📑 Daftar Isi

Ilustrasi krisis RAM 2027 dengan tumpukan modul memori dan latar pusat data AI

Krisis RAM 2027: Stok Samsung dan SK Hynix Tersisa 10 Hari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Laporan KB Securities menyebut pasar chip memori menuju kekurangan pasokan parah pada 2027
  • Samsung dan SK Hynix dikabarkan hanya menyisakan persediaan memori kurang dari 10 hari
  • Investasi infrastruktur AI naik 60% year-on-year menjadi USD1,3 triliun pada 2027
  • Server AI disebut menyerap HBM, server DDR5, dan SSD enterprise hingga berpotensi kekurangan historis
  • Framework turunkan harga laptop setelah mendapat modul memori lebih murah

Telset.id – Krisis RAM global berpotensi memasuki fase terburuk pada 2027. Laporan terbaru dari KB Securities menyebut pasar chip memori “menuju kekurangan pasokan yang parah”, sementara dua produsen terbesar dunia, Samsung dan SK Hynix, dikabarkan hanya menyisakan persediaan memori kurang dari 10 hari.

Kabar ini menjadi peringatan serius bagi industri teknologi, terutama karena permintaan kecerdasan buatan (AI) yang terus melonjak. Menurut laporan yang dikutip Business Korea dan diberitakan Wccftech, kondisi persediaan yang hampir kering tersebut memicu kekhawatiran bahwa pasokan memori yang tersedia bisa menyusut dan habis pada 2027.

Laporan KB Securities mencatat bahwa ledakan AI menjadi penyebab utama krisis ini. Produsen chip memori disebut kesulitan memenuhi permintaan HBM4 untuk pusat data AI. Investasi infrastruktur untuk pengembangan AI direvisi naik menjadi USD1,3 triliun pada 2027, atau meningkat 60 persen dibanding tahun sebelumnya.

RAM sticks stacked on top of each other

Permintaan AI Serap Pasokan Memori

Kim Dong-won, kepala riset KB Securities, mengatakan kepada Business Korea bahwa “server AI akan menyerap permintaan tidak hanya untuk HBM tetapi juga server DDR5 dan SSD enterprise, yang berpotensi menyebabkan kekurangan yang historis.” Pernyataan ini menegaskan bahwa tekanan pasokan tidak hanya berdampak pada segmen server, tetapi juga berimbas ke produk konsumen.

Analisis TechRadar menyebut bahwa meski laporan terbaru ini berbicara soal server DDR5 RAM dan HBM, dampaknya akan terasa pada produk konsumen. Modul memori dengan margin lebih rendah diprediksi akan semakin tersisih dari prioritas produksi.

Tekanan pada pasar memori sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah laporan sebelumnya telah menyoroti berbagai persoalan terkait memori, mulai dari cara mendeteksi kerusakan pada perangkat hingga upaya Microsoft memperluas perlindungan keamanan berbasis memori. Pengguna yang ingin memastikan kondisi memorinya tetap prima bisa mengikuti panduan Cara Cek RAM yang tersedia secara gratis di Windows.

Di sisi lain, Microsoft juga terus memperluas fitur keamanan berbasis memori ke lebih banyak perangkat. Langkah ini menjadi relevan di tengah kekhawatiran pasokan, karena pengguna dituntut lebih cermat menjaga perangkat yang sudah ada. Informasi mengenai perluasan tersebut dapat disimak melalui pembahasan Memory Integrity Windows.

Framework Turunkan Harga Laptop

Di tengah kabar suram tersebut, ada secercah kabar baik dari produsen laptop Framework. Mengutip laporan VideoCardz, Framework mengambil langkah tidak biasa dengan menurunkan harga sebagian produknya. Sebelumnya, Framework bersama produsen notebook lain menaikkan harga laptop akibat mahalnya biaya RAM.

Perusahaan baru-baru ini mengumumkan telah mendapatkan modul memori baru dengan harga lebih murah. Dampaknya, sebagian pesanan Framework Laptop yang sedang berjalan akan diturunkan harganya. Melalui akun X, Framework menyatakan pihaknya juga “secara retroaktif menurunkan harga untuk pesanan yang dikirim dengan harga lebih tinggi”.

Langkah Framework dinilai menguntungkan pelanggan, karena perusahaan sebenarnya bisa saja menyimpan selisih harga tersebut untuk diri sendiri. Meski demikian, TechRadar menilai kebijakan ini hanya bersifat kecil dibandingkan besarnya tekanan krisis RAM yang sedang berlangsung.

Hand holding two DDR5 RAM memory modules in front of gaming computer with RGB lighting

Pembicaraan soal “kekurangan historis” disebut memperburuk suasana negatif yang sudah terbangun dari berbagai laporan sebelumnya mengenai masalah pasokan memori global. Situasi ini juga berpotensi berdampak pada produk konsumen lain, terutama karena rumor kenaikan harga GPU kembali mencuat pada pekan ini.

Tekanan pada rantai pasok memori juga membuat inovasi arsitektur semakin penting. Pendekatan baru seperti yang dibahas dalam ulasan Arsitektur AI Baru dari Qualcomm menjadi salah satu upaya industri mengurangi ketergantungan pada pasokan memori konvensional.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah pesimisme yang muncul akan terbukti sepenuhnya. Namun laporan KB Securities menempatkan krisis RAM 2027 sebagai salah satu risiko paling nyata bagi industri teknologi, mulai dari produsen chip, pembuat laptop, hingga konsumen yang akan menghadapi harga perangkat lebih mahal.

Bagi pengguna di Indonesia, dampak yang paling mungkin terasa adalah kenaikan harga laptop, PC rakitan, dan modul memori. Karena itu, memantau perkembangan pasokan memori dan menjaga performa perangkat yang sudah dimiliki menjadi langkah yang masuk akal sambil menunggu kejelasan situasi pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.