TELKO

Nonot Harsono Meninggal Dunia, Indonesia Kehilangan Pejuang TIK

Bayu Sadewo

Telset.id, Jakarta – Pakar telekomunikasi dan Informasi (TIK) Nonot Harsono meninggal dunia di Surabaya pada hari Jumat (23/7/2021) di usianya yang 56 tahun. Kabar duka ini sangat mengejutkan, karena Indonesia kehilangan seorang pejuang TIK yang sangat berdedikasi.

Nonot merupakan tokoh terkemuka di industri telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia. Waktunya banyak dihabiskan untuk mengembangkan industri TIK Tanah Air.

“Almarhum meninggal karena sempat terkena stroke di awal minggu dan sudah ada tindakan medis tapi hari ini beliu wafat,” kata juru bicara Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel), Danrivanto Budhijanto dalam pesan singkatnya kepada Telset.id, Jumat (23/7/2021).

Nonot sudah sangat dikenal oleh para wartawan yang selama ini meliput di desk telekomunikasi. Sosoknya yang ramah dan “tidak pelit” dalam memberikan informasi, membuat pria kelahiran Jember, 4 April 1965 itu sangat dekat dengan wartawan.

Sebagai pakar di bidang telekomunikasi dan Informasi, Nonot sering menjadi pembicara di berbagai acara yang berkaitan dengan perkembangan industri telekomunikasi dan Informasi (TIK) di Tanah Air.

Baca juga: BAKTI Kominfo Targetkan 7.904 Desa Bisa Nikmati Sinyal 4G di 2022

Pria lulusan Sarjana Teknik Elektro Telekomunikasi ITS Surabaya ini memang punya pengalaman yang terbilang lengkap di dunia telekomunikasi, baik dari sisi teknis, bisnis, hingga regulasi.

Keahliannya banyak dibaktikan pada dunia akademis, industri, dan regulasi telekomunikasi. Nonot juga banyak terlibat di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dia pernah menjabat sebagai Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi (BRTI) periode tahun 2009-2012 dan 2012-2015. Ia juga masuk dalam tim penyusun naskah Rancangan Undang-Undang Telekomunikasi, dan menjadi tim inti penyusun Peraturan Menteri 21 Tahun 2013.

Sementara di dunia Pendidikan, Nonot banyak menghabiskan waktunya sebagai dosen Teknologi Telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sejak tahun 1989. Selain mengajar ia juga kerap menulis buku bisnis dan regulasi telekomunikasi.

Tak hanya di Indonesia, Nonot juga aktif diundang sebagai pembicara di forum-forum internasional. Seperti menjadi pembicara dalam Forum Asia Pacific Telecommunity (APT), menjadi delegasi Indonesia diITU World Telecommunication Development Conference (ITU-WTDC), hingga World Radiocommunication Seminars (WRS).

Selain itu, dia juga pernah ikut berpartisipasi dalam Asean Telecommunication Regulatory Council (ATRC), serta menjadi Tim Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam negosiasi bilateral Indonesia-Korea (IK-CEPA).

Nonot masih menjadi anggota Dewan Pengurus Harian Mastel periode 2021-2024. Ia bergabung menjadi anggota DPH di bidang TELETOPIC.

Baca juga: Kominfo Bangun BTS 4G untuk Layanan Internet di 2.700 Desa

Pejuang TIK

Nonot Harsono (dua dari kanan) saat menjadi pembicara dalam acara “Obrolan Telko” yang digelar Telset.id (Foto: Telset.id)

Nonot Harsono tercatat menjadi anggota dewan pengawas BAKTI Kominfo sejak 2016 saat masih bernama BPPPTI (BP3TI – Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika).

Pria humoris ini menjadi salah seorang anggota Dewan Pengawas di Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dari tahun 2016 sampai dengan 2019.

Dalam tugasnya sebagai anggota Dewan Pengawas, Nonot ikut mengawal transformasi BAKTI dari bentuk lamanya yaitu BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika).

Dalam keterangannya, Anang Latif, Direktur Utama BAKTI Kominfo mengatakan bahwa dunia telekomunikasi Indonesia merasa sangat kehilangan atas wafatnya Bapak Nonot Harsono. Terkhusus bagi kami di BAKTI dan Kominfo.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Dunia telekomunikasi Indonesia merasa sangat kehilangan atas wafatnya Bapak Nonot Harsono. Sumbangan pemikiran, tenaga, dan waktu yang diberikan sangat tak ternilai harganya,” ucap Anang Latif.

“Beliau adalah kawan diskusi yang memandang suatu issue dengan komprehensif, menggabungkan lesson learnt masa lalu, dinamika kekinian, dan peluang masa depan,” tambahnya.

Sebagai anggota Dewan Pengawas BAKTI, wawasan dan dukungan Nonot ikut membawa BAKTI maju dan berkembang. Keteguhan pendiriannya mengarahkan jalan agar tetap berada dalam koridor yang baik.

Baca juga: BAKTI Kominfo Bangun Palapa Ring Khusus di Ibukota Baru

“Dia mengingatkan kami agar jangkauan BAKTI semakin lebar menyentuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kenang Anang.

“Selamat jalan pribadi yang dermawan, shaleh, mentor, dan sahabat kami. Kiranya Almarhum husnul khotimah. Kami di BAKTI Kominfo akan meneruskan perjuangan Pak Nonot,” tutupnya. [HBS]

 

Leave a Comment