Pendapatan Xiaomi Jeblok Hingga 10% di Kuartal 3 2022

Telset.id, Jakarta – Xiaomi merilis laporan keuangan perusahaan kuartal III 2022, yang menunjukkan penurunan pendapatan signifikan. Pendapatan Xiaomi untuk periode Juli-September 2022 adalah CNY 70,5 miliar atau setara Rp 155 trliun, turun 10 persen dibandingkan tahun lalu.

Jumlah pendapatan Xiaomi di kuartal ketiga atau sepanjang periode Juli hingga September 2022 sebagian besar atau sekitar 50,5 persen berasal dari pasar luar negeri.

Pendapatan perusahaan di triwulan ini turun 10% dibandingkan tahun lalu. Laba bersih tahun-ke-tahun (YoY) dari bisnis ini bahkan anjlok 59 persen menjadi CNY 2,1 miliar (USD 294 juta), sebagaimana dihimpun Telset dari GSMArena, Rabu (30/11/2022).

BACA JUGA:

Namun Xiaomi mengklaim penurunan itu sebagian besar disebabkan investasi CNY 829 juta ($116 juta) yang dikucurkan perusahaan dalam bisnis mobil listrik yang baru didirikan dan proyek lain yang akan diproyeksikan akan berkembang di masa depan.

Perusahaan juga mengungkapkan investasi dalam R&D meningkat sebesar 25%, dibandingkan dengan tahun lalu, dan 48% personelnya memang bekerja di departemen R&D.

Dalam laporannya, Xiaomi juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna HP Xiaomi berdasarkan pengguna aktif bulanan antarmuka (user interface) MIUI per bulan September 2022 mencapai 564 juta secara global, atau naik sebesar 16% YoY. Menariknya, hanya 141 juta pengguna atau sekitar 25% yang berada di China.

Xiaomi menjual 40,5 juta unit smartphone pada Q3 2022, dan meskipun mempertahankan posisi ke-3 di dunia, namun jumlah pengiriman mengalami penurunan 7,8% dibandingkan tahun lalu. Penurunan itu berimbas pada turunnya pendapatan sekitar 11,1%.

Xiaomi menjelaskan bahwa adanya hambatan ekonomi makro global sebagai salah satu alasannya, meskipun hal itu juga meningkatkan upaya promosi di pasar luar negeri.

Garap Pasar Luar China

Saat ini Xiaomi mulai melebarkan pasarnya di luar China, dan nampaknya usahanya cukup berhasil. Hal itu bisa dilihat dari pangsa pasar Xiaomi di beberapa negara yang terus meningkat.

Pangsa pasar Xiaomi berada di posisi ke-2 di pasar Eropa, posisi ke-1 di Spanyol, dan posisi ke-2 di Italia dan Prancis. Jika melihat wilayah yang lebih luas, saat Xiaomi duduk dengan nyaman di urutan ke-3 di pasar Amerika Latin dan Afrika.

Seperti diketahui, pabrikan smartphone asal China ini telah berjuang untuk beradaptasi dengan pelanggan Eropa yang lebih tertarik membeli smartphone melalui operator daripada pergi ke toko fisik pihak ketiga.

BACA JUGA:

Xiaomi mengungkapkan bahwa 19,9 persen produknya dijual melalui operator, atau 1,7 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Demikian pula di Amerika Latin, mencapai 16 persen yang melalui operator, atau meningkat 1,5 persen.

Xiaomi menyatakan perusahaannya tetap solid dan menunjukkan model bisnisnya yang terbukti kuat. Perusahaan akan terus mendorong hal yang sama di kuartal berikutnya, yang bertepatan musim liburan, meskipun ada tantangan eksternal dan ketidakpastian ekonomi makro. [FY/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0