Mengenal KRI Rigel 933, Kapal Canggih Pencari Sriwijaya Air SJ182

KRI Rigel 933 (Foto : Istimewa)

Telset.id, Jakarta – Badan SAR Nasional (Basarnas) dan TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Rigel 933 untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pengerahan ini dilakukan kapal canggih ini dilakukan untuk mencari titik jatuhnya pesawat. 

Pengoperasian KRI Rigel 933 dilakukan bertujuan untuk mencari titik koordinat pasti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pesawat ini sendiri hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta. 

{Baca juga: Mengenal Boeing 737-524, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh}

KRI Rigel 933 adalah upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam melakukan pencarian Sriwijaya Air SJ 182 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (09/01/2021) kemarin. 

KRI Rigel 933 Kapal Survei Canggih 

KRI Rigel 933
KRI Rigel 933 (Dok. Pushidrosal)

Kapal canggih milik TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini adalah jenis Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (HBO) yang memiliki nama “OSV 190 SC-WB”. Kapal ini dibuat oleh galangan kapal OCEA Les Sables d’Olonne, Prancis dan diluncurkan pada 11 Desember 2014. 

Dilansir dari Navy Recognition, kapal ini dipesan oleh TNI AL setelah OCEA terpilih sebagai pemenang tender dan menandatangani kontrak dengan Angkatan Laut Indonesia pada tanggal 1 Agustus 2012. 

Kontrak tersebut mencakup pengiriman dua kapal yang dilengkapi peralatan lengkap untuk misi penelitian oseanografi dan hidrografi serta dukungan logistik terkait. 

{Baca juga: Canggihnya Baruna Jaya IV, Kapal Pencari Sriwijaya Air SJ182}

Dua kapal OSV 190 SC-WB dipesan oleh TNI AL untuk kemudian  berganti nama menjadi KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934. Nama Rigel pun diambil dari nama bintang yang paling terang dari Rasi Orion. 

Sedangkan KRI Spica 934 diambil dari nama bintang yang paling terang pada rasi bintang Virgo. Khusus untuk KRI Regel 934, kapal ini diklaim sebagai kapal perang tercanggih se-Asia yang dibangun oleh Prancis. 

Kapal ini terbuat dari aluminium dengan bobot 560 ton dengan dimensi panjang 60,1 meter dan lebar 11,5 meter. Selain itu kapal itu juga memiliki kapasitas diesel 135 ribu liter dan kapasitas air 35 ribu liter. 

Kapal ini mampu berlayar dengan kecepatan 14 knot atau 25,9 km per jam dan mampu mengangkut 40 kru dan 11 penumpang. KRI Rigel 933 juga dilengkapi dengan persenjataan mitraliur kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm.

Lantas secanggih apa KRI Rigel 933? Masih menurut Navy Recognition, terdapat empat teknologi canggih yang ada di kapal ini. Pertama adalah Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang dibuat oleh Kongsberg. 

Ilustrasi KRI Rigel 933 (Foto: Navy Recognition)

Kendaraan ini mampu melakukan misi pencitraan bawah laut dengan mandiri. Kendaraan mampu menyelam hingga kedalaman 1000 meter dan mengirim data secara periodik ke KRI Rigel. 

Kedua adalah Remotely Operated Vehicle (ROV) yakni robot bawah yang mampu dioperasikan dari jarak jauh. Robot ini dibuat oleh ECA Group dan dapat membantu untuk mencari informasi di bawah laut. 

Ketiga adalah sebuah pesawat hidrografi berukuran 8 meter yang bertugas untuk pengumpulan data di sepanjang pantai untuk daerah dangkal. Teknologi keempat adalah beberapa sensor terintegrasi yang dipasang di bawah haluan kapal. 

Teknologi tersebut memungkinkan kapal untuk melakukan pemulihan dan analisis data mengenai kondisi lautan.

Kapal ini juga dilengkapi dengan teknologi lainnya seperti Laser Scaner untuk mengambil gambar daratan, Side Scan Sonar, Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan singlebeam, Conductivity Temperature Depth (CTD), dan Gravity Cores.

{Baca juga: Apa Itu FlightRadar24, Aplikasi yang Melacak Sriwijaya Air SJ182}

Berbagai teknologi tersebut yang membuat KRI Rigel 933 dipercaya untuk melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ182. Apalagi sebelumnya KRI Rigel 933 juga membantu pencarian pesawat Lion Air JT610 tahun 2018. 

Hingga kini kapal canggih ini masih melakukan pencarian titik koordinat pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu. [NM/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here