📑 Daftar Isi

Ilustrasi jaringan 5G Starlink Mobile hasil kemitraan SpaceX dan Qualcomm di Amerika Serikat

SpaceX dan Qualcomm Bangun Jaringan 5G Starlink Mobile di AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX gandeng Qualcomm bangun jaringan 5G terestrial Starlink Mobile di AS
  • Teknologi Dragonwing Qualcomm dipasang di puluhan ribu situs 5G, mulai 2027
  • Jaringan gabungkan satelit direct-to-cell dan base station Massive MIMO 64x64
  • SpaceX bersaing dengan T-Mobile, AT&T, dan Verizon sebagai operator utama
  • Penerapan bertahap di beberapa pita frekuensi, tidak sekaligus

Telset.id – SpaceX resmi menggandeng Qualcomm untuk membangun jaringan 5G terestrial nasional Starlink Mobile di Amerika Serikat. Kemitraan multi-tahun ini akan membawa teknologi Dragonwing Qualcomm ke “puluhan ribu” situs seluler 5G di seluruh AS, dengan penerapan pertama dijadwalkan pada 2027. Langkah ini menandai dorongan SpaceX agar Starlink Mobile menjadi operator “utama” di AS dan bersaing langsung dengan T-Mobile, AT&T, serta Verizon.

Kesepakatan ini menjadi jawaban atas keluhan lama pengguna seluler: panggilan yang terputus saat melewati area tanpa sinyal atau berada di sudut rumah yang salah. SpaceX memilih Qualcomm untuk membantu mewujudkan jaringan yang menggabungkan cakupan satelit dan terestrial dalam satu sistem terintegrasi penuh.

Dalam kemitraan ini, Qualcomm akan memasok platform Dragonwing Cellular Infrastructure, yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak untuk meningkatkan cakupan, kapasitas, dan efisiensi jaringan. SpaceX berencana mengombinasikan infrastruktur tersebut dengan konstelasi satelit direct-to-cell miliknya.

Teknologi Dragonwing dan Target 6G

Jaringan Starlink Mobile akan menggunakan unit radio Massive MIMO dengan 64 jalur transmisi dan 64 jalur penerimaan. Konfigurasi ini dirancang untuk memperbaiki cakupan, kapasitas, serta efisiensi penggunaan spektrum agar jaringan mampu menangani trafik lebih besar. Untuk pemrosesan, Dragonwing QRU100 menangani unit radio, sementara QDU100 mengurus pemrosesan cepat yang sensitif waktu. Keduanya dirancang memberikan performa per watt yang lebih baik, sehingga deployment jaringan dalam skala besar menjadi lebih terjangkau.

Durga Malladi, Executive Vice President and General Manager of Technology Planning, Edge Solutions, and Data Center Qualcomm, menyatakan bahwa pihaknya bersama SpaceX sedang membangun infrastruktur seluler kelas dunia di Amerika Serikat dan memajukan 5G saat ini. Ia menambahkan, kedua perusahaan memiliki peluang untuk “meletakkan fondasi” bagi 6G dalam beberapa tahun mendatang.

Michael Nicolls, Senior Vice President Starlink, menegaskan bahwa panggilan yang terputus di rumah atau saat bepergian seharusnya bukan lagi masalah di era sekarang. Menurutnya, Starlink Mobile sedang membangun jaringan satelit dan terestrial nasional pertama di AS yang terintegrasi penuh, sehingga pengguna tetap terhubung ke ponsel mereka di mana pun berada. Ia menambahkan bahwa keahlian dan platform Qualcomm akan membantu Starlink mempercepat pengembangan arsitektur base station end-to-end.

Dukungan publik datang langsung dari Elon Musk. Melalui akun X pada 4 November 2026, ia menyebut teknologi Qualcomm “sangat bagus”. Akun resmi Starlink juga mengonfirmasi bahwa base station 5G mereka akan menggunakan chip Qualcomm untuk mempercepat deployment mulai 2027.

Persaingan Operator dan Spektrum

Langkah ini mempertegas ambisi SpaceX menjadi pemain besar di pasar operator seluler AS. Perusahaan milik Elon Musk itu telah mengakuisisi sejumlah spektrum, dan laporan terbaru menyebut SpaceX tengah menjajaki akuisisi Boost Mobile. Sebelumnya, SpaceX juga dikabarkan berpeluang meluncurkan layanan operator setelah langkah akuisisi tersebut.

Bagi pengguna, jaringan yang memadukan satelit dan menara seluler berpotensi membuat panggilan terputus menjadi masa lalu, terutama di area dengan cakupan yang belum merata. Namun, Starlink akan menerapkan jaringan secara bertahap di beberapa pita frekuensi dan dalam beberapa gelombang peluncuran, sehingga perluasan ini tidak akan terjadi dalam semalam.

Kemitraan dengan Qualcomm menjadi fondasi teknis bagi Starlink Mobile sebelum jaringan 5G terestrialnya beroperasi penuh pada 2027. Dengan menggabungkan satelit direct-to-cell dan base station berbasis chip Qualcomm, SpaceX menargetkan jaringan nasional terintegrasi pertama di AS yang menjaga konektivitas pengguna di mana pun mereka berada.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.