Telset.id β SpaceX dikabarkan tengah menjajaki akuisisi Boost Mobile dari EchoStar. Langkah ini disebut sebagai upaya membangun jaringan hibrida seluler-satelit yang bisa menempatkan Starlink sebagai operator nirkabel besar di Amerika Serikat. Kabar tersebut pertama kali dilaporkan The Washington Post dan menjadi sinyal bahwa ambisi Elon Musk di sektor telekomunikasi tidak berhenti pada satelit saja.
Menurut laporan tersebut, Elon Musk selaku CEO SpaceX telah berbicara langsung dengan Chairman EchoStar, Charlie Ergen, pada Oktober untuk membahas pengambilalihan Boost Mobile. Boost Mobile sendiri beroperasi sebagai mobile virtual network operator (MVNO) yang menyewa kapasitas jaringan dari AT&T dan T-Mobile, bukan memiliki menara sendiri.
Jika kesepakatan terwujud, SpaceX tidak hanya mendapat tambahan basis pelanggan secara instan, tetapi juga akses ke jaringan seluler terestrial yang selama ini menjadi celah dalam layanan Starlink. Inilah inti dari rencana akuisisi Boost Mobile yang tengah menjadi sorotan industri telekomunikasi Amerika Serikat.
Kekuatan Jaringan Jadi Kunci
EchoStar tercatat memiliki sekitar 7,5 juta pelanggan dari Boost Mobile dan GenMobile, layanan seluler lainnya. Angka itu jauh di bawah tiga operator besar Amerika Serikat, yakni AT&T, T-Mobile, dan Verizon, yang masing-masing memiliki lebih dari 100 juta pelanggan. Meski demikian, nilai sebenarnya dari akuisisi ini bukan terletak pada jumlah pelanggan, melainkan pada akses ke jaringan seluler terestrial.
Boost Mobile saat ini mencakup sebagian besar wilayah 48 negara bagian yang berbatasan langsung di Amerika Serikat. Dengan menguasai akses ke menara yang disewa Boost, Starlink bisa memperluas cakupan secara signifikan. Perangkat dapat mengandalkan sinyal satelit saat berada di luar ruangan, sementara menara seluler menangani koneksi ketika sinyal Starlink tidak menjangkau.
SpaceX sendiri telah lama menggarap konektivitas seluler. Pada 2024, perusahaan meluncurkan akses satelit bagi pelanggan T-Mobile. Sebelumnya, SpaceX membeli lisensi spektrum nirkabel senilai 17 miliar dolar AS dari EchoStar untuk layanan seluler. Musk menyebut pembelian itu sebagai βbagian penting terakhir dari teka-teki spektrum yang dibutuhkan SpaceX untuk menyediakan cakupan telepon lengkap di Amerika.β
Namun, langkah terbaru menunjukkan bahwa spektrum saja belum cukup. SpaceX juga dikabarkan tengah berupaya mendapatkan akses ke setidaknya 80.000 situs seluler di Amerika Serikat. Upaya itu sejalan dengan rencana membangun layanan Starlink Mobile yang memadukan konstelasi satelit-ke-seluler dengan jaringan terestrial. Jejak ekspansi SpaceX di sektor infrastruktur juga terlihat dari sejumlah langkah perusahaan yang ramai dibicarakan, seperti yang tergambar dalam pendanaan GPU SpaceX.
Baca Juga:
Hambatan Izin Operator Besar
Rencana akuisisi ini tidak serta-merta mulus. Karena Boost Mobile tidak memiliki menara sendiri dan menyewa kapasitas dari AT&T serta T-Mobile, SpaceX kemungkinan membutuhkan izin dari kedua operator tersebut untuk menjalankan layanannya. Sumber yang berbicara kepada The Post menyebut bahwa perjanjian sewa jaringan biasanya tidak dapat dipindahtangankan.
Sebelumnya, Musk juga dilaporkan telah mendekati AT&T, T-Mobile, dan Verizon untuk membeli kapasitas di jaringan mereka. Ketiganya menolak. Artinya, ketiga operator besar itu masih memiliki pengaruh dalam menentukan apakah akuisisi Boost Mobile bisa berjalan sesuai rencana SpaceX.
Di sisi lain, langkah SpaceX memperluas cakupan bisnisnya ke sektor telekomunikasi berjalan beriringan dengan proyek antariksa yang terus dikembangkan. Perusahaan masih melanjutkan berbagai uji coba kendaraan peluncurannya, termasuk rangkaian misi yang dibahas dalam artikel Starship SpaceX dan rencana penangkapan upper stage pada penerbangan berikutnya.
Sejauh ini, SpaceX maupun Boost Mobile belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut. Dengan demikian, status pembicaraan antara Musk dan Ergen masih sebatas laporan yang belum dikonfirmasi resmi oleh kedua perusahaan.
Yang jelas, akuisisi Boost Mobile bila terealisasi akan memberi SpaceX pijakan langsung di pasar nirkabel Amerika Serikat. Kombinasi spektrum yang sudah dimiliki, akses ke menara seluler melalui Boost, dan konstelasi satelit Starlink menjadi fondasi bagi rencana perusahaan membangun layanan telepon yang menjangkau area di luar cakupan jaringan terestrial biasa.





Komentar
Belum ada komentar.