📑 Daftar Isi

REGENT Viceroy Seaglider, kendaraan listrik yang bisa terbang di atas air saat uji coba perdana dengan awak manusia

Uji Terbang Perdana Viceroy Seaglider Bawa Penumpang

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • REGENT Viceroy Seaglider selesaikan uji terbang perdana dengan awak manusia di Narragansett Bay
  • Uji coba berlangsung 30 detik di ketinggian 33 kaki dengan jarak tempuh 1.956 kaki
  • Model produksi akan mengangkut 12 penumpang dengan kecepatan hingga 180 mph
  • Jangkauan kendaraan mencapai 180 mil antara destinasi pesisir
  • The Twenty Five pesan hingga 60 unit Viceroy sebagai mitra peluncuran komersial pertama
  • REGENT bangun fasilitas manufaktur 255.000 kaki persegi di Rhode Island
  • Versi militer untuk logistik dan evakuasi medis sedang dikembangkan

Telset.id – REGENT Craft baru saja menyelesaikan uji terbang perdana Viceroy Seaglider yang membawa awak manusia di atas Narragansett Bay. Uji coba ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kendaraan listrik yang dirancang untuk transportasi pesisir, sekaligus menandai kemajuan signifikan bagi sektor transportasi laut berteknologi tinggi.

Prototipe Viceroy Seaglider mengangkut dua kapten selama 30 detik pengujian di ketinggian 33 kaki, menempuh jarak 1.956 kaki. REGENT menyatakan penerbangan ini merupakan uji coba pertama untuk pesawat bertenaga listrik murni dengan efek tanah (wing-in-ground-effect) terbesar yang pernah mengangkut manusia. Keberhasilan ini membuka jalan bagi produksi komersial kendaraan yang mampu melayang di atas permukaan air tersebut.

REGENT Viceroy Seaglider, a boat that flies completes its first test with people onboard

Konsep Kendaraan Hibrida Laut dan Udara

Viceroy Seaglider menggabungkan lambung kapal, foil bawah air, dan sayap, memungkinkannya bertransisi antara perjalanan di air dan penerbangan ketinggian rendah. Pada kecepatan rendah, kendaraan ini tetap mengapung sebelum hydrofoil mengangkat lambungnya dan bersiap untuk terbang di atas permukaan. Selama uji terbang, kendaraan tetap dekat dengan air, beroperasi dalam satu rentang sayap dari permukaan alih-alih menanjak secara konvensional.

“Menyelesaikan uji terbang ini memvalidasi kerja keras rekayasa dan operasional selama bertahun-tahun dan memberi kami keyakinan untuk beralih ke produksi penuh,” ujar Mike Klinker, salah satu pendiri sekaligus CTO REGENT. “Kami menunjukkan hari ini bahwa menerbangkan Seaglider sama mulus dan amannya seperti yang kami rancang.”

REGENT menyatakan model produksi akan mengangkut 12 penumpang dan dua kru, dengan berat lepas landas maksimum 15.000 lbs. Kecepatan terbang yang direncanakan mencapai 180 mph, sementara jangkauan yang dinyatakan mencapai 180 mil antara destinasi pesisir. Perusahaan menjanjikan penumpang akan menikmati jendela besar, ruang kaki yang luas, dan kebisingan kabin yang lebih rendah dibandingkan pesawat konvensional.

Kendaraan ini menggunakan sistem kontrol digital tiga lapis yang dimaksudkan untuk mengelola stabilitas sambil memungkinkan para pelaut mengoperasikannya seperti kendaraan air. REGENT menyatakan pelaut bersertifikat akan menjadi kapten kapal ini, sementara aturan United States Coast Guard akan mengatur operasi di perairan Amerika.

Rencana Komersial dan Pengembangan Militer

Viceroy Seaglider dirancang untuk rute pesisir, di mana pelabuhan yang ada dapat mendukung operasi tanpa memerlukan infrastruktur bandara konvensional. Sekitar 40% populasi global tinggal di komunitas pesisir, menyediakan pasar potensial yang besar untuk layanan semacam ini. Saat ini, perusahaan telah menerima pesanan yang mencakup enam benua, sementara kapasitas manufaktur telah dipesan untuk beberapa tahun produksi mendatang.

REGENT juga mengumumkan perjanjian dengan The Twenty Five, yang memesan hingga 60 unit Viceroy. Kesepakatan ini menjadikan operator tersebut sebagai mitra peluncuran komersial pertama REGENT di Amerika Serikat untuk layanan Seaglider. Versi militer untuk logistik, evakuasi medis, misi pengintaian, dan aplikasi maritim lain yang membutuhkan pergerakan cepat juga sedang dikembangkan.

Perusahaan memegang perjanjian senilai $15 juta dengan United States Marine Corps Warfighting Laboratory untuk pekerjaan pengembangan terkait. REGENT menyelesaikan pembangunan fasilitas manufaktur seluas 255.000 kaki persegi di Rhode Island pada bulan Juni, dengan kegiatan produksi dimulai tahun ini. Fasilitas tersebut ditujukan untuk perakitan struktural, pemasangan sayap dan foil, pemasangan baterai, pekerjaan sistem, serta pengujian berbasis air.

“Inilah momen yang telah kami bayangkan dan kejar tanpa lelah selama lima setengah tahun terakhir: REGENT telah berhasil membuktikan penerbangan efek tanah yang aman dan efisien,” kata Billy Thalheimer, salah satu pendiri dan CEO REGENT.

Keberhasilan uji terbang ini menunjukkan bahwa konsep kendaraan listrik hibrida antara kapal dan pesawat semakin matang. Dengan kombinasi kecepatan, efisiensi energi, dan kemampuan beroperasi di wilayah pesisir, Viceroy Seaglider berpotensi menjadi alternatif transportasi yang menarik di masa depan.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.