SCIENCE-TECH

Simulasi Operasi, NASA Kirim Robot MIRA ke Stasiun Luar Angkasa

Sigit Nugraha
Share

Telset.id, Jakarta – NASA akan mengirim robot bedah kecil MIRA ke luar angkasa untuk simulasi operasi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Simulasi operasi NASA bakal memakai robot MIRA, yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Nebraska-Lincoln. Robot sendiri akan diterbangkan pada 2024 untuk kemudian melakukan simulasi berbagai tindakan.

MIRA atau miniatur asisten robot in vivo dibuat dalam waktu cukup lama, yakni selama hampir 20 tahun. Penemunya, profesor Shane Farritor, dan mahasiswa pascasarjana Rachel Wagner bakal menulis perangkat lunak dan memasukkannya ke dalam eksperimen.

BACA JUGA:

Sebelum dikirim ke luar angkasa, robot diuji secara mendalam untuk memastikan mampu bertahan selama peluncuran dan sistem berfungsi secara baik.

MIRA memiliki dua manfaat utama. Pertama, bakal memungkinkan para profesional medis untuk melakukan operasi perut invasif secara minimal.

Dalam tes sebelumnya, seperti dikutip Telset dari Gadgets360, Rabu (10/8/2022), ahli bedah menggunakan gadget untuk melakukan reseksi usus besar secara efektif.

Kedua, MIRA akan memungkinkan para ahli bedah atau dokter untuk melakukan operasi seseorang yang sedang berada di luar angkasa dari jarak sangat jauh.

Misalnya, MIRA digunakan untuk mengobati luka astronot dalam misi Mars atau menghilangkan pecahan peluru dari tubuh prajurit terluka dari jarak ribuan mil.

Namun, dalam misi mendatang di ISS, MIRA akan bekerja secara mandiri tanpa dipandu astronot atau dokter mana pun. Ia akan berada di loker seukuran oven.

MIRA akan memotong karet gelang yang diregangkan secara ketat dan mendorong cincin logam melalui kawat. Ia juga akan mencoba simulasi tindakan selama operasi.

BACA JUGA:

Misi uji robot akan menjadi operasi paling otonom sejauh ini. Para peneliti memprogram MIRA untuk bekerja secara independen dan menghemat bandwidth ISS.

“Astronot membalik saklar, proses dimulai, dan robot melakukan pekerjaan sendiri. Dua jam berselang, simulasi operasi NASA selesai,” kata Profesor Farritor. [SN/IF]

 

Leave a Comment