Setelah Alibaba dan Alphabet, Giliran Amazon Investasi di Gojek?

Gojek Amazon
Ki-Ka : President Gojek Group, Andre Soelistyo, CFO Gojek, Kevin Aluwi dan CEO Gojek, Nadiem Makarim/Naufal Telset.id

Telset.id, Jakarta Gojek dilaporkan akan mendapatkan suntikan dana dari Amazon. Dikabarkan, perusahaan besutan Nadiem Makarim itu sedang menjalin pembicaraan awal terkait investasi dari Amazon.

Dikutip Telset.id dari Reuters, Jumat (30/08/2019), informasi ini berasal dari sumber internal. Disebutkan, bahwa Amazon berminat untuk memberikan suntikan dana dalam bentuk pembelian saham Gojek.

Sayangnya, belum diketahui berapa jumlah dana yang diberikan Amazon terhadap perusahaan dengan logo Solv tersebut. Apalagi hingga kini, baik Gojek maupun Amazon belum memberikan komentar terkait isu tersebut.

Perlu diketahui, jika awal tahun ini Amazon membeli saham perusahaan pengiriman makanan online Deliveroo agar dapat bersaing dengan Uber Eats. Gojek sendiri memiliki banyak investor dari perusahaan teknologi global, seperti Alphabet Inc, Alibaba Group Holdings Inc, Tencent Holdings dan Visa Inc.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek merupakan perusahaan decacorn atau perusahaan dengan valuasi mencapai USD 10 miliar atau Rp 141,6 triliun. Kabar Gojek decacorn ini dilaporkan oleh lembara riset CB Insights dalam The Global Unicorn Club pada April lalu.

Dalam situs resmi CB Insights, valuasi Gojek telah menembus USD 10 miliar dan menduduki peringkat 19 secara global. Meningkatnya valuasi Gojek sejatinya tidak terlepas dari masifnya injeksi modal yang masuk ke perusahaan ini.

Sejak tahun 2014, mereka terus menghimpun dana dari luar negeri maupun dalam negeri. Seperti Google, Tencent Holdings, Temasek Holdings, Astra International dan Meituan Dianping.

{Baca juga: Selamat! Gojek Naik Kelas Menjadi Decacorn}

Terakhir pada 2018, Gojek berhasil memperoleh dana hingga USD 1,5 miliar atau Rp 21,2 triliun dari sejumlah investor, dan di awal tahun ini juga berhasil meraup dana USD 1 miliar atau Rp 14,1 triliun. Dengan dana tersebut, mereka akhirnya melakukan ekspansi pasar di sejumlah negara di Asia Tenggara. (NM/FHP)

Sumber: Reuters

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here