📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Bluetooth dan perangkat audio nirkabel yang mendukung standar Bluetooth HDT

Bluetooth HDT Resmi, Kecepatan Naik 4 Kali Lipat Mulai 2027

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bluetooth SIG resmi mengadopsi Bluetooth HDT sebagai fitur opsional Bluetooth Core 7.0
  • Bit rate Bluetooth LE naik dari 2 Mbps ke 7,5 Mbps, hampir empat kali lipat
  • Mendukung audio resolusi tinggi, lossless, spatial audio, dan multi-channel surround sound
  • Manfaat meluas ke smartwatch, perangkat XR, AI personal, dan pembaruan firmware
  • Perangkat pertama diperkirakan hadir 2027, belum ada angka daya tahan baterai spesifik
  • HDT bersifat opsional sehingga tiap merek bisa memilih mengadopsinya atau tidak

Telset.id – Bluetooth Special Interest Group (SIG) resmi mengadopsi Bluetooth High Data Throughput (HDT) sebagai fitur opsional pada Bluetooth Core 7.0. Standar anyar ini menaikkan bit rate maksimum Bluetooth LE dari 2 Mbps menjadi 7,5 Mbps, atau hampir empat kali lipat, dan perangkat pertama yang mendukungnya diperkirakan hadir pada 2027.

Perubahan ini menjadi peningkatan kecepatan terbesar Bluetooth dalam beberapa tahun terakhir. Bagi pengguna perangkat audio nirkabel, implikasinya langsung terasa: bandwidth yang jauh lebih besar membuka jalan bagi audio resolusi tinggi hingga lossless tanpa harus bergantung pada codec proprietary milik masing-masing produsen.

Bluetooth SIG sendiri telah memperkenalkan kemampuan HDT ini selama setahun terakhir sebelum akhirnya mengadopsinya secara formal. Statusnya sebagai fitur opsional berarti setiap merek tetap bisa memutuskan apakah perangkat mereka akan mendukung HDT atau tidak.

Bukan Sekadar Kualitas Audio

Aplikasi utama Bluetooth HDT memang tetap pada audio nirkabel. Dengan bit rate 7,5 Mbps, standar ini mendukung audio resolusi tinggi sekaligus pengalaman audio baru seperti spatial audio dan multi-channel surround sound tanpa memerlukan format nirkabel proprietary. Selama ini, sebagian earbuds memang sudah menawarkan lossless atau high-resolution, tetapi umumnya mengandalkan codec buatan produsen yang hanya bekerja antar perangkat tertentu. HDT hadir sebagai fondasi terstandarisasi global yang memungkinkan kualitas audio lebih baik di lebih banyak perangkat yang mematuhi standar tersebut.

Dampaknya tidak berhenti di headphones. Smartwatch bisa menyinkronkan lebih banyak data latihan, kesehatan, dan kebugaran ke ponsel tanpa penurunan daya tahan baterai, karena HDT mampu memindahkan lebih banyak data dalam waktu lebih singkat sehingga radio Bluetooth hanya perlu menyala dalam periode pendek. Prinsip yang sama berlaku untuk perangkat spatial computing dan extended reality yang bisa menawarkan pengalaman lebih andal tanpa koneksi Wi-Fi, serta perangkat AI personal yang makin banyak jumlahnya agar bisa menyerahkan data ke smartphone untuk diproses sehingga bentuknya lebih ringan dan kecil.

Bahkan tugas sederhana seperti memperbarui firmware smartwatch atau aksesori smart home bisa terasa lebih cepat dan tidak perlu ditunda sampai perangkat tidak sedang dipakai. Perangkat Bluetooth LE sendiri sudah hemat daya secara alami dibandingkan perangkat yang mempertahankan koneksi terus-menerus, sehingga kombinasi keduanya berpotensi memperbaiki efisiensi dan keandalan secara umum.

Jadwal Kehadiran dan Catatan untuk Calon Pembeli

Menurut Bluetooth SIG, perangkat pertama yang mendukung HDT diperkirakan muncul pada 2027, dengan rollout yang lebih luas menyusul setelahnya. Sejumlah pengamat memperkirakan gelombang perangkat pertama bisa diumumkan di CES pada Januari, jika tidak lebih awal. Sampai saat itu, belum ada pengumuman resmi mengenai perangkat mana yang akan lebih dulu mengadopsi standar ini.

Yang perlu dicatat, pengumuman ini belum menyertakan angka daya tahan baterai spesifik. Klaim penghematan daya baru sebatas penjelasan teknis bahwa radio dapat berhenti mentransmisikan dan beristirahat lebih cepat karena data berpindah dalam waktu lebih singkat. Bagi calon pembeli yang mempertimbangkan earbuds berbasis Bluetooth Core 7.0, angka riil di perangkat masih perlu ditunggu.

Status opsional HDT juga menjadi pertimbangan tersendiri. Karena setiap merek bisa memilih untuk mengadopsinya atau tidak, tidak semua perangkat Bluetooth Core 7.0 otomatis akan membawa kemampuan ini. Konsumen disarankan mencermati spesifikasi resmi produk, bukan hanya versi Bluetooth Core yang tercantum. Sebagai gambaran bagaimana sertifikasi Bluetooth SIG bekerja di pasar, sejumlah perangkat seperti vivo T6x dan iQOO Z12x lebih dulu muncul lewat jalur sertifikasi sebelum pengumuman resmi.

Di sisi industri, Bluetooth SIG memposisikan HDT sebagai fondasi bagi generasi berikutnya inovasi nirkabel. “Bluetooth HDT brings a new level of performance to Bluetooth technology, expanding the role it can play across consumer, commercial, and industrial markets and creating a powerful foundation for the next generation of wireless innovation,” ujar Neville Meijers, CEO Bluetooth SIG. Ia menambahkan bahwa sebagai standar nirkabel paling luas digunakan di dunia, Bluetooth terus berevolusi untuk memenuhi permintaan dunia yang makin terkoneksi.

Perluasan peran yang dimaksud mencakup pemantauan industri dan perangkat smart home, di luar kategori audio dan wearable. Bagi pasar aksesori audio Tanah Air, kehadiran standar global ini berpotensi menyederhanakan peta codec yang selama ini terfragmentasi antar merek, seperti terlihat pada produk yang mengandalkan sertifikasi Bluetooth untuk fitur audionya, misalnya CMF Speaker S dan M.

Sebaliknya, pengalaman pengguna juga menunjukkan bahwa implementasi Bluetooth tidak selalu mulus. Kasus cacat Bluetooth Skullcandy Dime 3 yang tidak bisa diperbaiki pada unit lama menjadi pengingat bahwa standar baru sekalipun tetap bergantung pada eksekusi tiap produsen.

Dengan jadwal 2027 dan status opsional, Bluetooth HDT lebih tepat dipandang sebagai arah baru ekosistem nirkabel ketimbang alasan menunda pembelian perangkat hari ini. Bagi pengguna yang mengutamakan kualitas audio nirkabel, standar ini menjanjikan fondasi yang lebih terbuka dan tidak terikat merek, tetapi bukti nyatanya baru akan terlihat saat perangkat pertama masuk pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.