Telset.id – NASA mengarahkan tujuh astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk berlindung di kapsul SpaceX Dragon dan bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi menyusul ditemukannya kebocoran udara di terowongan transfer stasiun tersebut. Insiden ini terjadi setelah Badan Antariksa Rusia Roscosmos mendeteksi retakan yang menyebabkan kebocoran udara saat proses docking kapal kargo.
Laporan dari BBC mengonfirmasi bahwa lima dari tujuh astronot yang saat ini berada di ISS berlindung di dalam wahana SpaceX Dragon yang telah ditambatkan. Kapal tersebut ditetapkan sebagai “tempat aman” sementara dua kosmonot Rusia berupaya melakukan perbaikan terhadap kebocoran yang terjadi di modul layanan Zvezda, tepatnya di terowongan transfer yang dikenal dengan sebutan PrK.
Retakan pada terowongan transfer ini sebenarnya bukanlah masalah baru. Sumber menyebutkan bahwa modul PrK telah mengalami kebocoran dan retakan secara sporadis selama sekitar enam tahun terakhir. Roscosmos sebelumnya telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengatasi masalah ini, namun kebocoran tetap menjadi perhatian serius yang diawasi ketat oleh NASA.
Upaya Perbaikan Dihentikan Sementara
Juru bicara NASA, Bethany Stevens, melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya (@NASASpox) pada 5 Juni 2026, mengonfirmasi bahwa para astronot telah kembali menjalankan operasi yang direncanakan di ISS. Namun, upaya perbaikan yang dilakukan oleh kosmonot Rusia untuk sementara dihentikan karena “masih perlu dilakukan pengukuran dan penilaian data lebih lanjut.”
“Kami menantikan kerja sama dengan Roscosmos dalam pendekatan kolaboratif untuk mengatasi kebocoran ini,” ujar Stevens, menambahkan bahwa belum ada kepastian mengenai jadwal perbaikan selanjutnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa meskipun situasi darurat telah teratasi, masalah mendasar masih memerlukan solusi jangka panjang.
Sebelumnya, NASA sempat mengindikasikan bahwa kosmonot akan melakukan operasi perbaikan serius pada hari yang sama. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah evaluasi lebih lanjut terhadap kondisi retakan yang ada.
Selama bertahun-tahun, para astronot telah melakukan perbaikan tambal sulam yang tidak dirancang untuk bertahan lama. Misi perbaikan berikutnya diperkirakan akan menjadi operasi yang lebih ekstensif yang bertujuan untuk menghilangkan masalah ini secara permanen. Namun, belum ada kepastian kapan misi tersebut akan dilaksanakan.

Kebocoran udara di ISS bukanlah kejadian yang terisolasi. Dalam beberapa tahun terakhir, stasiun luar angkasa ini telah menghadapi berbagai tantangan teknis, termasuk masalah pada sistem pendingin dan modul lainnya. Namun, kebocoran di terowongan transfer PrK menjadi perhatian khusus karena lokasinya yang strategis untuk proses docking.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan darurat di lingkungan luar angkasa yang ekstrem. Keberadaan kapsul SpaceX Dragon sebagai “tempat aman” menunjukkan betapa krusialnya memiliki kendaraan evakuasi yang siap digunakan setiap saat. NASA dan Roscosmos kini harus bekerja sama untuk menemukan solusi permanen atas masalah retakan yang telah berlangsung lama ini.
Sementara itu, para astronot telah kembali menjalankan tugas rutin mereka di ISS. Meskipun situasi telah terkendali, kekhawatiran akan keamanan jangka panjang stasiun luar angkasa ini tetap ada. Misi perbaikan besar yang direncanakan di masa depan diharapkan dapat mengatasi akar masalah dan mencegah insiden serupa terulang kembali.
Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini juga menjadi pengingat akan risiko yang melekat pada eksplorasi luar angkasa. Setiap misi, baik yang bersifat ilmiah maupun komersial, harus selalu mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.
Ke depannya, kolaborasi antara NASA dan Roscosmos akan menjadi kunci dalam mengatasi tantangan teknis di ISS. Kedua badan antariksa tersebut telah bekerja sama selama bertahun-tahun, dan insiden ini justru memperkuat perlunya komunikasi dan koordinasi yang lebih erat.
Bagi para pengamat industri antariksa, kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa pakai ISS yang sudah mulai menua. Beberapa modul telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, dan masalah struktural seperti retakan kemungkinan akan semakin sering terjadi seiring bertambahnya usia stasiun.





Komentar
Belum ada komentar.