SpaceX Bakal Operasikan 1 Juta Stasiun Bumi, untuk Apa?

Telset.id, JakartaSpaceX telah mengajukan izin kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk bisa mengoperasikan hingga satu juta stasiun Bumi. Stasiun Bumi diperuntukkan konstelasi satelit internet Starlink milik SpaceX yang terdiri atas 4.425 satelit komunikasi Ku Band dan Ka Band.

Seperti dikutip Telset.id dari Geekwire, pada Senin (11/2/2019), menurut rencana satelit internet Starlink akan diluncurkan pada akhir tahun 2019 ini.

Stasiun Bumi akan dikerahkan di Amerika Serikat, Alaska, Hawaii, Puerto Rico, dan Kepulauan Virgin guna mengatasi kekurangan akses ke konektivitas broadband.

“SpaceX merancang, membangun, dan menggunakan sistem satelit yang inovatif, hemat biaya, dan efisien, yang mampu memberikan layanan broadband yang kuat kepada pelanggan di seluruh dunia. Kami berharap misi bisa berjalan sesuai rencana,” demikian bunyi dokumen SpaceX.

{Baca juga: Kantongi Izin, SpaceX Siap Luncurkan 7.518 Satelit Internet}

Sebelumnya diberitakan, perusahaan angkasa berencana memecat sekitar 10 persen dari 6.000 karyawan. Sang CEO, Elon Musk, bahkan memberi indikasi terkait kebenaran kabar itu lewat sebuah pernyataan.

“SpaceX harus menjadi perusahaan yang lebih ramping,” tegas pria yang dijuluki Iron Man di dunia nyata itu.

Reuters melaporkan, pernyataan Musk tersebut menyiratkan bahwa pengurangan karyawan murni disebabkan oleh tantangan nan luar biasa sulit pada masa mendatang. Perusahaan menawarkan kepada karyawan yang terdampak untuk mendapatkan bayaran upah minimum.

Mereka bakal menerima gaji standar minimal selama delapan minggu dan keuntungan lain, termasuk pembinaan karier dan bantuan lanjutan. Namun demikian, Musk belum mengonfirmasi kebenarannya dan kabar soal itu belum beredar ke khalayak umum.

{Baca juga: SpaceX Kantongi Izin Bangun Jaringan Internet Nirkabel Satelit}

Pada Januari 2019 lalu, perusahaan luar angkasa milik Elon Musk ini telah merampungkan persiapan roket Starship untuk tes pertama. Musk memamerkan perakitan roket SpaceX di akun Twitter. Starship adalah kendaraan roket super berat milik SpaceX, yang sebelumnya bernama Big Falcon Rocket.

Sebelumnya pada Desember 2018 lalu, Musk pernah mengeluarkan bocoran mengenai Starship. Ketika itu, ia menyebarkan gambar roket prototype yang sedang dibangun.

Dalam bocorannya, Musk memberi beberapa detail lebih lanjut tentang prototype tersebut. Menurutnya, roket akan digunakan untuk tes take-off and landing suborbital atau versi orbital lebih tinggi dengan lapisan yang tebal.

{Baca juga: Elon Musk Pamer Starship, Roket SpaceX untuk Terbang ke Mars}

Musk juga mengatakan, diameter bodi Starship sekitar 30 kaki atau sembilan meter. Tak lama kemudian, ada bocoran video yang diambil oleh pengguna Twitter bernama Evelyn Janeidy Arevalo.

Musk menyatakan, prototype orbital Starship pertama selesai pada Juni 2019. Versi saat ini akan digunakan untuk penerbangan pendek, kemudian diuji untuk peluncuran dan landing system. (SN/FHP)

Sumber: Geekwire

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0