Pemuda Thailand Ini Ubah Bulu Ayam Jadi Makanan Lezat

Telset.id, Jakarta – Pemuda asal Thailand bernama Sorawut Kittibanthorn berhasil mengubah bulu ayam menjadi makanan yang sehat dan enak, bahkan mendapatkan ulasan positif dari blogger makanan.

Sorawut, yang merupakan siswa di London, Inggris, memang sedang mencari jenis sampah baru untuk didaur ulang. Ia pun tertarik dengan jutaan ton bulu ayam yang dibuang setiap tahun.

Pemuda berusia 30 tahun tersebut mencari dana untuk melanjutkan penelitian tentang cara terbaik mengubah komponen nutrisi di bulu ayam menjadi bubuk yang dapat diubah menjadi sumber makanan lezat kaya protein dan tidak berlemak.

“Bulu ayam mengandung protein. Jika mampu menyajikan protein bulu ayam kepada orang lain di dunia, kita akan membantu mengurangi limbah,” kata Sorawut kepada Reuters, seperti dikutip Telset dari New York Post, Minggu (20/12/2020).

{Baca juga: Kue Klepon Dianggap Makanan Tidak Islami, Netizen Geram}

Potensi dari bulu ayam ini sangat besar. Bagaimana tidak, Sorawut memperkirakan ada 2,3 juta ton bulu ayam dibuang di Eropa setiap tahun.

Di Asia saja, konsumsi unggas jauh lebih tinggi dibanding di Eropa. Ia yakin di Asia 30 persen lebih banyak limbah bulu ayam dapat dieksploitasi menjadi makanan yang lezat dan sehat.

Sorawut, yang belajar Master of Material Futures di London, menyatakan bahwa ide itu masih perlu melalui tahap penelitian dan pengembangan. Namun, prototipe olahan chicken nugget dan pengganti steak telah menerima ulasan positif.

Makanan Enak Bulu Ayam

 

“Anda tahu teksturnya sangat kompleks dan canggih. Anda tidak akan membayangkan bahwa bulu ayam dapat berimprovisasi menjadi hidangan semacam ini,” kata blogger makanan Cholrapee Asvinvichit, setelah menyantap steak tersebut.

{Baca juga: Ajaib! Layar Lickable Bisa Cicipi Makanan di YouTube}

Olahan makanan enak dan sehat dari bulu ayam buatan pemuda Thailand ini pun mengejutkan seorang profesor ilmu pangan di Universitas Kasesart, Hathairat Rimkeeree.

“Saya rasa santapan dari bulu ayam memiliki potensi untuk menjadi sumber pangan alternatif pada masa depan,” paparnya.

Bagaimana rasanya ya? Kita tunggu saja, siapa tahu akan masuk ke Indonesia ya sob. (SN/MF)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -