau Rp 579,8 miliar.

Dana tersebut diberikan kepada 15 startup yang beroperasi di Indonesia. Dari 15 startup tersebut ada 9 startup yang telah mengumumkannya ke publik. Mereka adalah FinAccel, Privyid, SiCepat, Halodoc, TaniHub, Inspigo, Roambee, Qlue dan Tada.

“Sejak tahun 2019 total dana yang kami diberikan ke startup mencapai USD 40 juta,” ucap Marlin singkat.

Telkomsel Mitra Inovasi
Head of Investments Telkomsel Mitra Inovasi, Nazier Ariffin

Lebih lanjut Head of Investments Telkomsel Mitra Inovasi, Nazier Ariffin menuturkan bahwa para startup menggunakan dana untuk menghadirkan produk baru. Misalnya saja Halodoc yang membangun produk-produk baru kepada pengguna.

“Biasanya dana dipakai untuk ekspansi dan menambah produk baru. Misalnya saja Halodoc yang membangun 5 sampai 6 produk baru,” tutur Nazier.

Baca juga: Telkomsel Umumkan Pemenang MAXscript Class Awards 2020, Ini Daftarnya

Terakhir TMI tidak mematok jumlah startup yang harus didanai setiap tahunnya. Namun, TMI hanya terus aktif melihat perkembangan ekonomi digital di Indonesia, untuk mendapatkan startup-startup potensial di Tanah Air.

“Kita gak punya target dan yang namanya investasi gak punya target, tetapi kita pasang mata dan telinga. Tujuannya untuk mengetahui industri yang lagi happening dan mencari pemain-pemain potensial,” tutup Nazier. [NM/HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0