eMagic dan MyTrip, Solusi IoT ala Indosat Ooredoo

Telset.id, Jakarta – Indosat Ooredoo sepertinya saat ini berupaya untuk mewujudkan komitmennya sebagai perusahaan telekomunikasi dengan menghadirkan solusi IoT yang lebih inovatif.

Dengan memanfaatkan teknologi M2M dan IoT, perusahaan yang saat ini menjadi anggota dari Ooredoo Group tersebut mampu menyediakan berbagai solusi untuk pelanggan bisnis.

Mulai dari jasa dasar IoT yakni M2M Connectivity Platform (Managed Connectivity), platform IoT, hingga solusi siap pakai seperti Vehicle Telematics, eMagic (Enhance Managed IoT Connectivity), VMS (Vessel Monitoring System), Workforce Management, YOLO (You Only Live Once), dan MyTrip.

Pada acara “Asia IoT Business Platform”, solusi dari Indosat yang berhasil mencuri perhatian pada acara tersebut diantaranya adalah eMagic dan MyTrip. eMagic merupakan solusi yang dirancang untuk memudahkan pelanggannya dalam menghubungkan serta mengelola perangkat atau mesin dengan layanan full managed.

Pada solusi ini juga, pelanggan tidak perlu khawatir perihal keamanan karena pada eMagic, sudah terdapat proses enkripsi yang handal yang mampu mengamankan jaringan komunikasi multi akses. Tentu hal ini juga akan menjamin tingkat layanan serta menghasilkan total cost of ownership yang efisien.

Menurut Hendra Sumiarsa, Division Head M2M & IoT Solutions Indosat Ooredoo, solusi eMagic ini bisa diterapkan pada berbagai  industri, contohnya adalah industri perbankan seperti ATM, industri transportasi, industri hasil bumi, serta broadcasting.

“Layanan eMagic sudah diakui dunia karena berhasil meraih penghargaan Global Telecoms Business Awards 2016 dan Asia Communication Awards 2016,” ujarnya.

Sedangkan MyTrip, merupakan aplikasi khusus untuk angkutan umum resmi seperti taxi bermeter. Pada aplikasi ini, pelanggan dapat memesan taxi secara online hanya dengan memilih lokasi penjemputan, tujuan, serta metode pembayaran.

Jika dilihat memang hampir mirip dengan aplikasi pemesanan angkutan secara online yang lagi marak saat ini. Namun ternyata aplikasi ini memiliki perbedaan yang belum ada pada aplikasi lainnya. Perbedaannya karena MyTrip mampu terintegrasi langsung dengan perangkat meter taxi, sensor pintu, lampu, dan LED sign dalam taxi melalui unit khusus OBU.

“Dengan begitu, pelanggan bisa mengetahui dengan pasti jumlah ongkos yang harus dibayarkannya karena semuanya telah terintegrasi pada aplikasi ini,” papar Hendra.

Hendra mengungkapkan, pada sebuah acara internasional, aplikasi MyTrip ini dilirik oleh dua negara besar, yakni Amerika Serikat dan Kanada yang menyatakan minatnya untuk mengaplikasikan MyTrip di negaranya.

“Tentu ini menjadi kabar bagus, karena aplikasi asli buatan Indonesia mampu menarik minat negara lain untuk mengaplikasikannya di negara mereka,” pungkas Hendra.[FHP/HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -