Telset.id ā Rencana akuisisi PayPal oleh grup yang dipimpin Stripe bersama firma buyout Advent resmi dihentikan. Kabar ini disampaikan sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg, mengakhiri spekulasi kesepakatan yang berpotensi menjadi salah satu leveraged buyout terbesar dalam sejarah dengan nilai lebih dari US$50 miliar.
Keputusan ini muncul setelah sebelumnya pada Juli 2026, Stripe dan Advent dikabarkan telah mengajukan tawaran senilai sekitar US$53 miliar untuk mengakuisisi PayPal. Saat itu, PayPal sedang berada di titik terendah historis dengan valuasi US$40 miliar. Tawaran awal tersebut ditolak oleh pihak PayPal, sehingga grup Stripe disebut sedang menyiapkan tawaran yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Kinerja PayPal yang Membaik Menjadi Pemicu Batalnya Akuisisi
Stripe dan mitranya kemungkinan besar melihat kesulitan yang dialami PayPal belakangan ini sebagai peluang untuk membeli perusahaan pembayaran pionir tersebut dengan diskon signifikan. Namun, kondisi berubah drastis ketika kinerja kuartal terbaru PayPal berhasil melampaui perkiraan sebagian besar analis. Kabar baik tersebut, ditambah dengan rumor akuisisi yang beredar, berhasil mendongkrak harga saham PayPal hingga 40 persen.
Kenaikan harga saham ini pada akhirnya berpotensi meningkatkan harga jual PayPal, sehingga membuat leveraged takeover menjadi kurang feasible atau tidak layak secara finansial bagi Stripe dan Advent. Dengan kata lain, kesuksesan PayPal dalam memperbaiki kinerjanya justru menjadi bumerang bagi rencana akuisisi tersebut.
Perlu dicatat, PayPal pernah mencapai nilai pasar tertinggi sebesar US$320 miliar pada puncak pandemi COVID-19. Angka ini menunjukkan betapa jauhnya penurunan valuasi perusahaan sebelum akhirnya kembali menguat baru-baru ini.
Strategi CEO Baru PayPal dan Potensi Merger di Masa Depan
CEO baru PayPal, Enrique Lores, yang ditunjuk pada Maret 2026, telah bekerja keras untuk membalikkan keadaan perusahaan. Strateginya adalah membagi PayPal menjadi tiga unit bisnis yang fokus pada bidang berbeda, yaitu checkout, Venmo, dan pembayaran/kripto. Langkah restrukturisasi ini tampaknya mulai membuahkan hasil yang tercermin dari kinerja kuartal terbaru perusahaan.
Jika merger Stripe-PayPal sempat terwujud, kesepakatan tersebut bisa mengurangi ketergantungan Stripe pada Visa dan MasterCard. Selain itu, Stripe juga berpeluang mengintegrasikan sistem checkout Venmo beserta fitur kripto milik PayPal ke dalam platformnya.
Meskipun rencana akuisisi ini batal, Bloomberg melaporkan bahwa Stripe dan Advent masih memiliki opsi untuk mengajukan tawaran bagi PayPal di masa depan. Keputusan ini tentu akan bergantung pada perkembangan kondisi pasar dan valuasi PayPal ke depannya.
Kabar batalnya akuisisi ini menjadi sorotan di industri teknologi finansial. Sebelumnya, Stripe juga aktif dalam berbagai langkah ekspansi, termasuk akuisisi OpenRouter senilai US$7,5 miliar untuk memperkuat kapabilitas AI-nya. Perusahaan pembayaran ini juga telah lama dikenal sebagai payment gateway yang inovatif, bahkan sejak awal mendukung penerimaan Bitcoin di berbagai platform.
Dengan dibatalkannya akuisisi ini, PayPal kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan transformasi bisnisnya di bawah kepemimpinan Enrique Lores. Sementara itu, Stripe dan Advent harus mencari peluang lain atau menunggu momen yang lebih tepat untuk kembali melirik PayPal.
Keputusan ini menunjukkan bahwa dinamika pasar dan kinerja perusahaan target merupakan faktor krusial dalam menentukan kelayakan sebuah akuisisi besar. Perubahan valuasi yang signifikan dalam waktu singkat dapat mengubah perhitungan finansial para calon pembeli secara drastis.
Bagi industri pembayaran digital, batalnya kesepakatan ini berarti lanskap kompetitif tetap berjalan seperti sebelumnya. PayPal tetap menjadi pemain independen dengan strategi barunya, sementara Stripe harus melanjutkan pertumbuhan organiknya tanpa tambahan aset besar dari PayPal.





Komentar
Belum ada komentar.