Lubang Hitam Raksasa di Pusat Galaksi Hilang, Ilmuwan Tercengang

Lubang Hitam Raksasa
Foto: Istimewa

Telset.id, Jakarta – Para ahli tercengang setelah lubang hitam raksasa yang diperkirakan berada di tengah galaksi yang jauh tiba-tiba hilang. Beberapa ilmuwan mengira lubang hitam itu sedang mengambang di luar angkasa.

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset, Rabu (13/1/2021), gugus galaksi terang A2261-BCG tampaknya telah kehilangan lubang hitam. Kekuatan di galaksi mungkin mengirimkannya ke suatu tempat cukup jauh.

Peristiwa luar angkasa misterius tersebut ditemukan oleh para peneliti dari beberapa universitas di Amerika Utara. Asal tahu saja, hampir setiap galaksi di alam semesta diperkirakan memiliki lubang hitam raksasa di pusatnya.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Kayhan Gultekin dari University of Michigan telah menerbitkan sebuah penelitian tentang recoiling black hole dalam jurnal American Astronomical Society, beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Objek Misterius Ini Bikin Astronom “Melupakan” Lubang Hitam}

Dr Gultekin telah mempelajari galaksi A2261-BCG ketika melihat tanda-tanda bahwa lubang hitam raksasa tersebut hilang. “Saya sangat skeptis dan berpikir akan melihat sesuatu di tengah. Ternyata bukan itu masalahnya,” paparnya.

Tim peneliti juga menilai bahwa lubang hitam masih “bersembunyi” di suatu tempat di galaksi yang sulit dideteksi. Kekuatan untuk mengeluarkan lubang hitam bisa jadi adalah dua lubang hitam supermasif yang bertabrakan.

Lubang hitam raksasa belum pernah diamati bergabung sehingga menemukan bukti tentang hal tersebut akan menjadi sebuah terobosan. NASA dan Badan Antariksa Eropa akan lebih memfokuskan penelitian kepada misteri itu.

Astronom Deteksi Ledakan Lubang Hitam Raksasa

Lubang Hitam Misterius

Sebelumnya, para astronom telah mendeteksi sinyal tabrakan hebat pada masa lampau dari dua lubang hitam yang menciptakan lubang hitam misterius dengan ukuran raksasa dan tampak semakin aneh.

“Ledakan tersebut merupakan yang terbesar sejak ledakan besar kali terakhir diamati oleh umat manusia,” kata fisikawan Caltech Alan Weinstein, yang merupakan bagian dari tim penemuan.

{Baca juga: Astronom Deteksi Ledakan Terbesar Lubang Hitam Misterius}

Hingga saat ini, para astronom hanya mengamati lubang hitam misterius dalam dua ukuran umum. Ada yang “kecil”, ada yang raksasa.

Lubang hitam “kecil” disebut lubang hitam bintang yang terbentuk ketika sebuah bintang runtuh dan menjadi seukuran kota kecil. Black hole supermasif milyaran kali lebih masif dari matahari dan dikelilingi galaksi berputar. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here